134559867 Lbm 4 Sering Pusing Dan Tidak Bisa Santai

  • Published on
    12-Feb-2015

  • View
    25

  • Download
    6

Embed Size (px)

Transcript

<p>LBM 4 SERING PUSING DAN TIDAK BISA SANTAISTEP 1 Hiperaktivitas otonom : merupakan salah satu tanda somatik darikecemasan, gejalanya seperti wajah memerah wajah pucat kerngat dingin,palpitasi diare dan yg lainnya. -peningkatan dari saaf simpatis dan parasimpatis mekanisme untuk mempertahankan diri</p> <p> Takut:suatu respon dari suatu ancaman yg asalnya diketahui Cemas:suatu respon dari suatu ancaman dan asalnya belum jelascenderung internal dri dalam diri sendiri. Perasaan saeperti sudah terpojok dan seperti berada di ujung tanduk, secara naluriah dapat mengambil mekanisme defensive.</p> <p>STEP 2 1. Normalnya aktivitas otonom dan tidak normalnya bagaimana, mengapa bisa hingga terjadi keluhan? 2. Mengapa muncul gejala psikis seperti khawatir ketakutan dan cemas? 3. Mengapa sering berdebar debar pusing dan disertai keringat dingin? 4. Bagaimana perbedaan cemas secara fisiologis dan cemas patologis? 5. Mengapa keluhan muncul saat penderita di tempat umum dan keramaian? 6. Mengapa pasien merasakan badan sakit semua, kencang daerah tengkuk dan gemetar(ketegangan motorik)? 7. Adakah hubungan usia dengan gejala? 8. Pemeriksaan apa yg harus dilakukan pd kasus ini?</p> <p>9. Diagnosis banding dan diagnosis pastinya? 10. Etiologi cemas STEP 3 1. Normalnya aktivitas otonom dan tidak normalnya bagaimana, mengapa bisa hingga terjadi keluhan? Saraf otonom ada simpatis dan parasimptis, simpatis : mempercepat. Normalnya kerjanya tidak tumpang tindih,parasimpatis untuk memerlambat, jika ada gangguan cemas ada aktivitas simpatis yg berlebihan ,organ yg terangsang saraf simpatis kerjanya berlebihan sehingga menimbulkan gejala Kerja saraf simpatis naik, ada organ yg tereksitasi dngan simpatis dan ada yg tereksitasi parasimpatis. Karena sistim karvas tereksitasi, sehingga menimbulkan gejala jantung berdebar-debar., pusing??? Sistim saraf otonom terstimulasi secara berlebihan bisa simpatis dan parasimpatis Sstim saraf otonom pusat ( hipotalamus )dan perifer (simpatis dan parasimpatis ) 2. Mengapa muncul gejala psikis seperti khawatir ketakutan dan cemas?etiologi cemas. Apa yg membedakan ambang cemas seseorang berbeda? Etiologi cemas : khawatir ketakutan cemas ada emosi dan hubungan mood , pusat emosi di amigdala dan limbic, amigdala mengatur emosi dan penyimpan memori yg</p> <p>berkaitan dgn emosi, misalkan emosi yg terpancing adalah emosi yg negatif sehingga membangkitkan kemarahan. Teori psikoanalitik : misal ada sebuah ancaman , kita memiliki sikap defensive, normalnya cukup dgn represi misalnya , misal ada cemas yg patologis represi tdk cukup sehingga dpt munncul gejala somatik, Ambang cemas : ambang cemas tergantung stressor dan orangnya Panic merupakan bagian dari gangguan cemas anxietas, tidak disertai stimulus situasional dan datangnya spontan. Jika cemas dia merasa ada yg mengancam dirinya. Cemas ada sumber kecemasan namun belum jelas. Panic jarang bisa mengendalikan dirinya. Beda cemas ,panic, khawatir , takut ?? Takut : penghindaran secara persisten , cemas : masihh bisa menggunakan mpj 3. Mengapa sering berdebar debar pusing dan disertai keringat dingin? 4. Bagaimana perbedaan cemas secara fisiologis dan cemas patologis? Fisiologis : setiap orang yg mengalami kecemasan dapat menggunakan MPJ nya Patologis : ketika orang menggunakan mpj idak berhasi sehingga menggunakan mpj lain sehingga muncul mpj yg banyak 5. Mengapa keluhan muncul saat penderita di tempat umum dan keramaian?