2. Prof. Fasli - Final Presentasi Seminar Nasional Gizi Dan Bonus Demografi, Makassar, 26 April 2015

  • Published on
    19-Dec-2015

  • View
    12

  • Download
    4

Embed Size (px)

DESCRIPTION

disampaikan pada the 2nd MAMCN Makassar, 2015

Transcript

  • Prof. dr. Fasli Jalal, Ph. D, Sp. GK

  • III. Apa itu

    Bonus Demografi ?

    2

  • Pengertian Bonus

    Demografi

    (demographic dividend) Keuntungan ekonomis yang disebabkan oleh menurunnya Rasio

    Ketergantungan sebagai hasil penurunan fertilitas jangka panjang (Wongboonsin, dkk. 2003).

    Bonus Demografi terjadi karena peningkatan usia produktif akibat penurunan kelahiran yang dalam jangka panjang sehingga menurunkan proporsi penduduk muda yang memungkinkan investasi untuk pemenuhan kebutuhannya berkurang dan sumber daya dapat dialihkan kegunaannya untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan keluarga (John Ross, 2004).

    3

  • 1971 2000 2010 2020-

    2030

    >2030

    86 Anak dan

    lansia per

    100 usia

    produktif

    54 Anak dan

    lansia per

    100 usia

    produktif

    51 Anak dan

    lansia per

    100 usia

    produktif

    44 Anak dan

    lansia per

    100 usia

    produktif

    >50 Naik terus

    karena

    naiknya

    proporsi

    lansia.

    Rasio ketergantungan dan Bonus

    Demografi proyeksi SP2000

    Source : Prof. Sri Moertiningsih Adioetomo SE MA PhD Head of Masters

    Program on Population and Labor University of Indonesia; 2011

    4

  • Sumber: Bappenas, dkk, 2013, Proyeksi Penduduk 2010-2035.

    Tantangan Bonus Demografi

    (Demographic Dividend)

    Berdasarkan proyeksi 2010-2035, bonus demografi sudah dimulai sejak tahun 2012 dan titik terendah rasio ketergantungan terjadi pada tahun 2028-2031.

    Potensi bonus demografi meningkatnya jumlah angkatan kerja usia produktif, meningkatnya tabungan masyarakat sebagai sumber pertumbuhan ekonomi.

    Setiap provinsi memiliki momentum bonus demografi yang berbeda karena rasio ketergantungannya berbeda-beda.

    5

  • 1971 2000 2010 2020-2030

    Windows of

    Opportunity

    >2045

    86 Anak dan

    lansia per

    100 usia

    produktif

    54 Anak dan

    lansia per

    100 usia

    produktif

    51 Anak dan

    lansia per

    100 usia

    produktif

    44 Anak dan

    lansia per

    100 usia

    produktif

    >50 Naik terus

    karena

    naiknya

    proporsi

    lansia

    Rasio ketergantungan dan Bonus Demografi

    Source : Prof. Sri Moertiningsih Adioetomo SE MA PhD Head of Masters

    Program on Population and Labor University of Indonesia; 2011

    2028-2031 >2045

    47 Anak dan

    lansia per

    100 usia

    produktif

    >50 Naik terus

    karena

    naiknya

    proporsi

    lansia.

