55558595 Mimpi Mimpi Gila Seorang Murni Mutia

  • Published on
    07-Jul-2015

  • View
    103

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

"Ordinary girl with a lot of extraordinary people around" Begitulah Murni Mutia alias Utie atau Utew biasa mendeskripsikan dirinya. Padahal menurut gue, dialah the extraordinary one. Dan ini adalah salah satu buktinya. Mimpi-mimpi gila tapi nyata. Utew selalu menceritakan mimpi-mimpi ini di notes facebook. Gue salut betapa dia bisa mengingat dan menulisakan semua dengan begitu detil. Guepun tertarik untuk merangkumnya. Waktu itu tanggapan dia sederhana saja, "Gue senang kalo cerita gue bisa menghibur.." Maka, semoga pembaca bisa terhibur dengan hadirnya e-book ini. Selamat Menikmati :)

Click to read:

Mimpi Keripik Pisang Pacar Ade Ray Cebol Vidi Aldiano Monster Tinja Power Ranger Mimpi Aneh 4 Episode Mimpi yang Semakin Ga Jelas Kangen Mimpi Gila Crazy Dream in Bali Monster Kepala Melayang BIOGRAFI: Murni Mutia 23 tahun

14 April 2009 13:08

Mimpi Keripik Pisan gBeginih ceritanya... Sore ituh, aku dan 3 orang temanku sedang asyik mengobrol di taman. Kami saling bercanda gurau. Udara sore itu sungguh sejuk. Tiba-tiba, teman lamaku, dengan inisial "J", memanggiku. "Tie, sini deh.." Akupun menghampirinya. Lalu kami akhirnya mengobrol. Tak lama kemudian, tiba-tiba muncul sebuah truk dan tiba-tiba ada orang aneh yang menghampiri kami. Seorang manusia primitif tepatnyah, entah berasal dari suku dan ordo mana, mahluk itu tiba-tiba membuat kami pingsan. Setelah tersadar, aku ternyata ada di dalam sebuah tangki yang besar. Gelap. "Tidaaaaaaakkkk..." aku berteriak, aku menggonggong sejadi-jadinya (boong deng, tapi yang dalem tangki tu benar), tanganku diikat tali. Oh... dan di hadapanku si J tampak tak berdaya dan tak sadarkan diri. Aku berusaha untuk melepaskan tali itu dari tanganku. Owwgghhh... Sulit. Tapi aku terus berusaha... Setelah beberapa lama, akhirnyaaahhhhh aku bebas! Lalu aku segera menyadarkan si J, "Jeeeeeeeehhhhh... Jjeeeeehhhh" kataku. Akhirnya dia tersadar, nafasnya terengah-engah.

Gue : "J.. ayo kita kabur" J : "Aku tidak kuat lagi... Jangan pedulikan aku... Pergilah" Gue : "Tidak J, kita akan pergi bersama, aku tak akan membiarkanmu sendiri" dan akhirnya aku melepaskan tali yang mengikat tangan J. Aku membopongnyah sekuat tenaga (BERAT). Nafas J sungguh tidak enak didengar, berbunyi ngiikkkk...nggiiiikkk. Kamipun berusahan keluar dari tangki yang pengap ituh. Ketika keluar, aku memperhatikan keadaan sekitar. Tampak sekumpulan manusia primitif sedang melakukan upacara adat. Mereka membentuk lingkarran dan tampak mengerikan. Aku menunggu waktu yang tepat untuk kabur bersama J saat mereka lengah. Aku dengan jeli memperhatikan gerak-gerik mereka. Dan ternyata ADA ASPRAK IWAN DISANAH!! Oh.. parrrraaahhh, Iwan adalah bagian dari mereka! Tapi walau bagaimanapun aku senang bisa menemukan Iwan (walaupun dalam cerita mimpi gue, dia adalah manusia primitif). Gue : "Wan, ngapain lu??" Iwan : "Biasa... Lagi ritual" Gue : "Wan, tolongin gue dong... Gue mau kabur nihhh"" Iwan dengan tanggap menjawab, "Okeh.. lewat sini.." sambil menunjukan jalan ke arah gang kecil. Iwan pun berlari sambil memberi isyarat bahwa aku dan J harus mengikutinyah. Aku berlari sekuat tenaga, sambil membopong J. Namun sialnyah, kumpulan manusia primitif itu menyadari gerak-gerik kami. dan mereka mengejar kami...

