Antologi BSI

  • Published on
    10-Oct-2015

  • View
    188

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Bahasa Inggris

Transcript

  • JEJAK-JEJAKAntologi Cerpen dan Puisi

    Mahasiswa BSI 2009

    Epilog:Ahda Imran

    2012

    Bahasa dan Sastra InggrisUIN Sunan Gunung Djati

    Bandung

    Kerjasama:

  • JEJAK-JEJAKAntologi Cerpen dan Puisi Mahasiswa BSI 2009

    Hak Cipta 2012, Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UIN Sunan Gunung DjatiHak cipta dilindungi undang-undang.All right reserved.

    Kurator:Ahda Imran.

    Desain Sampul:Tim Penerbit SIRARU

    Layout:Tim Penerbit SIRARU

    ISBN: 978-602-18345-2-7

    Diterbitkan atas kerja sama antaraPenerbit SIRARU,Jln. A.H. Nasution, No. 33 RT. 03 RW. 05 Desa Cipadung Kecamatan CibiruKota Bandung 40614 Telp. 081220131313 - surel: penerbit.siraru@email.comdengan Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan ELSA.

  • 3DDAAFFTTAARR IISSII

    DAFTAR ISI 3

    DEDI SULAEMAN, M.HUMPROLOG 11

    PUISIJUWITA RACHMAWATI HERMAWAN PUTRI

    SAWAH 15ANA ROSDIANA

    SANG DEWI 16RAPTI INDRAYANI

    KOTA TUA 17ARIF IMAM GHOZALI

    PEMUJA DEWA 18PATUNG BERTELANJANG BADAN 19

    NADIA FITRI SUMIRATMALIOBORO 20

    ELAN ALBIRUDINKISAH RAMAYANA 21

    NITA NURAENIBINTANG DAN KERINDUAN 22

    NINA SURYANICUMULUS SENDU 24

    BAYU MOCHAMADYANG BODOH DIBODOHI 25

    MOCH LUTHFI HAKIEMLEMBAYUNG PERAK 26

    AI RIN RIN ANDRIANIPANAS 27

    RENI KARTIKAKISAH SEEKOR ANJING 28

  • 4AI SRI NURYANIISTANA AIR TAMAN SARI 29

    HERNAWATIMILIK KITA 30

    HANDRI PRASETIAPASAR JALANAN 31

    UMAR FARUK0 KM 32

    DESY AMDIASARIWATER CASTLE 33PEMUDA 09 34

    RESA RAHMADANIBOROBUDUR 35

    EKA ARI ASTUTIKENANGAN CANDI ITU 36

    ICHWAN DANURI PRATAMASENJA LANGIT PRAMBANAN 37

    RIANA YUSUFBUS MELAJU TAK MAU TAHU 38

    AZKUR CHIMAWANHIDUP ADALAH BATU 39

    MELLY RACHMAWATIMAWAR 40

    ARRY PURNAMAKEN 41AKAR TUA 42

    DINI NURDINIYATIBARONG YANG TERLEWATKAN 43DI MANA INDONESIA? 44

    SUSANDIBATIK JUVENTUS 45NAGA JADI KUYA 46

    SITI NUROHMAHSANG TUGU 47RAMA SHINTA 48

  • 5TYAS SAMESTIKMSB 49

    YENI ELMIJUBIR CANDI 50

    NIKIE MEINIKABOROBUDUR 51

    EUIS FATIMAHPATUNG BATU DI SAMPINGKU 52

    KOKOM RATNASARIMALIOBORO CINTAKU 53

    SITI AISAHPESONA PRAMBANAN 54SUARA MALIOBORO MALAM 55KESETIAAN KECIL 56

    DINI PITRIANIYOGYAKARTA 57

    DADANG ISKANDARBOROBUDUR 58YOGYAKARTA 59

    ASEP TAOPIK HUSNATERATAI UNGU TAK BERBAJU 60BUNGA-BUNGA DI SUBUH TERANG 61

    ALI MUKSINPANAS KOTA 62

    PIPIT FITRIAJEJAK-JEJAK 63SAJAK PERJALANAN 64

    JAYA PRASETIAHAMPA 65

    AJEM YUSTIKAKAU INDAH 66

    SITI AISYAH...LELAH... 67

    DEWI R. AHDAWIAHMAHA KUASA 68

  • 6ASEP RIDWANSONGSONGAN FAJAR 69

    SITI KHOIRI INAYAHMAHAKARYA 70

    RIZAL DARMAWANJAM DUA BELAS 71

    DIAN NURENDAHPADANG RAJA-RAJA 72

    LIA MARLIAWATITAMAN SARI 73

    YUSANTHIYA WINDHIANITAMALAM DI MALIOBORO 74MESJID BAWAH TANAH DI YOGYAKARTA 75

    HERI NURJAYAMALAM DI PRAMBANAN 76BOROBUDUR 77CANTING COKLAT 78

    ARI SUHARTOKOPI JOSS 79

