Askep Akut Miokard Infark

  • Published on
    12-Jul-2016

  • View
    23

  • Download
    4

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Askep Akut Miokard Infark

Transcript

<p>1.untuk mengetahui Pengertian2.untuk mengetahui Etiologi3.Untuk Mengetahui Patofisiologi4.Untuk Mengetahui Pathway5.Untuk Mengetahui Manifestasi Klinis6.Untuk Mengetahui Analisa Data7.Untuk mengetahui Diagnosa Keperawatan8.Untuk Mengetahui Intervensi9.Untuk Mengetahui aktivitaas yang baik pada usia 14 bulan di kasus ini</p> <p>1.PengertianTetralogi of Fallot (TOF) adalah kelainan jantung kongenital dengan gangguan sianosis yang ditandai dengan kombinasi empat hal yang abnormal meliputi Defek Septum Ventrikel, Stenosis Pulmonal, Overriding Aorta dan Hipertrofi Ventrikel Kanan. (Buku Ajar Kardiologi Anak, 2002). Tetralogi of Fallot (TOF) adalah merupakan defek jantung yang terjadi secara kongenital dimana secara khusus mempunyai empat kelainan anatomi pada jantungnya. TOF ini adalah merupakan penyebab tersering pada Cyanotik Heart Defect dan juga pada Blue Baby Syndrome. TOF pertama kali dideskripsikan oleh Niels Stensen pada tahun 1672. tetapi, pada tahun 1888 seorang dokter dari Perancis Etienne Fallot menerangkan secara mendetail akan keempat kelainan anatomi yang timbul pada tetralogi of fallot. TOF merupakan penyakit jantung bawaan biru (sianotik) yang terdiri dari empat kelainan yaitu : Defek Septum Ventrikel (lubang pada septum antara ventrikel kiri dan kanan) Stenosis pulmonal (penyempitan pada pulmonalis) yang menyebabkan obstruksi aliran darah dari ventrikel kanan ke arteri pulmonal. Transposisi / overriding aorta (katup aorta membesar dan bergeser ke kanan sehingga terletak lebih kanan, yaitu di septum interventrikuler). Hipertrofi ventrikel kanan (penebalan otot ventrikel kanan) Komponen yang paling penting dalam menentukan derajat beratnya penyakit adalah stenosis pulmonal dari sangat ringan sampai berat.</p> <p>2.EtiologiPada sebagian kasus, penyebab penyakit jantung bawaan tidak diketahui secara pasti, akan tetapi diduga karena adanya faktor endogen dan eksogen. Faktor- faktor tersebut antara lain: a. Faktor endogen: Berbagai jenis penyakit genetik : kelainan kromosom Anak yang lahir sebelumnya menderita penyakit jantung bawaan Adanya penyakit tertentu dalam keluarga seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung atau kelainan bawaan.b. Faktor eksogen Riwayat kehamilan ibu : sebelumnya ikut program KB oral atau suntik, minum obat-obatan tanpa resep dokter (thalidomide, dextroamphetamine, aminopterin, amethopterin, jamu) Selama hamil ,ibu menderita rubella (campak Jerman) atau infeksi virus lainnya. Pajanan terhadap sinar-X Gizi yang buruk selama hamil Ibu yang alkoholik Usia ibu di atas 40 tahun.(Sumber : Ilmu Kesehatan Anak, 2001) Para ahli berpendapat bahwa penyebab endogen dan eksogen tersebut jarang terpisah menyebabkan penyakit jantung bawaan. Diperkirakan lebih dari 90% kasus penyebab adalah multi faktor. Apapun sebabnya, pajanan terhadap faktor penyebab harus ada sebelum akhir bulan kedua kehamilan, oleh karena pada minggu ke delapan kehamilan, pembentukan jantung janin sudah selesai. TOF lebih sering ditemukan pada anak-anak yang menderita Syndroma Down. TOF dimasukkan ke dalam kelainan jantung sianotik karena terjadi pemompaan darah yang sedikit mengandung oksigen ke seluruh tubuh, sehingga terjadi sianosis (kulit berwarna ungu kebiruan) dan sesak napas. Mungkin gejala sianotik baru timbul di kemudian hari, dimana bayi mengalami serangan sianotik baru timbul di kemudian hari, dimana bayi mengalami serangan sianotik karena menyusu atau menangis3.PatofisiologiProses pembentukan jantung pada janin mulai terjadi pada hari ke-18 usia kehamilan. Pada minggu ke-3 jantung hanya berbentuk tabung yang disebut fase tubing. Mulai akhir minggu