39116742 Pabrik Ban Goodyear

  • Published on
    17-Jul-2015

  • View
    356

  • Download
    1

Embed Size (px)

Transcript

<p>BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Industri ban merupakan salah satu sektor industri yang paling mantap posisinya di Indonesia. Produksinya selain untuk kebutuhan dalam negeri, juga diperuntukkan bagi ekspor. Ban yang pertama kali di buat oleh manusia adalah ban besi yang digunakan untuk menutup atau melindungi rangka ban yang terbuat dari kayu. Ban yang berjenis seperti ini biasanya digunakan pada gerobak atau dokar. Besi yang digunakan sebagai pelindung tersebut, mula-mula dibentuk menjadi lingkaran dengan cara dipanaskan dalam tungku api hingga bisa dibentuk menjadi serupa lingkaran dan kemudian ditaruh di atas kerangka kayu tersebut hingga melingkupinya lalu kemudian dipadamkan sehingga menciut dan mengepas ke rangka kayu tersebut. Pada tahun 1839, Charles Goodyear berhasil menemukan teknik vulkanisasi karet. Vulkanisasi sendiri berasal dari kata Vulkan yang merupakan dewa api dalam agama orang romawi. Pada mulanya Goodyear tidak menamakan penemuannya itu dengan nama vulkanisasi melainkan karet tahan api. Setelah penemuan itulah, ban pneumatic mulai mengalami pengembangan hingga berkembang sampai sekarang. Dengan semakin meningkatnya jumlah produksi kendaraan bermotor seiring dengan meningkatnya kebutuhan ban di Indoesia, Oleh karena itu PT.Goodyear Indonesia berusaha meningkatkan produksi ban untuk kebutuhan dalam ataupun luar negri. I.2 Tujuan Umum y Memberikan informasi kepada mahasiswa tentang proses-proses pembuatan ban dan unitunit operasi yang digunakan. y Memberikan gambaran kepada mahasiswa Teknik Kimia, dimana saja peran seorang chemical engginer pada suatu industri. I.3 Tujuan Khusus Sebagai salah satu syarat penilaian pada mata kuliah pengantar teknik kimia untuk program ekstensi teknik kimia program ekstensi teknik kimia Universitas Indonesia.</p> <p>Page | 1</p> <p>BAB II INSTITUSI PERUSAHAAN</p> <p>II.1 Sejarah dan Perkembangan The Goodyear Tire &amp; Rubber Company yang berpusat di Amerika Serikat adalah perusahaan pembuat ban terbesar di dunia yang memproduksi berbagai jenis ban, produk karet dan kimia di lebih dari 90 pabrik di 28 negara, dengan sekitar 80.000 karyawan di seluruh dunia. Operasi pemasarannya mencakup hampir semua negara di belahan dunia. Sejak awal kendaraan mulai massal, Goodyear telah bekerjasama dengan berbagai perusahaan mobil terkemuka di seluruh dunia untuk menyuplai ban Original Equipment. Sampai saat ini hubungan kerjasama itu terus terjalin dengan pabrik-pabrik mobil terkemuka di seluruh dunia seperti; Toyota, Honda, Nissan, Suzuki, Volkswagen, Audi, Mercedes Benz, BMW, Citroen, Ford, dan General Motor. Para profesional Goodyear di seluruh dunia secara terus-menerus mengembangkan berbagai teknologi yang unik dan telah mematenkan ban-ban tercanggih keluaran Goodyear. PT Goodyear Indonesia Tbk telah berdiri sejak tahun 1935 dan merupakan produsen pertama ban di Indonesia, memproduksi berbagai jenis ban yang berkualitas tinggi. Kantor pusat dan pabrik berlokasi di Bogor, Jawa Barat, di atas area tanah seluas 172.000 meter persegi. PT. Goodyear Indonesia Tbk mendapatkan dukungan penuh dari pusat penelitian dan pengembangan produk yang terletak di Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat. Dukungan inilah yang tetap menjadikan PT Goodyear Indonesia Tbk selalu terdepan dalam menghasilkan produk ban berkualitas tinggi serta pelayanan yang baik bagi pelanggan. Pada bulan Februari 1994, PT Goodyear Indonesia Tbk menjadi perusahaan ban pertama di Indonesia yang mendapatkan sertifikat ISO 9002. Beberapa tahun kemudian mendapat sertifikat ISO 14001. Dilanjutkan pada Februari 2006, PT Goodyear Indonesia memperoleh sertifikat ISO/TS 16949:2002 (menitik