    RIZKI FAUZIKERTAS KOSONG YOGYAKARTA 80MALAM DI MALIOBORO 81

    PIPIT NURUL FITRIAHDALAM BIS 82

    INTAN WULAN KUSTIANIBOROBUDUR 83

    SANTI RAMDHANITAHTA UNTUK RAKYAT 84MEREKA YANG MENGABDI 85

    DERRY RIZKIANAMALAM DI MALIOBORO 86

    LISDA PALUPI UTAMIDI UJUNG HARI KALA PRAMBANAN MEMBAYANG 87

    MAISAROHLONG DISTANCE (JOGJA, ... ANTARA BANDUNG DAN SURABAYA) 88

  • 7SISKA HARDIANA SAFITRI--- 89

    SADAM HUSENPACAR SEHARI 90

    YUDA RAHMAT HIDAYATKENANGAN 91

    NONOH MARDIYANAHLAYAKNYA BATIK 92

    SHOBAHUL FUTUHHABIS API TERBITLAH MATAHARI 94

    YASHINTA PRADINA SAPUTRAJALANAN JOGJA 95

    IDAS DASIMAHGELAPNYA BERNYAWA 96

    DIAN PURNAMASAWANG 97MEDUSA 98

    JASMARYADITAK APA KAU PANGGIL AKU HANOMAN 99KATA DI ANTARA PRAMBANAN DAN BOROBUDUR 100

    ASEP KOSWARAKICAUAN BURUNG PAGI 101

    FOURUS HUZNATUL ACINTA ABADI 102

    EKA AYU WAHYUNIRUSAK 103INGIN 104

    RENREN SITI NURHASANAHDI JENDELA BIS 105

    SITI HALWA MARDIAHHENING BOROBUDUR 106

    WAWI JUMANTARIPENGAMEN BUS KOTA 107

    ITA MUSTAPASUDUT MALAM MALIOBORO 108

  • 8ARIEF LUQMANMELODI PAYAU 109

    INSAN PURNAMAPRAMBANAN BUKAN CERITA 110BIRU DI SENDRATARI RAMAYANA 111

    YUDHA APRIANSYAHTAKDIR 112BOROBUDUR 113

    SOFIASUASANA MALAM 114

    IKA NURHOSNA FMALIOBORO 115

    ERISKA FITRIANISENDU 116

    AHMAD FUAD HANIFKICAUAN BURUNG GEREJA 117

    DEVI LUTFIANI SBECAK 118

    ELIS NURSITACANDI PRAMBANAN 119

    IMMA JANATYHUJAN DI PRAMBANAN 120

    ARI MARGONOAKU 121

    AI YENIWAYAI TANAH AIRKU 122

    WIDIYARTI NUR BEKTIISTIMEWA BOROBUDUR 123

    SITI PATIMAHCERITA LUKA JOGJA 124

    AL IKHLAS ARDIANSYAHJALAN 125

    AZZIS FAMEIASULTAN 126

  • 9DANIEL ANDREWNUSANTARA 127

    DIAN NUGRAHA RAMDANIJAMPARING; TI RAHWANA KEUR SINTA 128

    DIBA PRAJAMITHA A.SELAMAT ULANG TAHUN! 129

    DWI AGUSTIANMERAJUT ESOK 130

    KIKI AMELIAKRATON 131

    MAYMA AMALIA DEWIPANAS 132

    MUHAMMAD SIDIKREMANG MALAM MALIOBORO 133

    NENENGCERITA DARI ZEBRA-CROSS 134

    NURUL FAUZIYYAHSETUMPUK BATU 135

    SILVINA NUGRAHAWATIDI BAWAH SAYIDAN 136

    YUSANTIJALAN TAK BERUJUNG 137

    IMAN IMANULHAKIMMALIOBORO 138

    MARIAH NURAENISANG DEWI SHINTA 139

    NURLIANA RACHMAWATIRINDU, ELEGI DAN KAU 140

    DINAR SAEFULLOH AKBARDI DALAM SOBEKAN WAKTU 141

    DINI TRI HANDAYANIBATU KESAKITAN 142

    FADHILAH JUWITA LESTARIPENCARIAN SEJATI 143

  • 10

    FAISAL AMIR MALIK I.BAYANG KESEDIHAN 144

    ISYE MUSTIKAWAHAI PENAKU... 145

    MOH. FAUZAN RAHMANSETENGAH JIWA MENGHAMBAKAN APA 146

    NURUL AINAL KHOMSAHSEPERTI KISAH RAMA SHINTA 147

    ARIEF MAULANAGELANGGANG CITRA DI MALAM JOGJAKARTA 148

    INEU SRI WAHYUNIABDI DALEM 149

    CERPENINEU SRI WAYHUNI

    UANG 5000 153DANI KRISDIANA

    SAPU TANGAN MERAH MUDA DI BIS YOGYA 159LULU MAR ATUN SHALIHAH

    PENANTIAN 164NASRUL AFIDIN

    DALAM MIMPI: MENJADI RAJA 170

    ESSAYJAYA

    KUDA: APA BEDANYA AKU? 179

    EPILOGAHDA IMRAN

    MELANCONG KE YOGYA, MELAWAT KE DALAM BAHASA 185

  • 11

    PPRROOLLOOGGDedi Sulaeman, M.Hum.

