?· Web viewSelain itu kemampuan akses ( misalnya kecepatan akses dan jenis layanan ) ditentukan oleh…

  • Published on
    02-May-2019

  • View
    212

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

75

BAB 2

LANDASAN TEORI

2.1Teori Umum

2 Pengertian Jaringan Komputer

Menurut Tanenbaum (2003, p3), jaringan komputer adalah kumpulan beberapa komputer yang saling berhubungan dengan suatu teknologi. Dua komputer dapat dihubungkan melalui kawat tembaga (copper wire), fiber optic, microwaves, infrared, dan satelit komunikasi juga dapat digunakan.

Di dalam literatur masih sering terjadi kesulitan pemahaman dalam membedakan antara jaringan komputer dan sistem yang terdistribusi. Perbedaan utama yaitu bahwa sistem terdistribusi adalah kumpulan dari komputer yang berhubungan langsung dengan user, dapat digambarkan sebagai sebuah sistem berjalan. Sering kali lapisan dari software pada bagian sistem operasi yang disebut juga dengan middleware yang berfungsi untuk bertanggung jawab dalam penerapan model ini. Contoh dari sistem terdistribusi adalah World Wide Web, dimana semuanya terlihat seperti sebuah dokumen (Web page).

Pada dasarnya, sebuah sistem terdistribusi adalah sistem software yang dibangun di atas sebuah jaringan. Software ini memberikan gambaran bahwa sistem terdistribusi tersusun secara teratur. Sehingga perbedaan antara jaringan dan sistem terdistribusi berada di software (khususnya sistem operasi), bukan di hardware.

2.1.2 Arsitektur Jaringan

2.1.2.1 Client/Server Model

Menurut Linto Herlambang (2009, Arsitektur Aplikasi Client Server), dalam client/server model, perangkat yang meminta sebuah informasi disebut dengan client dan perangkat yang menanggapi setiap permintaan disebut server. Proses client/server berada pada application layer. Client dimulai dengan meminta data dari server, yang akan memberi respon dengan mengirimkan satu data atau lebih ke client. Application layer protocol mendeskripsikan format permintaan dan respon antara client dan server. Selain mentransfer data yang aktual, pertukaran data ini juga membutuhkan control information, seperti otentikasi pengguna dan identifikasi dari sebuah file data yang akan ditransfer.

Salah satu contoh dari jaringan client/server adalah yang ada di lingkungan perusahaan dimana karyawan menggunakan sebuah company e-mail server untuk mengirim, menerima, dan menyimpan e-mail.

2.1.3 Peralatan Jaringan Komputer

2.1.3.1 Network Device

Menurut Joko (2010, Network Devices), Network Device adalah alat yang digunakan untuk menghubungkan end-user device ke jaringan, memperluas jangkauan jaringan, melakukan konversi format data, mengatur transfer data, dan banyak fungsi jaringan lainnya. Contoh network device adalah:

a. Modem

Modem (modulator-demodulator) digunakan untuk mengubah informasi digital menjadi sinyal analog. Modem mengubah tegangan bernilai biner menjadi sinyal analog dengan melakukan encoding data digital ke dalam frekuensi carrier. Modem yang umum digunakan dihubungkan ke jalur telepon. Oleh karena itu modem ini mampu memodulasi data digital ke dalam sinyal berspektrum suara, yang disebut dengan proses modulasi. Modem juga dapat mengubah kembali sinyal analog yang termodulasi menjadi data digital, sehingga informasi yang terdapat di dalamnya dapat dimengerti oleh komputer. Proses ini disebut demodulasi.

Gambar 2.1 Modem

Sumber : http://4antum.files.wordpress.com/2009/11/modem.gif

b. Hub

Hub merupakan network device yang digunakan untuk mengkonsentrasikan hubungan dalam jaringan. Hub menggabungkan beberapa host sehingga jaringan melihat host-host tersebut sebagai sebuah unit tunggal. Ini adalah tugas sebuah passive hub, sedangkan active hub selain bertugas melakukan hal yang sama, juga melakukan penguatan sinyal. Host-host yang terhubung ke hub akan menerima semua traffic yang melalui hub. Hal ini akan berpotensi mengakibatkan collision jika ada banyak host yang terhubung ke hub.

Gambar 2.2 Hub

Sumber : http://1.bp.blogspot.com/_Hiu-bV301NQ/TFrSUG086_I/AAAAAAAAADA/b8VgascAbF0/s1600/hub.jpg

c. Switch

Switch merupakan network device yang bekerja pada Layer 2 model OSI, yang mampu melakukan manajemen transfer data yaitu hanya meneruskan data ke segmen yang dituju. Switch tidak melakukan konversi format data. Switch mempelajari host mana saja yang terhubung ke suatu port dengan membaca MAC address asal yang ada di dalam frame kemudian switch membuka sirkuit virtual antara node sumber dengan node tujuan. Dengan demikian komunikasi dua port tersebut tidak mempengaruhi traffic dari port lain. Hal tersebut membuat LAN lebih efisien.

Gambar 2.3 Switch

Sumber : http://1.bp.blogspot.com/_GfNbBNHT7ko/TAzctmtoaCI/AAAAAAAAAHU/rKsAlWTekj4/s1600/netgear_gs748ts_48_port_gigabit_network_switch.gif

Switch terbagi menjadi dua jenis, yaitu manageable switch dan unmanageable switch. Secara umum fungsi kedua jenis switch sama yaitu sebagai media penghubung dalam jaringan yang sama, memperbesar skala jaringan. Manageable switch memiliki kelebihan- kelebihan tertentu dibandingkan dengan unmanageable switch. (Micro, 2010, p11)

1. Unmanageable Switch

Unmanageable switch sering disebut dengan glorified hub, yang berarti bahwa switch dapat dilakukan tanpa interaksi dengan user. Manfaat switch diatas sebuah hub adalah bandwidth yang penuh untuk setiap port daripada menghancurkan semua data atas semua port seperti hub dan menghadapi collision.