beratkan kepada persyaratan teknis produk dan inspeksi untuk menjamin keamanan dan keselamatan bagi konsumen penggunanya.) Melalui lebih dari 850 karyawan yang berdedikasi tinggi, PT Goodyear Indonesia Tbk menyediakan tim yang terampil dan berpengalaman dari bidang Sumber Daya Manusia, Keuangan, Penjualan dan Pemasaran, Produksi dan Manajemen. Dalam usahanya, PT GoodyearPage | 2</p> <p>Indonesia Tbk telah meraih berbagai pengakuan dan prestasi yang membanggakan. Di tahun 1999, PT Goodyear Indonesia Tbk mendapatkan sertifikat SNI dan di tahun 2002 mendapatkan Philippine Standard, dan Sertifikat CCC di tahun 2003. Sementara meninjau kembali dalam tiga tahun terakhir, PT Goodyear Indonesia juga telah meraih berbagai penghargaan, di antaranya Penghargaan Original Equipment - 25 Tahun sebagai Toyota Supplier; Penghargaan Kalpataru sebagai Perusahaan Terbaik dalam Kategori Pembina Lingkungan; Superbrand Award sebagai satu-satunya perusahaan ban yang mendapatkan penghargaan tersebut di Indonesia dengan melalui proses seleksi yang sangat ketat oleh perwakilan Superbrand di Indonesia. Pada tahun 2004 Goodyear mendapatkan dua penghargaan sekaligus dari Toyota, yaitu untuk Target Kualitas dan Pengiriman dan Zero Defect Achievement. Sejarah Brand The Goodyear Tire &amp; Rubber Company mulai berdiri di tahun 1898 ketika Frank Seiberling membeli pabrik pertama perusahaan ini dengan menggunakan uang yang dia pinjam dari salah seorang iparnya. Karet dan kapuk harus diangkut dari sumbernya di belahan bumi yang satu lagi ke sebuah kota kecil yang hanya memiliki transportasi rel yang terbatas dan jauh dari pelabuhan. Seiberling menamakan perusahaan ini dengan nama perintis yang gagah berani Charles Goodyear, sang penemu vulkanisasi. Dia juga menetapkan cap dagang kaki bersayap yang khas yang hingga kini tetap menjadi tali pengikat ke masa lampau perusahaan. Dengan hanya 13 pekerja, produksi Goodyear mulai dengan menghasilkan lini produk yang terdiri atas ban-ban sepeda dan kereta, alas tapak kaki kuda dan chip untuk bermain poker. Setelah bisnis berjalan selama sebulan, penjualan mencapai US$ 8,246. Sejak ban sepeda pertama di tahun 1898, Goodyear terus mendayung bisnisnya sehingga tumbuh menjadi perusahaan ban terbesar di dunia, julukan yang diperolehnya di tahun 1916 ketika perusahaan ini mengadopsi slogan"Lebih banyak orang menggunakan ban Goodyear dari pada jenis-jenis lainnya". Perusahaan ini menjadi perusahaan karet terbesar di dunia di tahun 1926. Tahun-tahun awal yang begitu legendaris membentuk karakter khas perusahaan dan tetap terasa hingga kini dalam semua aspek perusahaan dan dalam hubungannya dengan para pelanggannya. Goodyear adalah perusahaan ban terbesar di dunia yang hadir di keenam benua dan dengan penjualan per tahun mencapai US$ 15 milyar. Inovasi aliran ide, produk dan material baru yang kreatif secara terus-menerus- selalu berada satu revolusi di depan di tengah-tengah semua aktivitas Goodyear. Perusahaan iniPage | 3</p> <p>membangun fasilitas riset di tahun 1943, yang sejak itu telah mengumpulkan ribuan paten. Berbagai penemuan oleh ilmuwan dan teknisi Goodyear telah dipakai tidak hanya dalam produkproduk ban dan otomotif tetapi juga dalam jantung dan persendian buatan, bahan pelekat, lapangan buatan untuk tempat anak-anak bermain dan kemasan makanan ini hanya sebagian. Goodyear Research menjadi tempat pelatihan bagi Paul Flory, seorang pemenang hadiah Nobel di bidang polimer. Dua research associates telah menerima Goodyear Medal, penghargaan paling tinggi dari Rubber Division dari American Chemical Society, yang memberikan penghormatan kepada ilmuwan dan insinyur yang telah menciptakan inovasi yang menonjol. Saat ini ilmuwan dan insinyur Goodyear Research datang dari berbagai pelosok dunia dan terus bekerja di baris terdepan dalam bidang