Analisis Kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun

  • CategoryDocuments

  • View858

Report
Analisis Kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun A. Latar Belakang Kesadaran akan kebersihan di berbagai tempat masih sangat rendah. Padahal, kita ketahui bahwa banyak penyakit yang menghinggapi masyarakat dikarenakan pola hidupnya yang kurang bersih, seperti disentri dan muntaber. Sabun bukanlah barang mahal dalam kehidupan masyarakat. Dari kalangan atas hingga bawah, sudah tidak aneh dengan sabun. Namun, masyarakat belum terbiasa untuk memanfaatkan sabun untuk µsekedar¶ mencuci tangan. Sabun hanya dianggap un tuk mandi dan supaya µ seger¶ dan µwangi¶. Padahal, fungsi sabun jauh lebih besar dari pada itu, yaitu mencegah kuman jahat masuk ke dalam tubuh. Uang yang kita pegang hingga pekerjaan berat yang dilakukan (seperti misalnya petani di sawah) bisa menjadi sum ber penyakit apabila sebelum makan tidak mencuci tangan dahulu. Kuman jahat yang menempel di tangan turut masuk ke dalam tubuh dan apabila saat itu kekebalan tubuh sedang menurun, muncullah kondisi yang kita namakan sakit. Dari kebiasaan kecil mencuci tang an ini, diharapkan benteng pertahanan pertama tubuh dibangun. Kelompok kami mengambil contoh kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun yang dilaksanakan setiap tahun semenjak 2008 hasil kerjasama berbagai pihak seperti UNICEF, World Bank, dan berbagai negara -negara di Asia dan Afrika. Untuk di Indonesia ini, program kampanye ini dipimpin oleh Kementrian Kesehatan RI (Bakti Husada). B. Tujuan Mencuci tangan dengan sabun adalah cara paling efektif dan murah untuk mencegah penyakit diare dan infeksi pernafasan akut, yang mengambil nyawa jutaan anak -anak di negara berkembang tiap tahunnya. Secara umum, penyakit -penyakit seperti itulah yang menyebabkan kematian pada anak -anak. Meskipun memiliki potensi besar untuk menyelamatkan nyawa, namun mencuci tangan masih sangat jarang dijalankan dalam kehidupan masyarakat sehari -hari dan sulit untuk dipromosikan. Tantangannya adalah mengubah µmencuci tangan dengan sabun¶ dari sekedar ide yang baik menjadi kebiasaan sehari -hari di rumah, sekolah, dan komunitas secara umum. Mengubah cuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah dari toilet agar menjadi kebiasaan mampu menyelamatkan lebih banyak nyawa dibandingkan satu suntikan vaksin atau obat medis, mengurangi hampir setengah angka kematian akibat diare dan seperempat angka kematian akibat infeksi saluran pernafasan akut. Perubahan dalam kebiasaan mencuci tangan sangat penting agar tercapai MDG (Millennium Development Goal) mengurangi kematian pada anak -anak di bawah usia lima hingga dua per tiga pada tahun 2015. C. Analisis Kegiatan Kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun sangat dititik beratkan untuk dilaksanakan pada Hari Cuci Tangan Sedunia. Hari Cuci Tangan Sedunia dipusatkan perhatiannya pada sekolah dan anak-anak. Pada hari tersebut, taman bermain, ruang kelas, community center, dan area public perkotaan akan sibuk dengan aktivitas mencuci tangan. Mengapa Kegiatan ini Berfokus pada Anak -anak? Dari sekitar 120 juta anak yang lahir di negara berkembang setiap tahunnya, setengahnya hidup di lingkungan tanpa akses lingkungan yang bersih. Hal ini sangat berbahaya terhadap kesehatan mereka. Kurangnya kebersihan dan kurangnya akses kepada air bersih berkontribusi terhadap 88% kematian akibat penyakit diare, termasuk setiap tahunnya 1,5 juta kematian akibat penyakit sejenis diare terhadap anak di bawah usia lima tahun. Anak anak menderita akibat diare , penyakit pernafasan dan kematian. Namun demikian, penelitian menunjukkan bahwa anak -anak²segmen masyarakat yang paling energik, antusias, dan terbuka pada ide -ide baru²juga dapat menjadi agen -agen hebat perubahan sosial. Namun, dalam tugas kampanye kami kali ini, Kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun akan kami simulasikan di dalam ruang kelas dengan sasaran para mahasiswa kelas perkuliahan Manajemen Kampanye Komunikasi dan Pemasaran. C. 1. Pesan AYO BIASAKAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN! 5 WAKTU PENTING CUCI TANGAN PAKAI SABUN: 1. Sebelum makan 2. Sebelum menghidangkan makanan 3. Sebelum memberi makan bayi 4. Setelah dari WC 5. Setelah memegang hewan 5 LANGKAH CUCI TANGAN PAKAI SABUN YANG BENAR: 1. Basahi tangan seluruhnya dengan air bersih mengalir 2. Gosok sabun ke telapak, punggung tangan, dan sela jari -jari 3. Bersihkan bagian bawah kuku 4. Bilas tangan dengan air bersih mengalir 5. Keringkan tangan dengan handuk/tisu atau keringkan dengan udara/ dianginkan C. 2. Strategi & Taktik Berikut ini langkah -langkah kelompok kami dalam melaksanakan kampanye ini: Kampanye di lakukan di dalam ruang kelas