AD-ART GPDI

  • Published on
    29-Jun-2015

  • View
    1.672

  • Download
    276

Embed Size (px)

Transcript

<p>ANGGARAN DASAR</p> <p>GEREJA PANTEKOSTA di INDONESIA</p> <p>BAB I NAMA, BENTUK DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 Organisasi ini bernama Gereja Pantekosta di Indonesia disingkat GPdI Pasal 2 GPdI sebagai kelanjutan dari De Pinksterkerk in Nederlandsch Indie adalah Badan Hukum Persekutuan Gerejawi berdasarkan pernyataan Pemerintah Republik Indonesia dengan Surat Keterangan Departemen Agama R.I. Nomor E/VII/156/926/73 tanggal 2 Oktober 1973, serta Surat Keputusan Direktur Jendral Bimbingan Masyarakat Kristen Protestan Departemen Agama RI Nomor 30 tahun 1988 tanggal 3 Februari 1988. Pasal 3 GPdI terdiri dari Sidang Jemaat di seluruh Indonesia dan diluar negeri. Pasal 4 GPdI berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia BAB II DASAR Pasal 5 GPdI berdasarkan Firman Allah yaitu Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. BAB PENGAKUAN Pasal 6 Pengakuan Iman GPdI adalah : 1. Kami percaya Alkitab adalah Firman Allah yang diilhamkan oleh Roh Kudus terdiri dari 66 buku "Kejadian sampai dengan Wahyu" (II Timotius 3:16 ; II Petrus 1:21). 2. Kami percaya Allah Yang Maha Esa dan kekal dalam wujud Trinitas : "BAPA dan PUTERA dan ROH KUDUS", (Ulangan 6:4 ; I Timotius 2:5 ; I Yohanes 5:7 ; Matius 28:19), Keesaan namaNya yaitu : "TUHAN YESUS KRISTUS", (KisahPara Rasul IMAN III</p> <p>2:36 ; 8:12 ; 10:48 ; Matius 1:1 ; Wahyu 22:20-21 ; Kisah Para Rasul 19:5 ; Petrus 3:15). 3. Kami percaya Allah pencipta alam semesta dan manusia, seperti tertulis dalam kitab Kejadian (Kejadian 1 dan 2 ; Yohanes1:1-3 ; Kolose 1:16 ; Roma 4:17 ; Roma 1:19-20). 4. Kami percaya Tuhan Yesus Kristus, Anak Allah yang telah menjadi manusia, dilahirkan Perawan Maria yang mengandung oleh Roh Kudus, mati disalib, menanggung dosa umat manusia, dikuburkan , bangkit, naik kesurga dan akan datang kembali. (Yohanes 20:31 ; Roma 1:4 ; 1 Yohanes 4:15 ; Yohanes 1:14 ; Filipi 2:7-8 ; II Timotius 1:15 ; 1 :18 ; Yesaya 7:14 ; Lukas 1:35 ; I Timotius 1:15 ; Kisah Para Rasul 4:1-12 ; 10:42-43 ; Roma 6:4 ; I Korintus 15:3-4 ; I Tesalonika 4:15,17). 5. Kami percaya Roh Kudus adalah Pribadi Allah yang memiliki sifat : Kekal, Mahahadir, Mahakuasa, Mahatahu, Mahakudus, Mahakasih, dan baptisan Roh Kudus yaitu kepenuhan Roh Kudus dengan tanda berkata-kata dalam berbagai bahasa sebagaimana diilhamkan oleh Roh Kudus diterima oleh orang percaya, bertobat dan lahir baru (1 Yohanes 5:7 ; II Korintus 13:13 ; Ibrani 9:14 ; Mazmur 139:7-10 ; Lukas 1:35 ; Kejadian 1:2 ; Ayub 26:13 ; Kisah Para Rasul 2:4 ; 10:45-46 ; 19:6 ; Markus 16:17 ; Yohanes 7:38-39). 6. Kami percaya baptisan air, yaitu diselamkan dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, yaitu Tuhan Yesus Kristus wajib dilakukan bagi mereka yang diselamatkan yaitu percaya, bertobat dan lahir baru, untuk menggenapkan kebenaran Allah. (Markus 16:15-16 ; Kisah Para Rasul 2:38 ;8:12,37 dan 39 ; Matius 3:15 ; 28:19 ; Markus 1:15). 