Ooohhhh tidaaaakkkk, mereka tepat dibelakangku! Di depanku adalah Iwan sang penyelamat. Aku malihat belokan di depan mata, dan aku berbelok kesanah. Namun Iwan tetap berlari lurus, tapi anehnya kumpulan manusia primitif itu malah mengejar Iwan, dan berteriak "HAI PENGHIANAT, tungguuuu!!!" Iwan tampak berlari lebih kencang karena takut. Aku dan J selamat. Maafkan aku Iwan, aku tak akan melupakan jasamu. Ceritanyah belum selesai sodara, pasti kalian bertanya... mana keripik pisang nyah??? Baiklah, aku lanjutkan. Setelah selamat, aku dan J memanjat genteng rumah seseorang. Kami terus naik sampai akhirnya kami menembus permukaan sebuah roti (jadi kita muncul dari dalem roti gitu... Aneh kan??? Iya gue juga heran, mimpi gue selalu aneh). Setelah itu kami naik ke sebuah ruangan. J tampak letih. Lalu dia pun berbaring di atas bangku. Aku capek, dan tiba-tiba perutku lapar... dan tiba-tiba kulihat J berubah menjadi keripik pisang.... Aku heran. Aku memanggil-manggil namanyah "Jjeeehhh...jjeeehhh", tapi tidak tau kenapa aku memakannyah (J yang berubah menjadi keripik pisang). J yang malang. catatan : J = bukan Jesa TAMAT

06 April 2009 12:53

Pacar Ade Ray CebolKejadiannya baru tadi malem, tepatnya tadi pagi sebelum gue terbangun jam 9 pagi. Dalam mimpi itu, gue berdiri di Berlin (salah satu gerbang informal kampus red). Terus gue liat banyak orang berlalu lalang. Kehidupan yang sungguh dinamis. Agak lama gue berdiri. Gue liat ada CEWE. Kereeeeeennnn banget!! Model rambutnya kaya Agnes Monica tapi di-spike pake jelly gitu. Jocong, tapi keren. Badannya atletis banget. Gue bertanya-tanya dalam hati, kayanya dia bukan mahasiswi IPB de Terus, siapakah dia? Pandangannya lurus ke depan. Kayanya dia seneng banget, kaya yang mau ketemu seseorang. Waduh... tatapannya pede bener deh. Tapi dia ga ngeliat gue, maklumlah mungkin gue hanya rakyat jelata. Terus dia ngelewatin gue. Beberapa menit kemudian, gue liat ada ADE RAY. Di deket Berlin juga. Tau ga lo pade, jadi setting-nya tu di depan tukang es kelapa yang di Bara, depan tukang palu butung, pada tau kan?? (yang ga tau, pura-pura aja tau ya.. susah jelasinnya, hehe. red) Nah... gue heran si Ade Ray kaya yang lagi nungguin orang. Eh, beberapa menit kemudian, waduh! Ada yang lewat di depan gue dari arah belakang. DAN TAU GA SI LO??