</p> <p> Karena impuls nya yg mengkaitkan dgn memori memang ditempat umum. , keadaan remain dan tmpt umum bisa memunculkan impuls sehingga memumculkan keluhan. Kecemasan ada yg rasional dan irrasional, pada kasus ini masuk irrasional. Jika alasan ada : rasional, jika alas an tidak jelas : irrasional 6. Mengapa pasien merasakan badan sakit semua, kencang daerah tengkuk dan gemetar(ketegangan motorik)? Gangguan cemas : peningkatan saraf otonom yg simpatis, peningkatan saraf simpatis bisa meningkatan konsentrasi glukosa didalam darah sehingga glikolisi dalam otot meningkat , asam laktat buangan glikolisi yg menyebabkan badan pegel2, . meningkatkan aliran darah ke otot, Sakit di teengkuk , peningkatan tekanan darah karena aktivitas simpatis dan juga bisa dari peningatan hormon, hipotalamus keluarkan crf , hipifisss anterior keluarkan acth merangsang korteks adrenal keluarkan kortisol peningkatan kortisol d drh bisa meningkatkan rennin plasma , angiotensin 2 sehingga menyebabkan hipertensi Gemetar ? karena ada stressor menyebabkan peningkatan gaba ada gngguan di gyrus parietalis sehingga menjadi gemetar 7. Adakah hubungan usia dengan gejala? Usia produktif lebih rentan terkena cemas..kemunkinan ada hubungan dengan ciri kepribadian 8. Pemeriksaan apa yg harus dilakukan pd kasus ini? Scoring HAARS , membedakan tingkatan cemas</p> <p> Anamnesis psikiatri 9. Diagnosis banding dan diagnosis pastinya? Gangguan cemas ada -anxietas pobik : benar benar tidak mau Fobia sosial : tidak mau menjalani aktivitas sosial Agorafobia : takut keramaian Stress pasca trauma Gangguan cemas semuanya dijelaskan !!!!!! 1 blok anxietas Misal orang cuci tangan terus merasa tanggannya masih kotor dan cuci tangan terus 18 tahun adalah puncak pertumbuhan.</p> <p>STEP 7 STEP 3 1. Normalnya aktivitas otonom dan tidak normalnya bagaimana, mengapa bisa hingga terjadi keluhan?</p> <p>Bagaimana secara mikroskopik nya????</p> <p>Kenapa bisa muncul gejala?</p> <p>2. Mengapa muncul gejala psikis seperti khawatir ketakutan dan cemas?etiologi cemas. Apa yg membedakan ambang cemas seseorang berbeda? 3. Mengapa sering berdebar debar pusing dan disertai keringat dingin? otonom</p> <p>4. Bagaimana perbedaan cemas secara fisiologis dan cemas patologis?Menurut berdasarkan DSM IV KECEMASAN NORMAL Perasaan tersebut ditandai dengan rasa ketakutan yang difus, tidak menyenangkan dan samar-samar, diawali dengan sebuah sebab yang jelas. seringkali disertai gejala otonom seperti nyeri kepala, berkeringat, palpitasi, kekakuan pada dada, dan gangguan lambung ringan. Seseorang yg cemas mungkin juga merasa gelisah. Kumpulan gejala tertentu yg ditemukan selama kecemasan cenderung. KECEMASAN PATOLOGIS Kecemasan yang didasari tanpa sebab yang jelas dan tidak berpotensi untuk mengancam jiwanya. Mngkin disertai dengan gejala otonom seperti kecemasan normal. Kecemasan yang patologis adalah kecemasan yang berlebihan terhadap stimuli internal atau eksternal, dan tidak berfungsi untuk menyelamatkan keutuhan jiwanya. Kecemasan normal o Rasa ketakutan yang difus tidak menyenangkan samar samar disertai gejala otonomik (nyeri kepala, keringat, palpitasi, kekakuan pd dada, merasa gelisah) Sensasi kecemasan sering dialami oleh hamper semua manusia. Ketakutan dan kecemasan Kecemasan sinyal yg menyadarkan, memperingatkan adanya bahaya yg mengancam dan ambil tindakan untuk membatasi ancaman, respon terhadap ancaman yg sumbernya tdk diketahui, internal, samar samar, konfliktual. Ketakutan sinyal serupa yg menyadarkan, respon dari suatu ancaman yg sumbernya diketahui, external, jelas, bukan bersifat konflik. Ketakutan didahului oleh keheranan dan berjalan bersama sama Fungsi adaptifdari kecemasan : Kecemasan memperingatkan adanya ancaman external dan internal, memilki kualitas menyelamatkan hidup, kecemasan mencegah dengan cara menyadarkan seseorang untuk melakukan tindakan tertentu mencegah bahaya Stress, konflik, kecemasan Melibatkan ego, abstraksi kolektif untuk proses dimana seseorang merasakan, berpikir, dan bertindak terhadap peristiwa external dan dorongan