Analisis Ekonomi Kelautan Dan Arah Kebijakan Pengembangan Jasa Kelautan

  • Published on
    26-Jul-2015

  • View
    189

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

ANALISIS EKONOMI KELAUTAN DAN ARAH KEBIJAKAN PENGEMBANGAN JASA KELAUTANOleh:

Prof. Dr. Ir. H. Tridoyo Kusumastanto, MSPusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan, Institut Pertanian Bogor (PKSPL-IPB)1. Pendahuluan Di era globalisasi yang bercirikan liberalisasi perdagangan dan persaingan antarbangsa yang makin sengit, segenap sektor ekonomi harus mampu menghasilkan barang dan jasa (goods and services) berdaya saing tinggi. Sebagai negara bahari dan kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi pembangunan (ekonomi) kelautan yang besar dan beragam. Bidang Kelautan terdiri dari berbagai sektor yang dapat dikembangkan untuk memajukan dan memakmurkan bangsa Indonesia, yaitu: (1) perikanan tangkap; (2) perikanan budidaya; (3) industri pengolahan hasil perikanan; (4) industri bioteknologi kelautan; (5) pertambangan dan energi; (6) pariwisata bahari; (7) angkutan laut; (8) jasa perdagangan; (9) industri maritim; (10) pulau-pulau kecil; dan (11) sumberdaya non-konvensional; (12) bangunan kelautan (konstruksi dan rekayasa); (13) benda berharga dan warisan budaya (cultural heritage); (14) jasa lingkungan, konservasi dan biodiversitas. Dalam rangka mengatasi berbagai keterbatasan pengembangan ekonomi berbasis daratan maupun stagnasi pertumbuhan ekonomi saat ini. Apabila dikelola dengan baik berbagai sektor tersebut memiliki potensi sangat besar untuk dikembangkan menghasilkan produk-produk unggulan. Sementara itu permintaan produk kelautan diperkirakan akan terus meningkat --seiring dengan bertambahnya penduduk dunia, sehingga diyakini ekonomi kelautan dapat menjadi keunggulan kompetitif dan memecahkan persoalan bangsa. 2. Analisis Keragaan Ekonomi Kelautan (Ocean Economy) Beberapa kajian tentang keragaan ekonomi kelautan telah dilakukan, dalam uraian berikut ini disajikan deskripsi dan analisis ekonomi kelautan tersebut:

1) Strategi Dasar Pembangunan Kelautan dan Rencana Aksi PembangunanKelautan dilakukan oleh Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB, Bogor bekerjasama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Puslitbang Oseanologi LIPI Tahun 1997/1998 Hasil kajian tersebut menghasilkan pembagian bidang kelautan yang meliputi : (1) sektor perikanan, (2) sektor pariwisata bahari, (3) sektor pertambangan (4) sektor industri maritim, (5) sektor angkutan laut, (6) sektor bangunan kelautan, dan (7) sektor jasa kelautan.

Pada kajian ini juga dihasilkan rumusan tentang arah strategi dan rencana aksi pembangunan kelautan di Indonesia.

2) Kajian Kebutuhan Investasi Pembangunan Perikanan Dalam PembangunanLima Tahun Mendatang (1999-2003) dilakukan oleh Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB Bogor bekerjasama dengan Direktorat Jendral Perikanan, Departemen Pertanian Tahun 1998/1999 Kajian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan investasi sector perikanan yang didasarkan pada nilai ICOR dan ILOR. Incremental Capital Output Ratio (ICOR) merupakan indikator untuk mengukur sejauh mana efisiensi dari suatu investasi. Makin rendah angka ICOR, maka investasi yang dilakukan semakin efisien. ICOR dihitung sebagai rasio investasi terhadap PDB. ICOR merupakan salah satu metoda untuk menghubungkan pertumbuhan faktor produksi dengan pertumbuhan ekonomi. ICOR juga menghubungkan besarnya pembentukan modal tetap domestik bruto dengan pertambahan PDB, yang dapat digunakan untuk menunjukkan efisiensi suatu perekonomian dalam menggunakan barang modal. ICOR dapat juga menunjukkan pola kecenderungan penggunaan metoda produksi (padat karya atau padat modal) dalam suatu perekonomian. Dalam perencanaan makro, ICOR dapat digunakan untuk menaksir besarnya kebutuhan modal yang diperlukan untuk menghasilkan tingkat pertumbuhan ekonomi tertentu. Nilai ICOR berdasarkan kajian tersebut untuk sektor perikanan berkisar antara 2,753,95; mengindikasikan bahwa sub sektor ini mempunyai prospek yang cukup baik bagi investasi yang ditanamkan. Sedangkan ICOR rata-rata sektor perikanan sebesar 3,55 mengindikasikan bahwa sektor ini relatif efisien untuk penanaman modal dibandingkan beberapa sector lainnya.