tempat para mahasiswa belajar Menampilkan video yang kami buat mengenai cara mencuci tangan menggunakan sabun Memasang spanduk dengan logo kampanye kami ini Membagikan stiker kampanye kepada para mahasiswa di dalam kelas Salah satu personil kami kembali mendemonstrasikan cara mencuci tangan dan mengajak para mahasiswa dalam kelas untuk memperagakannya Simulasi kampanye ini akan kami laksanakan di dalam kelas pada alokasi waktu yang disediakan dosen pada jam mata kuliah Manajemen Kampanye Komunikasi dan Pemasaran. Adapun para personil pelaksana simulasi semua anggota kelompok Kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun. Contoh Kegiatan Kampanye Sejenis: Kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun Lifeboy InterMatrix Communications, 07 May 2007 Minggu 6 Mei 2007 kemarin, Lifebuoy bersama InterMatrix Communications sebagai Konsultan PR Lifebuoy, terlibat dalam Kampanye Nasional Cuci Tangan Pakai Sabun yang diselenggarakan oleh pemerintah Indonesia di lapangan Monas, Jakarta. Selain Lifebuoy, Kampanye Nasional Cuci Tangan Pakai Sabun ini juga didukung lembaga internasional seperti UNICEF dan USAID. Peresmian kampanye dilakukan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie. Hadir pula pada acara ini Menteri Pendidikan Bambang Sudibyo, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Farida Hatta. Dalam kegiatan ini tuan rumah wilayah yaitu Gubernur DKI Sutiyoso dan Wakil Gubernur Fauzi Bowo tidak hadir dan diwakili Sekretaris Daerah Ritola Tasmaya. Pada acara peresmian Kampanye Nasional Cuci Tangan Pakai Sabun ini, Intermatrix Communications membawa Pasukan 20 Detik Lifebuoy, yaitu 20 Dokter Kecil binaan Lifebuoy yang berasal dari SDN 04 Cilandak Barat, dan SDN 15 Pondok Labu Jakarta Selatan untuk melakukan peragaan cuci tangan pakai sabun yang benar bersama para menteri dan pejabat lainnya. Dari acara ini, Pasukan 20 Detik atau para Dokter Kecil ini mendapat banyak liputan media diantaranya Kompas, detik, Media Indonesia, Okezone, RCTI, SCTV, TPI, Trans TV dan TVRI. Sejak tahun 2006, InterMatrix Communications membantu Lifebuoy dalam kampanye membudayakan cuci tangan pakai sabun kepada masyarakat. Tahun lalu Intermatrix Communications dan Lifebuoy antara lain menggelar workshop nasional kesehatan untuk para guru Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidayah dimana fokus acara ini terutama mengenai pentingnya dan cara mencuci tangan pakai sabun yang benar. Untuk tahun ini program akan difokuskan pada pemberdayaan Dokter Kecil di beberapa kota besar di Pulau Jawa. KAMPANYE KEBERSIHAN TANGAN MEMPERINGATI HARI CUCI TANGAN SEDUNIA Kamis, tanggal 14 Oktober 2010, Tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) RS.Ortopedi Prof.Dr.R. Soeharso Surakarta melaksanakan Kegiatan Kampanye Kebersihan Tangan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) masyarakat dalam mewujudkan Indonesia Sehat 2010. Kegiatan yang ini diketuai oleh dr. Komang Kusumawati, SpRM dan dilaksanakan mulai pukul 07.30 s/d 11.00 WIB ini diawali dengan pembukaan oleh Direktur Medik dan Keperawatan, dr. Amin Mustofa, MARS, Sp.Ak, dilanjutkan dengan penandatanganan spanduk Komitmen Kebersihan Tangan oleh karyawan RS.Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta dan diakhiri dengan roadshow berupa Demo Cuci Tangan 6 Langkah dengan Antiseptik. Tujuan dari roadshow ini adalah menjangkau seluruh komunitas Rumah Sakit yang terdiri dari Karyawan, Pasien, Penunggu pasien dan Pengunjung. Pelaksanaan Roadshow dibagi menjadi 2 tim. Tim I yang dipimpin oleh Siti Muthmainah, AMK mengambil sasaran IGD, Instalasi Rawat Jalan dan Paviliun Wijayakusuma. Sedangkan Tim II yang dipimpin oleh Sukini, S.Kep.Ns mengambil sasaran Kamar Operasi, ICU dan Instalasi Rawat Inap. Bersamaan dengan roadshow akan dibagikan leaflet yang berisi ajakan cuci tangan 6 langkah dengan benar. Kampanye dalam rangka memperingati Hari Cuci Tangan Sedunia ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan atas pentingnya kebiasaan kebersihan tangan dengan cara mencuci tangan dengan benar baik dengan sabun atau antiseptic sebagai upaya mencegah terjadinya berbagai penyakit menular serta meningkatkan kemampuan dan ketrampilan masyarakat dalam mempraktekkan cuci tangan secara tepat dan benar. ANALISIS KAMPANYE CUCI TANGAN DAN CONTOH KEGIATAN KAMPANYE SEJENIS Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Kelulusan Mata Kuliah Man. Kamp. Komunikasi & Promosi Disusun Oleh: JERRY G PRATAMA 10080005242 Mankom FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG 2010
Description
Analisis Kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun A. Latar Belakang Kesadaran akan kebersihan di berbagai tempat masih sangat rendah. Padahal, kita ketahui bahwa banyak penyakit…