internal. Ego yang berfungsi dengan baik dlm keseimbangan adaptif dunia external dan</p> <p>internal, ego tidak berfungsi baik dan tidak seimbang dan cukup lama kecemasan kronis Ketidakseimbangan external, internal, ego impuls konflik Gejala psikologis dan kognitif Kecemasan menghasilkan kebingungan dan distorsi persepsi pd ruang, waktu, orang, peristiwa. (Kaplan) Kecemasan abnormal Teori psikologis Teori psikoanalitik Freud menyatakan bahwa kecemasan sebagai sinyal, kecemasan menyadarkan ego untuk mengambil tindakan defensif terhadap tekanan dari dalam diri.misal dengan menggunakan mekanisme represi, bila berhasil maka terjadi pemulihan keseimbangan psikologis tanpa adanya gejala anxietas. Jika represi tidak berhasil sebagai suatu pertahanan, maka dipakai mekanisme pertahanan yang lain misalnya konvensi, regresi, ini menimbulkan gejala. Teori perilaku teori perilaku menyatakan bahwa kecemasan adalah suatu respon yang dibiasakan terhadap stimuli lingkungan spesifik. Contoh : seorang dapat belajar untuk memiliki respon kecemasan internal dengan meniru respon kecemasan orang tuanya. Teori eksistensial Konsep dan teori ini adalah, bahwa seseorang menjadi menyadari adanya kehampaan yang menonjol di dalam dirinya.Perasaan ini lebih mengganggu daripada penerimaan tentang kenyataan kehilangan/ kematian seseorang yang tidak dapat dihindari.Kecemasan adalah respon seseorang terhadap kehampaan eksistensi tersebut. Teori biologis System saraf otonom Stimulasi Sistem saraf otonom menyebabkan gejala tertentu kardiovaskuler, gastrointestinal, dan pernapasan.Manifestasi kecemasan perifer tersebut tidak khusus terhadap kecemasan maupun tidak selalu berhubungan dengan pengalaman kecemasan subyektif. Neurotransmitter NE agonis adrenergic beta (isoproterenol) dan antagonis alfa 2 (co : yohimbin) mencetuskan serangan panic. Agonis alfa 2 (clonidin) menurunkan gejala cemas</p> <p>-</p> <p>-</p> <p>Serotonin antidepresan serotonergik (clomipramine) punya efek terapetik gangguan obsesif kompulsif, busprione untuk obat gangguan cemas, fonfluromine menyebabkan pelepasan serotonin sehingga menyebabkan kecemasan. peningkatan kecemasan pd pasien dgn gangguan</p> <p>GABA dalam gangguan kecemasan didukung paling kuat oleh manfaat benzodiazepine aktivitas yang GABA tidak pd dapat dipungkiri, GABAa di yang dalam meningkatkan reseptor</p> <p>pengobatan beberapa jenis gangguan kecemasan. Pencitraan otak Contoh: pada gangguan anxietas didapati kelainan di korteks frontalis, oksipital, temporalis. Pada gangguan panik didapati kelainan pada girus para hipokampus. Penelitian genetic Penelitian ini mendapatkan, hampir separuh dan semua pasien dengan gangguan panik memiliki sekurangnya satu sanak saudara yang juga menderita gangguan. Neuroanatomis Tiga neurotrasmiter utama yang berhubungan dengan kecemasan berdasarkan penelitian pada binatang dan respon terhadap terapi obat yaitu : norepinefrin, serotonin dan gamma-aminobutyric acid. (Kaplan)</p> <p>5. Mengapa keluhan muncul saat penderita di tempat umum dan keramaian?</p> <p>6. Mengapa pasien merasakan badan sakit semua, kencang daerah tengkuk dan gemetar(ketegangan motorik)? 7. Adakah hubungan usia dengan gejala?</p> <p>8.</p> <p>Pemeriksaan apa yg harus dilakukan pd kasus ini?</p> <p>9.</p> <p>Diagnosis banding dan diagnosis pastinya? Gangguan cemas semuanya dijelaskan !!!!!! 