agama dan ilmu pengetahuan.PPT

  • Published on
    18-Jan-2016

  • View
    109

  • Download
    4

Embed Size (px)

Transcript

  • PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

    TIM PENDIDIK AGAMA ISLAMINSTITUT PERTANIAN BOGOR

  • Bobot 3 SKS (2-1); dilaksanakan 2 jam tatap muka (dosen), 2 jam responsi (asisten), dan UTS & UASJumlah dosen pengasuh (2 staf); asisten (minimal 2 orang)Kehadiran minimal 80 % kuliah, 100 % asistensi (kecuali sakit yang dibuktikan surat dokter)Tenaga pengajar 16 orang (8 dosen tetap, 5 dosen luar biasa; 3 IPB)Tenaga Asisten > 100 orangMahasiswa membawa Al Qur-an (Tarjamah) dan berpakaian rapi, disarankan bagi akhwat berkerudungPERKULIAHAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

  • TUJUAN PENDIDIKAN AGAMADepdiknas: Mahasiswa yang ber IMTAQ, rasional, dinamis, wawasan luas, mengembangkan iptek & seni untuk kepentingan nasionalIPB:Pemahaman integral antara ilmu kealaman (kauniyah) dan Al Qur-an dan Sunnah (qauliyah), menyadari urgensi ilmu pengetahuan dan penerapannya secara tepat dengan tidak bersikap dikhotomisMenag (Republika)Being relegious not only to have a religion

  • KANDUNGAN MATA AJARANGBPP Depdiknas dengan modifikasiIslam dan Iptek (3 x)Manusia dan Agama (3 x)Aqidah Islamiyah (3 x)Syariah Islamiyah (2 x)Akhlaq Islamiyah ( 2 x)Dakwah Islamiyah (1 x)Studium General di Masjid (2x Satu Semester)Responsi Ibadah Praktis dan Bacaan Al Qur-an

  • STAF PENGAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAMINSTITUT PERTANIAN BOGOR (IPB)Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin,MSDr. H. Ahmad, MSDr. Hasyim, DEADr. Abdul Munif, M.ScDrs. E. SyamsuddinDrs. Romli Sujai, M.AgDrs. Hamzah, M.SiDra. Neneng Hasanah, MADra. Nurlaela, MA Drs. Undang, MADrs. Kokom Komariyah

    12. Ir. Ahmad Yamin, MT.13. Dra. Ruminah14. Drs. Ahmad Juwaini, MA15. Drs. Enjang Faried16. Hajarul Aswad, S.Pd17. Furqon Syarief H, S.Ag18. Asep Nurhalim, Lc19. Musthofa, S.Ag20. A. Soleh, S.Ag

  • AL QUR-AN DAN ILMU PENGETAHUAN TIM PENDIDIK AGAMA ISLAMINSTITUT PERTANIAN BOGOR

  • ISLAM & ILMU PENGETAHUAN

  • PENDAHULUAN(Sain dan Realitas Implementasinya)Sekularisasi memandang Al Qur-an & Iptekminim pemahaman thd Al Qur-an (Al Qur-an adalah masa lalu tidak mampu menyelesaikan kekinian, perang pemikiran, warisan budaya penjajah)taqlid buta thd sains (sains segalanya, fasilitas materi dari sains segera dirasakan)Produk sekularisasi Sainskerusakan sumber daya alam (hutan, flora-fauna, plasma nutfah, erosi, hujan asam, rusak lapisan ozon, pengerasan tanah, pencemaran air tanah, dll)Dehumanisasi (konflik horizontal, individualistik, amoralisme, kompetisi tak sehat, monopoli, dll)kesenjangan sosial (hilang solidaritas, penguasa menjauh dan dijauhi rakyat, yang kuat menzholimi yang lemah, yang lemah benci pada yang kuat, dll)ancaman bahaya senjata kimia, biologi (perang ekonomi, budaya, informasi, dll)

  • Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) Q.S. Ar Ruum : 41Perlu pengkajian secar jujur dan proporsional thd Sains hasanah

  • URGENSI ILMU DALAM AL QUR-ANWahyu Pertama IQRO & QOLAM (96:1-5) Manusia sbg KHOLIFAH berilmu (2:31-33)Manusia Ideal Iman, Ilmu & Akhlaq (58:11)Allah memberi nimat dengan Al Qur-an & Al Bayan (55:1-4)Manusia jadi Pemimpin Berilmu (2:247)Allah melarang perbuatan tanpa dasar Ilmu (17:36)Manusia yang Takut pada Allah Ulama (35:28, 26:197)

