analitik rokok

  • View
    46

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

analitik tentang rokok

Transcript

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU MEROKOK(Studi Analitik Observasional di Dusun Mangundadi, Desa Krinjing Kecamatan Kajoran Magelang)

Karya Tulis Ilmiah Untuk memenuhi sebagian persyaratan kepaniteraan klinik Ilmu Kesehatan Masyarakat

Oleh :1. 2. 3. 4. 5.

Muaziroh Nikko Sukmabuana R. Adhytia Pradiartha Sekartika Dien Aspuri Tyas Anggraini

(01.208.5719) (01.208.5733) (01.208.5749) (01.208.5780) (01.208.5800)

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG 2013

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Merokok merupakan salah satu fenomena gaya hidup pada orang masa kini. Jika ditanya mengapa orang merokok, masing-masing pasti memiliki jawaban sendiri. Ada yang merasa bebas, dapat menghilangkan stress, memperbaiki memori, mengurangi kecemasan, mengurangi rasa lapar, memperbaiki konsentrasi dan bisa pula orang merokok sebagai ekspresi perlawanan dan pemberontakan (Stefanus, 2002). Merokok pada anak muda dengan kemauan sendiri disebabkan ingin menunjukkan bahwa ia telah dewasa atau merasa lebih tua dengan merokok. Sifat gengsi dari pemakai rokok dan agar kelihatan hebat atau gagah juga awal dari rasa ingin mencoba (Budi, 2006). Kurangnya tingkat pengetahuan masyarakat dapat

menyebabkan bertambahnya jumlah penderita akibat merokok. Pengetahuan tentang merokok merupakan hasil dari tahu setelah orang melakukan pengindraan melalui panca inderanya terhadap merokok dari kemampuan seseorang dalam kemampuan merespon stimulus dari panca indranya. (Notoatmojo, 2003). Belum dilakukan penelitian mengenai hubungan pengetahuan dan perilaku merokok di Dusun Mangundadi Desa Krinjing Organisasi kesehatan sedunia World Health Organization ( WHO ) tahun 2010 menyatakan bahwa rokok adalah penyebab kematian tiga juta

penduduk dunia setiap tahunnya. Survai di kota besar di Indonesia, yakni di Jakarta, Bekasi, Medan yang dilakukan oleh Aditama sebagai bagian dari survai WHO dan CDC (Atlanta) dan juga diselenggarakan lebih dari 100 negara di dunia, diperoleh data bahwa di Jakarta menunjukkan sebanyak 64,8 persen dan 9,8 persen wanita dengan usia di atas 13 tahun adalah perokok. Bahkan pada kelompok remaja sebanyak 49 persen pelajar pria dan 8,8 persen wanita di Jakarta sudah merokok. Sebagian perokok tahu bahwa merokok tidak baik untuk kesehatan dan lingkungannya, namun mereka memerlukan rokok dengan berbagai alasan. Dari soal diterima oleh lingkungannya, pergaulannya, sampai merasa tidak gagah dan modern tanpa rokok (Depkes, 2003). Kurangnya tingkat pengetahuan masyarakat dapat menyebabkan bertambahnya jumlah penderita akibat merokok. Pengetahuan tentang merokok merupakan hasil dari tahu setelah orang melakukan pengindraan melalui panca inderanya terhadap merokok dari kemampuan seseorang dalam kemampuan merespon stimulus dari panca indranya. Pengetahuan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain pendidikan dan pengalaman. Tingkat pendidikan seseorang akan berpengaruh terhadap sesuatu yang datang dari luar sedangkan pengetahuan diperoleh oleh faktor pengalaman yaitu beberapa banyak pengalaman yang telah diperoleh individu akan memperoleh informasi tentang suatu hal (Notoatmojo, 2003). Perilaku merokok akibat kurangnya pengetahuan tentang merokok. Perilaku merokok

