ARSITEKTUR ABAD PERTENGAHAN (MEDIAFAL) “ARSITEKTUR file.upi.edu/Direktori/FPTK/JUR._PEND._TEKNIK_ARSITEKTUR...Akibat adanya kontak budaya antara orang-orang Turki yang beragama Islam dengan budaya Nasrani Eropa, akhirnya arsitektur masjid yang semula mengenal atap

  • Published on
    06-Feb-2018

  • View
    217

  • Download
    3

Embed Size (px)

Transcript

<ul><li><p>ARSITEKTUR ABAD PERTENGAHAN (MEDIAFAL)</p><p>ARSITEKTUR BIZANTIUM</p></li><li><p>Sejarah Singkat Byzantium</p><p>Pada mulanya, daerah Eropa Timur yang disebutByzantium adalah koloni bangsa Yunani sejaktahun 660 sebelum masehi, yang kemudaianmenjadi bagian wilayah kekaisaran Romawi.Konstantin agung mengundang banyak senimanke Byzantium untuk membangun kota yangterletak di persimpangan antara selat Bosphorusdan laut Mamora. Kota ini kemudian dinamakanatas namanya, yaitu Konstantinopel, dan padatahun 330 diresmikan sebagai ibukota RomawiTimur.</p></li><li><p>KARAKTER ARSITEKTUR BYZANTIUM </p><p> Gaya arsitektur Byzantium yang bermula padaabad VI ini tumbuh dari berbagai dasar danakar kebudayaan.</p><p>1. gaya klasik seni Romawi Hedonis yang tidakberbau keagamaan</p><p>2. budaya pembuatan makam bawah tanah gayagereja Kristen-Romawi dari abad II III</p><p>3. banyaknya pembangunan gereja Kristen kunodi Yunani</p></li><li><p>Karakter arsitektur Byzantium Penggunaan sistem kubah untuk konstruksi atap bertolak belakang </p><p>dengan gaya Kristiani kuno berupa penopang-penopang kayu dan juga gayalengkung batu Romawi. Cita-cita arsitektur Byzantium adalah mengkonstruksi atap gereja dengan atap kubah, karena kubah dianggap simbol dari kekuasaan yang Maha Esa. </p><p> Membangun kubah diatas denah bujur sangkar menimbulkan kesulitan. Pada arsitektur Romawi juga ditemui kubah, tetapi semua dengan denah lingkaran. Contoh yang ditiru bangsa Byzantium adalah kubah dari bangsa Sassanid dari Timur, yang membangun kubah-kubah diatas denah bujursangkar, walau ukurannya sangat kecil. Bangsa Byzantium kemudian mengembangkan konstruksi kubah demikian yang dapat mencakup ruang-ruang yang sangat luas, seperti pada gereja Aya Sophia. </p></li><li><p>Contoh Karya ArsitekturAya Sofia adalah sebuah gereja bernama Hagia Sophia yangdibangun pada masa Kaisar Justinianus (penguasaBizantium), tahun 558 M. Arsitek Gereja Hagia Sophia iniadalah Anthemios dari Tralles dan Isidorus dari Miletus.Berkat tangan Anthemios dan Isidorus, bangunan HagiaSophia muncul sebagai simbol puncak ketinggian arsitekturBizantium. Kedua arsitek ini membangun Gereja HagiaSophia dengan konsep baru. Hal ini dilakukan setelah orang-orang Bizantium mengenal bentuk kubah dalam arsitekturIslam, terutama dari kawasan Suriah dan Persia. Keuntunganpraktis bentuk kubah yang dikembangkan dalam arsitekturIslam ini, terbuat dari batu bata yang lebih ringan daripadalangit-langit kubah orang-orang Nasrani di Roma, yangterbuat dari beton tebal dan berat, serta mahal biayanya.</p></li><li><p>Karena orang-orang Turki yang beragama Islamcukup arif, maka ketika Gereja Hagia Sophiadialihfungsikan menjadi masjid pada 1453, Padamasa Sultan Murad III, pembagian ruangnyadisempurnakan dengan mengubah bagian-bagianmasjid yang masih bercirikan gereja. Termasuk,mengganti tanda salib yang terpampang padapuncak kubah dengan hiasan bulan sabit danmenutupi hiasan-hiasan asli yang semula ada didalam Gereja Hagia Sophia dengan tulisan kaligrafiArab. Altar dan perabotan-perabotan lain yangdianggap tidak perlu, juga dihilangkan.Begitu pula patung-patung yang ada dan lukisan-lukisannya sudah dicopot atau ditutupi cat. Lantasselama hampir 500 tahun bangunan bekas GerejaHagia Sophia berfungsi sebagai masjid.</p></li><li><p>Akibat adanya kontak budaya antara orang-orangTurki yang beragama Islam dengan budaya NasraniEropa, akhirnya arsitektur masjid yang semulamengenal atap rata dan bentuk kubah, kemudianmulai mengenal atap meruncing. Setelah mengenalbentuk atap meruncing inilah merupakan titik awaldari pengembangan bangunan masjid yang bersifatmegah, berkesan perkasa dan vertikal. Hal ini pulayang menyebabkan timbulnya gaya baru dalampenampilan masjid, yaitu pengembangan lengkungan-lengkungan pada pintu-pintu masuk, untukmemperoleh kesan ruang yang lebih luas dan tinggi.</p></li><li><p>Alkuturasi Arsitektur Islam dengan Kristen</p><p>Aya Shopia</p></li><li><p>Gereja Masjid</p></li><li><p>Bentuk Pintu dan Pilar</p></li><li><p>Bentuk Bangunan</p></li><li><p>Ornamen Gereja yang Masih Ada</p></li></ul>

Recommended

View more >