  • URGENSI ILMU DALAM SUNNAHMenuntut ilmu wajib bagi setiap muslim (HR Muslim)Sesungguhnya para makhluq Allah memohonkan ampun bagi penuntut ilmu, bahkan ikan-ikan di lautan ikut memohonkan ampun (HR Ibn Abdil Barr dari Anas)Barangsiapa menempuh jalan menuntut ilmu, Allah mudahkan jalan ke surga (HR Muslim)Keutamaan seorang berilmu atas ahli ibadah laksana keutamaan bulan purnama atas bintang-bintang (HR Ahmad)Para ulama adalah pewaris para nabi (HR Ahmad)Seorang yang memanfaatkan ilmunya lebih baik dari seribu ahli ibadah (HR Dailami dari Ali r.a)Ilmu itu adalah hayatnya Islam dan tiang Iman, Barangsiapa mengajarkan ilmu Allah sempurnakan pahalanya, barangsiapa mempelajari ilmu lalu mengamalkannya, Allah akan mengajarkan apa yang belum diketahuinya (HR Abu Syaikh)

  • SUMBER ILMU PENGETAHUANAl Qur-an (memikirkan ayat-Nya, mengambil pelajaran, mengamalkan; 12:1-3, 38:39, 4:82)Sunnah ar-Rosul (tauladan, 33:21; mengamalkan yang diperintah dan menjauhi yang dilarang, 59:7)Alam (Al Qur-an memerintahkan untuk memikirkan alam ciptaan Allah, 41:53)Keajaiban ciptaan Allah (13:2-5)Penciptaan langit dan bumi (16:14-18)Hujan dan halilintar (30:24)Langit dan bintang-bintang (50:6)Flora (50:9-11) & fauna (24:45)Mineral (35:27)

  • Sumber Ilmu Pengetahuan (lanjutan)Dan Al Qur-an memerintah untuk meneliti:Materi yang mendasari penciptaan (86:7-9)Proses penciptaan (32:7-9)Proses perubahan fenomena alam (39:21; 30:54, 21:30)Hubungan Manusia dan Alam (31:20)Diri ManusiaAnfus : Fisiologi (86:5-10) & Psikologi (15:28-29; 91:7-8) Watak manusia (70:19-25)Sejarah Kehidupan Umat Manusia (baik & buruk) Ibroh (12:111)

  • TUJUAN PENGEMBANGAN ILMUMengenal tanda kekuasaan Allah, menyaksikan kehadiranNya, tunduk pada keagunganNya (3:191, 35:28, 2:26)Memahami maksud Penciptaan & menemukan keteraturan hidup (21:16)Alam fisik (6:95-97) & alam sosial (30:41, 42:30Penyebab kerusakan (kekufuran 16:112 & 17:16; ingkar janji, hidup bebas nilai, kezaliman, tidak mengeluarkan zakat)Mengambil manfaat bagi manusia dan lingkungan (47:22-24, 28:77-78)

  • CARA MEMPEROLEH ILMU(KAUNIYYAH & QAULIYYAH)Panca Indera (eksperimen dan pengamatan, 10:101; misal mengubur mayat 5:31; Allah mengecam orang yang tidak menggunakan indera untuk mencari ilmu, 7:179)Akal (manusia mengetahui yang lahir saja, 30:7, 69:38-39; Allah menyuruh manusia memikirkan kejadian di alam semesta 2:164), namun akal mengalami distorsi:Tidak ada iman (67:21-22; 63:3)Mengikuti hawa nafsu (45:23)Cinta dan benci yang buta (89:20, 43:79)Tradisi tanpa seleksi (2:170)Takabbur (40:35), Tergesa-gesa (49:6), tidak jujur berpikir (67:10)WAHYU (akal manusia terbatas; Wahyu mutlaq 2:1-5; Wahyu untuk Nabi, 4:163; ibu nabi Musa mendapat ilham, 20:37-39)

  • TANDA ILMUWAN MUSLIMSungguh-sungguh mencari ilmu (3:7)Mampu memilih yang baik dari yang buruk dan kritis (39:18, 5:100)Menyampaikan ilmu (14:52)Hanya takut kepada Allah (2:197)Rajin ruku dan sujud (39:9)Memadukan fikir dan dzikir (3:190-191)Thaat kepada Allah dan profesional

  • MANUSIA dan AGAMA(Tinjauan Al Qur-an & Sunnah)