    Bismillahi ar-Rahman ar-Rahim.

    Segala bentuk puja-puji adalah milik Dia, sang Raja manusia. Dia-lah sang Maha Pengasih-Penyayang yang senantiasa memberikan segalanikmat yang tak terhingga. Dia-lah yang menciptakan kita dari ketiadaan, menjadi ada, dan menjadi tiada lagi. Dia-lah yang memiliki cerita hidup manusia, dan kita sedang menulis cerita hidup kita di atasnya.

    Alhamdulillah, setelah hasil baca-periksa serta proses editing yang lumayan lama, akhirnya buku kumpulan karya mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris angkatan 2008 ini selesai jua.

    Antologi ini merupakan buah karya mahasiswa dari Praktek Profesi Lapangan (PPL) berupa travel-writing. Adapun tema yang diusung untuk tahun ini adalah: Waldenizing Jogjakarta. Kata Walden diambil dari karya Henry David Thoreaudengan tentunyamengacu pada konsep beliau terkait sebuah perjalanan yang inspiratif dan bias menghasilkan masterpiece. Jogjakarta merupakan tujuan perjalanan untuk menghasilkan karya bagi mahasiswa yang akan menuang gagasannya. Dengan demikian, karya-karya mahasiswa ini merupakan buah karya dari sebuah perjalanan menuju dan dari Jogjakarta dengan objek inspirasi Jogjakarta dan sebudarannya.

    Dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan banyak terima kasih kepada panitia Waldening Jogjakarta, BSI 2012, kepada dewan redaksi, editor serta kepada semua pihak yang telah memberikan segala bantuan dan dukungannya atas lancarnya dan terbitnya karya ini.

    Akhirul kalam, semoga PPL tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, dan semoga PPL tahun depan lebih baik dari tahun ini. Semoga karya ini bias menjadi bekal dan bahan nostalgia karyaberserta konteksnyabagi para pembaca dan penikmat karya. Kami dari pihak Jurusan BSI mohon maaf apabila ada ketidaknyamanan

  • 12

    selama pra-kegiatan, pelaksanaan kegiatan dan paska-kegiatan. Semoga segala aktivitas kita bias menjadi amal shaleh. Amin.

    AlhamdulillahiRabbil Alamiin.

    Bandung, Juli 2012

    Ketua Jurusan BSI,

    DediSulaeman, M. Hum.NIP. 197912292008011011

  • PP UU II SS II

  • 15

    SSAAWWAAHHJuwita Rachmawati Hermawan Putri

    Semburan angin membuatnya bergerakMenjadikannya seolah tak kuasa untuk menahanLambaian angin itu semakin membuat riuk padi bersenggamaSatu sama lainnya bersentuhanNamun tetap tanpa langkah, tanpa nadaHanya terlihat indah karena geraknya beriramaIngin rasanya menari bersama padi-padiMerasakan hangatnya suryaHingga membuatnya kian menguningKini pandang tak lagi berbatas

    Ciamis, 14 Mei 2012

  • 16

    SSAANNGG DDEEWWIIAna Rosdiana

    KauKecantikanmu menyerupai rembulanSenyumanmu menyerupai kehangatan matahariAnginpun tak kuasa melambai-lambaikan tangannya hanya untuk sekedar mencari perhatianmuMatahari terus memanaskan bumi siang hari hanya untuk menyinari kecantikanmuHingga membuat batu-batu bersatu padu membuat benteng istanamu demi melindungi tubuh gemulaimu agar tak terjamah oleh tangan-tangan yang bermainNamun, keangkuhan dan kesombonganmu membuatmu terpuruk dan abadi dengan lumuran-lumuran tanah keras