1 blok anxietas</p> <p>SIMPOSIUM SEHARI KESEHATAN JIWA DALAM RANGKA MENYAMBUT HARI KESEHATAN JIWA SEDUNIA Penyelenggara : IKATAN DOKTER INDONESIA CABANG JAKARTA BARAT 27 OKTOBER 2007 .HOTEL RED TOP, JAKARTA</p> <p>TATALAKSANA DIAGNOSIS Dr. Evalina Asnawi Hutagalung, Sp.KJ</p> <p>DAN</p> <p>TERAPI</p> <p>GANGGUAN</p> <p>ANXIETAS</p> <p>Sensasi anxietas / cemas sering dialami oleh hampir semua manusia. Perasaan tersebut ditandai oleh rasa ketakutan yang difius, tidak menyenangkan, seringkali disertai oleh gejala otonomik, seperti nyeri kepala, berkeringat, palpitasi, gelisah, dan sebagainya. Kumpulan gejala tertentu yang ditemui selama kecemasan cenderung bervaniasi, pada setiap orang tidak sama. Dalam praktek sehari-hani anxietas sering dikenal dengan istilah perasaan cemas, perasaan bingung, was-was, bimbang dan sebagainya, dimana istilah tersebut lebih merujuk pada kondisi normal. Sedangkan gangguan anxietas merujuk pada kondisi patologik. Anxietas sendiri mempunyai rentang yang luas dan normal sampai level yang moderat misalnya pertandingan sepak bola, ujian, wawancara untuk masuk kerja mempunyai tingkat anxietas yang berbeda. Anxietas sendiri dapat sebagai gejala saja yang terdapat pada gangguan psikiatrik, dapat sebagai sindroma pada neurosis cemas dan dapat juga sebagai kondisi normal. Anxietas normal sebenarnya sesuatu hal yang sehat, karena merupakan tanda bahaya tentang keadaan jiwa dan tubuh manusia supaya dapat mempertahankan diri dan anxietas juga dapat bersifat konstruktif, misalnya seorang pelajar yang akan menghadapi ujian, merasa cemas, maka ia akan belajar secara giat supaya kecemasannya dapat berkurang. Anxietas dapat bersifat akut atau kronik. Pada anxietas akut serangan datang mendadak dan cepat menghilang. Anxietas kronik biasanya berlalu untuk jangka waktu lama walaupun tidak seintensif anxietas akut, pengalaman penderitaan dari gejala cemas ini oleh pasien biasanya dirasakan cukup gawat untuk mempenganuhi prestasi kerjanya. Bila dilihat dan segi jumlah, maka orang yang menderita anxietas kronik jauh lebih banyak daripada anxietas akut. DIFINISI ANXIETAS Anxietas adalah perasaan yang difius, yang sangat tidak menyenangkan, agak tidak menentu dan kabur tentang sesuatu yang akan terjadi. Perasaan ini disertai dengan suatu atau beberapa reaksi badaniah yang khas dan yang akan datang berulang bagi seseorang tertentu. Perasaan ini dapat berupa rasa kosong di perut, dada sesak, jantung berdebar, keringat berlebihan, sakit kepala atau rasa mau kencing atau buang air besan. Perasaan ini disertai dengan rasa ingin bergerak dan gelisah. ( Harold I. LIEF) Anenvous condition of unrest ( Leland E. HINSIE dan Robert S CAMBELL) Anxietas adalah perasaan tidak senang yang khas yang disebabkan oleh dugaan akan bahaya atau frustrasi yang mengancam yang akan membahayakan rasa aman, keseimbangan, atau kehidupan seseorang individu atau kelompok biososialnya. ( J.J GROEN)</p> <p>GEJALA UMUM ANXIETAS Gejala Ketegangan, kehilangan psikologik: gila, takut sebagainya.</p> <p>kekuatiran,</p> <p>panik,</p> <p>perasaan kontrol</p> <p>tak</p> <p>nyata,</p> <p>takut dan</p> <p>mati</p> <p>,</p> <p>takut</p> <p>Gejala fisik: Gemetar, berkeringat, jantung berdebar, kepala terasa ringan, pusing, ketegangan otot, mual, sulit bernafas, baal, diare, gelisah, rasa gatal, gangguan di lambung dan lain-lain. Keluhan yang dikemukakan pasien dengan anxietas kronik seperti: rasa sesak nafas; rasa sakit dada; kadang-kadang merasa harus menarik nafas dalam; ada sesuatu yang menekan dada; jantung berdebar; mual; vertigo; tremor; kaki dan tangan merasa kesemutan; kaki dan tangan tidak dapat diam ada perasaan harus bergerak terus menerus; kaki merasa lemah, sehingga berjalan dirasakan beret; kadang- kadang ada gagap dan banyak lagi keluhan yang tidak spesifik untuk penyakit tertentu. Keluhan yang dikemukakan disini tidak semua terdapat pada pasien dengan gangguan anxietas kronik, melainkan seseorang dapat saja mengalami hanya beberapa gejala 1 keluhan saja. Tetapi pengalaman penderitaan dan gejata ini oleh pasien yang bersangkutan biasanya dirasakan cukup gawat. GANGGUAN ANXIETAS Beberapa teori tentang gangguan anxietas:</p> <p>A. TEORI PSIKOLOGISo Teori Psikoanalitik o Teori perilaku o Teori Eksistensial B. TEORI BIOLOGIS o Susunan Saraf Ot...</p>