Askep Hiv Aids

  • Published on
    29-Nov-2015

  • View
    100

  • Download
    13

Embed Size (px)

Transcript

  • Asuhan Keperawatan Klien dengan HIV-AIDSElifa Ihda Rahmayanti, S.Kep.,NsUMM 2013

  • HIV virus RNA dari famili Retrovirus dan subfamili LentiriviridaeTipe virus HIVHIV-1HIV-2Kedua tipe HIV memberikan gambaran klinis yang sama, hanya pada HIV-2 perkembangan penyakit lebih lambat dibanding HIV-1

  • patofisiologiSel T dan sel B adalah tipe dari limfosit yang berperan dalam melindungi tubuh dari infeksi.Sel B berfungsi untuk membentuk antibodi.Terdapat 3 jenis sel T:Helper T cell (CD4) membantu sel lain untuk menghancurkan organisme yang menginfeksi tubuhSuppresor T cell (CD8) menekan aktivitas limfosit lain sehingga tidak merusak jaringan normalKiller T cell (CTL) mengenali dan menghancurkan sel yang abnormal atau terinfeksi

  • Begitu HIV masuk tubuh manusia dalam 4-11 hari virus dapat ditemukan dalam sirkulasiSel target infeksi HIV sel-sel yang mampu mengekspresi reseptor CD4HIV melemahkan sistem imun dengan memasuki dan menghancurkan limfosit

  • Manifestasi klinisMenurut WHO (2002) dibagi 4 stadiumStadium 1 :AsimptomatikLimfadenopati generalisata persistenDengan penampilanklinis derajat 1: asimtomatik dan aktifitas normalStadium 2 :Penurunan BB
  • Stadium 3 :Penurunan BB >10%Diare kronik dgn penyebab tidak jelas > 1 bulanDemam tanpa sebab jelas (intermitten atau menetap) > 1 blnKandidiasis oralTB paru, dalam 1 tahun terakhirTerinfeksi bakteri berat (pneumonia, piomiositis)Stadium 4 :HIV wasting syndromePneumonia pneumokistik kariniiToksoplasmosis otakDiare karena cryptosporodiosis > 1 blnInfeksi sitomegalovirusInfeksi Herpes simpleks > 1 bulanKandidiasis esofagus, trakhea, bronkhus, paruInfeksi mikobakterriosis atipikalSepsisTB ekstrapulmonerSarkoma kaposiEnsefalopati HIV

  • Manifestasi klinisMenurut CDC (1993)

    Kategori :A sindrom retroviral akut, limpadenopati generalisataB AIDS related complex, kandidiasis oral, kelemahan umum, herpes zoster, neuropati periferC kandidiasis esofagus & paru, ca cervix, coccidiomycosis, cryptosporodiosis, infeksi sitomegalovirus, ensefalopati HIV, isosporiosis, sarkoma kaposi, limfoma maligna, TB, pneumonia pneumokistik karinii, salmonellosis

    Hitung CD4Kategori

    > 500 sel/mm3A200 - 500 sel/mm3B< 200 sel/mm3C

  • AIDSAIDS akan terjadi pada infeksi HIV stadium lanjut merupakan stadium akhir dari penyakit yang disebabkan oleh virus HIVCD4 < 200 sel/mm3Saat ini AIDS belum bisa disembuhkan dan belum ada vaksin yang bisa mencegah infeksi HIV

  • Jadi.....AIDS adalah Acquired Immune Deficiency Syndrom AIDS disebabkan oleh adanya virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) didalam tubuhHIV-AIDS merupakan sekumpulan gejala penyakit karena menurunnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh infeksi HIVVirus HIV ini hidup didalam 4 cairan tubuh manusia :

    Cairan darah Cairan sperma Cairan vagina Air Susu Ibu

  • MANIFESTASI KLINIS Dibagi menjadi 2, yaitu:Manifestasi Klinis MayorDemam > 3 bulanDiare kronis > 1 bulan berulang maupun terus menerusPenurunan BB > 10% dalam 3 bulanPenurunan kesadaran dan gangguan neurologiDemensiaManifestasi Klinis MinorBatuk kronis selama > 1 bulanInfeksi pada mulut dan jamur disebabkan karena jamur Candida Albicans Pembengkakan kelenjar getah bening yang menetap di seluruh tubuhMunculnya Herpes zoster berulang dan bercak- bercak gatal di seluruh tubuhKandidiasis orofaringDermatitis generalisata yang gatalHerpes simpleks kronis progresif

  • PENULARAN HIVKelompok Risiko TinggiHomoseksualLaki-laki biseksualHeteroseksual dengan berganti-ganti pasanganPengguna narkoba jarum suntik IV yang dipakai bergantianBayi lahir dari ibu dengan HIV yg tidak mendapat terapi ARVResipien donor darah tanpa tes penapisan terhadap HIVKelompok Risiko RendahDokterDokter gigiPerawatPetugas laboratoriumPetugas kesehatan lainnya

  • Penularan HIV-AIDS dibagi menjadi 2 jenis : Kontak seksualAno-GenitalOra-GenitalGenito-Genital/Heteroseksualb. Kontak non seksual1. Transmisi parenteral2. Transmisi transplasental

