Analis Kesehatan Sgot Sgpt

  • Published on
    10-Mar-2016

  • View
    56

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

sdazgfx

Transcript

<p>ANALIS KESEHATAN PEMERIKSAAN SGOTSGPTMarch 13, 2014 by anggitaprameswari </p> <p>A. Latar BelakangHati merupakan organ padat yang terbesar yang letaknya di rongga perut bagian kanan atas. Organ ini mempunyai peran yang penting karena merupakan regulator dari semua metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Tempat sintesa dari berbagai komponen protein, pembekuan darah, kolesterol, ureum dan zat-zat lain yang sangat vital. Selain itu, juga merupakan tempat pembentukan dan penyaluran asam empedu serta pusat pendetoksifikasi racun dan penghancuran (degradasi) hormon-hormon steroid seperti estrogen.Pada jaringan hati, terdapat sel-sel Kupfer, yang sangat penting dalam eliminasi organisme asing baik bakteri maupun virus. Karena itu untuk memperlihatkan adanya gangguan faal hati, terdapat satu deretan tes yang biasanya dibuat untuk menilai faal hati tersebut. Perlu diingat bahwa semua tes kesehatan mempunyai sensitivitas dan spesifisitas yang berlainan, maka interpretasi dari hasil tes sangat dipengaruhi oleh hal-hal tersebut.Karena faal hati dalam tubuh mempunyai multifungsi maka tes faal hati pun beraneka ragam sesuai dengan apa yang hendak dinilai. Dan ketika sel-sel atau jaringan hati mengalami kerusakan dapat dilakukan pemeriksaan SGOT(Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase) dan SGPT(Serum Glutamic Piruvic Transaminase). Kedua enzim ini terdapat dalam sel-sel hati, otot jantung, ginjal, otot rangka dan otak.B. Definisi enzim SGOT dan SGPTEnzim Transaminase atau disebut juga enzim aminotransferase adalah enzim yang mengkatalisis reaksi transaminasi. Terdapat dua jenis enzim serum transaminase yaitu serum glutamat oksaloasetat transaminase dan serum glutamat piruvat transaminase (SGPT). Pemeriksaan SGPT adalah indikator yang lebih sensitif terhadap kerusakan hati dibanding SGOT. Hal ini dikarenakan enzim GPT sumber utamanya di hati, sedangkan enzim GOT banyak terdapat pada jaringan terutama jantung, otot rangka, ginjal dan otak (Cahyono 2009).Enzim aspartat aminotransferase (AST) disebut juga serum glutamat oksaloasetat transaminase (SGOT) merupakan enzim mitokondria yang berfungsi mengkatalisis pemindahan bolak-balik gugus amino dari asam aspartat ke asam -oksaloasetat membentuk asam glutamat dan oksaloasetat (Price &amp; Wilson,1995).Enzim GOT dan GPT mencerminkan keutuhan atau intergrasi sel-sel hati. Adanya peningkatan enzim hati tersebut dapat mencerminkan tingkat kerusakan sel-sel hati. Makin tinggi peningkatan kadar enzim GPT dan GOT, semakin tinggi tingkat kerusakan sel-sel hati (Cahyono 2009).Kerusakan membran sel menyebabkan enzim Glutamat Oksaloasetat Transaminase (GOT) keluar dari sitoplasma sel yang rusak, dan jumlahnya meningkat di dalam darah. Sehingga dapat dijadikan indikator kerusakan hati (Ronald et al. 2004).Kadar enzim AST (GOT) akan meningkat apabila terjadi kerusakan sel yang akut seperti nekrosis hepatoseluler seperti gangguan fungsi hati dan saluran empedu, penyakit jantung dan pembuluh darah, serta gangguan fungsi