Pada kajian tersebut juga dikaji nilai ILOR. ILOR (Incremental Labor Output Ratio) yang merupakan merupakan koefisien yang menghubungkan peningkatan jumlah tenaga kerja dan output atau produk yang dihasilkan. Dalam kajian tersebut, maka ouput didekati dari besarnya PDB yang dihasilkan. Berdasarkan hasil perhitungan dari tabel Input-Output 1995. Berdasar analisis Tabel I-O didapatkan Nilai Indeks ILOR berkisar 7-9 dan hal tersebut menujukkan bahwa sektor perikanan merupakan sektor yang cukup menyerap tenaga kerja dalam meningkatkan produksinya. 3) Kajian Kontribusi Ekonomi Sektor Kelautan Dalam Pembangunan Nasional dilakukan oleh Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB Bogor bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi (Puslitbang Oseanologi) LIPI Tahun 2000Pada kajian tersebut difokuskan kepada pendekatan terhadap produksi yang didasarkan pada permintaan pasar terhadap komoditas dari bidang kelautan. Adanya permintaan pasar ini merangsang terjadinya pemanfaatan potensi sumberdaya. Pemanfaatan sumberdaya tersebut, didasarkan pada dua hal pokok, yaitu potensi sumberdaya yang masih besar, serta ketersediaan faktor-faktor produksi. Proses pemanfaatan ini menghasilkan produksi, untuk memenuhi permintaan pasar tersebut. Besarnya produksi bidang kelautan secara keseluruhan, merupakan Produk Domestik Bruto sektor kelautan. Dari kajian tersebut dihasilkan PDB sektor kelautan atas dasar harga konstan Tahun 1993 pada tahun 1995 1998 menurut sub sektor (Milyar Rupiah).

Tabel 1. Distribusi Produk Domestik Bruto Bidang Kelautan atas Dasar Harga Berlaku (dalam miliar rupiah) No 1. 2. 3. Sektor Perikanan Energi dan Sumberdaya Mineral Industri Maritim -Pengilangan Minyak Bumi -LNG -Industri maritim lainnya Angkutan Laut Pariwisata Bahari Bangunan Kelautan Jasa Kelautan Jumlah PDB Sektor Kelautan Jumlah PDB Nasional PDB 1995 6.474 19.712 5.247 4.800 3.299 3.952 3.366 3.445 5.700 55.995 454.514,1 PDB 1996 9.989 21.426 6.859 3.904 3.990 4.790 3.950 4.256 6.409 65.573 532.630,8 PDB 1997 PDB 1998 15.907 20.345 42.652 94.142 7.890 7.490 4.209 5.450 4.965 5.093 9.890 103.546 625.505,9 8.374 9.079 6.425 14.043 12.329 11.751 12.646 189.134 942.843,8

4. 5. 6. 7.

Sumber : PKSPL IPB, 2000

Dimana bila dilihat dari persentase, maka nilainya adalah sebagai berikut:

Distribusi Prosentase Produk domestik Bruto Bidang Kelautan tahun 1995-1998 atas Harga BerlakuNo. 1. 2. 3. Sektor Perikanan Energi dan Sumberdaya Mineral Industri Maritim -Pengilangan Minyak Bumi -LNG -Industri maritim lainnya Angkutan Laut Pariwisata Bahari Bangunan Kelautan Jasa Kelautan Lainnya. Jumlah PDB Sektor Kelautan Jumlah PDB Nasional Persentase ( %) Produk Domestik Bruto 1995 1996 1997 1998 1,43 1,86 2,54 2,16 4,36 4,02 6,82 9,98

4. 5. 6. 7.

