PPT penegakkan hukum terhadap pembajakan hak cipta karya musik dlm bentuk kaset

  • Published on
    11-Aug-2015

  • View
    75

  • Download
    1

Embed Size (px)

Transcript

  1. 1. Page 1 Kelompok 6Kelompok 6Kelompok 6Kelompok 6 Tugas Etika Profesi Teknologi InformasiTugas Etika Profesi Teknologi Informasi Makalah Penegakkan Hukum Terhadap Pembajakan HakMakalah Penegakkan Hukum Terhadap Pembajakan Hak Cipta Karya Musik dalam Bentuk Kaset Di IndonesiaCipta Karya Musik dalam Bentuk Kaset Di Indonesia Tugas Etika Profesi Teknologi InformasiTugas Etika Profesi Teknologi Informasi Makalah Penegakkan Hukum Terhadap Pembajakan HakMakalah Penegakkan Hukum Terhadap Pembajakan Hak Cipta Karya Musik dalam Bentuk Kaset Di IndonesiaCipta Karya Musik dalam Bentuk Kaset Di Indonesia Disusun Oleh :Disusun Oleh : Eka Septi P (12133201)Eka Septi P (12133201) Dwi Surya Nugroho (12134523)Dwi Surya Nugroho (12134523) Muhammad Hadi P.A (12137263)Muhammad Hadi P.A (12137263) Sony Triharyanto (12135197)Sony Triharyanto (12135197) Taufiq Hermawan (12131414)Taufiq Hermawan (12131414) Disusun Oleh :Disusun Oleh : Eka Septi P (12133201)Eka Septi P (12133201) Dwi Surya Nugroho (12134523)Dwi Surya Nugroho (12134523) Muhammad Hadi P.A (12137263)Muhammad Hadi P.A (12137263) Sony Triharyanto (12135197)Sony Triharyanto (12135197) Taufiq Hermawan (12131414)Taufiq Hermawan (12131414)
  2. 2. Page 2 Latar BelakangLatar Belakang Sejumlah pelaku industri musik mulai khawatir mengenai maraknya pembajakan hak cipta karya musik dan download konten ilelgal untuk musik digital di internet, bahwa potensi kerugiannya mencapai Rp. 12 triliyun per tahun. Angka tersebut diperoleh dari penjualan musik digital dari internet yang tidak melalui
  3. 3. Page 3 Intellectual Property Right atau Geistiges Eigentum (bahasa Jerman) dapat diterjemahan kedalam bahasa Indonesia yaitu Hak Atas Kekayaan Intelektual atau sering disingkat HAKI adalah hak yang diberikan kepada orang-orang atas hasil dari buah pikiran mereka. Biasanya hak eksklusif tersebut diberikan atas penggunaan dari hasil buah pikiran pencipta dalam kurun waktu tertentu. Buah pikiran tersebut dapat terwujud dalam tulisan, kreasi artistik, simbol- simbol, penamaan, citra, dan desain Intellectual Property Right atau Geistiges Eigentum (bahasa Jerman) dapat diterjemahan kedalam bahasa Indonesia yaitu Hak Atas Kekayaan Intelektual atau sering disingkat HAKI adalah hak yang diberikan kepada orang-orang atas hasil dari buah pikiran mereka. Biasanya hak eksklusif tersebut diberikan atas penggunaan dari hasil buah pikiran pencipta dalam kurun waktu tertentu. Buah pikiran tersebut dapat terwujud dalam tulisan, kreasi artistik, simbol- simbol, penamaan, citra, dan desain yang digunakan dalam kegiatan
  4. 4. Page 4 Menurut catatan AsosiasiMenurut catatan Asosiasi Industri Rekaman IndonesiaIndustri Rekaman Indonesia (ASIRI), pembajakan industri(ASIRI), pembajakan industri musik di Indonesiamusik di Indonesia menunjukan angka yangmenunjukan angka yang paling signifikan. Pihak yangpaling signifikan. Pihak yang paling dirugikan yaitu datangpaling dirugikan yaitu datang dari pihak musisi ataudari pihak musisi atau pencipta lagu yang hasilpencipta lagu yang hasil