adalah perilaku yang kompleks, yang diawali dan berlanjut yang disebabkan oleh beberapa variabel yang berbeda. Awal perilaku merokok pada umumnya diawali pada saat usia yang masih muda (Smet, 2004). Kebiasaan merokok masyarakat berawal dari adanya tekanan sosial misalnya dinyatakan bukan sebagai teman atau anggota kelompok jika tidak merokok. Ketagihan terhadap rokok pada umumnya disebabkan oleh intepretasi terhadap efek yang segera dirasakan ketika individu merokok (Loeksono dan Wismanto, 2009). Dari uraian di atas, maka perlu dilakukan penelitian mengenai hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku merokok khususnya di Dusun Mangundadi, Desa Krinjing Kecamatan Kajora Magelang

1.2.

Perumusan Masalah Apakah ada hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku merokok pada masyarakat Dusun Mangundadi Desa Krinjing Kecamatan Kajoran tahun 2013?

1.3.

Tujuan Penelitian 1.3.1. Tujuan umum Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku merokok pada masyarakat Dusun Mangundadi Desa Krinjing Kecamatan Kajoran tahun 2013.

1.3.2. Tujuan khusus1.3.2.1. Mengetahui

tingkat

pengetahuan

merokok di

kalangan

masyarakat Dusun Mangundadi Desa Krinjing Kecamatan Kajoran tahun 2013.1.3.2.2. Menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan

perilaku merokok pada masyarakat Dusun Mangundadi Desa Krinjing Kecamatan Kajoran tahun 2013.

1.4.

Manfaat Penelitian1.4.1. Menambah ilmu terutama dalam bidang kesehatan yang berhubungan

dengan tingkat pengetahuan merokok dengan perilaku merokok pada masyarakat Dusun Mangundadi Desa Krinjing Kecamatan Kajoran tahun 2013.1.4.2. Dari hasil penelitian ini diharapkan mahasiswa kedokteran dapat

mencegah atau menghilangkan perilaku merokok yang dilakukannya karena bahaya-bahaya yang ditimbulkan oleh rokok sangat buruk bagi kesehatan.1.4.3. Untuk memperoleh pengalaman dalam hal mengadakan riset sehingga

akan terpacu untuk meningkatkan potensi diri sehubungan dengan penanggulangan perilaku merokok.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA2.1.

Rokok Definisi Rokok adalah olahan tembakau terbungkus daun nipah atau kertas termasuk cerutu atau bentuk lainnya yang dihasilkan dari tanaman nikotiana tabakum, nikotiana rusticadan spesies lainnya yang terkandung nikotin dan tar dengan atau bahan tambahan. Rokok merupakan salah satu produk industri dan komoditi internasional yang mengandung sekitar 4.000 bahan kimiawi. Unsur-unsur yang penting antara lain tar, nikotin, karbon monoksida, benzopyrin, amonia, arsenikum. Diantara sekian banyak zat yang berbaya ini, ada 3 yang paling penting yakni tar, nikotin dan karbon monoksida karena dapat menimbulkan kanker paru, bronkhitis menahun, kanker mulut rahim, kanker pankreas, kanker kandung kemih, kanker ginjal, kanker perut, kanker hati, kanker darah, penyakit jantung koroner, stroke, impotensi, gangguan kehamilan dan janin (Abu Umar, 2005). Merokok adalah menghisap asap dari tembakau yang dibakar, masuk kedalam tubuh dan menghembuskannya kembali (Amstrong, 2002).

2.1.1.

Merokok adalah membakar rokok sebagian asapnya dihisap masuk kedalam tubuh dan sebagian tersebar ke lingkungannya (Ahmad, 2002).

2.1.2. Bahan-Bahan dalam Rokok2.1.2.1.

Tar Tar adalah senyawa polinuklir hidro karbon aromatika

karsinogenik, bertanggung jawab atas tumbuhnya sel kanker dalam tubuh pecandu rokok (Abu Umar, 2005).2.1.2.2.