Ternyata yang lewat itu cewe keren tadi, cuma pake anduk doang tapi dia pake sepatu. Kaya robot gedek. Pantatnya keliatan kemana-mana. Pas gue tanya, "Mba, ko cuma pake anduk doang???" Dia bilang, "Biar sexy....." Najiiiiiiiisss, sumpah pantat si cewe keren itu item. Terus gue liat tu cewe jalan ke arah Ade Ray. Pas mereka udah berdiri berdampingan, ternyata tinggi tu cewe cuma seperut Ade Ray. Anjrit... perasaan tadi mah keren. Kenapa jadi cebol? Terus Ade Ray bilang, "Aayang,,, kamu sexy banget deh..." Ooohhh tidaaaaaaaaakkkk... Gue shock ngalamin mimpi itu. Pas bangun, gue langsung bengong. Haduuuuuuuhhhhhh.... ckckckckck. Ini mengalahkan mimpi keripik pisang gue yang ada si Iwan jadi suku primitifnya.... hahahha TAMAT

14 Desember 2009 08:19

Vidi AldianoJadi sekitar seminggu yang lalu ada VIDI ALDIANO di mimpi gue woooyy!! Hahaha berondong.. Setelah mimpi manusia primitif gue pun mimpi hal aneh lainnya. Ceritanya gini. Judul mimpi : Diintipin mandi sama Vidi Aldiano, naksir Vidi Aldiano, Vidi Aldiano bisa terbang Setting : Bis Bandung (tapi bisnya mirip angkot), rumah gue Pemain : Gue, Vidi, Maya, Wewe Ketika itu, di bis ada gue, Vidi, Maya, dan Wewe. Vidi yang sedang membaca koran tampak keren dengan alisnya yang tebal dan sexy itu. Mata gue lekat memperhatikannya. Uugghhh Terpesona. Percakapan gue, Gue : "May, tar lo jangan mau duduk sama gue ya, lo duduk sama Wewe aja, gue pengen duduk sama Vidi, gue naksir nih sama dia." (dan gue nulis naksir sama vidi di kertas) Maya : "Okeeeeeeehhh" Terus tiba-tiba si Vidi ngeliat ke arah gue. Gue tersipu, tapi dia ngeliat ke arah kertas curhatan gue. Gawat! Vidi : "Eh itu kertas apaan??" *melotot* Gue : "Bukan apa-apa ko.." *gugup* Terus si Vidi nyamperin (anjrit, gue deg-degan parah), dia mau ngerebut kertas itu dari gue. Haaaaaaa.. Gue panik. Gue berusaha membuang kertas itu, tapi gerakan

Vidi begitu gesit. Akhirnya gue pun menghindar sebisa gue dan membuang kertas itu ke tumpukan kardus di kolong meja belajar rumah gue (setting-nya tiba-tiba berubah dari bis ke dalem rumah). Eh si Vidi marah, terus dia bilang, "Ya udah kalo gitu gue mau ke kantor pos sekarang, gue mau tau apa isi kertas itu.." Dalem ati gue, 'Ngapain ke kantor pos?? orang kertasnya ga gue pos-in' Yah, aneh emang. Yang bego gue apa Vidi??? Lalu Vidi pun pergi ke kantor pos. Naik sepeda lewat rel kereta api terbang dari atap rumah gue (hahaha.. kaya kereta api kamen rider den-o). Ga lama si Vidi balik lagi. Sambil bangga dia biang, "sekarang gue tau siapa yang nulis di kertas itu, tapi gue ga tau apa isinya" Gue bengong memperhatkan Vidi yang baru turun dari khayangan seperti GATOT KACA. dan ga lama, munculah nyokap gue. Tiba-tiba nyapu-nyapu terus beres-beres di sekitar meja belajar tempat gue membuang kertas pernyataan cinta gue buat vidi. Eh, dia ngeberesin kardusnya. Eh, kertasnya keambil. Jatoh... Haiiiiaaaaaaaaa, gue langsung meloncat berusaha mengambil kertas itu. Cekatan. Berlomba dengan Vidi, dan gue mendapatkan kertas itu duluan (HAHAHAHAHAHA *tawa kemenangan*). Karena ga mau si Vidi ngerebut lagi, gue masukin aja kertasnya ke maaf- pantat gue, dan gue pergi ajah. Si Vidi gigit jari sambil ngomel-ngomel. Abis itu gue mandi, gue pun membuang kertas pernyataan cinta keparat tadi ke dalem kloset. Eh si Vidi nongol dari dalem bak (buat yang pernah ke rumah gue pasti tau kalo bak mandi di rumah gue satu (gede) tapi kamar mandinya dua, dempetan jadi bisa ngintip kalo niat).

