0. Konsep Kurikulum 2013 - WAJ

  • Published on
    19-Jan-2016

  • View
    48

  • Download
    3

Embed Size (px)

Transcript

RASIONAL KURIKULUM 2013 (MD.1)

Tanggal 25 31 Mei 2014PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013Di Hotel Quds - SURABAYA

SELAMAT DATANG

Wahyu Arijatmiko, S.Kom, MTTgl Lahir: Kota Reog, 6 April 1973Email: FB: wahyu arijatmikoHP:Instansi:Rumah: Jl. Jambangan Baru V/16 SurabayaTugas: - Widyaiswara LPMP Jawa Timur - Dosen FT di Unitomo - co-Senior Teacher Intel Education

PerkenalanLPMP Jawa Timurwahyuaj@gmail.com 081330252560

2Komitmen kita dalam PelatihanTepat waktu, selalu siap dan berusaha sebaik mungkin.Hp silent/getar.Menyelesaikan semua Latihan dan menuntaskan semua tugas. Berbagi pemikiran dan pekerjaan dengan yg lain, Saling bekerja sama (sharing).Saling mendukung, menyemangati, memotivasi dan menghormati orang lain.Gantian tiap kelompok/melanggar...menghibur/memotivasi dengan ice breaker/dll.Belajar sambil bergembira.I hear I forget, I see I remember, I do I understandTUGASTEMAN ANDABentuk kelompok SEJAUH MANA ANDA MENGENALBeri nama kelompok Anda, masing-masing anggota siapkan nama panggilan + nama initial yang unik!(10 kelompok)Oleh:Tim Kurikulum 2013 Jawa TimurLPMP Jawa Timur RASIONAL KURIKULUM 2013Diklat Implementasi Kurikulum 2013Tanggal 25 31 Mei 2014

Brainstorming Kurikulum 2013

Apa yang dimaksud dengan kurikulum?Mengapa sekolah perlu kurikulum?Mengapa kurikulum berkembang menjadi kurikulum 2013?Apa yang berubah pada K2013?6BEBERAPA PERTANYAAN TTG Kurikulum 2013Mengapa Kurikulum 2013 menggantikan kurikulum sebelumnya?Mengapa kurikulum sebelumnya tidak dikembangkan dan disempurnakan saja?Apa benar Kurikulum 2013 dapat meningkatkan prestasi siswa?Apa benar dengan Kurikulum 2013 proses pembelajaran akan menyenangkan? Bagaimana caranya dengan Kurikulum 2013 dapat membuat proses pembelajaran menjadi aktif, kreatif dan menyenangkan sehingga dapat meningkatkan prestasi siswa?Benarkah dengan Kurikulum 2013 tugas guru menjadi lebih ringan?Apakah Kurikulum 2013 menggantikan KTSP?Apa perbedaan mendasar antara KTSP dengan Kurikulum 2013Pengertian Kurikulum UU No. 20/2003Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.TujuanIsi dan BahanCaraPengaturankurikulumKompetensiProsesPenilaianMateriPenjelasan UU: kompetensi lulusan mencakup sikap, pengetahuan, keterampilan)Tujuan Pendidikan Nasional(Pasal 3 UU No 20 Sisdiknas Tahun 2003)Berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.SikapSpiritual beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha EsaSosial

berakhlak mulia, sehat, mandiri, demokratis, bertanggung jawabPengetahuanberilmuKeterampilancakap dan kreatif9Kurikulum 2013 merupakan perubahan atau pergeseran paradigma belajar abad 21.

Mau tidak mau, suka tidak suka kita juga harus mengikuti perubahan itu dengan tidak melupakan jati diri kita sebagai bangsa yang santun, berbudaya, agamis, etos kerja yang tinggi, hidup bergotong royong.10Merubah pola pikir kita dengan berpikir positif dan keberterimaan untuk mengimplementasikan kurikulum 2013 akan menghasilkan perasaan postif, keyakinan, kekuatan sehingga akan ada kemudahan dan gambaran konstruktif untuk mencapai keberhasilan.