    Berdasarkan proyeksi

    SP2010 Window of Opp

    menyempit dan Angka

    ketergantungan tidak lagi

    serendah yang diharapkan

    6

  • Rasio ketergantungan menurut provinsi: Indonesia 2010-2035

    7

    No. Provinsi 2010 2015 2020 2025 2030 2035 1. Aceh 55,7 51,6 49,5 46,8 46,0 45,9

    2. Sumatera Utara 58,8 53,5 50,5 48,2 49,2 50,7

    3. Sumatera Barat 60,0 53,7 51,0 49,7 50,6 51,6

    4. Riau 55,3 51,1 47,4 44,1 43,9 45,2

    5. Jambi 51,5 48,0 45,1 42,5 42,3 43,1

    6. Sumatera Selatan 52,0 48,6 46,0 43,8 43,7 44,7

    7. Bengkulu 52,4 47,7 44,6 42,4 42,1 43,0

    8. Lampung 51,9 47,2 45,2 43,1 43,6 45,3

    9. Bangka Belitung 49,5 46,9 44,4 41,4 40,8 41,1

    10. Kepulauan Riau 45,9 50,0 49,6 44,3 38,9 38,0

    11. DKI Jakarta 36,9 38,4 39,8 39,1 38,2 38,6

    12. Jawa Barat 50,9 46,9 44,5 43,3 44,6 46,7

    13. Jawa Tengah 50,2 46,5 45,4 45,3 48,3 51,7

    14. DI Yogyakarta 45,7 44,0 44,6 44,9 46,5 48,2

    15. Jawa Timur 46,2 43,5 43,0 43,9 46,9 49,9

    16. Banten 48,5 44,3 41,9 40,3 39,9 40,8

    17. Bali 48,0 44,5 41,4 39,3 40,9 44,4

    18. Nusa Tenggara Barat 55,5 51,9 49,1 46,6 45,6 45,8

    19. Nusa Tenggara Timur 73,0 66,3 60,3 57,2 59,1 60,8

    20. Kalimantan Barat 54,6 50,0 45,8 44,2 45,1 46,5

    21. Kalimantan Tengah 51,0 46,5 41,9 38,9 38,6 39,5

    22. Kalimantan Selatan 48,5 45,3 41,7 39,7 40,4 42,3

    23. Kalimantan Timur 49,1 46,6 43,9 41,2 41,4 43,3

    24. Sulawesi Utara 50,1 48,7 48,6 50,0 51,0 53,2

    25. Sulawesi Tengah 57,9 53,2 47,6 45,1 45,9 48,0

    26. Sulawesi Selatan 57,0 52,2 48,5 46,9 47,5 49,1

    27. Sulawesi Tenggara 63,4 58,1 53,2 50,1 49,7 50,8

    28. Gorontalo 55,3 49,6 45,2 43,4 45,0 47,0

    29. Sulawesi Barat 66,7 58,9 51,9 48,6 49,2 50,6

    30. Maluku 66,9 60,7 55,4 52,0 52,4 53,1

    31. Maluku Utara 62,5 57,2 52,2 48,3 48,3 49,2

    32. Papua Barat 55,7 51,4 47,6 43,1 42,5 43,2

    33. Papua 56,1 48,4 42,5 39,9 39,7 41,3

    Indonesia 51,1 48,2 46,6 45,7 46,0 47,2

    Sumber. Bappenas, dkk, 2013,

    Proyeksi Penduduk 2010-2035

    Prov dengan

    periode Bonus

    Demografi

    panjang: Kepri,

    DKI Jakarta, DI

    Yogyakarta, Jatim,

    Banten, Bali

    Prov Sumbar dan

    Sultra akan

    mendapatkan

    Bonus Demografi

    dalam waktu amat

    pendek

    Prov yg tidak akan

    mendapatkan

    Bonus Demografi:

    NTT, Maluku

  • 050

    100

    150

    200

    250

    Po

    pu

    lasi

    dal

    am J

    uta

    Tahun

    Tren Jumlah Anak-Anak, Usia Kerja dan Manula, Indonesia, 1950-2050

    Anak-anak 0-14

    Manula 65+

    Usia Kerja

    Transisi Demografi akan menciptakan Windows of Opportunity pada 2020-2030

    Sumber : Prof. Sri Moertiningsih Adioetomo SE MA PhD Head of Masters Program on Population and Labor University of Indonesia; 2011

    8

  • Source: UN Population Division - 2010 Revision WPP

    SITUASI KELOMPOK PENDUDUK USIA ANGKATAN KERJA DI NEGARA MAJU DAN UNI EROPA, 2012

    TERJADI PENURUNAN JUMLAH PENDUDUK USIA ANGKATAN KERJA SECARA KONSISTEN

    KEKURANGAN TENAGA KERJA USIA MUDA KEBIJAKAN IMIGRASI BAGI PENDATANG

    9

  • Source: UN Population Division - 2010 Revision WPP

    SITUASI KELOMPOK PENDUDUK USIA ANGKATAN KERJA DI INDONESIA

    JUSTRU MENGALAMI PENINGKATAN JUMLAH PENDUDUK USIA ANGKATAN KERJA DI INDONESIA, SAMPAI TAHUN 2030 HARUS DIPASTIKAN TERSERAP DALAM PASAR KERJA HARUS SESUAI DENGAN SKILL YG DIKUASAI TENAGA KERJA