Untung gue lagi andukan. Anjroootttt gue langsung berteriak, "Wooyy,,, parah lo ngintipin gue mandi!" Si Vidi tiba-tiba ngilang. Terus gue bangun ajah. Haaaaahh Vidi, i love u!!!!! Mimpi bersamamu sungguh aneh. TAMAT

17 Desember 2009 08:28

Monster TinjaGue mengalaminya tepatnya pada hari Kamis, 17 Desember 2009. Allah SWT ternyata memberikan gue kebahagiaan lewat mimpi. Hahaha Gue langsung ngakak ga ketulungan waktu bangun tidur. Sebenernya gue kalo mimpi, sekali mimpi tu ga cuma satu judul, tapi beberapa subjudul (ranggkaian) kaya di DVD dorama. Yah, beberapa chapter lah.. Antar chapter-nya kadang nyambung kadang engga. Seperti pada maha mimpi (gue sebut maha soalnya ini mimpi paling aneh dan membawa kesialan diantara mimpi-mimpi gue lainnya) gue yang gue kasih judul Monster Tinja" ini. Mau gue kasih taunya semua chapter di mimpi gue pada TKP atau langsung ke Monster tinjanya??? Kayanya mending gue certain semuanya aja yah? Beginih kisahnya. Judul Mimpi Keyword Pemain utama Setting : Monster Tinja (klimaks), batu bara, 2,1 Milyar : Karnaval, badut gulaku, pertamina : Gue, Inda Ragil, Jesa : Pangkot, gunung, pabrik

Kronologis kejadian sebelum mimpi (di alam nyata) gue nge-layout buku angkatan ampe jam 1 malem, sama sekali ga mikirin apa-apa sebelum tidur. Pas tidur leep ajah, sambil memeluk boneka panda. Kronologis kejadian di mimpi.

Chapter 1: Reporter Entah karena gue yang kerjaannya belum tetap ini atau apa, pokoknya di chapter yang ini untuk memperoleh sesuap nasi, gue berperan sebagai reporter koran yang tugasnya mewawancarai orang-orang kaya yang doyannya sombong karena gaji mereka semuanya di atas 2,1 milyar. Ketika itu gue yang masih jadi reporter ingusan, mewawancarai 3 orang milyuner. Semuanya cowo udah aki-aki, dan mereka didampingi oleh istri-istri mereka. Setiap mewawancarai, pertanyaan yang gue ajukan kepada mereka selalu sama yaitu: Ya, selamat siang Bapak. Saya ingin tahu sebenarnya berapa keuntungan yang bapak peroleh dari hasil usaha per bulan??? Bapak-bapak ituh sambil tertawa lepas kaya setan menjawab, Muhuhahahaahahaha, keuntungan yang saya dapatkan dari perusahaan ini adalah diatas 2,1 milyar perbulan. Hahahahahahha Dia ketawa lagi. Ketawa terus ampe gue sendiri bingung sebenernya apa inti dari chapter mimpi gue itu. Dan gue pun dengan begonya menuliskan semua jawaban mereka di kertas (karna ceritanya gue reporter). Di chapter itu pula gue mendapat tawaran pekerjaan yang menyebabkan gue memasuki chapter mimpi selanjutnya. Bapak-bapak orang kaya : De, Anda belum bekerja tetap yah??? Mau kerja di pabrik sayah?? Gue dengan semangat : Mau pak!!!!! dan chapter berikutnya pun dimulai.

Chapter 2 : Pengangkut Batu Bara Gue pikir pekerjaan yang ditawarin ama tu orang kaya sesuai sama jobdesk tingkatan S1, ternyata gue kerja apa dong di situ???? Jadi pengangkut batu bara! Yang sebelum kerja gue harus pake seragam, dan ada ritualnya.

