Analisis Nilai Tambah Dan Strategi Pengembangan Agroindustri Gula Kelapa (Ringkasan).Ps

  • Published on
    10-Dec-2014

  • View
    91

  • Download
    1

Embed Size (px)

Transcript

<p>RINGKASANARIS SETIAWAN 0210440011-44. ANALISIS NILAI TAMBAH DAN STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI GULA KELAPA (Studi Kasus di Dusun Siluman, Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang). Dibawah bimbingan Dr. Ir. H. Abdul Wahib M, MS dan Ir. H. Imam Syafii, MS Pertanian merupakan salah satu sektor yang potensial dan berperan penting dalam pembangunan, sedangkan dilain pihak sektor industri diandalkan bisa meningkatkan peranannya menjadi tulang punggung pembangunan dengan landasan pertanian yang tangguh. Sehingga diperlukan suatu industri yang sesuai untuk dikembangkan agar dapat menjembatani kedua sektor yang sangat penting tersebut, yaitu industri pertanian (Agroindustri). Sebagai salah satu penggerak pembangunan pertanian, agroindustri diharapkan dapat memainkan peranan penting dalam kegiatan pembangunan daerah, baik dalam sasaran pembangunan, pertumbuhan ekonomi, maupun stabilitas nasional, untuk mewujudkan harapan itu maka harus dilihat potensi yang ada. Oleh karena itu pembangunan pertanian yang dikaitkan dengan perkembangan industri pertanian perlu diarahkan ke arah pedesaan. Salah satu agroindustri produk olahan yang ada di Kabupaten Lumajang adalah agroindustri Gula Kelapa yang salah satu diantaranya bersentra di Dusun Siluman, Desa Bades, Kecamatan Pasirian. Gula Kelapa memberikan nilai tambah terhadap komoditas hasil pertanian yakni Nira Kelapa (Legen). Dengan demikian agroindustri mempunyai potensi untuk dikembangkan. Akan tetapi agroindustri tersebut ternyata belum mampu manjalankan usahanya secara maksimal dikarenakan masih dihadapkan pada beberapa kendala, salah satunya bermunculannya agroindustri lain di daerah sekitar menimbulkan situasi pasar yang kompetitif. Sehingga diperlukan adanya strategi yang tepat dalam upaya menghadapi persaingan pasar serta untuk pengembangan usaha. Tujuan penelitian ini adalah (1) Menganalisis seberapa besar nilai tambah agroindustri Gula Kelapa sebagai agroindustri skala rumah tangga (2) Menganalisis kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman yang dihadapi agroindustri Gula Kelapa dalam melaksanakan kegiatan usahanya serta menyusun strategi yang tepat untuk mengembangkan agroindustri Gula Kelapa berdasarkan kondisi internal dan eksternal perusahaan. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) pada sentra Agroindustri Gula Kelapa yang terletak di Dusun Siluman, Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang. Metode penentuan responden untuk Agroindustri Gula Kelapa digunakan metode Simple Random Sampling. Populasi pengrajin gula kelapa di daerah penelitian sebanyak 196 produsen. Dari populasi pengrajin gula diambil 20 % sebagai sampel sehingga diperoleh 40 orang pengrajin gula kelapa. Metode analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini terdiri dari analisis nilai tambah, analisis matrik SWOT, serta analysis grand strategy.</p> <p>Hasil perhitungan dari penelitian ini menujukkan bahwa rata rata nilai tambah yang diberikan dari pengolahan komoditas nira setelah diolah menjadi produk gula kelapa adalah rata-rata sebesar Rp 541,28,- per kilogram produk atau sekitar 51,90 %. Selain itu besarnya keuntungan rata rata yang diberikan dari agroindustri gula kelapa adalah Rp. 286,31,- per liter per satu kali produksi atau sebesar 52,30 %, dengan demikian menunjukkan bahwa agroindustri gula kelapa di Dusun Siluman, Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang layak untuk diusahakan. Dari analisis lingkungan internal perusahaan diperoleh hasil bahwa yang menjadi kekuatan dari agroindustri gula kelapa antara lain Kemudahan memperoleh bahan baku, Lokasi agroindustri strategis, Daya tahan produk, harga produk terjangkau, kapasitas produksi tinggi, pembagian kerja sesuai keahlian, tenaga kerja terampil, pengalaman usaha, kemampuan manajerial pemilik. Sedangkan yang menjadi kelemahannya antara lain teknologi sederhana, administrasi keuangan tidak tercatat, tidak ada inovasi produk, kemasan produk sederhana, tidak ada merek produk, pemasaran belum luas, promosi belum efektif, tenaga pemasar terbatas, standar kealitas produk belum terjaga. Selanjutnya dari analisis lingkungan eksternal perusahaan diperoleh hasil bahwa yang menjadi peluang dari agroindustri gula kelapa antara lain Permintaan pasar yang besar, Perluasan pasar, Dukungan pemerintah daerah, Inovasi produk, Lokasi pemasaran yang mudah dijangkau, Ketersediaan TK yang banyak dan murah, Perkembangan teknologi sbg sarana promosi dan produksi, Kontinuitas bahan baku, Kemudahan kredit modal usaha. Sedangkan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan adalah Fluktuasi harga produk, Masuknya pesaing baru, Adanya produk substitusi. Berdasar matrik Grand Strategy maka strategi yang dapat diterapkan oleh agroindustri gula kelapa untuk pengembangan usaha adalah strategi yang mendukung kebijakan pertumbuhan agrresive. Sedangkan dari matrik SWOT dapat diketahui bahwa salah satu strategi yang dapat digunakan oleh pengrajin gula kelapa adalah strategi SO yaitu strategi yang memanfaatkan kekuatan agroindustri untuk meraih peluang yang ada. Alternatif strategi tersebut antara lain meningkatkan volume produksi dan nilai penjualan, melakukan kredit untuk pengembangan usaha, difersivikasi / inovasi produk, serta meningkatkan kualitas, kuantitas dan kontinuitas produk di pasar.</p>