Kalau para pendidik sudah memiliki paradigma yang mantap terhadap Kurikulum 2013 maka selanjutnya bagaimana memahami perubahan-perubahan mendasar yang diharapkan dari Kurikulum 2013 dan bagaimana strategi implementasi untuk mewujudkan perubahan itu.11

Sumber: Presentasi Prof. Rhenald Kasali, Ph.D12Informasi (tersedia dimana saja, kapan saja)Komputasi (lebih cepat memakai mesin)Otomasi (menjangkau segala pekerjaan rutin)Komunikasi (dari mana saja, ke mana saja)Pembelajaran diarahkan untuk mendorong peserta didik mencari tahu dari berbagai sumber observasi, bukan diberi tahuPembelajaran diarahkan untuk mampu merumuskan masalah [menanya], bukan hanya menyelesaikan masalah [menjawab]Pembelajaran diarahkan untuk melatih berfikir analitis [pengambilan keputusan] bukan berfikir mekanistis [rutin]Pembelajaran menekankan pentingnya kerjasama dan kolaborasi dalam menyelesaikan masalahPergeseran Paradigma Belajar Abad 21Model PembelajaranCiri Abad 211313Penyempurnaan Pola PikirDari berpusat pada guru menuju berpusat pada siswa. Dari satu arah menuju interaktif. Dari isolasi menuju lingkungan jejaring. Dari pasif menuju aktif-menyelidiki. Dari maya/abstrak menuju konteks dunia nyata. Dari pembelajaran pribadi menuju pembelajaran berbasis tim. Dari luas menuju perilaku khas memberdayakan kaidah keterikatan. Dari stimulasi rasa tunggal menuju stimulasi ke segala penjuru. Dari alat tunggal menuju alat multimedia.Dari hubungan satu arah bergeser menuju kooperatif.Dari produksi massa menuju kebutuhan pelanggan.Dari usaha sadar tunggal menuju jamak.Dari satu ilmu pengetahuan bergeser menuju pengetahuan disiplin jamak. Dari kontrol terpusat menuju otonomi dan kepercayaan. Dari pemikiran faktual menuju kritis.Dari penyampaian pengetahuan menuju pertukaran pengetahuan.14Pendalaman dan Perluasan Materi

15

16

17

18 KRETAIVITAS DAN INTELEJENSIA(Sumber: Dyers, J.H. et al [2011], Innovators DNA, Harvard Bus)2/3 GENETIKINTELEJENSIAKREATIVITAS2/3PENDIDIKAN

1/3 GENETIK

1/3 PENDIDIKAN

19Proses Pembelajaran yang Mendukung KreativitasDyers, J.H. et al [2011], Innovators DNA, Harvard Business Review:2/3 dari kemampuan kreativitas seseorang diperoleh melalui pendidikan, 1/3 sisanya berasal dari genetik.Kebalikannya berlaku untuk kemampuan kecerdasan yaitu: 1/3 dari pendidikan, 2/3 sisanya dari genetik.Kemampuan kreativitas diperoleh melalui:Observing [mengamat]Questioning [menanya]Experimenting [mencoba] Associating [menalar]Networking [Membentuk jejaring]PersonalInter-personal20Pembelajaran berbasis kecerdasan tidak akan memberikan hasil siginifikan (hanya peningkatan 50%) dibandingkan yang berbasis kreativitas (sampai 200%)Berbasis Aktivitas: Dengar/Lihat Amati Lakukan SajikanKerangka Ackoff:Data Informasi Pengetahuan Kearifan20Pengertian Kreativitas% SetujuBerlaku untuk setiap ranah pengetahuan 98Berlaku untuk tiap mata pelajaran96Tidak terbatas pada seni86Tiap orang dapat menjadi kreatif88Bakat bawaan lahir21Keterampilan dasar yang sebaiknya dikembangkan di sekolah95Dapat diajarkan70Dapat dinilai50R. Cachia and A. Ferrari. 2010. Creativity in Schools: A survey of Teachers in Europe. JRC Scientific & Technical Reports.Persepsi & Pemahaman Guru Ttg Kreativitas21(tidak mudah menilai kreativitas tantangan bagi sistem pendidikan, bukan dihindari)21Proses Penilaian yang Mendukung KreativitasSharp, C. 2004. Developing young childrens creativity: what can we learn from research?:Guru dapat membuat peserta didik berani berperilaku kreatif melalui: tugas yang tidak hanya memiliki satu jawaban tertentu yang benar,mentolerir jawaban yang nyeleneh, menekankan pada proses bukan hanya hasil saja, memberanikan peserta didik untuk mencoba, memberikan keseimbangan antara yang terstruktur dan yang spontanKurikulum dengan standar penilaian yang mencakup pertanyaan yang tidak memiliki jawaban tunggal, memberi nilai bagi jawaban nyeleneh, menilai proses pengerjaannya bukan hanya hasilnya, penilaian spontanitas/ekspresif, dll.222223Membentuk Kemampuan Pikir Order Tinggi Sejak DiniCenter on the Developing Child, Harvard University [2011]. Building the Brain ATC System: How Early Experiences Shape the Development of Executive Function.Arsitektur otak dibentuk berdasarkan lapisan-lapisan yang berisi jaringan-jaringan neuron yang terkait satu sama lainJejaringan tersebut terbentuk mulai masih anak-anak, walaupun masih berkembang sampai umur 30 tahun tetapi penambahannya tidak secepat pada saat anak-anakKompleksitas jaringan tersebut menentukan tingkat kemampuan berpikir seseorang [low order of thinking skills untukpekerjaan rutin sampai high order of thinking skills untuk pekerjaan pengambilan keputusan eksekutif ]Untuk itu diperlukan sistem pembelajaran yang dapat membangun kemampuan high order thinking skill tersebut [melalui mencari tahu bukan diberi tahu] sejak dini melalui pemberian kebebasan untuk menentukan apa yang harus dilakukanPerlunya merumuskan kurikulum yang mengedepankan proses mengamati, menanya, menalar, menyimpulkan sampai memutuskan sehingga peserta didik sejak kecil sudah terlatih dalam berpikir tingkat tinggi yang nantinya diperlukan untuk pengambilan keputusan23Sumber: Presentasi Prof. Rhenald Kasali, Ph.D