ginjal dan pankreas (Price &amp; Wilson,1995).GOT banyak terdapat pada mitokondria dan sitoplasma sel hati, otot jantung, otot lurik dan ginjal (Sagita A 2006).C. Cara Pemeriksaan1. SGOT Metode : Kinetik IFCC (tanpa pyridoxal-5-phosphate) PrinsipAminotransferasi ( AST ) mengkatalis transaminasi dari L aspartate dan a kataglutarate membentuk L glutamate dan oxaloacetate. Oxaloacetate direduksi menjadi malate oleh enzym malate oleh enzym malate dehydrogenase ( MDH ) dan niconamide adenine dinucleotide ( NADH ) teroksidasi menjadi NAD. Banyaknya NADH yang teroksidasi, berbanding langsung dengan aktivitas AST dan diukur secara fotometrik dengan panjang gelombang 340 nm. Peralatan Kuvet Mikropipet 100l , 1000 l Tip kuning dan tip biru Spektrofotometer Bahan : Serum atau plasma heparin Reagensia Reagen 1 : TRIS pH 7,65 110 mmol/LL-aspartate 320 mmol/LLDH (Lactate dehydrogenase) 1200 U/LMDH (Malate dehydrogenase) 800 U/L Reagen 2 : NADH 1 mmol2-oxoglutarat 65 mmolDari ragen 1 dan 2 dibuat monoreagen dengan perbandingan 4 bagian reagen 1 ditambah 1 bagian reagen 2. Misalnya 20 mL R1 ditambah 5 mL R2. Homogenkan dan stabilkan pada suhu 2-8 oC. Cara kerja1. Masukkan ke dalam tabung reaksiBlankoPemeriksaan</p> <p>Reagen1000 l</p> <p>Serum 100 l</p> <p>1. Homogenkan, dan dibaca dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 340 nm dengan faktor 1745.2. Pembacaan dilakukan pada menit 1, 2 , dan 33. Catat hasil pemeriksaan dan hitung kadar SGOT dengan rumusA/min x faktor = aktivitas ASAT (U/L)1. SGPT Metode : Kinetik IFCC (tanpa pyridoxal-5-phosphate) PrinsipAlanine aminotransferase ( ALT ) mengkatalis transiminasi dari L alanine dan a kataglutarate membentuk l glutamate dan pyruvate, pyruvate yang terbentuk di reduksi menjadi laktat oleh enzym laktat dehidrogenase ( LDH ) dan nicotinamide adenine dinucleotide ( NADH ) teroksidasi menjadi NAD. Banyaknya NADH yang teroksidasi hasil penurunan serapan ( absobance ) berbanding langsung dengan aktivitas ALT dan diukur secara fotometrik dengan panjang gelombang 340 nm. Peralatan Kuvet Mikropipet 100l , 1000 l Tip kuning dan tip biru Spektrofotometer Bahan : Serum atau plasma heparin Reagensia Reagen 1 : THS pH 7,15 140 mmol/LL-alanine 700 mmol/LLDH (Lactate dehydrogenase) 2300 U/L Reagen 2 : NADH 1 mmol2-oxoglutarat 85 mmolDari ragen 1 dan 2 dibuat monoreagen dengan perbandingan 4 bagian reagen 1 ditambah 1 bagian reagen 2. Misalnya 20 mL R1 ditambah 5 mL R2. Homogenkan dan stabilkan pada suhu 2-8 oC. Cara kerja1. Masukkan ke dalam tabung reaksiBlankoPemeriksaan</p> <p>Reagen1000l</p> <p>Serum</p> <p>1. Homogenkan, dan dibaca dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 340 nm dengan faktor 1745.2. Pembacaan dilakukan pada menit 1, 2 , dan 33. Catat hasil pemeriksaan dan hitung kadar SGPT dengan rumusA/min x faktor = aktivitas ALAT (U/L)D. Nilai normal1. SGOT Perempuan : &lt; 31 U/L Laki-laki : &lt; 35 U/L1. SGPT Perempuan : &lt; 31 U/L Laki-laki : &lt; 41 U/LE. Tinjauan Klinis Enzim SGOT dan SGPT dapat meningkat karena adanya gangguan fungsi hati, dan penanda kerusakan sel lainnya, yang salah satu penyebabnya adalah proses infeksi yang disebabkan oleh virus. Peningkatan