    10

  • Pengalaman Internasional

    11

    1960 - 2000

    Pert. GDP/th (%)

    Kontribusi (%) Bonus Demografi thd pert.

    ekonomi

    Cina 7.0 9.2

    Korsel 7.3 13.2

    Singapura 8.2 13.6

    Thailand 6.6 15.5

    Turunnya dependency ratio

    berkontribusi bagi pertumbuhan

    ekonomi

    Sumber: 1. UN Population Prospect Rev. 10 dan Mawson &

    Kinugasa 2005

    2. Mawson, A and Kinugasa T, 2005. East Asian

    Economic Development: Two Demographic Dividend

  • Kerangka Teori: Continuum of Care

    Pemeriksaan Kehamilan

    Persalinan, nifas & neonatal

    Pelayanan bagi bayi

    Pelayanan bagi balita

    Pelayanan bagi anak SD

    Pelayanan bagi anak SMP/A & remaja

    Konseling ANC terpadu Fe & asam folat

    Konseling Inisiasi Menyusu Dini KB pasca persalinan

    Konseling ASI eksklusif Imunisasi dasar

    lengkap MPASI Pemantauan

    pertumbuhan

    Konseling Pemantauan

    pertumbuhan & perkembangan

    Konseling Upaya Kes Sklh

    Konseling: Gizi HIV/AIDS, NAPZA dll

    Kespro remaja

    Konseling Gizi dan kesehatan

    Pelayanan KB

    Pelayanan PUS & WUS

    Lansia Konseling Kualitas Degenerasi

    12

  • AKAN MENJADI BONUS ATAU BENCANA?

    13

  • Negara Ranking IPM

    Angka Kematian ibu Usia Harapan Hidup

    Jepang 10 5 87.9

    Korea Sel. 12 16 79.3

    Singapura 18 3 83.8

    Malaysia 64 29 74.0

    Sri Langka 97 60 75.9

    Thailand 103 48 73.9

    Indonesia 121 359 71.6

    14

    Tabel 1. Ranking Ipm Beberapa Negara Tahun 2012

  • PROPORSI BBLR: 2010 2013 MENURUT PROVINSI

    17 Sumber Data : Riskesdas 2013

  • Proporsi Bayi Lahir Pendek (
  • Proporsi Wanita Usia Subur Risiko Kurang Energi Kronis (KEK)*) : 2007 & 2013

    31

    .3

    23

    .8

    16

    .1

    12

    .7

    12

    .6

    10

    .3

    5.6

    30

    .9

    18

    .2

    13

    .1

    10

    .2

    8.9

    7.9

    8.1

    0.0

    10.0

    20.0

    30.0

    40.0

    50.0

    15-19 20-24 25-29 30-34 35-39 40-44 45-49

    2007

    Hamil Tidak Hamil

    38

    .5

    30

    .1

    20

    .9

    21

    .4

    17

    .3

    17

    .6

    20

    .7

    46

    .6

    30

    .6

    19

    .3

    13

    .6

    11

    .3

    10

    .7

    11

    .8

    0.0

    10.0

    20.0

    30.0

    40.0

    50.0

    15-19 20-24 25=29 30-34 35-39 40-44 45-49

    2013

    Hamil Tidak Hamil

    *) Risiko KEK jika Lingkar lengan atas (LILA)

  • KECENDERUNGAN PREVALENSI BALITA STUNTING DI INDONESIA MENURUT PROVINSI

    20 Sumber Data : Riskesdas 2013

  • Posisi Tinggi Badan Rata-rata Anak Balita Indonesia Tahun 2007 Dibanding Standar WHO 2005

    Anak Laki-laki Anak Perempuan

    Sumber:Riskesdas, 2007 dan standar WHO 2005 21

  • Rata-rata Tinggi Badan Anak Umur 5-18 tahun dibanding Rujukan (WHO 2007) : 2007-2013

    100.0

    110.0

    120.0

    130.0

    140.0

    150.0

    160.0

    170.0

    180.0

    190.0

    5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

    Rata

    2 T

    inggi B

    ad

    an

    (cm

    )

    Umur (tahun)