  • 17

    KKOOTTAA TTUUAARapti Indrayani

    Angin malam terasa menyapuBahkan panasnya yang terasa semakin menusukdan merasuk pori-pori kulitkuMenembus hingga jajaran tulang-tulangkudan bahkan menetralisir darah merahku

    di sini aku menghabiskan waktukudi kota yang sarat makna dan budayaindahmu tak sebanding cuacamuperjalananku menembus berabad-abad yang lalusaksi bisu tentang kerajaan-kerajaan kuno

    tentang bangunan-bangunan tuayang masih sedikit menempel pada anak cucunya di masa kinidan tentang budaya jawa dengan disuguhi ornamen-ornamen lamaingin sekali rasanya aku menembus lorong waktuuntuk sesekali menyaksikannya

  • 18

    PPEEMMUUJJAA DDEEWWAAArif Imam Ghozali

    Tangan-tangan sudraMengukir aksara sejarah suci di atas batuLukisan beberapa peradaban agungDari sang wangsa

    Tangan-tangan telanjangRuas-ruas kaki yang berkerutMenata batu peranakan bumi dan langitDan terciptalah rumah maha untuk sang trimurti

    Keyakinan menembus ruang hampaDari satu bubuk batu yang tak bergunaMenjadi pusat kesejarahan dunia

    Aksara dan symbol suci di tiap batu sisiTerpahat bersama relief bercandu nafsuSinga yang bermahkotakan vaginaDengan penis yang mengacung

    Pemuja dewa kesuburanPemuja dewa tarian

  • 19

    PPAATTUUNNGG BBEERRTTEELLAANNJJAANNGG BBAADDAANNArif Imam Ghozali

    Satu tangan terlipatKaki batu yang bersilaMenjaga kesucian stupaYang tumbuh di atasnya

    Dari peradaban wangsaMahakarya tercipta persembahan dua duniaPara pemuja DartaBertepuk kea rah syailendra

    Teratai bermandikan air langitTerapung di atas dewat-dewat keyakinanTumbuh di antara lembah-lembah kenistaanDawai terurai dari para pemuja

  • 20

    MMAALLIIOOBBOORROONadia Fitri Sumirat

    Goresan kuno yang indahangka yang tak terlihat

    mata yang terbelalak dalam kehiruk-pikukanberbincang-bincangorang berlalu-lalang,

    mondar-mandir,di jalan yang panjang

    dan, jalan yang tergores kuno itunamanya Malioboro

  • 21

    KKIISSAAHH RRAAMMAAYYAANNAAElan Albirudin

    Kami di sini berkumpul saat gelapMembawa mata jiwa yang kehausanKami menunggu suapanMenembus jauhnya sejarah budayaKami duduk pada kursi kembar sejutaDengan mata terbuka berpendengar di udaraDatanglah kau sang pembuka suasanaKami terbius terdiam sejak awalmuMeski indra tak mengerti tiap jiwa menikmatiOh,Ternyata hujan menyerangKau pulang, kamupun pulang

  • 22

    BBIINNTTAANNGG DDAANN KKEERRIINNDDUUAANNNita Nuraeni

    langit malam itu masih saja sendu.bintang-bintang bersinar bertaburan, tetap saja terasa kalbu.cahaya bulanpun tak mampu menyamarkan suasana yang teramat sangat pilu.Dia masih duduk di sana,di loteng tak beratap. Agar dia lebih leluasa memandang langit sendu.Dia menatap langit, memandang bulan.Sesekali dia mencoba berbicara pada bintang.Dengan bahasa yang tak mampu dimengerti oleh bulan dan langit.Dia berbicara pada bintang.Dengan bahasa kerinduan.Sesekali ia menyapu airmata yang meleleh di pipinya.

    Dibacanya kembali surat itu,Dia mencoba mencerna setiap goresan tinta yang terukir di atas kertas putih itu.Semakin dia mengerti, semakin dia tak kuasa menahan air matanya.

    Air mata itu bukanlah air mata bahagia,namun bukan pula air mata duka.

    Air mata itu air mata rindu.

    Rindu yang tak bisa terbendung lagi,Rindu yang tak bisa diungkapkan oleh beribu kata indah,Rindu yang tak bisa dilukiskan oleh lagu merdu.

    Surat itu masih digenggamnya,namun tak kembali ia baca.

    Kini dia sedang mencoba mengendalikan perasaannya,menata kerinduannya.

  • 23

    kepalanya kembali menengadah,menatap langit dan berbicara kembali dengan bintang.masih dengan bahasa kerinduan.Rindu yang takkan pernah ada habisnya,Rindu yang takkan pernah berujung.