ke-3 sampai minggu ke-4 usia kehamilan, terjadi fase looping dan septasi, yaitu fase dimana terjadi proses pembentukan dan penyekatan ruang-ruang jantung serta pemisahan antara aorta dan arteri pulmonalis. Pada minggu ke-5 sampai ke-8 pembagian dan penyekatan hampir sempurna. Akan tetapi, proses pembentukan dan perkembangan jantung dapat terganggu jika selama masa kehamilan terdapat faktor-faktor resiko. Kesalahan dalam pembagian Trunkus dapat berakibat letak aorta yang abnormal (overriding), timbulnya penyempitan pada arteri pulmonalis, serta terdapatnya defek septum ventrikel. Dengan demikian, bayi akan lahir dengan kelainan jantung dengan empat kelainan, yaitu defek septum ventrikel yang besar, stenosis pulmonal infundibuler atau valvular, dekstro posisi pangkal aorta dan hipertrofi ventrikel kanan. Derajat hipertrofi ventrikel kanan yang timbul bergantung pada derajat stenosis pulmonal. Pada 50% kasus stenosis pulmonal hanya infundibuler, pada 10%-25% kasus kombinasi infundibuler dan valvular, dan 10% kasus hanya stenosis valvular. Selebihnya adalah stenosis pulmonal perifer. Hubungan letak aorta dan arteri pulmonalis masih di tempat yang normal, overriding aorta terjadi karena pangkal aorta berpindah ke arah anterior mengarah ke septum. Klasifikasi overriding menurut Kjellberg: (1) tidak terdapat overriding aorta bila sumbu aorta desenden mengarah ke belakang ventrikel kiri, (2) Pada overriding 25% sumbu aorta asenden ke arah ventrikel sehingga lebih kurang 25% orifisium aorta menghadap ke ventrikel kanan, (3) Pada overridng 50% sumbu aorta mengarah ke septum sehingga 50% orifisium aorta menghadap ventrikel kanan, (4) Pada overriding 75% sumbu aorta asenden mengarah ke depan venrikel kanan. Derajat overriding ini bersama dengan defek septum ventrikel dan derajat stenosis menentukan besarnya pirau kanan ke kiri. (Ilmu Kesehatan anak, 2001). Karena pada TOF terdapat empat macam kelainan jantung yang bersamaan, maka : 1. Darah dari aorta sebagian berasal dari ventrikel kanan melalui lubang pada septum interventrikuler dan sebagian lagi berasal dari ventrikel kiri, sehingga terjadi percampuran darah yang sudah teroksigenasi dan belum teroksigenasi.2. Arteri pulmonal mengalami stenosis, sehingga darah yang mengalir dari ventrikel kanan ke paru-paru jauh lebih sedikit dari normal.3. Darah dari ventrikel kiri mengalir ke ventrikel kanan melalui lubang septum ventrikel dan kemudian ke aorta atau langsung ke aorta, akan tetapi apabila tekanan dari ventrikel kanan lebih tinggi dari ventrikel kiri maka darah akan mengalir dari ventrikel kanan ke ventrikel kiri (right to left shunt).4. Karena jantung bagian kanan harus memompa sejumlah besar darah ke dalam aorta yg bertekanan tinggi serta harus melawan tekanan tinggi akibat stenosis pulmonal maka lama kelamaan otot-ototnya akan mengalami pembesaran (hipertrofi ventrikel kanan).</p> <p> Pengembalian darah dari vena sistemik ke atrium kanan dan ventrikel kanan berlangsung normal. Ketika ventrikel kanan menguncup, dan menghadapi stenosis pulmonalis, maka darah akan dipintaskan melewati defek septum ventrikel tersebut ke dalam aorta. Akibatnya darah yang dialirkan ke seluruh tubuh tidak teroksigenasi, hal inilah yang menyebabkan terjadinya sianosis. (Ilmu Kesehatan anak, 2001).Pada keadaan tertentu (dehidrasi, spasme infundibulum berat, menangis lama, peningkatan suhu tubuh atau mengedan), pasien dengan TOF mengalami hipoksia spell yang ditandai dengan : sianosis (pasien menjadi biru), mengalami kesulitan bernapas, pasien menjadi sangat lelah dan pucat, kadang pasien menjadi kejang bahkan pingsan. Keadaan ini merupakan keadaan emergensi yang harus ditangani segera, misalnya dengan salah satu cara memulihkan serangan spell yaitu memberikan posisi lutut ke dada (knee chest position).