Rokok barakah

  • Published on
    07-Aug-2015

  • View
    36

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

<ol><li> 1. KOLOM WM.LUTHFI HAMIDIFOUNDER THE QU RANOM ICS INSTITUTEda yang berpendapat berkahatau kebarakahan sesuatuitu tidak bisa diukur berapabesarnya.Namun demikian , ia bisa dirasakan.Sebuah buku teks ekonomi Islam,memberikan contoh kongkrit sebagai berikut:"Ketika konsumen mengeluarkan belanja Rp5.000 untuk membeli sebungkus rokok,ia akan merasakan berkah yang lebih rendah daripada uang tersebut dibelanjakan untuk membeli satu kaleng Susu. " (P3El,20l3:l8`l). Contoh tersebut seakan memberikan penilaian dalam rokok "ada" barakahnya.Meskipun,tentu barakahnya lebih rendah bila dibanding sekaleng susu. Terlepas dari sikap para ulama yang masih berbedal soal hukum rokok,contoh ini membuatsaya tercenung. ParadoksBetulkah -meskipun sedikit- mengonsumsi rokok itu ada barakahnya?Kalau iya,apakah para perokok juga membaca doa Allahumma bariklana fiimaa razaqtanaa (Ya Allah,berkahilah kami dalam"rokok" yang telah Engkau anugerahkan kepada kami) sebagaimana ketika mereka mau makan atau minum? Kalau benar itu dilakukan,saya74 ROKOK 'BARAKAH'membayangkan sebuah paradoks.Pertama,makna barakah direduksi sekadar "manfaat"atau "kebaikan".Para ahli 'hisap' itu tahu,bahwa rokok ada dua sisi:(diklaim) memberi pengaruh positif seperti menghilangkan kantuk,membuka inspirasi,dll dan pada saat yang sama dampak negatif seperti kesehatan.Padahal,barakah mengindikasikan makna pure (murni) manfaat,tidak ada kandungan atau unsure mafsadat (yang merusak). Ada memang,hadits yang menjelaskan bahwa penyakit pun bisa membawa barakah. Tapi "penyakit" di sini lebih merujuk kepada penyakit yang menimpa seseorang,sebagai ujian Allah.Bukan penyakit yang sengaja dicari.Bagaimana mungkin orang sengaja mau sakit?Ya,karena kalau seseorang merokok,ibaratnya dia mengundang penyakit atau mempersilakan penyakit itu dating dengan sendirinya. Rasulullah Saw datang berkunjung ke rumah Ummu Saibatau Ummu Musayyab,maka beliau bertanya,"Sakit apa kamu sampai menggigil begitu? " Jawab Ummu Saib,"Demam,yang Allah Ta'ala tidak memberi barakah denganya. " Nabi Saw bersabda,Janganlah kamu menyalahkan penyakit.Karena penyakit itu bisa menghilangkan kesalahan (dosa- dosa) anak Adam,seperti halnya kir yang membersihkan karat-karat besi. "Yang kedua,barakah sebagaimana Nabi Isa menggambarkan,adalah manfaat yang tidak sebatas untuk diri sendiri,tapi -nah ini yang penting- memiliki efek manfaat yang luas,yang bisa membuat bahagia orang.Seperti ketika kehadiran Nabi lsa di manapun,tidak ditandai,kecuali,dengan berbagi ilmu dan bisa menyembuhkan mereka yang sakit.Dalam konteks ini,barakah juga mengandung makna kebahagiaan (assaadah).Betapa bahagianya mereka,setelah bertahun-tahun terkena penyakit lepra,tiba-tiba ketika datang Nabi Isa,penyakit mereka sembuh. Rokok,sebaliknya.Jangankan perokoknya sendiri,perokok pasif pun -yang paling terimbas adalah anak-anak dan suami atau istri~bisa terkena dampak tak kurang fatal dari perokok asli.Seperti,serangan jantung dan stroke.Antioksidan yang terdapat dalam darah mereka juga bisa berkurang karena menghirup rokok tidak langsung. Barakah Makanan Jadi,dengan dua dalih ini,rasa-rasanya tidak pas untuk menempatkan contoh rokok,meskipun dengan mengatakan barakahnya sedikit.Saya kira banyak contoh yang mungkinlebih relevan untuk barakah ketimbang membandingkan rokok dengan susu.Misalnya,ketika seseorang makan.Manawww. stabi| itas. co. id </li><li> 2. yang lebih barakah,apakah ketika ia menghabiskan satu porsi atau dua porsi?Jawaban sederhananya,satu porsi lebih barakah.Karena,kemungkinan tidakada sumber daya yang ditelantarkan (dimakan habis).Beda dengan dua porsi,boleh jadi ada yang tersisa.Padahal, kita tidak tahu,di bagian mana,berkah makanan itu terletak,sebagaimana haditsberikut. Dari Anas,Nabi SAW apabila selesai makan,dia menjilati ketiga jari tangannya.Anas berkata,Beliau bersabda:"Apabila suapan makanan salah seorang di antara kalian jatuh,ambillah kembali,lalu buang bagian yang kotor dan makanlah bagian