pengetahuan perkaretan dan polimer. Mereka juga telah berkembang dan memasuki bidang-bidang yang beragam termasuk komputer, fisika, matematika, mekanika rekayasa, metalurgi dan sebagainya guna menciptakan berbagai material dan proses yang unik. Goodyear Research menjadi tempat pelatihan bagi Paul Flory, seorang pemenang hadiah Nobel di bidang polimer. Dua research associates telah menerima Goodyear Medal, penghargaan paling tinggi dari Rubber Division dari American Chemical Society, yang memberikan penghormatan kepada ilmuwan dan insinyur yang telah menciptakan inovasi yang menonjol. Saat ini ilmuwan dan insinyur Goodyear Research datang dari berbagai pelosok dunia dan terus bekerja di baris terdepan dalam bidang pengetahuan perkaretan dan polimer. Mereka juga telah berkembang dan memasuki bidang-bidang yang beragam termasuk komputer, fisika, matematika, mekanika rekayasa, metalurgi dan sebagainya guna menciptakan berbagai material dan proses yang unik.. II.2 Kapasitas ProduksiSejak Desember 2009 PT Goodyear Indonesia TBK menambah kapsitas produksinya dari 8.000 ban per hari menjadi 12.000 ban per hari. Proyek ekspansi ini juga didukung dengan penambahan daya listrik dari 8.660 KVA menjadi 11.420 KVA. Proyek ekspansi ini tentunya harus didukung dengan ketersediaan daya listrik dari PLN yang sesuai dengan kebutuhan mesin-mesin baru tersebut.</p> <p>Page | 4</p> <p>BAB III PEMBAHASAN III.1 Tinjauan Pustaka III.1.1 Pengertian Ban Ban adalah peranti yang menutupi velg suatu roda. Ban merupakan bagian penting dari kendaraan darat, dan digunakan untuk mengurangi getaran yang disebabkan ketidakteraturan permukaan jalan, melindungi roda dari aus dan kerusakan, serta memberikan kestabilan antara kendaraan dan tanah untuk meningkatkan percepatan dan mempermudah pergerakan. III.1.2 Jenis-Jenis Ban y Ban Bias Ban ini dibuat dengan lapisan benang/serat arah miring membentuk sudut 30 40 terhadap garis tengah ban. Memiliki tapak (tread) dengan daya serap benturan yang baik sehingga memberikan kenyamanan berkendaraan. Adapun ketahanan terhadap keausan dan guncangan (rol) tidak sebaik ban radial. y Ban Radial Lapisan serat pada ban ini tegak lurus dengan garis tengah ban, ditambah lapisan sabuk/belt (rigid breaker) searah lingkar ban yang terbuat dari benang tekstil kuat atau kawat yang dibalut karet untuk membuat tread lebih rigid.</p> <p>Gambar. Ban Bias dan Ban Radial</p> <p>Page | 5</p> <p>Perbedaan ban bias dan ban radial</p> <p>III.1.3 Bagian-bagian Ban</p> <p>Gambar. Bagian-bagian ban</p> <p>Page | 6</p> <p>a. Carcass (Cassing) Carcass merupakan rangka ban yang keras, cukup kuat untuk menahan udara yang bertekanan tinggi, tetapi harus cukup fleksibel untuk meredam perubahan beban dan benturan. Carcass terdiri dari ply (layer) dari tire cord (lembaran anyaman paralel dari bahan yang kuat) yang direkatkan menjadi satu dengan karet. Cord pada ban-ban bus atau truck biasanya dibuat dari nylon atau baja, sedangkan untuk mobil-mobil penumpang kecil biasanya terbuat dari polyester atau nylon. b. Tread Tread adalah lapisan karet luar yang melindungi carcass terhadap keausan dan kerusakan yang disebabkan oleh permukaan jalan. Ini adalah bagian yang langsung berhubungan dengan permukaan jalan dan menghasilkan tahanan gesek yang memindahkan gaya gerak dan gaya pengereman kendaraan ke permukaan jalan. Pola tread terdiri dari alur yang terdapat pada permukaan tread, dan dirancang untuk memperbaiki kemampuan ban dalam memindahkan gaya ke permukaan jalan. c. Sidewall Sidewall adalah lapisan karet yang menutup bagian samping ban dan melindungi Carcass terhadap kerusakan dari luar. Sebagai bagian ban yang paling besar dan paling fleksibel, sidewall secara terus menerus melentur di bawah beban yang dipikulnya selama berjalan. Di sidewall tercantum nama pabrik pembuat, ukuran