    Laki-laki

    Rujukan 2007 2010 2013

    100.0

    110.0

    120.0

    130.0

    140.0

    150.0

    160.0

    170.0

    180.0

    190.0

    5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

    Rata

    2 T

    inggi B

    ad

    an

    (cm

    )

    Umur (tahun)

    Perempuan

    Reference 2007 2010 2013

    Beda 12,5

    cm Beda 9,8 cm

  • Kerangka Pikir Pentingnya 1000 HPK

    Source: Ricardo Uauy, et.al, 2011

  • PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN OTAK SEJAK JANIN SAMPAI LAHIR

    24

  • Pertumbuhan dan Perkembangan Sel Syaraf Muda menjadi Sel Syaraf Dewasa

    25

  • Perkembangan otak tergantung pada stimulasi melalui:

    Suara

    Penglihatan

    Bau

    Sentuh

    Rasa

    Interaksi Sosial

    Gerakan Otot Halus dan Kasar

    Source: Founders Network

    26

  • 27

  • 64

    PEMBENTUKAN LEBIH LANJUT DARI SINAPS

    28

  • TRANSMISI BIO-ELEKTRIK DI SINAPS

    http://tweenteacher.com/2009/02/18/starting-from-scratch-in-teacher-training/ 29 29

  • 30

    http://www.feralchildren.com/image.php?if=figures/perry20021

    Anak Usia 3 Tahun

    Normal Terabaikan

    30

  • 31

    Mae Chu Chang, World Bank, 2012 31

    Kel. Intervensi Stimulasi

    dan tambahan gizi

    Kel. Intervensi stimulasi

    Kel. Tambahan gizi

    Kel. Kontrol

    Kelompok anak normal

    bulan

    Tin

    gkat

    Kecerd

    asan A

    nak

    Mengejar Ketertinggalan Melalui Intervensi Dini

    Sumber: Grantham-McGregor and others (1991)

    Note: Tabel kemampuan pertumbuhan adalah index yang terdiri dari empat indikator

    perilaku dan pertumbuhan kognitif: lokomotor (aktivitas otot besar, lari, dan lompat),

    Koordinasi tangan dan mata, mendengar dan berbicara, dan performa (mengenali bentuk,

    Menyusun balok, dan memahami pola balok. Bulan mengacu pada waktu setelah program dijalankan, biasanya sekitar umur 9 bulan

