Strategi trading forex “stop loss” jadi “stop-profit”

  • Published on
    21-Jul-2015

  • View
    53

  • Download
    4

Embed Size (px)

Transcript

<ul><li><p>Strategi Trading Forex: Stop-Loss Jadi Stop-Profit </p><p>Pasar forex merupakan lingkungan yang sangat dinamis dengan berbagai macam aspek yang perlu </p><p>diperhatikan oleh seorang trader dalam menjalankan strategi forex-nya. Banyaknya hal penting yang </p><p>harus diperhatikan terkadang membuat seorang trader melupakan hal-hal yang (dianggap) kecil, </p><p>namun ternyata berdampak besar. Salah satu hal sering dianggap kecil itu adalah stop-loss, yang </p><p>padahal ternyata bisa mengubah dunia Anda. Kali ini kita akan belajar forex untuk lebih memahami </p><p>si kecil yang ternyata besar ini. </p><p>Stop-loss nama lengkapnya adalah stop-loss order bisa menjadi alat yang sangat berguna, jika </p><p>Anda tahu bagaimana menggunakannya. Yuk, kita kupas bersama. </p><p>Apakah stop-loss itu? </p><p>Stop-loss sebenarnya adalah order yang ditempatkan untuk menutup transaksi terbuka dengan </p><p>tujuan untuk membatasi resiko kerugian. Misalnya, Anda membuka transaksi forex: Buy 1 lot </p><p>AUD/USD di harga 0.81400. Sebagai strategi membatasi resiko dalam trading Anda menempatkan </p><p>stop-loss di harga 0.81000. Ini berarti jika harga kemudian turun ke 0.81000, maka transaksi Anda </p><p>tersebut akan ditutup di harga 0.81000 dengan kerugian sebesar $400. </p><p>Sisi positif dan negatif </p><p>Tidak ada orang yang mau mengalami kerugian, namun dalam trading mau tidak mau Anda harus </p><p>belajar menghadapi resiko tersebut. Telah disebutkan sebelumnya bahwa Anda bisa membatasi </p><p>resiko kerugian yang mungkin bisa Anda derita dengan menempatkan stop-loss. </p><p>Sisi positif dari menempatkan stop-loss adalah Anda tidak perlu terus menerus melihat grafik </p><p>pergerakan harga. Cukup tempatkan level stop-loss dan resiko Anda sudah terbatasi dengan </p><p>sendirinya, tanpa Anda perlu terpaku di depan monitor Anda. Bahkan ekstrimnya Anda boleh </p><p>mematikan komputer Anda dan pergi berbelanja, bermain bilyar, atau menonton film kesukaan </p><p>Anda. Resiko Anda sudah dibatasi oleh stop-loss. </p>https://www.youtube.com/watch?v=iw5f55U_H60</li><li><p>Namun setiap hal memiliki sisi positif sekaligus negatif, demikian juga dengan stop-loss. </p><p>Bisa saja terjadi skenario seperti ini: stop-loss yang Anda tempatkan hanya dicolek oleh pergerakan </p><p>harga, lalu kemudian harga berbalik arah dan justru menemui target profit Anda. Misalnya dalam </p><p>contoh transaksi yang disebutkan di atas (Buy 1 lot AUD/USD di harga 0.81400; stop-loss di harga </p><p>0.81000): setelah harga menyentuh level 0.81000 (stop-loss) ternyata kemudian harga langsung </p><p>rebound dan bahkan mencapai angka 0.81800. Cukup menyesakkan dada, ya? </p><p>Tetapi cobalah berpikir seperti ini: Anda TIDAK PERNAH tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. </p><p>Dengan kata lain, Anda bahkan siapa pun tidak pernah tahu pasti pergerakan pasar selanjutnya. </p><p>Dalam forex trading semua kemungkinan bisa terjadi: harga bisa saja rebound, namun JUGA BISA </p><p>MELANJUTKAN PERGERAKAN TURUN sehingga kerugian Anda akan semakin besar dan strategi forex </p><p>yang telah Anda susun dengan susah payah tak lagi berguna. Semua peluang terbuka. </p><p>Pertanyaannya kemudian adalah: apakah Anda sanggup menghadapi kerugian yang lebih besar </p><p>daripada sekedar minus $400? Mana yang lebih menyakitkan: kehilangan $400 (sesuai dengan </p><p>toleransi resiko Anda), atau mengalami kerugian yang jauh lebih besar lantaran Anda tak membatasi </p><p>resiko Anda? </p><p>Yang paling penting adalah bahwa stop-loss memungkinkan seorang trader untuk segera membuat </p><p>keputusan tanpa ada keterlibatan emosi. Orang cenderung jatuh cinta pada