Ritual: Baju kerjanyanya gue inget banget warna ijo, modelnya overall, dan ada musik pengiring pas gue pake baju. Semua karyawan wajib joget pas pake baju, kalo engga bisa dihukum (ini pabrik gila!!!!). Andai aja gue bisa praktekin gerakan gue pake baju. Intinya gitu deh Pokonya penampilan gue disitu ga jauh beda sama badutbadut yang ada di iklan Gulaku, yang soundstrack-nya Sugar, sugarnya honeyhoney... Pada tau ga??? Disitu gue kerja berkelompok, 3 orang. Jobdesk gue adalah memasukkan batu bara ke dalam tungku api yang panasnya aduhai amboy, beribu-ribu derajat celcius. Anehnya disitu gue ga dikasih baju pelindung buat keselamatan kerja. Gue cuma dikasih kacamata item, dan pake baju ijo tadi. Kebayang dong penampilan gue kaya apa... Untuk training, gue diharuskan mengangkut batu-bara secara estafet dengan keadaan kaki saling mengikat diantara ketiga orang dalam satu tim. Gue pun cuma dikasih waktu 100 detik untuk memindahkan 9 kg batu bara kedalam tungku (ini mimpi apa penjajahan???). Jadi yang kerja cuma tangan gue doang karena kaki gue keiket sama kaki rekan kerja gue. Dan gue berhasil sodarah! Yipppiiiiee, gue lolos tes! Dan chapter itu pun berakhir begitu saja. Akhirnya berlanjut ke chapter 3.

Chapter 3 : Monster Tinja Di chapter gue yang ini, gue sedang mengalami cuti kerja, baik sebagai reporter maupun pengangkut batu bara. Dan lagi ada event karnaval kostum-kostum aneh. Disitu ada gue, Jesa, dan Inda yang lagi pengen nonton karnaval. Ugh lama banget karnavalnya ga dimulai mulu, selidik punya selidik eh ternyata karnavalnya dipindahin (pindah tempat) jadi ke gunung (gue ga tau gunung apaan).

Akhirnya kita bertiga pun pergi menuju gunung tempa karnaval itu diadakan. Di tengah perjalanan ketika kita sedang berlari bersemangat, gue sama Jesa kebelet pipis. Akhirnya Inda bilang, Inda : Eh gue duluan aja yah, ntar gue tempatin tempat duduk buat kalian Gue : Oh iya deh, ati-ati ya Jesa : Tungguin kita ya Nda.. Abis itu Inda lari secepat kilat dan tiba-tiba udah ada di gunung. Gue yang udah selesai pipis pun keluar mencari Jesa yang ternyata pipisnya belum selesai. Gue pun menunggu di depan ruangan kelas (ternyata gue pipis di WC SD, ga tau SD mana). Sambil menunggu Jesa pipis, gue melihat keadaan sekitar (mirip SD Angkasa 1, SD gue dulu). Tak lama kemudian muncullah 2 orang wanita bercadar yang melihat ke arah gue sambil cekikikan hikikikiga tau apa maksudnya, kayanya mereka cuma pemain figuran doang. Setelah lama, akhirnya Jesa dateng juga. Ketika itu cuaca tiba-tiba mendung, langit yang tadinya biru berubah kelabu, dan anginpun berhembus lebih kencang, mau ujan sepertinya. Gue dan Jesa galau karena takut keujanan, akhirnya gue pun mengajak Jesa buat nunggu aja di pangkot (depan warung sate maranggi), tapi Jesa tiba-tiba bilang, Tew, kita cabut aja yo ke gunung soalnya gue lagi nyari sinyal ni.. (sambil lari). Gue bingung si Jesa mau nyari sinyal apaan, tapi akhirnya gue pun mengikuti dia dari pangkot mau ke gunung = ke arah Balebak (aneh kan??). Ternyata ada jalan tembus menuju gunung dari...