7. Kami percaya keselamatan orang berdosa, roh, jiwa dan tubuh, oleh anugrah dan iman kepada Tuhan Yesus Kristus, dan semua orang percaya harus mempertahankan keselamatan, kekudusan, kesetiaan dan apabila tidak memeliharanya, keselamatan itu dapat hilang. (Efesus 2:8-9 ; Roma 10:9-10 ; 1 Korintus 1:18 ; Filipi 2:12 ; Matius 24:13 ; Ibrani 3:12 ; II Petrus 2:20-22 ; 1:411 ; Yudas 1:3). 8. Kami percaya peranan karunia-karunia Roh Kudus dalam jemaat. (1 Korintus 12:4-11 ; 14:26). 9. Kami percaya Perjamuan Tuhan yang lazim disebut Perjamuan Kudus harus diterima oleh mereka yang percaya. (Lukas 22:19-20 ; 1 Korintus 11:23-26 ; Yohanes 6:53-56). 10. Kami percaya kesembuhan Allahi atas segala penyakit oleh bilur-bilur Yesus dalam kuasa nama-Nya. (Yesaya 53:4 ; 1 Petrus 2:24 ; Kisah Para Rasul 4:30 ; Markus 16:18). 11. Kami percaya penyerahan anak-anak adalah kehendak Tuhan. (Lukas 2:22-27 ; Matius 19:13-15 ; Markus 10:13-16 ; Lukas 18:15-17). 12. Kami percaya Gereja Tuhan yang esa, persekutuan orang-orang percaya, kudus dan sempurna sebagai Mempelai Perempuan, disingkirkan selama masa tiga setengah tahun tribulasi, diubahkan dan diangkat pada kedatangan kembali Tuhan Yesus. (Yohanes 17:21-23 ; Efesus 4:12-16 ; 1 Tesalonika 5:23 ; 1 Petrus 5:10 ; 1 Tesalonika 5:4 ; 1 Korintus 15:51). 13. Kami percaya Tuhan Yesus Kristus sebagai Mempelai Laki-laki, Raja atas segala raja dan Tuan atas segala tuan, yang akan datang untuk menghukum isi dunia dengan adil, dan akan memerintah dalam Kerajaan Seribu Tahun Damai bersama Mempelai Perempuan yaitu Gereja-Nya. (Kisah Para Rasul 1:11 ; Wahyu 22:7 ; 1 Korintus 15:24-25 ; 1 Tesalonika 4:16-17 ; II Tesalonika 1:7,9 ; Wahyu 20:1015 ; Wahyu 19:11-16 ; 1 Timotius 6:15). 14. Kami percaya kebangkitan orang-orang kudus sebelum Kerajaan Seribu Tahun Damai dan kebangkitan orang-orang berdosa sesudah Kerajaan itu; orang kudus akan menerima hidup kekal, orang berdosa akan menghadap tahta Allah untuk menerima penghukuman kekal dalam lautan api (Wahyu 20:1-15 ; 1 Tesalonoka 4:16-17).</p> <p>15. Kami percaya langit dan bumi baru yang berisi Kebenaran, tempat kediaman kekal umat tebusan darah Kristus (1 Petrus 1:18-19 ; II Petrus 3:13 ; Wahyu 21:1-18). 16. Kami percaya pertemuan-pertemuan ibadah, wajib dilaksanakan secara tetap dengan khidmat dan sukcita. (Kisah Para rasul 2:25 ; Keluaran 23:25 ; Ibrani 10:25 ; Mazmur 47:2 ; 100:1-5 ; 134:2 ; 150:1-5). 17. Kami percaya setiap pemerintah adalah hamba Allah yang ditetapkan Allah. (Roma 13:4 ; 1 Petrus 2:17 ; 1 Timotius 2:1-2 ; Amsal 21:1). BAB IV TUJUAN Pasal 7 GPdI bertujuan melaksanakan amanat agung Tuhan Yesus Kristus yang termaktub dalam Alkitab demi keselamatan umat manusia. BAB V KEANGGOTAAN Pasal 8 Yang menjadi anggota GPdI adalah mereka yang menerima Pengakuan Iman, Dasar dan Tujuan GPdI BAB VI PIMPINAN Pasal 9 Pemimpin GPdI disebut : 1. 2. 3. 4. Majelis Pusat di tingkat pusat disingkat MP; Majelis Daerah di tingkat daerah disingkat MD; Majelis Wilayah di tingkat wilayah disingkat MW; dan Gembala Jemaat di tingkat Jemaat. BAB VII SUMBER KEUANGAN Pasal 10 Sumber keuangan GPdI adalah: 1. Persembahan-persembahan anggota yang sesuai dengan Firman Allah; 2. Sumbangan-sumbangan dari para dermawan; 3. Usaha-usaha yang tidak bertentangan dengan Firman Allah.