ban, dan informasi lainnya. d. Breaker Breaker adalah lapisan yang terletak diantara Carcass dengan Tread yang memperkuat daya rekat keduanya. Breaker meredam kejutan yang timbul dari permukaan jalan ke Carcass dan biasanya digunakan pada ban dengan bias-ply. Ban untuk bus dan truck serta truck ringan menggunakan breaker yang terbuat dari nylon, sedangkan untuk mobil penumpang menggunakan bahan polyester. e. Belt (Rigid Breaker) Ini adalah tipe breaker yang digunakan pada ban radialply dan diletakkan seperti sarung mengelilingi ban diantara carcass dan karet tread, untuk menahan Carcass dengan kuat. Ban untuk mobil penumpang menggunakan rigid breaker yang tersusun dari kawat baja, rayon atau polyester, sedangkan untuk bus dan truck menggunakan rigid breaker dari kawat baja.</p> <p>Page | 7</p> <p>f.</p> <p>Bead Untuk mencegah robeknya ban dari rim oleh karena berbagai gaya yang bekerja, sisi</p> <p>bebas atau bagian samping ply dikelilingi oleh kawat baja yang disebut kawat bead. Udara bertekanan di dalam ban mendorong bead keluar pada rim pelek dan tertahan kuat disana. Bead dilindungi dari kerusakan karena gesekan dengan pelek dengan jalan memberinya lapisan karet keras yang disebut Chafer strip. III.2 Bahan Baku Pembuatan Ban1. Karet alam dan sintetis</p> <p>a. Karet Alam Karet alam diperoleh dari getah resin karet (lateks karet alam) yang disebut Hevea Brasiliensis yang berasal dari daerah Amazon dengan cara penggumpalan dan pengeringan. Tergantung dari cara memprosesnya, secara umum karet alam dibagi menjadi 3. Daerah penghasil karet alam terbesar yang memproduksi 70% dari jumlah seluruh produksi karet dunia adalah Thailand, Indonesia, dan Malaysia. 1) Bahan Olah Karet Bahan olah karet adalah lateks kebun serta gumpalan lateks kebun yang diperoleh dari pohon karet hevea brasiliensis. Beberapa kalangan mengatakan bahwa bahan olah karet bukan produksi perkebunan besar, melainkan merupakan bokar (bahan olah karet rakyat) karena biasanya diperoleh dari petani yang mengusahakan kebun karet. Menurut pengolahannya bahan olah karet dibagi menjadi 4 macam : y Lateks kebun adalah cairan getah yang didapatkan dari bidang sadap pohon karet. Cairan getah ini belum mengalami penggumpalan entah itu dengan tambahan atau anpa bahan pemantap (zat antikoagulan). y Sheet angin adalah bahan olah karet yang dibuat dari lateks yang sudah disaring dan digumpalkan dengan asam semut, berupa karet sheet yang digiling tetapi belm jadi. y Slab tipis adalah bahan olah karet yang terbuat dari lateks yang sudah digumpalkan dengan asam semut. y Lump segar adalah bahan olah karet yang bukan berasal dari gumpalan lateks kebun yang terjadi secara alamiah dalam mangkuk penampung.</p> <p>Page | 8</p> <p>2) Karet alam konvensional Ada beberapa macam karet olahan yang tergolong karet alam konvensional. Jenis ini pada dasarnya hanya terdiri dari golongan karet sheet dan crepe. Jenis jenis karet alam yang tergolong konvensional adalah sebagai berikut : y Ribbed smoked sheet (RSS) adalah jenis karet berupa lembaran sheet yang mendapatkan proses pengasapan dengan baik. y White crepe (pele crepe) adalah jenis crepe yang berwarna putih atau muda dan ada yang tebal dan tipis. y Estate bron crepe adalah jenis crepe yang berwarna cokelat dan banyak dihasilkan oleh perkebunan-perkebunan besar. Jenis ini juga dibuat dari bahan yang kurang baik atau jelek seperti yang digunakan untuk pembuatan off crepe serta dari sisa lateks, lump atau koagulum yang berasal dari prakoagulasi dan scrap atau lateks kebun yang sudah kering diatas bidang penyadapan. y Compo crepe adalah jenis crepe yang dibuat dari bahan lump, scrap pohon, potonganpotongan sisa dari RSS atau slab basah. y y Thin brown crepe remilis adalah crepe cokelat yang tipis karena digiling ulang. Thick blanket crepes ambers adalah cr...</p>