    Kini dia mencoba untuk tersenyum,bukan karena terpaksa,tetapi karena Rindu.

  • 24

    CCUUMMUULLUUSS SSEENNDDUUNina Suryani

    Sekawanan Cumulus senduMenangis di pelipis jogja

    Tangisannya mengembun di balik jendela kacaKutempelkan jemariku di baliknya

    Merasakan luruhan tangisnya

    Sekawanan Cumulus senduLekukan tanah terisi genangan air, keruh

    Menganggu sekelompok Lumbicus Terrestrisyang sedang sibuk berselimut tanah

    Sekawanan Cumulus senduMemberikan guratan kebahagiaan di wajah merekaYang berdiri di atas hamparan tanah retak, kering

    Sekawanan Cumulus senduMemberikan kekesalan pada mereka yang berjalan di sepanjang trotoar

    Meneduh di ketiak warung-warung kecil, mengeluh

    Sekawanan Cumulus senduBagiku bagaikan arti yang mempunyai makna

  • 25

    YYAANNGG BBOODDOOHH DDIIBBOODDOOHHIIBayu Mochamad

    Aku tak tahu ituYang aku tahu itu hanya BatuAku tak tahu itu antikYang ku tahu itu hanya batikAku tak tahu itu KhasYang aku tahu itu sama dengan berasSemua Yang kalian tahuSedikit yang aku tak tahu

  • 26

    LLEEMMBBAAYYUUNNGG PPEERRAAKKMoch Luthfi Hakiem

    Kilauan batu tangan tuhanMengukir tubuh para perawan

    Membasuh kulit dengan lembayung perakSebuah tempahan para pencipta

    Ini bukanlah sebuah prosaBukan juga sebuah sastra para pujangga

    Tak termasuk tulisan tinta penaTapi ini tempahan tangan jiwa

    Kau asalkan ini tanah muliaWarisan Tuhan atas kita manusia

    Sebagai umat yang berkaryaDi tanah indah Yogyakarta

    Inilah tempahan lembayung perakPersembahan indah pemenuh hasrat

    Pengunci hati sejuta misteriLembayung perak penikmat hasrat

  • 27

    PPAANNAASSAi Rin Rin Andriani

    Terbakar sudah tubuh iniKobaran api seperti dekat dan melekat pada tubuh ini

    Serangan air muncul dari pori-pori kulitBasah dan membasahi tubuh

    Akan kuatkah kaki yang melangkahAgak tegakkan tulang yang menopang

    Gema suara itu semakin terdengarMulut-mulut itu bergerak serempak

    Panas

  • 28

    KKIISSAAHH SSEEEEKKOORR AANNJJIINNGGReni Kartika

    Jika liurku begitu najis,Untuk apa aku memiliki liur?

    Sesosok tubuh terguncang kagetAda seekor kucing hitam lewat dari balik tirai jendela

    Anjing, ada kucing lewat!

    Ah, kulihat seekor anjing tersenyum dengan sangatsederhana

    Menikmati perannya, sebagai si air liur bernajis.

  • 29

    IISSTTAANNAA AAIIRR TTAAMMAANN SSAARRIIAi Sri Nuryani

    Tempat pemandian sang ratu, ah itu duluistana air sekarang hanyalah reruntuhandan mungkin tiap rumah adalah bulir-bulir penyangga sang rajaBisakah melihatnya lagitaman sari terdahulutak rela melihatnya menjadi karattapi tak dapat dipungkiriruntuhmu sisakan banyak legenda

  • 30

    MMIILLIIKK KKIITTAAHernawati

    Teriknya matahari di siang hariTak menyusutkan aku untuk melihat sebuah karyaMereka terus berjalan untuk menyusuri sebuah karya berupa bangunanBangunan yang menyadarkan kitaDarimana kita berasalDahaga, keringat bukanlah suatu halanganUntukku tetap mencari tahuDan itu semua membuatku yakinBahwa kita memiliki sesuatuYang orang lain tak ada dapat memilikinya

  • 31

    PPAASSAARR JJAALLAANNAANNHandri Prasetia

    Langit hitam pekatJalanan gelap namun terlihat indahGemerlap bintang tak tampak di langitNamun kau tetap terlihat indah

    Di sepanjang jalan yang ku laluiTerlihat makhluk-makhluk yang menikmati sebatang tembakauMenciptakan awan di sana dan di siniMembuat indahmu hanya dapat dilihat dalam kalbu

  • 32

    00 KKMMUmar Faruk

    Hamparan pasir ter...