</p> <p>BAB VIII KEKAYAAN Pasal 11 Kekayaan GPdI adalah semua harta benda terdiri dari benda-benda bergerak dan tidak bergerak, yang diperoleh dari pemberian, pembelian, usaha, hibah dan setiap bangunan yang dibangun atas nama GPdI. BAB IX MUSYAWARAH Pasal 12 1. 2. 3. 4. 5. 6. Musyawarah Musyawarah Musyawarah Musyawarah Musyawarah Musyawarah GPdI terdiri atas: Besar disingkat MUBES; Pimpinan disingkat MUSPIM; Daerah disingkat MUSDA; Kerja Daerah disingkat MUKERDA; Wilayah disingkat MUSWIL. BAB X PERUBAHAN DAN PENGESAHAN ANGGARAN DASAR Pasal 13 1. Mubes dapat melakukan perubahan Anggaran Dasar berdasarkan usulan dari 2/3 jumlah MD melalui MP 2. Pengesahan Anggaran Dasar dan perubahannya dilakukan oleh Musyawarah Besar. BAB XI ATURAN PERALIHAN Pasal 14 Dengan ditetapkannya Anggaran Dasar ini, Anggaran Dasar tahun 2000 dan sebelumnya dinyatakan tidak berlaku lagi. BAB XII ATURAN TAMBAHAN Pasal 15 1. Hal-hal yang belum tercantum dalam Anggaran Dasar ini diatur dalam Anggaran Rumah Tangga. 2. Anggaran dasar ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Ditetapkan di: Batu</p> <p>Pada tanggal: 8 Maret 2005 Dalam Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) GPdI yang dilaksanakan berdasarkan Ketetapan MUBES XXX Tahun 2003 Majelis Pusat GPdI selaku Pimpinan Mubeslub,</p> <p>**********************************************************************</p> <p>ANGGARAN RUMAH TANGGA GEREJA PANTEKOSTA di INDONESIA BAB I KEGIATAN PELAYANAN GEREJA Pasal 1 Gereja Pantekosta di Indonesia mencapai tujuannya dengan upaya dan kegiatan pelayanan Gereja yaitu: 1. Melaksanakan perkabaran Injil atau Penginjilan; 2. Membuka sidang Jemaat / Gereja dan mendirikan bangunan Rumah Ibadah; 3. Melakukan kebaktian-kebaktian atau ibadah-ibadah di berbagai tempat yang memungkinkan; 4. Mengerahkan seluruh warga jemaat untuk terlibat aktif dalam pelayanan gerejawi; 5. Menyelenggarakan Pendidikan Rohani dan Pendidikan Umum; 6. Menyelenggarakan kegiatan Diakonia, Sosial dan Pengentasan kemiskinan; 7. Menyelenggarakan usaha penerbitan literature rohani dan bacaan umum. 8. Melakukan penyiaran kegiatan gereja melalui media massacetak dan elektronik, serta mengusahakan rekaman-rekaman siaran penginjilan, ibadah atau musik rohani; 9. Melakukan hubungan antar gereja, baik di dalam maupun di luar negeri; 10. Melakukan upaya mendapatkan dana dari berbagai sumber yang tidak menyalahi ketentuan Firman Allah. BAB II IBADAH Pasal 2 Sebagai wadah untuk pembinaan iman, pertumbuhan dan pendewasaan rohani, maka GPdI mengadakan kegiatan ibadah tetap secara rutin pada setiap hari Minggu dan harihari lainnya, baik ibadah umum maupun ibadah anak-anak, remaja, pemuda, wanita, pria dan kegiatan ibadah lainnya. PELAYANAN WARGA JEMAAT Pasal 3 GPdI dalam mengerakkan warga jemaatnya untuk terlibat aktif dalam pelayanan gerejawi membentuk wadah-wadah pelayanan kegiatan warga jemaat untuk anak-anak, remaja, pemuda, wanita, pria, pelajar, mahasiswa, sarjana / cendekiawan, usahawan / kaum professional, anak-anak hamba Tuhan dan lain-lain. Pasal 4 Ketentuan tentang kegiatan wadah-wadah tersebut diatur menurut keputusan MP GPdI.