24Mengapa ada Kurikulum 2013?Implementasi KTSP:Dinilai terlalu padat dengan materiBelum sepenuhnya berbasis kompetensi sesuai dengan tuntutan dan tujuan pendidikanBelum menggambarkan secara holistik domain sikap, pengetahuan, dan keterampilanBelum peka dan tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal,nasional, maupun global.lanjutanPembelajaran masih berpusat pada guruStandart penilaian belum mengarah pada penilaian berbasis kompetensi.

Kurikulum 2013 merupakan penyempurnaan atau kelanjutan dari kurikulum sebelumnya yaitu: kurikulum 2004 dan kurikulum 2006.PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013KBK 2004KTSP 2006KURIKULUM 20131. Penataan Pola Pikir dan Tata Kelola2. Pendalaman dan Perluasan Materi3. Penguatan Proses4. Penyesuaian BebanTUJUAN PENDIDIKAN NASIONALTANTANGAN INTERNAL DAN EKSTERNALPRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM.Standart kompetensi lulusan diturunkan dari kebutuhan.Standart isi diturunkan dari standart lulusan melalui kompetensi inti.Standart proses semula terfokus pada eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi sekarang ditambah dg scientifik.Semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan sikap, pengetahuan dan ketrampilan.Mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai.

Kurikulum menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat (19) adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Pengembangan Kurikulum 2013 merupakan langkah lanjutan Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dan KTSP 2006 yang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu.29Landasan Pengembangan Kurikulum30RPJMN 2010-2014 SEKTOR PENDIDIKAN Perubahan metodologi pembelajaranPenataan kurikulumINPRES NOMOR 1 TAHUN 2010Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional: Penyempurnaan kurikulum dan metode pembelajaran aktif berdasarkan nilai-nilai Budaya bangsa untuk membentuk daya saing dan karakter bangsaLandasan Pengembangan Kurikulum 2013 Dasar PengembangannyaSisdiknas No. 20 Th. 2003

Pasal 36 Ayat 2.Bahwa kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dgn prinsip diversifikasi sesusai dgn satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Dasar PengembangannyaSisdiknas No. 20 Th. 2003

Pasal 36 Ayat 3.Bahwa kurikulum disusun dgn jenjang pendidikan dlm kerangka NKRI dgn memperhatikan: a. peningkatan iman dan takwa, b. peningkatan akhlak mulia, c. peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat peserta didik, d. keragaman potensi daerah dan lingkungan, e. tuntutan pembangunan daerah dan nasional, f. tuntutan dunia kerja, g. perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, h. agama, i. dinamika perkembangan global, dan j. persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan

Dasar PengembangannyaSisdiknas No. 20 Th. 2003

Pasal 38 Ayat 2.