yang bersih.Jangan dibiarkannya dimakan setan.Dan beliau menyuruh kami untuk menjilati piring.Beliau bersabda/ Karena kalian tidak tahu makanan mana yang membawa barakah. " (Hadits riwayat Muslim). Namun,akan lebih barakah lagi,misalnya,bila satu porsi dimakan berdua.Kenapa?Karena kini satu porsi itu tidak hanya bermanfaat bagi pemiliknya,tapi juga bagi satu orang lain yang turut memakannya.Bukan itu saja,manfaat lainnya juga muncul dari bertambahnya rasa persaudaraan.Perut meskipun 'setengah terisi tetap bisa oke beraktivitas,karena terhindar dari kekenyangan yang biasanya membawa kantuk.Inilah mungkin,kenapa Nabi Muhammad SAW mendeskripsikan makanan satu porsi bisa cukup untuk berdua. "Makanan untuk satu orang itu'mencukupi untuk dua orang.Danmakanan untuk dua orang itu mencukupi empat orang.Dan makanan untuk empat orang itu mencukupi untuk delapan orang" (Hadits riwayat Muslim). Hadits di atas mengindikasikan,kalau barakah itu bermakna kecukupan.Yang semula hanya untuk satu orang,bisa untuk dua orang atau bahkan lebih.Kondisi ini cocok dengan berbagai keadaan ketika persedian sumber makanan menipis,maka yang dilakukan Rasulullah Saw adalah mendoakan makanan itu agar barakah.KarenaNo.101 November2014Th. X Makanan untuk satu orang itu mencukupi untuk dua orang.Dan makanan untuk dua orang itu mencukupi empat orang.Dan makanan untuk empat orang itu mencukupi untuk delapan orangIdengan keluarnya barakah,makanan yang lahiriahnya terbatas,menjadi berlimpah atau cukup untuk semua orang yang ada di situ. Dalam sebuah hadits diterangkan,perbekalan orang-orang dalam sebuah perjalanan menipis.Mereka kekurangan air dan makanan.Lalu,di antara mereka ada yang mendatangi Rasulullah Saw meminta izin beliau untuk menyembelih unta.(Unta tidak hanya menyediakan suplai daging,tapi juga menambah persedian air).Namun begitu,kalau unta disembelih,mereka kehilangan alat transportasi handal.Dalam kondisi demikian,Beliau mengizinkan. Lalu sahabat Umar menemui mereka dan berkata/ Apakah ada lagi bekal kalian setelah unta habis? " Lalu dia menemui Nabi Saw dan berkata, "Wahai Rasulullah,apakah mereka dapat bertahan hidup setelah mereka menyembelih unta mereka? " Maka Rasulullah Saw berkata/ Panggillah orang-orang agar mereka membawa sisa- sisa bekal makanan mereka kemari. " Maka beliau berdoa serta memohon barakah,lalu beliau memanggil mereka agar membawa bejana mereka masing-masing.Maka orang-orang pun membawa bagiannya (sebanyak genggaman tangan) hingga mereka mendapatkan semua,kemudian Rasulullah Saw bersabda,"Aku bersaksi tidak adailah yang berhak disembah kecuali Allah dan aku adalah utusan- Nya. " (Hadits riwayat Bukhari). Barakah juga mengalir ketika seorang pedagang yang menjaga takarannya.latidak punya maksud sedikit pun untuk mengurangi atau mencari untung dengan merugikan konsumen.Budaya orang Jawa,misalnya,kalau menakar beras sampai anget (maksudnya dilebihkan sedikit).Cara seperti inilah yang oleh Nabi Muhammad Saw masuk dalam kategori mereka yang didoakan kebarakahannya."Ya Allah berikanlah barakah kepada mereka,dalam takaran- takaran mereka.Dalam Sha' dan Mud (ukuran takaran) mereka. " (Hadits riwayat Muslim). Dari uraian di atas,bisa disimpulkan kebarakahan dalam makanan itu muncul,pertama,karena tidak ada pemborosan/yang disia-siakan.Sehingga seseorang diminta untuk menjilati jari-jari bekas makanannya.Kebarakahan juga muncul ketika makanan dibagi,bukan saja untuk sendiri tapi agar juga member manfaat untuk orang lain.Di sini barakah menjadikanan makanan yang terbatas menjadi cukup.Kebarakahan juga mengalir kepada mereka yang jujur menakar/ menimbang makanan. Sekali lagi,meskipun tidak ada kesepakatan ulama soal rokok,saya pribadi berpendapat,mengonsumsinya adalah lebih banyak unsur kemubaziran alias menyia-nyiakan sumberdaya.Klaim bahwa rokok ada manfaatnya tidak sempurna,karena ada risiko baik bagi pelaku dan lingkungannya.ini bertolak belakang dengan sikap Nabi Saw yang justru mengumpulkan sumber daya (pangan) yang sedikit,didoakan agar barakah supaya menjadi kecukupan bagi semua orang.Wallahua'lam. '-I75</li></ol>