</p> <p>4.Pathway</p> <p>5.manifestasi klinisa. SianosisObstruksi aliran darah keluar ventrikel kanan hipertropi infundibulum meningkat obstruksi meningkat disertai pertumbuhan yang semakin meningkat sianosis.b. DispneaTerjadi bila penderita melakukan aktifitas fisik.c. Serangan-serangan dispnea paroksimal (serangan-serangan anoksia biru)Semakin bertambah usia, sianosis bertambah berat umum pada pagi hari.</p> <p>d. Keterlambatan dalam pertumbuhan dan perkembanganGangguan pada pertambahan tinggi badan terutama pada anak, keadaan gizi kurang dari kebutuhan normal, pertumbuhan otot-otot dari jaringan subkutan terlihat kendur dan lunak, masa pubertas terlambat.e. Denyut pembuluh darah normalJantung baisanya dalam ukuran normal, apeks jantung jela sterlihat, suatu getaran sistolis dapat dirasakan di sepanjang tepi kiri tulang dada, pada celah parasternal 3 dan 4.f. Bising sistolikTerdengar keras dan kasar, dapat menyebar luas, tetapi intensitas terbesar pada tepi kiri tulang dada</p> <p>6.Analisa DataDataEtiologiMasalah</p> <p>Ds : Orang tua nya melaporkan bahwa anaknya mengalami sianosis yang hilang timbul/berulang sejak dilahirkan Orang tua nya menjelaskan anaknya harus berusaha dengan kuat saat bernafas dan seringkali menjadi biru,sehingga anak tersebut harus berjongkok untuk bernafasDo :Bunyi murmursianosis di ujung ekstremitaspemriksaan foto dada:adaa pembesaran jantung di ventrikel kananEKG tampak hipertrofi ventricular kananEchocardiogram terlihat VSDAorta overriding interventrikular septum</p> <p> HipoksemiaSianosisHipoksia dan asam laktat meningkatAsidosis MetabolikGangguan pertukaran gas</p> <p>Gangguan pertukaran gas</p> <p>Ds : orang tua klien mengatakan anak nya tidak dapat bertahan seperti anak lain seusia anaknya.Do : Berjongkok untuk bernafasSianosis di ujung ekstremitasPembesaran jantung di ventrikel kanan</p> <p>HipoksemiaSesakKelemahan tubuhAnak cepat lelah:jika anak menetek,berjalan ,beraktifitasIntoleransi aktifitas</p> <p>Intoleransi Aktivitas</p> <p>Ds :Do :Gejala-gejala tersebut semakin memburukTidak ada penyakit dari keluarganya</p> <p>HipoksemiaSianosisHipoksia dan asam laktat meningkatAsidosis MetabolikKurangnya pengetahuan</p> <p>Kurangnya Pengetahuan</p> <p>7.Diagnosa keperawatan1. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan klien harus berusaha dan kuat saat bernafas2. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan cepat lelah nya saat beraktivitas3. kurangnya pengetahuan berhubungan dengan semakin memburuknya gejala yang dialami klien..</p> <p>8.IntervensiDataTujuanIntervensiRasional</p> <p>Ds : Orang tua nya melaporkan bahwa anaknya mengalami sianosis yang hilang timbul/berulang sejak dilahirkan Orang tua nya menjelaskan anaknya harus berusaha dengan kuat saat bernafas dan seringkali menjadi biru,sehingga anak tersebut harus berjongkok untuk bernafasDo :Bunyi murmursianosis di ujung ekstremitaspemriksaan foto dada:adaa pembesaran jantung di ventrikel kananEKG tampak hipertrofi ventricular kananEchocardiogram terlihat VSDAorta overriding interventrikular septum</p> <p>Tupen:Dalam waktu 1 x 24 jam klien bernafas sedikt normalTupan :Dalam waktu 3 x 24 diharapkan tanda tanda vital klien ada pada kondisi normal.dan bernafas normal1.Melakukan observasi terhadap tanda tanda vital klien2. Kaji frekuensi, kedalaman dan kemudahan bernafas3. Observasi warna kulit, membrane mukosa, dan kuku, catat adanya sianosis periferatau sianosis sentral.4. Kolaborasi pemberian terapi oksigen dengan benar. Missal, dengan masal, masker atau masker venture</p> <p>1. Dari data tanda tanda vital yang di padat dari pasien melalui observasi dapat sebagai acuan untuk menentukan tindakan yang dapat diberikan kepada pasien.2. Manifestasi distress pernafasan tergantung pada drajat keterlibatan paru dan kesehatan umum3. Untuk menentukan tindakan lebih lanjut jika sianosis berkurang atau malah bertambah parah.4. Kebutuhan oksigen klien terpenuhi dan mengurangi kekurangan oksigen pada klien. Oksigen diberikan dengan metode yang sesuai dengan keadaan klien.