</p> <p>PENDIDIKAN Pasal 5 GPdI mengupayakan peningkatan pendidikan khusus bidang rohani, dengan membuka / mendirikan Sekolah-sekolah Alkitab. Pusat pelatihan penginjil, Sekolah Tinggi Alkitab, Sekolah Tinggi Teologia, kursus-kursus, seminar-seminar, pelatihan-pelatihan, penataran-penataran, simposium-simposium, lokakarya-lokakarya, sarasehansarasehan, perkemahan-perkemahan dan kegiatan pendidikan rohani lainnya. Pasal 6 GPdI mengupayakan peningkatan kecerdasan bangsa dengan berpartisipasi aktif dalam kegiatan pendidikan umum formal dan non-formal dengan membuka/mendirikan Taman Kanak-kanak, sekolah Dasar sampai tingkat Perguruan Tinggi, Pendidikan Kejuruan, kursus-kursus ketrampilan dan pelatihan. PENERBITAN Pasal 7 GPdI mengupayakan penyediaan bahan bacaan dan informasi bagi warga jemaat serta masyarakat, menerbitkan dan menyebarkan literatur rohani, buku-buku pelajaran, majalah-majalah, traktat-traktat, buku nyanyian, tabloid, surat kabar, warta jemaat, bulletin, perpustakaan, taman bacaan dan penerbitan media massa lainnya. Pasal 8 GPdI mengupayakan penyebaran berita Injil, siaran gereja dan nyanyian rohani melalui media audio visual, kaset-kaset, CD, VCD, DVD, video tape, film, film rohani, media elektronika, internet dan multi-media lainnya. DIAKONIA SOSIAL Pasal 9 GPdI dalam pelayanan kasih dan kepedulian social, melakukan usaha-usaha diakonia dengan membuka panti asuhan, panti werda, pusat-pusat rehabilitasi, mengentaskan kemiskinan, membantu janda-janda dan anak-anak yatim piatu, tuna wisma, korban bencana alam, korban kekerasan serta turut menanggulangi masalah social seperti kenakalan remaja, narkoba, lingkungan hidup dan problema masyarakat lainnya. BAB III SIDANG JEMAAT Pasal 10 1. Basis GPdI ialah sidang-sidang jemaat atau gereja-gereja lokal. 2. Sidang Jemaat dipimpin oleh Gembala Jemaat. 3. Sidang Jemaat GPdI yaitu suatu kumpulan orang-orang / jiwa-jiwa yang atas kehendak dan kesadaran sendiri, mengikuti dengan setia kebaktian atau ibadah yang digembalakan atau dipimpin oleh hamba Tuhan GPdI.</p> <p>Pasal 11</p> <p>1. Sidang jemaat minimal beranggotakan 25 (dua puluh lima) orang dewasa dan 15</p> <p>(lima belas) anak-anak, dipimpin oleh seorang gembala jemaat. 2. Sidang Jemaat yang belum mencapai ketentuan diatas, disebut Sidang Jemaat Muda, dipimpin oleh seorang hamba Tuhan / Gembala Jemaat Muda dan berada dalam pembinaan seorang Gembala Jemaat atau MD 3. Sidang Jemaat yang beranggotakan minimal 50 (lima puluh) orang dewasa dipimpin oleh seorang Gembala Jemaat, dapat didampingi Penatua, Diaken atau Majelis Jemaat. 4. Sidang Jemaat melakukan kebaktian / ibadah umum yang tetap dan teratur, serta menyelenggarakan kebaktian anak-anak, kebaktian pemuda / remaja, kebaktian wanita, kebaktian pria dan kebaktian lainnya secara berkala. 