SGOT/SGPT &gt; 20 kali normal : hepatitis viral akut, nekrosis hati (toksisitas obat atau kimia) Peningkatan 3-10 kali normal : infeksi mononuklear, hepatitis kronis aktif, sumbatan empedu ekstra hepatik, sindrom Reye, dan infark miokard (SGOT&gt;SGPT) Peningkatan 1-3 kali normal : pankreatitis, perlemakan hati, sirosis Laennec, sirosis biliaris.F. Hal-hal yang dapat mempengaruhi temuan laboratorium Pengambilan darah pada area yang terpasang jalur intra-vena dapat menurunkan kadar Trauma pada proses pengambilan sampel akibat tidak sekali tusuk kena dapat meningkatkan kadar Hemolisis sampel Obat-obatan dapat meningkatkan kadar : antibiotik (klindamisin, karbenisilin, eritromisin, gentamisin, linkomisin, mitramisin, spektinomisin, tetrasiklin), narkotika (meperidin/demerol, morfin, kodein), antihipertensi (metildopa, guanetidin), preparat digitalis, indometasin (Indosin), salisilat, rifampin, flurazepam (Dalmane), propanolol (Inderal), kontrasepsi oral (progestin-estrogen), lead dan heparin. Aspirin dapat meningkatkan atau menurunkan kadar.G. Kesimpulan1. Pemeriksaan SGOT dan SGPT dilakukan dengan metode kinetik untuk penentuan aktifitas SGOT dan SGPT sesuai dengan rekomendasi dari IFCC ( Internasional Federation of Clinical Chemistry )2. Nilai normal kadar SGOT dalam serum untuk perempuan adalah &lt; 31 U/L dan laki-laki adalah &lt; 35 U/L, sedangkan untuk SGPT pada perempuan adalah &lt; 31 U/L dan laki-laki adalah &lt; 41 U/L.3. Enzim SGOT dan SGPT dapat meningkat karena adanya gangguan fungsi hati, dan penanda kerusakan sel lainnya, yang salah satu penyebabnya adalah proses infeksi yang disebabkan oleh virus.4. Pemeriksaan SGPT adalah indikator yang lebih sensitif terhadap kerusakan hati dibanding SGOT. Hal ini dikarenakan enzim GPT sumber utamanya di hati, sedangkan enzim GOT banyak terdapat pada jaringan terutama jantung, otot rangka, ginjal dan otak.Daftar Pustaka :Widjaja, Suwandhi.Gangguan Faal (Fungsi) Hati Yang Sering Ditanyakan Oleh Penderita . http://www.medistra.com, diakses tanggal18 Oktober 2013Anonim. 2012. Pemeriksaan SGOT dan SGPT untuk Diagnosa Hepatitis, http://analismuslim.blogspot.com, diakses tanggal 18 Oktober 2013Riswanto. 2009. SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase), http://labkesehatan.blogspot.com, diakses tanggal 18 Oktober 2013Cahyono JBSB. 2009. Hepatitis A. Yogyakarta : Kanisius yogyakartaEssig, M.G. 2008. Alanine Aminotransferase, http://www.webmd.com, diakses tanggal 29 April 2012Ronald et al. 2004. Tinjauan Kilis Hasil Pemeriksaan Laboratorium. Jakarta: EGCSardini, S. 2007. Penentuan Aktivitas Enzim GOT dan GPT dalam Serum dengan Metode Reaksi Kinetik Enzimatik sesuai IFCC. Jakarta : BATAN.Suharjo, BJ. 2009. Hepatitis A. Yogyakarta: KanisiusPrice, A.S. dan Wilson, M.L., 1995, Patofisiologi Konsep Klinik Proses-Proses Penyakit, EGC, Jakarta.