Nikotin Nikotin yang memiliki formula kimia C10H14N2, adalah bahan

cairan berminyak beracun yang tidak berwarna kadang kekuningan dan merupakan salah satu racun paling keras yang kita kenal (Wauren, 1997 & Amstrong 1995). Nikotin mengganggu sistem saraf simpatik dengan akibat meningkatnya kebutuhan oksigen miokard. Nikotin mengandung zat adiktif yang membuat orang menjadi kecanduan dan sulit menghilangkan kebiasaan merokok. Efek nikotin menyebabkan rangsangan terhadap hormone catecholamine / merangsang pelepasan adrenalin sehingga bersifat memacu jantung dan tekanan darah serta menyebabkan gangguan irama jantung, juga mengganggu kerja saraf otak dan banyak bagian tubuh lainnya, Hal ini sama seperti yang dituliskan oleh Abu Umar, (2005). Nikotin yang terkandung dalam rokok dan tembakau pipa mengerutkan arteri.

Hal ini akan mengurangi darah yang mengalir ke seluruh tubuh. Peran nikotin inilah yang menjadi salah satu alasan utama mengapa orang-orang yang merokok mudah terkena serangan jantung. Ini karena koroner arteri yang mensuplai darah ke jantung akan mengerut. Dengan cara sama, nikotin mengurangi darah yang mengalir ke penis. Tentu saja anda tidak akan terkena serangan penis, namun mungkin akan menjadi impoten bila aliran darah yang terhambat cukup parah (Mark Ragg, 2003).2.1.2.3.

Karbon Monoksida Karbon Monoksida merupakan gas beracun dalam asap yang

dikeluarkan oleh mobil (Amstrong, 1995). Karbon monoksida ini mengikat hemoglobin dalam darah dan membuat oksigen tereliminasi akibatnya karbon monoksida dapat mengikat reduced hemoglobin yang biasanya mengangkut oksigen dalam butir-butir darah merah. Sehingga daya angkut darah untuk membawa atau mengantarkan oksigen pada jaringan tubuh menjadi kurang. Itu sebabnya seseorang akan merasakan sesak nafas atau terengah-engah pada waktu melakukan suatu pekerjaan yang berat. Sehingga jantung akan dipaksa bekerja atau memompa darahnya lebih keras atau cepat ke selurh tubuh. Hal ini menyebabkan seseorang akan mempunyai resiko tekanan darahnya meningkat. Disamping itu juga dapat terjadi kelainan pada pembuluh darahnya (Abu Umar, 2005).

2.1.2.4.

Benzopyrene Benzopyrene adalah suatu unsur dari tar dalam tembakau.

Benzopyrene terjadi pada waktu dibakar juga menyebabkan kanker (Wauran, 1997).2.1.2.5.

Amonia Amonia merupakan bahan kimia yang dipakai dalam bubuk

pembersih rumah tangga dan bahan peledak. Amonia adalah sejenis gas tidak berwarna yang terdiri dari nitrogen dan hydrogen, zat ini sangat tajam baunya dan merangsang. Amonia ini sangat mudah memasuki sel-sel tubuh (Tiandrasa, 1991).2.1.2.6.

Arsenikum Sejenis unsur kimia yang biasa digunakan untuk membunuh

serangga (Abu Umar, 2005).2.2.

Kategori Perokok Ada 2 jenis perokok yaitu perokok aktif dan perokok pasif. Perokok aktif

adalah seseorang secara aktif merokok, sedangkan perokok pasif adalah seseorang yang sebenarnya tidak merokok, namun karena ada orang lain yang merokok di dekatnya, akhirnya ia pun terpaksa menghisap asap rokoknya.

Pengelompokkan perokok berdasarkan jumlah rokok yang dihisap setiap harinya, menurut Santoso, (2009) yaitu : 1. Perokok akti