  5. 5. Page 5 PERMASALAHANPERMASALAHAN Pembajakan karya seni, terutama kaset musik/lagu, kini bukannya mereda tetapi tambah merajalela. Bukan hanya negara yang makin dirugikan, tapi juga pencipta lagu dan pengusaha rekaman.Coba bayangkan, kaset resmi yang seharusnya seharga Rp 50.000,00 dalam bentuk bajakan hanya dihargai Rp 5.000,00 Rp 6.000,00. Akibatnya, seluruh proses kreatif, proses produksi, dan jerih payah pun seakan menjadi sirna, begitu ada kaset yang dibajak. Akibat dari pembajakan ini, yang dirugikan tidak hanya para pencipta lagu, penyanyi, atau produser, tetapi juga negara. Keping-keping kaset bajakan dijual tanpa stiker pajak. Artinya, pemasukan ke pemerintah dari sektor pajak pun tidak ada. Undang-Undang Hak Cipta yang pekan ini disetujui DPR, percuma saja, tak akan mampu memberantas pembajak. Sebab harga kaset asli akan semakin tinggi. Hal ini mendorong orang untuk membuat yang aspal karena
  6. 6. Page 6 1. Illegal Copying1. Illegal Copying Merupakan bentuk pembajakan berupa pembuatan kompilasi lagu-lagu atau album-album yang sedang hits dan populer dari rekaman original/aslinya tanpa izin dan demi kepentingan komersial. Bentuk pembajakan inilah yang sangat mengancam industri lagu atau musik dikarenakan dapat mematikan kesempatan penjualan bagi beberapa album sekaligus. 2. Counterfeiting2. Counterfeiting Merupakan bentuk pembajakan yang dilakukan dengan memperdagangkan produk bajakan berupa album yang sedang laris, kemasannya di reproduksi mirip dengan aslinya sampai dengan detail sampul album dan susunan lagunya pun dibuat sama dengan album aslinya. Ini bertujuan untuk mengelabuhi konsumennya agar konsumennya menyangka bahwa produk bajakan ini original/asli dan harganya murah. 3. Bootlegging3. Bootlegging Merupakan bentuk pembajakan yang dilakukan dengan cara membuat rekaman dari suatu pertunjukan langsung (live performance) seorang penyanyi atau band di suatu tempat. Pembajakan ini juga dapat di buat dari rekaman siaran media penyiaran (broadcasting). Rekaman ini kemudian diperbanyak dan dijual dengan harga tinggi demi keuntungan yang besar. Biasanya konsumen dari produk hasil bootlegging ini adalah orang orang yang tidak bisa menyaksikan pertunjukan langsung seorang penyanyi atau band pujaannya, sehingga ia rela membeli produk hasil bootlegging ini meskipunilegal dan harganya mahal. Secara umum pembajakan karya rekaman lagu atau musik dibagi atas beberapa kategori sebagai berikut :
  7. 7. Page 7 Pengertian Hak Cipta dan Hubungannya dengan Hak Cipta Karya MusikPengertian Hak Cipta dan Hubungannya dengan Hak Cipta Karya Musik a.a.Pengertian Hak CiptaPengertian Hak Cipta Dalam Pasal 1 butir (I) Undang Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta, yang dimaksudkan hak cipta adalah hak eklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan ijin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan pembatasan menurut peraturan perundang undangan yang berlaku (Adami Chazawi, 2007:14). Kata kata mengumumkan dan memperbanyak memiliki rumusan rumusan sebagai berikut : Pengumuman adalah pembacaan, penyuaraan, penyiaran, atau penyebaran, sesuatu ciptaan dengan menggunakan alat apa pun dan dengan cara sedemikian rupa sehingga suatu ciptaan dapat dibaca, didengar, atau dilihat oleh orang lain. Perbanyakan adalah menambah jumlah sesuatu ciptaan, dengan pembuatan yang sama, hampir sama atau menyerupai ciptaan tersebut dengan mempergunakan bahan bahan yang sama atau tidak sama, termasuk mmengalihwujudkan sesuatu ciptaan (Leden Marpaung, 1995:12). PEMBAHASANPEMBAHASAN