1,16 1,06 0,73 0,74 0,87 0,76 1,26 12,38 100

1,29 0,73 0,75 0,90 0,74 0,80 1,20 12,31 100

1,26 1,20 0,67 0,87 0,79 0,81 1,58 16,55 100

0,89 0,96 0,68 1,49 1,31 1,25 1,34 20,06 100

Sumber : PKSPL IPB, 2000

Sedangkan nilai ICOR berdasarkan analisis Tabel Input Output Tahun 1995 sebagai berikut: Tabel 3. Nilai Koefisien ICOR Bidang Kelautan, berdasar Tabel I-O tahun 1995

No. 1. 2. 3.

Sektor Perikanan Energi dan Sumberdaya Mineral Industri Maritim -Pengilangan Minyak Bumi -LNG -Industri maritim lainnya Angkutan Laut Pariwisata Bahari Bangunan Kelautan Jasa Kelautan Lainnya.

Nilai Indeks ICOR 3,42 3,64 3,56

4. 5. 6. 7.

3,81 3,10 4,01 3,52

Sumber : PKSPL IPB, 2000

Merujuk pada Tabel 3 diatas maka sektor pariwisata bahari merupakan sektor yang paling efisien dan mempunyai resiko paling kecil untuk penanaman investasi jika dibandingkan dengan sub sektor lain. Kajian tersebut juga merekomendasikan bahwa terdapat tiga hal yang harus dilakukan dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara nasional melalui ekonomi kelautan, yaitu:

Memperbesar dan memperluas diversifikasi sector-sektor kelautan. Memperbanyak investasi dengan memberikan dorongan/stimulus pada sektor- sektor yang mempunyai ICOR yang relatif rendah (perikanan, pariwisata).

Meningkatkan efisiensi yang mencakup alokasi usaha yang optimum berdasarkan jenis usaha, lokasi dan compatibility antar sektor kelautan.

4)

Strategi Pengelolaan dan Pemanfaatan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan kerjasama Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB Bogor dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Tahun 2004

Kajian tersebut pada intinya ditujukan untuk menyusun strategi pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan yang mengintegrasikan pendekatan kelestarian untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang dapat digunakan sebagai acuan bagi penyusunan kebijakan operasional dan perencanaan bagi para stakeholders dan pelaku usaha di bidang kelautan dan perikanan. Berdasarkan kajian tersebut dihasilkan nilai Produk Domestik Bruto sektor kelautan dan perikanan pada Tahun 2002.

Tabel 4. PDB Bidang Kelautan atas dasar harga berlaku pada tahun 1995 1998 menurut bidang (Milyar Rupiah).Sektor No 1. Perikanan PDB 1995 6.474 PDB 1996 9.989 PDB 1997 15.907 PDB 1998 20.345 PDB 2002 46.610

2. 3.

Energi dan Sumberdaya Mineral

19.712

21.426

42.652

94.142

170.234

Industri Maritim -Pengilangan Minyak Bumi -LNG -Industri maritim lainnya 4. Angkutan Laut 5. Pariwisata Bahari 6. Bangunan Kelautan 7. Jasa Kelautan Jumlah PDB Sektor Kelautan Jumlah PDB Nasional Sumber : PKSPL IPB,2004

5.247 4.800 3.299 3.952 3.366 3.445 5.700 55.995 454.514,1

6.859 3.904 3.990 4.790 3.950 4.256 6.409 65.573 532.630,8

7.890 7.490 4.209 5.450 4.965 5.093 9.890 103.546 625.505,9

8.374 9.079 6.425 14.043 12.329 11.751 12.646 189.134 942.843,8

35.049