  • Seminar Hasil-Marudut 32 14 Juni 2012

  • Anemia among pregnant women by residence, Riskesdas 2013

    36.4 37.8 37.1

    0.0

    10.0

    20.0

    30.0

    40.0

    50.0

    Perkotaan Perdesaan INDONESIA

  • Proporsi Laki-laki Obese (IMT>25) Umur >18 tahun: 2007-2013

    13.9

    19.7

    0.0

    10.0

    20.0

    30.0

    40.0

    50.0

    NT

    T

    NT

    B

    La

    mp

    un

    g

    Su

    lbar

    Su

    mse

    l

    Ka

    lbar

    Su

    mb

    ar

    Su

    lse

    l

    Ja

    teng

    Be

    ngku

    lu

    Ja

    mb

    i

    Ka

    lte

    ng

    Ka

    lse

    l

    Su

    ltra

    Ja

    ba

    r

    Ba

    nte

    n

    Ma

    luku

    Ind

    on

    esia

    Ace

    h

    Ria

    u

    Su

    lte

    ng

    Ba

    bel

    Ja

    tim

    DIY

    Ma

    lut

    Go

    ron

    talo

    Ke

    p.R

    iau

    Su

    mu

    t

    Pa

    bar

    Bali

    Ka

    ltim

    Pa

    pua

    DK

    I

    Sulu

    t

    Laki-laki >18 tahun

    2007 2010 2013

  • Proporsi Perempuan Obese (IMT>25) Umur >18 tahun: 2007-2013

    14.8

    32.9

    0.0

    10.0

    20.0

    30.0

    40.0

    50.0

    NT

    T

    La

    mp

    un

    g

    Ka

    lbar

    NT

    B

    Su

    mse

    l

    Su

    lbar

    Su

    ltra

    Jam

    bi

    Ka

    lte

    ng

    Bali

    Pa

    pua

    Ja

    teng

    Su

    mb

    ar

    Ma

    luku

    Ba

    nte

    n

    Ka

    lse

    l

    Be

    ngku

    lu

    DIY

    Su

    lse

    l

    Ria

    u

    Ind

    on

    esia

    Ja

    tim

    Ja

    ba

    r

    Ace

    h

    Pa

    bar

    Su

    mu

    t

    Su

    lte

    ng

    Ke

    p.R

    iau

    Ma

    lut

    DK

    I

    Ba

    bel

    Ka

    ltim

    Go

    ron

    talo

    Sulu

    t

    Perempuan >18 tahun

    2007 2010 2013

  • KECENDERUNGAN PREVALENSI DIABETES MELLITUS MENURUT PROVINSI

    L.36 Sumber Data : Riskesdas 2013

  • KECENDERUNGAN PREVALENSI STROKE PER 1000 MENURUT PROVINSI

    L.37 Sumber Data : Riskesdas 2013

  • Prev. Hipertensi & Status Gizi menurut Kel.Umur & Jenis Kelamin, Riskesdas 2007

    Laki-laki Perempuan

    12.2

    61.4

    16.0

    69.6

    25.5

    83.7

    0.0

    10.0

    20.0

    30.0

    40.0

    50.0

    60.0

    70.0

    80.0

    90.0

    100.0

    Hip-krs-pdk Hip-Normal Hip-gmk-pdk

    4.2

    70.5

    8.6

    72.2

    13.4

    86.9

    0.0

    10.0

    20.0

    30.0

    40.0

    50.0

    60.0

    70.0

    80.0

    90.0

    100.0

    Hip-krs-pdk Hip-Normal Hip-gmk-pdk

    38

  • Prev.Peny.Jantung*) & Status Gizi menurut Kelp.Umur & Jenis kelamin, Riskesdas 2007

    Laki-Laki Perempuan

    0.0

    2.0

    4.0

    6.0

    8.0

    10.0

    %

    Kurus-Pendek Obese-Pendek

    0.0

    2.0

    4.0

    6.0

    8.0

    10.0

    %

    Kurus-Pendek Obese-Pendek

    *) Sampel yang menjawab Ya, pernah didiagnosis Sakit Jantung

    39

  • Laki-laki Perempuan

    Prevalensi DM*) & Status Gizi menurut Kelp.Umur & Jenis kelamin, Riskesdas 2007

    *) Sampel yang menjawab Ya, pernah didiagnosis Penyakit kencing manis (DM)

    0.0

    2.0

    4.0

    6.0

    8.0

    10.0

    %

    Kurus-Pendek Obese-Pendek

    0.0

    2.0

    4.0

    6.0

    8.0

    10.0

    %

    Kurus-Pendek Obese-Pendek

    40

  • Burden of Disease

    Menurut Life cycle, kajian tim balitbangkes

    41

  • LIFE CYCLE BOD REMAJA

    42

  • LIFE CYCLE BOD USIA PRODUKTIF

    43

  • LIFE CYCLE BOD USIA PRODUKTIF

    INDONESIA DALYs PREDIKSI 2010 USIA 45-54TH

    44

  • LIFE CYCLE BOD USIA PRODUKTIF

    45

  • PENDEWASAAN USIA KEHAMILAN

    Pendewasaan usia kehamilan menurunkan kejadian stunting, bayi

    berat lahir rendah dan angka kematian bayi

  • 49

  • Demographic Disaster

    50

  • SOURCE: MHMMD

    51

  • Daya Saing

    Tenaga Kerja

    Indonesia

    52

  • Investasi pendidikan dgn skill dan kompetensi

    serta ETOS yg tinggi utk penyerapan tenaga kerja

    Menurunnya angka kelahiran,

    meningkatnya penduduk usia kerja

    Bonus demografi dan pertumbuhan

    ekonomi

    Good governance kondusif utk investasi penciptaan lapangan

    kerja

    Pekerja sehat produktif dimulai dari kecukupan pangan dan gizi, kespro

    Kebijakan ekonomi kondusif utk penciptaan

    lapangan kerja dan kredit mikro

    Pemanfaatan Bonus Demografi :

    Peluang Peningkatan Kualitas Penduduk

    Source: SM Adioetomo, diadaptasi dari Population Reference Bureau (PRB), 2013

    Peningkatan peluang kerja perempuan dan

    tabungan

  • 54

Recommended

View more >