transaksinya; ia tak </p><p>mau membuang transaksi itu meskipun kerugian semakin menggunung. Trader seperti itu selalu </p><p>berharap dan berharap pasar akan berbalik arah. Padahal, dalam penantian itu, resiko yang </p><p>dihadapinya semakin membesar. </p><p>Aturan menempatkan stop-loss </p><p>Dalam forex trading, Anda harus bahkan WAJIB belajar menerapkan strategi forex yang perlu </p><p>untuk membatasi resiko. Semua trader sukses setuju dengan hal ini. </p><p>Kunci untuk memperkecil kemungkinan stop-loss terjilat oleh pergerakan harga adalah teknik </p><p>penempatan stop-loss itu sendiri. Sebaiknya Anda mengikuti sinyal di time-frame yang tidak terlalu </p><p>pendek untuk menghindari pergerakan harga yang tiba-tiba. Tempatkanlah stop-loss Anda beberapa </p><p>pips di atas resistance kunci (jika posisi Anda adalah sell) atau di bawah support kunci (jika posisi </p><p>Anda adalah buy). Secara teknikal, ada metode yang mengajarkan menempatkan sekitar 100-200 </p><p>pips (untuk quote 5 desimal). Ada banyak metode menentukan resistance dan support kunci, Anda </p><p>tinggal mempelajarinya saja. </p><p>Lebih penting lagi adalah menempatkan stop-loss sesuai dengan toleransi resiko yang sudah Anda </p><p>tetapkan dalam trading plan. Misalnya, Anda memiliki modal sebesar $ 10,000 dan mengalokasikan </p><p>resiko sebsar 5% per transaksi, maka stop-loss Anda tidak boleh lebih dari sebesar $500. </p><p>Tak sekedar membatasi kerugian </p><p>Asal muasal stop-loss memang bertujuan untuk membatasi kerugian, sesuai dengan namanya. </p><p>Namun dalam perkembangannya, stop-loss ternyata bisa juga untuk membiarkan keuntungan yang </p><p>telah Anda peroleh berpotensi menjadi semakin besar. Bagaimana caranya? </p>https://plus.google.com/+Foreximf-ID/posts/3LUsfCXWLWyhttps://www.youtube.com/watch?v=N4z1SfIRLjU</li><li><p>Teknik itu bernama trailing stop. Dalam kasus ini, stop-loss tak lagi berperan untuk membatasi </p><p>kerugian, melainkan mengunci keuntungan di level tertentu. Seperti apa ceritanya? </p><p>Mari kita kembali ke contoh transaksi yang disebutkan sebelumnya. Asumsikan Anda melakukan </p><p>forex trading dan membuka posisi Buy AUD/USD di harga 0.81400. Anda telah belajar bahwa Anda </p><p>harus membatasi resiko, dan sebagai strategi forex-nya Anda menempatkan stop-loss di 0.81000. </p><p>Ternyata kemudian harga terus bergerak naik; katakanlah hingga ke 0.82000. Di level tersebut, Anda </p><p>sudah memperoleh floating profit (unrealized profit) sebesar $600 (kondisi floating profit adalah </p><p>ketika posisi Anda sudah untung namun posisi tersebut belum ditutup). Dalam kondisi tersebut, alih-</p><p>alih menutup transaksi, Anda justru memindahkan (istilahnya amend) stop-loss yang tadinya berada </p><p>di 0.81000 ke 0.81600. Dengan demikian, jika nanti harga turun dari 0.82000 ke 0.81600, posisi Anda </p><p>akan ditutup di kisaran 0.81600, dengan hasil keuntungan sebesar $200. </p><p>Kesimpulan </p><p>Dalam forex trading, stop-loss merupakan strategi forex yang paling mudah namun berdampak </p><p>sangat signifikan dalam upaya Anda membatasi resiko. Memang benar bahwa ada cara lain seperti </p><p>switching atau averaging, namun semua itu memiliki efek samping berupa beban psikologis yang </p><p>jauh lebih besar. </p><p>Meskipun mudah sayangnya banyak trader yang gagal menggunakannya, entah itu untuk </p><p>membatasi resiko maupun mengunci keuntungan. Anda harus memperlakukan stop-loss seperti </p><p>premi asuransi, di mana Anda tidak pernah berharap akan menggunakannya namun ketika resiko </p><p>terjadi, Anda tetap tenang karen Anda tahu bahwa Anda sudah memiliki pengaman. </p><p>Merugi memang tidak enak, namun lebih tidak enak lagi jika kerugian yang diderita semakin </p><p>menggunung lantaran tidak dibatasi. Sakitnya tuh di dompet. </p><p>Jadi, pergunakanlah stop-loss. </p></li></ul>