Analisis Kadar Air Dan Kadar Abu Pada Tumbuhan

  • Published on
    17-Jul-2015

  • View
    395

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

<p>Oleh: Nashrul Wathan, S.Far., Apt.</p> <p>Penetapan Kadar Abu Prinsip: bahan dipanaskan pada temperatur di mana senyawa organik dan turunannya terdestruksi sehingga menguap tinggal unsur mineral dan anorganik Tujuan: memberikan gambaran kandungan mineral internal dan eksternal yang terdapat pada bahan/simplisialogam berat.doc</p> <p>Penetapan Kadar Abu Lebih kurang 2 g sampai 3 g zat yang telah digerus dan</p> <p>ditimbang seksama Masukkan ke dalam krus platina atau krus silikat yang telah dipijarkan dan ditara, ratakan Pijarkan perlahan-lahan hingga arang habis, dinginkan, timbang</p> <p>Jika arang masih ada: Arang tambahkan air panas, saring melalui kertas</p> <p>saring bebas abu Pijarkan sisa dan kertas saring dalam krus yang sama hingga bobot tetap, timbang Hitung kadar abu terhadap bahan yang telah dikeringkan di udara</p> <p>Penetapan kadar abu yang tidak larut dalam asam Didihkan abu (yang diperoleh pada penetapan kadar abu) dengan 25 ml asam klorida encer P selama 5 menit Saring melalui krus kaca masir atau kertas saring bebas abu, cuci dengan air panas pijarkan hingga bobot tetap, timbang Hitung kadar abu yang tidak larut dalam asam terhadap bahan yang telah dikeringkan di udara</p> <p>Penetapan kadar abu yang larut dalam air Didihkan abu (yang diperoleh pada penetapan kadar abu) dengan 25 ml air selama 5 menit kumpulkan bagian yang tidak larut, saring melalui krus kaca masir atau kertas saring bebas abu, cuci dengan air panas pijarkan selama 15 menit pada suhu tidak lebih dari 450 hingga bobot tetap, timbang Hitung kadar abu yang tidak larut dalam asam terhadap bahan yang telah dikeringkan di udara</p> <p>Penetapan Kadar Air Prinsip</p> <p>Pengukuran kandungan air dengan tujuan memberi batasan minimal atau rentang besarnya di dalam bahan Prosedur 1. Cara titrasi 2. Cara destilasi</p> <p>Cara Titrasi Pereaksi dan larutan yang digunakan peka</p> <p>terhadap air harus dilindungi dari pengaruh kelembaban udara Pereaksi: karl fischer disimpan dalam botol yang diperlengkapi dengan tabung pengering Labu titrasi kapasitas lebih kurang 60 ml dilengkapi 2 elektroda platina, pipa pengalir nitrogen, sumbat berlubang untuk ujung buret dan sebuah tabung pengering</p> <p>Prosedur titrasiZat dimasukkan dalam pipa pengalir nitrogenPengadukan menggunakan gas nitrogen atau dengan pengaduk magnit Dilakukan penambahan pereaksi karl fischer Titik akhir: penyimpangan akan lebih lama</p> <p>Cara destilasi alat</p> <p>sebuah labu 500 ml (A) dihubungkan dengan pendingin air balik (C) dengan pertolongan alat penampung (B). Tabung penerima 5 ml (E), berskala 0,1 ml. Pemanas. Bagian atas labu tabung penyambung (D) sebaiknya dibungkus dengan asbes. Pereaksi:Toluen</p> <p>Prosedur destilasi</p> <p>Sejumlah zat yang ditimbang seksama (mengandung 2-4 ml air) dimasukkan dalam labu kering</p> <p>Masukkan 200 ml toluen ke dalam labu, hub kan alat Tuang toluen ke dalam tab penerima melalui alat pendingin, panaskan labu selama 15 menit Setelah toluen mulai mendidih, suling dgn kecepatan lebih kurang 2 tts per detik ad sebag air tersuling</p> <p>lanjutan prosedurnaikkan kecepatan penyulingan ad 4 ml/detSetelah semua tersuling, cuci bag dalam pendingin dgn toluen sambil dibersihkan Lanjutkan penyulingan selama 5 menit</p> <p>Dinginkan, setelah air-toluen memisah sempurna baca volume air. Hitung kadar dlm persen</p> <p>Get a Success Pharmacist</p>

Recommended

View more >