Bahwa kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. Dari amanat undang-undang tersebut ditegaskan bahwa:

Kurikulum dikembangkan secara berdiversifikasi dengan maksud agar memungkinkan penyesuaian program pendidikan pada satuan pendidikan dengan kondisi dan kekhasan potensi yang ada di daerah serta peserta didik; dan

2. Kurikulum dikembangkan dan dilaksanakan di tingkat satuan pendidikan.Perkembangan Kurikulum di Indonesia1947Rencana Pelajaran Dirinci dalam Rencana Pelajaran Terurai1964Rencana Pendidikan Sekolah Dasar1968Kurikulum Sekolah Dasar1973Kurikulum Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP)1975Kurikulum Sekolah Dasar 1984Kurikulum 19841994Kurikulum 19941997Revisi Kurikulum 19942004RintisanKurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)2006Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)19451965201519551975200519851995 2013 Kurikulum 2013

35Materi pengetahuanProduk Halaman 35ElemenUkuran Tata kelolaKTSP 2006Kurikulum 2013GuruKewenanganHampir mutlakTerbatas KompetensiHarus tinggiSebaiknya tinggi. Bagi yang rendah masih terbantu dengan adanya bukuBebanBeratRinganEfektivitas waktu untuk kegiatan pembelajaranRendah [banyak waktu untuk persiapan]TinggiBukuPeran penerbitBesarKecilVariasi materi dan prosesTinggiRendahVariasi harga/beban siswaTinggiRendahSiswaHasil pembelajaranTergantung sepenuhnya pada guruTidak sepenuhnya tergantung guru, tetapi juga buku yang disediakan pemerintahPemantauanTitik PenyimpanganBanyakSedikitBesar PenyimpanganTinggiRendahPengawasanSulit, hampir tidak mungkinMudah

Perbandingan Tata Kelola Pelaksanaan Kurikulum36ProsesPeranKTSP 2006Kurikulum 2013Penyusunan SilabusGuruHampir mutlak [dibatasi hanya oleh SK-KD]Pengembangan dari yang sudah disiapkanPemerintahHanya sampai SK-KDMutlakPemerintah DaerahSupervisi penyusunanSupervisi pelaksanaanPenyediaan BukuPenerbitKuatLemahGuruHampir mutlakKecil, untuk buku pengayaanPemerintahKecil, untuk kelayakan penggunaan di sekolahMutlak untuk buku teksPenyusunan Rencana Pelaksanaan PembelajaranGuruHampir mutlak Kecil, untuk pengembangan dari yang ada pada buku teksPemerintah DaerahSupervisi penyusunan dan pemantauanSupervisi pelaksanaan dan pemantauanPelaksanaan PembelajaranGuruMutlakHampir mutlakPemerintah DaerahPemantauan kesesuaian dengan rencana [variatif]Pemantauan kesesuaian dengan buku teks [terkendali]Penjaminan MutuPemerintahSulit, karena variasi terlalu besarMudah, karena mengarah pada pedoman yang sama

Perbandingan Tata Kelola Pelaksanaan Kurikulum37Perbandingan Harga Buku: Kurikulum 2013 dan Hasil Survei PasarNoJudul BukuBuku Kurikulum 2013Buku Hasil Survei PasarJumlah HalHarga (Rp.)Jumlah HalHarga (Rp.)1Tematik Diriku (Kelas I)1127.39211132.0002Tematik Keluargaku (Kelas I)1127.39211132.0003Matematika (Kelas VII)36824.28824752.00019852.0004Bahasa Indonesia (Kelas VII)24015.84024568.0005Agama Islam (Kelas VII)17611.61619348.0006Bahasa Inggris (Kelas VII)19212.67220252.00038Perbandingan Harga Buku: Kurikulum 2013 dan Hasil Survei PasarNoJudul BukuBuku Kurikulum 2013Buku Hasil Survei PasarJumlah HalHarga (Rp.)Jumlah HalHarga (Rp.)7Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (Kelas VII)25611...