2. Manageable Switch

Manageable switch mempunyai IP address tersendiri dan memiliki telecommunication network dan mungkin juga web-based interface untuk memonitoring dan akses yang aman untuk setiap port yang ada di dalam switch. Manageable port dapat menggunakan VLAN, dimana dapat membuat banyak port yang berbeda dalam switch yang sama hingga switch yang berbeda. Hal ini dapat berguna dalam IP address yang terbatas dimana dapat melayani satu port. Hal ini memastikan tidak ada colokan sebuah hub ke dinding dan berbagi banyak koneksi tanpa harus meminta izin ke administrator. Manageable switch juga dapat digunakan untuk mengaktifkan atau menonaktifkan port tertentu tanpa harus mencabut kabel.

d. Router

Router mempunyai semua kemampuan network device lainnya. Router dapat memperkuat sinyal, mengkonsentrasikan beberapa koneksi, melakukan konversi format transmisi data, dan mengatur transfer data. Selain itu router juga bisa melakukan koneksi ke WAN sehingga dapat menghubungkan LAN yang terpisah jauh. Router bertugas melakukan routing paket data dari source ke destination pada LAN, dan menyediakan koneksi ke WAN. Dalam lingkungan LAN, router membatasi broadcast domain, menyediakan layanan local address resolution seperti ARP (Address Resolution Protocol) dan RARP (Reverse Address Resolution Protocol), dan membagi network dengan menggunakan struktur subnetwork.

Gambar 2.4 Wireless Router

Sumber : http://ictfiles.com/resources/images/uploaded/image/networking/108m_Wireless_Router.jpg

2.1.4 Media Transmisi

Menurut Jonathan Lukas (2006, p55), media transmisi adalah pemancar dan penerima dalam sistem transmisi data. Media trasnmisi dapat diklasifikasikan menjadi guided dan unguided (dengan perantara dan tanpa perantara). Media transmisi akan dilewati oleh gelombang elektromagnetik, jadi sinyal yang ada baik itu analog ataupun digital harus diubah ke dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Jenis media transmisi guided seperti twisted pair, coaxial cable, optical fiber. Sedangkan media transmisi unguided menghantarkan gelombang atau sinyal elektromagnetik tanpa melalui suatu perantara solid, yaitu melalui udara. Bentuk transmisi ini biasa disebut juga dengan transmisi tanpa kabel (wireless trasmission).

Pada media transmisi guided, kemampuan transmisi baik berupa kecepatan data maupun bandwidth sangat tergantung pada jarak, baik pada medium point to point ataupun multipoint. Contohnya adalah local area network (LAN).

2.1.4.1 Kabel Twisted Pair

Menurut Jonathan Lukas (2006, p58), twisted pair terdiri dari dua kabel tembaga yang terisolasi yang disusun dalam jalinan berbentuk spiral. Sepasang kabel tersebut berfungsi sebagai satu aliran komunikasi. Sejumlah pasangan kabel ini disatukan menjadi satu bundel kabel dengan membungkus bundelan kabel kabel tersebut dalam suatu sarung yang lentur. Untuk jarak jauh, kabel tersebut dapat berisi ratusan pasangan kabel tembaga , dan jenis ini dapat menimbulkan terjadinya crosstalk antar dua pasangan kabel yang berdekatan. Twisted pair terdiri dari dua jenis, yaitu:

A. Unshielded Twisted Pair (UTP)

Merupakan kabel jaringan yang memiliki duakabel yang diputar enam kali per-inci, yang tidak dilengkapi shield (pelindung internal) untuk memberikan perlindungan terhadap gangguan listrik ditambah dengan tahanan listrik yang konsisten. Kabel ini sangat umum digunakan banyak orang karena harganya murah.

Gambar 2.5 Kabel UTP

Sumber : http://1.bp.blogspot.com/-xa0rWEu-Jas/T9Be4JUddJI/AAAAAAAAAV0/_vOgRA1wxsw/s1600/kabel-utp.jpg

Untuk pemasangan kabel UTP, terdapat dua jenis pemasangan kabel UTP yang umum digunakan pada jaringan komputer terutama LAN, yaituStraight Through CabledanCross Over Cable.

a. Kabel Straight-through

Kabel straight merupakan kabel yang memiliki warna yang sama antara ujung satu dengan ujung yang lainnya. Kabel straight digunakan untuk menghubungkan dua perangkat yang berbeda.

Gambar 2.6Straight-through Cable

Sumber : http://1.bp.blogspot.com/-xa0rWEu-Jas/T9Be4JUddJI/AAAAAAAAAV0/_vOgRA1wxsw/s1600/kabel-utp.jpg

Contoh client kabel straight adalah sebagai berikut :

1. Menghubungkan antara komputer dengan switch.

2. Menghubungkan komputer dengan LAN pada modem kabel / DSL.

3. Menghubungkan router dengan LAN pada modem kabel / DSL.

4. Menghubungkan switch ke router.

5. Menghubungkan hub ke router.

b. Kabel Crossover

Kabel crossover m