  8. 8. Page 8 Hak cipta adalah suatu hak ekslusif (exclusive rights) berupa hak yang bersifat khusus, bersifat istimewa yang semata mata hanya diperuntukkan bagi pencipta atau pemegang hak cipta sehingga tidak ada pihak lain yang boleh memanfaatkan hak tersebut tanpa izin pencipta atau pemegang hak cipta. Fungsi hak cipta atau pemegang hak cipta adalah untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaan dan atau memberikan izin kepada pihak lain untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya tersebut. Ada pembatasan pembatasan dalam hal penggunaan hak cipta yang ditentukan oleh peraturan perundang undangan. Dalam hal melaksanakan hak eksklusif pencipta berupa hak mengumumkan atau memperbanyak ciptaan atau memberi izin pada pihak lain untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaan tidak sebebbas bebasnya. Namun dibatasi oleh ketentuan/hukum dalam Undang Undang Hak Cipta itu sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa dalam hak cipta terkandung fungsi sosial. Dalam penggunaan dan pemanfaatannya, hendaknya mempunyai fungsi sosial. Lanjutan PEMBAHASANLanjutan PEMBAHASAN
  9. 9. Page 9 Hubungan antara Hak Cipta dengan Hak Cipta Karya MusikHubungan antara Hak Cipta dengan Hak Cipta Karya Musik Hak cipta berlaku pada berbagai jenis karya seni atau karya cipta atau ciptaan. Ciptaan tersebut dapat mencakup puisi, drama, serta karya tulis lainnya, film, karya karya, koreografis (tari, balet, dan sebagainya), komposisi musik, rekaman suara, lukisan, gambar, patung, foto, perangkat lunak komputer, siaran radio dan televisi, dan (dalam yurisdiksi tertentu) desain industri. Sehingga, dalam hal ini telah dijelaskan bahwa didalam rekaman suara/kaset musik memiliki suatu hak cipta yang keberadaannya harus dilindungi oleh pemerintah dan masyarakat tidal boleh sewenang wenang untuk membajaknya.
  10. 10. Page 10 a. Faktor Ekonomi Faktor ekonomi merupakan faktor pendorong utama terjadinya pembajakan kaset. Tingkat pendapatan yang rendah dan tingkat pengangguran yang tinggi membuat masyarakat berupaya untuk menambah pendapatannya, yaitu dengan menjual kaset bajakan. b. Faktor Sosial Budaya Secara sosial dan budaya, masyarakat Indonesia belum terbiasa untuk membeli produk produk asli, terutama produk dari industri rekaman. Ini juga didukung dengan kebudayaan masyarakat Indonesia yang dalam membeli sebuah produk hanya mengorientasikan pada harga barang tanpa melihat kualitas dari barang tersebut. c. Perbandingan harga kaset Perbedaan harga jual yang tinggi antara kaset asli dengan bajakan memicu masyarakat untuk cenderung lebih memilih membeli kaset dengan harga yang lebih murah. d. Faktor pendidikan Selama ini masyarakat kurang mendapatkan sosialisasi terhadap adanya Undang Undang Hak Cipta. Hal ini mengakibatkan masyarakat melakukan berbagai pelanggaran pelanggaran Hak Cipta akibat tidak mengetahui ketentuan - ketentuan yang tercantum dalam Undang Undang tersebut. e. Pelayanan penjual kaset Faktor pelayanan juga berpengaruh bagi maraknya pembajakan kaset. Penjual kaset bajakan memberikan pelayan lebih ke konsumennya. f. Rendahnya sanksi hukum Sanksi hukum yang diterapkan terhadap pembajakan kaset hanya diterapkan pada pembajak kaset saja, belum diterapkan pada konsumen yang membeli kaset bajakan. a. Faktor Ekonomi Faktor ekonomi merupakan faktor pendorong utama terjadi