</p> <p>Ds : orang tua klien mengatakan anak nya tidak dapat bertahan seperti anak lain seusia anaknya.Do : Berjongkok untuk bernafasSianosis di ujung ekstremitasPembesaran jantung di ventrikel kanan</p> <p>Tupen:Dalam waktu 1 x 24 jam Klien respon klien terhadap aktivitas sebagian terpenuhiTupan:Dalam wakt 3 x 24 jam klien beraktivitas normal 1. Catat irama jantung, tekanan darah dan nadi sebelum, selama dan sesudah melakukan aktivitas2. Tingkatkan istirahat, batasi aktivitas, dan berikan aktivitas senggang yang tidak bera3. Anjurkan menghindari peningkatan tekanan abdomen seperti mengejan saat defekasi4. Berikan waktu istirahat di antara waktu aktivitas.</p> <p>1. Respons klien terhadap aktivitas dapat mengindikasikan penurunan oksigen jantung2. Menurunkan kerja dan konsumsi oksigen jantung3. Mengejan mengakibatkan kontraksi otot dan vasokontriksi yang dapat meningkatkan preload, tahanan vascular sistemis, dan beban jantung.4. Untuk mendapatkan cukup waktu resolusi bagi tubuh dan tidak terlalu memaksa kerja jantung</p> <p>Ds :Do :Gejala-gejala tersebut semakin memburukTidak ada penyakit dari keluarganyaTupen:Dalam waktu 1 x 24 jam klien sedikit demi sedikit mengtahui informasi tentang penyakitnya</p> <p>Tupan :Dalam waktu 3 x 24 klien paham tentang masalah penyakitnya1.Kaji Kesiapan klien dan keluarga untuk belajar2.Pecahkan masalah bersama klien untuk mengidentifikasi dan menurunkan factor-faktor nya.3.Berikan penguatan tentang pentingnya menaati pengobatan dan follow up secara tertaur1,2,3 pencegahan serangan ulang dan komplikasi pasca tetralogy of fallot</p> <p>9.Untuk mengetahui cara aktivitas yang baik pada pada kasus tersebutPada saat ini bayi semakin pandai tersenyum, terutama saat diajak bermain. Kontak mata bayi juga semakin meningkat. Hal ini meningkatkan hubungan antara orang tua dan bayi yang menyebabkan orang tua juga merasa disayang oleh bayi. Perkembangan yang juga ditemukan adalah : Usia 6 bulan bayi sudah dapat mengontrol tegak kepalanya dengan baik dan sudah dapat duduk sendiri tanpa dibantu. Usia 7-8 bulan bayi mulai merangkak dan mengambil benda-benda/mainan di sekitarnya. Bayi belajar berdiri dengan kedua kakinya menyangga sebagian berat badannya. Bayi sudah dapat memegang 2 benda di dua tangan yang berbeda pada waktu yang bersamaan. Bayi senang menjatuhkan mainannya berulang-ulang serta memasukkan benda-benda ke dalam mulutnya. Saat ini ia sedang mencoba lebih jauh menelusuri dunianya. Bayi dapat memungut benda sebesar kacang dengan cara meraup Menirukan suara sederhana atau mengucapkan 1 suku kata seperti ma, da, ba. Bayi dapat makan biskuit sendiri Bermain tepuk tangan dan ciluk ba Bayi usia ini mulai mengerti ibu/bapak dan orang-orang di dekatnya. iya mulai mengalami separation anxiety dan stranger anxiety. Bayi seringkali takut dipisahkan dari orang tua/ ditinggal dan tidak mau digendong oleh orang lain yang jarang ditemuinya.Stimulasi yang dapat dilakukanStimulasiyang dapat diberikan untuk mendukung perkembagan bayi antara lain:- Untuk merangsang bayi merangkak, letakkan mainan di luar jangkauan bayi dan ajak bayi bermain. Usahakan agar ia merangkak mengambil mainan tersebut dengan menggunakan kedua tangan dan lututnya.- Teruskan latihan mengangkat bayi dengan posisi tegak untuk melatih cara menyangga badannya dengan kaki. Ketika bayi sudah dapat berdiri, pegang di bawah ketiaknya pada posisi bayi berdiri dan tuntun untuk melangkah.- Ajarkan bayi cara memasukkan mainan kedalam suatu wadah seperti gelas atau mangkok. Ajari pula cara untuk mengeluarkannya.- Bermain genderang. Ajarkan bayi untuk membuat bunyi-bunyian seperti drum keci...</p>