5. Sidang Jemaat memiliki program pertumbuhan jemaat, dengan membuka kebaktian cabang / rayon / sector / pos pekabaran Injil, kelompok sel, ibadah doa, pelajaran Alkitab dan kegiatan pembinaan rohani lainnya. Pasal 12 Sidang Jemaat GPdI melakukan ibadah / kebaktian digedung atau rumah ibadah yang dimilikinya dan / atau gedung / ruangan yang dipinjam / disewa, dan / atau diruangan / tempat lain yang memungkinkan.</p> <p>BAB IV KEANGGOTAAN Pasal 13 1. Anggota Jemaat GPdI adalah : a. Seorang yang percaya, bertobat, lahir baru, mengakui dan menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Juru Selamat dan Penebusnya serta dibaptis yaitu diselamkan dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus yaitu Tuhan Yesus Kristus. b. Anak-anak yang sudah diserahkan kepada Tuhan. c. Mereka yang mendaftar kepada Gembala Jemaat dengan memenuhi ketentuan di atas.</p> <p>2. Hak anggota jemaat GPdI adalah : a. Mendapatkan pelayanan Rohani dan pelayanan pastoral dari Gembala Jemaat. b. Mendapatkan pelayanan organisasi dan administrasi.</p> <p>3. Anggota Jemaat GPdI wajib : a. Melakukan Firman Allah (alkitab), seperti setia beribadah, taat kepada pimpinan, membawa persepuluhan, dan persembahan sukarela. b. Melaksanakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga GPdI.</p> <p>4. Yang dinyatakan tidak lagi menjadi anggota jemaat GPdI adalah mereka yang : a. Mengundurkan diri atas kehendak atau permintaan sendiri.</p> <p>b. Meninggal dunia. c. Diberhentikan oleh Gembala Jemaat karena Pelanggaran terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Tumah Tangga GPdI. BAB V PIMPINAN</p> <p>Pasal 14 1. Majelis Pusat a. Personalia Majelis Pusat sebanyak-banyaknya 24 (dua puluh empat orang. b. Pengurus Harian Majelis Pusat terdiri atas : Seorang Ketua Umum. Beberapa orang Ketua. Seorang Sekretaris Umum. Beberapa orang Sekretaris. Seorang Bendahara Umum. Beberapa orang bendahara. c. Personalia Majelis Pusat lainnya memimpin departemen - departemen. d. Ketua Umum Majelis Pusat dapat dipilih untuk masa pelayanan 2 (dua) periode berturut-turut. e. Dalam menjalankan tugasnya, MP dapat dibantu oleh Majelis Pertimbangan Rohani.</p> <p>2. Majelis Pertimbangan Rohani. a. Personalia Majelis Pertimbangan Rohani diangkat dan ditetapkan oleh Majelis Pusat GPdI dalam MUBES. b. Personalia Majelis Pertimbangan Rohani berjumlah 7 (tujuh) orang, yaitu terdiri atas : Ketua Wakil Ketua, Sekretaris, dan 4 (empat) orang anggota.</p> <p>3. Majelis Daerah a. Personalia Majelis Daerah terdiri dari sebanyak-banyaknya 17 (tujuh belas) orang dan sekurang-kurangnya 7 (tujuh) orang. b. Pengurus Harian Majelis Daerah terdiri atas sekurang-kurangnya seorang Ketua, seorang Wakil Ketua, seorang Sekretaris dan seorang Bendahara. c. Anggota-anggota Majelis Daerah lainnya memimpin Biro-biro.</p> <p>d. Majelis Daerah dapat mengangkat beberapa orang penasehat. e. Pengaturan jumlah anggota Majelis Daerah ditetapkan oleh Keputusan Majelis Pusat. f. Ketua dapat dipilih untuk masa pelayanaan 2 (dua) periode berturut-turut.</p> <p>4. Majelis Wilayah a. Majelis Wilayah dapat dibentuk oleh Majelis Daerah...</p>