</p> <p>Tujuan:Memperlihatkan dan memahami konsep aktivitas spesifik enzim Glutamat Piruvat Transaminase (GPT) dan Glutamate-Oksaloasetat Transaminase (GOT)Teori singkatSGOT singkatan dari Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase, Sebuah enzim yangbiasanya hadir dalam dan jantung sel-sel hati. SGOT dilepaskan ke dalam darah ketika hati ataujantung rusak. Tingkat darah SGOT ini adalah demikian tinggi dengan kerusakan hati (misalnya,dari hepatitis virus ) atau dengan penghinaan terhadap jantung (misalnya, dari serangan jantung).Beberapa obat juga dapat meningkatkan kadar SGOT. SGOT juga disebut aspartateaminotransferase (AST).Sedangkan SGPT adalah singkatan dari Serum Glutamic Piruvic Transaminase, SGPTatau juga dinamakan ALT (alanin aminotransferase) merupakan enzim yang banyak ditemukanpada sel hati serta efektif untuk mendiagnosis destruksi hepatoseluler. Enzim ini dalam jumlahyang kecil dijumpai pada otot jantung, ginjal dan otot rangka. Pada umumnya nilai tesSGPT/ALT lebih tinggi daripada SGOT/AST pada kerusakan parenkim hati akut, sedangkanpada proses kronis didapat sebaliknya.SGPT/ALT serum umumnya diperiksa secara fotometri atau spektrofotometri, secarasemi otomatis atau otomatis. Nilai rujukan untuk SGPT/ALT adalah :Laki-laki : 0 50 U/LPerempuan : 0 35 U/LDalam uji SGOT dan SGPT, hati dapat dikatakan rusak bila jumlah enzim tersebutdalam plasma lebih besar dari kadar normalnya.Kondisi yang meningkatkan kadar SGPT/ALT adalah : Peningkatan SGOT/SGPT &gt; 20 kali normal : hepatitis viral akut, nekrosis hati (toksisitasobat atau kimia) Peningkatan 3-10 kali normal : infeksi mononuklear, hepatitis kronis aktif, sumbatanempedu ekstra hepatik, sindrom Reye, dan infark miokard (SGOT&gt;SGPT) Peningkatan 1-3 kali normal : pankreatitis, perlemakan hati, sirosis Laennec, sirosisbiliarisFaktor yang dapat mempengaruhi temuan laboratorium : Pengambilan darah pada area yang terpasang jalur intra-vena dapat menurunkan kadar Trauma pada proses pengambilan sampel akibat tidak sekali tusuk kena dapatmeningkatkan kadar Hemolisis sampel Obat-obatan dapat meningkatkan kadar : antibiotik (klindamisin, karbenisilin,eritromisin, gentamisin, linkomisin, mitramisin, spektinomisin, tetrasiklin), narkotika(meperidin/demerol, morfin, kodein), antihipertensi (metildopa, guanetidin), preparatdigitalis, indometasin (Indosin), salisilat, rifampin, flurazepam (Dalmane), propanolol(Inderal), kontrasepsi oral (progestin-estrogen), lead, heparin. Aspirin dapat meningkatkan atau menurunkan kadarAlat: Spekrtrofotometer Tabung reasi + rak Jarum suntik Alcohol pads Mikropipet TippBahan: Plasma darah (hindarkan hemolisis) Reagen 1 (R1/reagen enzim):-. Tris Buffer pH7,5 100 mmol/L L-Alanin 500 mmol/L-. LDH 1200 U/L Reagen 2 (R2/reagen pemulai): -. 2-oxoketoglutarat 15 mmol/L-. NADH0,18 mmol/LCara kerja:1. Lakukan pengambilan darah sebanyak 3ml (hindari hemolisis), masukkan kedalamtabung vacutest kemudian disentrifugasi untuk mendapatkan plasmanya2. Hangatkan reagen dan cuvet pada temperature yang diinginkan dan temperature haruskonstan (0,5C)3. Campurkan sampel 200L dengan reagen 1 1000L lalu diinkubasi pada temperature25/30C, sampel 100L dengan reagen 1 1000L lalu diinkubasi selama 5 menit padatemperatur 37C4. Tambahkan reagen 2, masing-masing sebanyak 2505. Campurkan reagen dengan sampel, baca absorbansi pada panjang gelombang 365nm,setelah 1 menit dan pada saat yang sama, hitung waktu dengan stopwatch6. Baca lagi absorbansi dengan pasti setelah 1 menit, 2 menit dan 3 menit</p>