  • PENDAHULUAN (Waqiiyyah)Manusia dan Agama Dua Dimensi TerpisahAgama Urusan PribadiTerbatas pada Ritual dan SeremonialSplit personality, standar gandaProses Pemisahan pada Dua SisiKapitalisme (materialisme, rasionalisme; Q.S. 7:175-176)Sekularisme (fragmatisme; Q.S. 25:43, 45:23)Keberagamaan Bersifat Menyeluruh (Q.S. 3:112)Marifatul insan; (dari mana Q.S. 86:5-10, untuk apa Q.S. 51:56, mau kemana Q.S. 31:14)Ikatan keagamaan Ayat qouliyyah (petunjuk) & ayat kauniyyah (sarana hidup)

  • Manusia dalam Al Qur-anIstilah Qur-aniyyah:Al Basyar (Q.S. 30:20; 41:6; 18:10)Al Insaan (Q.S. 14:34; 16:4; 15:26)An Naas (Q.S. 114:1-6)Bani Adam (Q.S. 17:70)Proses Kejadian:Manusia Pertama (Q.S. 23:12; 32:7; 3:59)Manusia Kedua (Q.S. 4:1)Tanpa Proses Perkawinan (Q.S. 3:59; 19:16-36)Keturunan Adam (Q.S. 23:12-16; 31:9; tahapan 40 hari)Pengertian ManusiaMakhluq yang tersusun dari ruh (langit) dan jasad (bumi), berderajat mulia, bertugas ibadah, sebagai kholifah di bumi, mewujudkan kebahagiaan dunia & akhirat.

  • Karakteristik ManusiaManusia dicipta dengan kehebatan, potensi, tugas, dan kedudukanKehebatan (ilmu, kehendak, akal, daya khayal, dll)Potensi (qolbu, pendengaran, penglihatan)Tugas (ibadah)Kedudukan & Fungsi (kholifah) Manusia yang muminManusia yang tidak demikian (binatang, babi, batu, keledai, kera, anjing)Kejiwaan (Q.S. 91:7-10)Amarah (Q.S. 12:53; 70:19-31)Muthmainnah (Q.S. 89:27-31)Lauwamah (Q.S. 75:1-2)

  • Tujuan Hidup ManusiaTugas Hidup: Mengabdikan diri kepada Allah dalam berbagai aspek kehidupan (Ibadah), QS. 51:56Peranan Hidup: sebagai Khalifah (memakmurkan bumi, mensejahterakan kehidupan; QS. 6:165, 11:61) dan menyampaikan serta membela ajaran Allah (QS. 3:110)Tujuan Hidup: Ridho Allah (QS. 6:163, 10:25) yang terjabar dalam QS. 2:200 (yaitu hasanah di dunia, hasanah di akhirat dan terpelihara dari api neraka)Hasanah di dunia: Rizki yang halal, ilmu yang bermanfaat, istri/suami yang sholeh dsb.Hasanah di akhirat: Nikmat syurga dan bebas dari api nerakaPedoman Hidup: Al-Quran dan As-Sunnah sebagai peraturan untuk menata kehidupan ke arah yang sejahtera bagi pribadi (QS. 17:9), keluarga (QS. 66:1) dan masyarakat (QS. 59:7)

  • Teladan Hidup : Muhammad SAW (QS. 33:21) dan Para Rasul Lainnya (60:4)Orang-orang yang mengikuti petunjuk Allah (Para Nabi, Shiddiqin (QS. 4:69), para syuhada, sholihin dll)Kawan Hidup: Muminin dan muminah (sebagai saudara; QS.49:10, dan pembela; QS. 9:71) serta orang-orang yang tidak memusuhi Islam (berlaku adil dan berlaku baik, QS. 60:8-9)Lawan Hidup: Segala sifat buruk dan merusak (Iblis, manusia) syaithan (Qs. 23:97-98; 6:112 dan 96:6)Sifat Buruk : Kufur (Qs. 4:89), Syirik (Qs. 61:9), Memusuhi Allah (Qs. 60:1), Nifaq (Qs. 4:140), Ifsad (QS. 10:81), Kikir dan Keluh Kesah (Qs. 70:19-23) dllBekal Hidup: Hal-hal tersebut diatas dan alam semesta serta segala isinya (Qs. 45:13)

  • Sifat-sifat Manusia (91:7-10)Sifat Taqwa = Syukur (14:7), sabar (2:45,153; 3:16,200), penyantun, penyayang, bijaksana, suka bertaubat, lemah lembut, jujur, dapat dipercaya Keberhasilan

    Sifat Fujur = Tergesa-gesa (17:11, 21:37), berkeluh kesah (70:19), gelisah (70:20), en

Recommended

View more >