  • PENULARAN HIV

  • Transmisi

    CAIRAN TUBUHDarahSemenCairan vaginaASIpenggunaan jarum suntik tidak steril & dipakai bergantian HUBUNGAN SEXIntercourseOralanalIBU KE BAYISebelum, selama, atau setelah melahirkan

  • VIRUS HIV TIDAK DITULARKANdengan cara :Berpelukan sosial, berjabatan tanganPemakaian WC, wastafel atau kemar mandi bersamaDi kolam renangGigitan nyamuk atau serangan lainMembuang ingus, batuk atau meludahPemakaian piring, alat makan atau makan bersama-sama

  • TES DIAGNOSTIK UNTUK INFEKSI HIVSCREENINGEnzyme-linked immunoassay (EIA, ELISA) HIV-1, HIV-2 Aglutinasi latek HIV-1KONFIRMASIWestern blot (WB) HIV-1, HIV-2 Indirect immunofluorescene antibody assay (IFA) HIV-1Radioimmunoprecipitation antibody assay (RIPA) HIV-1

  • penatalaksanaanTerapi antiretroviralTerapi infeksi oportunistik dan malignansiDukungan nutrisi berbasis makronutrien dan mikronutrienKonseling terhadap penderita maupun keluarganya

  • ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN HIV-AIDS

  • Perjalanan klinis pasien dari tahap terinfeksi HIV sampai tahap AIDS sejalan dengan penurunan derajat imunitas pasien, terutama imunitas seluler.Penurunan imunitas biasanya diikuti oleh adanya peningkatan risiko dan derajat keparahan infeksi opurtinistik serta penyakit keganasan.

  • PengkajianRiwayat penyakit saat iniSejak kapan terdiagnosis HIVKapan menggunakan terapi ARV atau tidak, jumlah CD4Tindakan apa yang sudah dilakukan untuk mengatasi masalah kesehatan yang di alami sebelum di bawah ke rumah sakitobat-obatan yang dikonsumsi saat ini

  • Riwayat Penyakit yang pernah dideritaKenali faktor seperti praktik yang beresikoPengguna narkoba dan obat-obatan terlarang dengan cara intravena secara bergantian. Riwayat penerima donor darahRiwayat Penyakit KeluargaAdakah anggota keluarga lainnya yang beresiko tinggi terkena seperti praktek seksual yang beresiko, pengguna narkoba dan obat-obatan terlarang dengan cara intravena secara bergantian.

  • Masalah Fisik1. Sistem pernafasan : Dispnea, TBC, dan Pneumoia2. Sistem pencernaan : Nausea-vomiting, Diare, Dysphagia, dan BB turun 10%/3bulan3. Sistem persarafan : Letargi, Nyeri sendi, dan Encepalopathy4. Sistem integumen : Edema yang disebabkan Kaposis sarcoma, Lesi dikulit atau mukosa, dan Alergi5. Lain-lain : Demam, dan risiko menularkan

  • Masalah Psikis1. Integritas ego : Perasaan tidak berdaya/putus asa2. Faktor stres : baru/lama3. Respons psikologis : Menyangkal, Marah, Cemas, dan Mudah tersinggung

  • Masalah Sosial1. Perasaan minder dan tidak berguna dimasyarakat2. Interaksi sosial : Perasaan terisolasi/ditolak

    Masalah Ketergantungan

    Perasaan membutuhkan pertolongan orang lain.

  • Masalah Kolaboratif :Risiko komplikasi/Infeksi sekunderWasting syndrome, Sarkoma kaposi, dan LimfomaMeningitis, Infeksi Oportunistik (misalnya Kandidiasis, sitomegalovirus, herpes, pneumocytis carinii pneumonia)

  • Masalah Keperawatan pada pasien HIV-AIDS1. Intoleransi aktivitas2. Bersihan jalan tidak efektif3. Kecemasan4. Gangguan gambaran diri5. Ketegangan peran pemberi perawatan6. Konfusi7. Koping keluarga8. Koping tidak efektif9. Diare10. Kurangnya aktivitas pengalihan11. Kelelahan12. Takut13. Volume cairan kurang14. Berduka fungsional/diantisipasi15. Perubahan pemeliharaan rumah

  • 16. Keputusasaan17. Risiko infeksi18. Risiko injuri 19. Pengelolaan pengobatan yang tidak efektif20. Ketidakseimbangan nutrisi21. Nyeri akut22. Ketidak berdayaan23. Kurang perawatan diri24. Harga diri rendah25. Perubahan persepsi sensori26. Pola seksual tidak efektif27. Kerusakan integritas kulit28. Perubahan pola tidur29. Isolasi sosial30. Distress spiritual31. Adanya risiko kekerasan yang diarahkan pada diri sendiri

  • NICAcid-base managementAnxiety reductionBed rest careCaregiver supportcounselingDecision-making supportFamily supportInfection controletc..... lihat NIC hal. 431

  • NOC Acceptance : Health statusActivity toleranceAnxiety self-controlAnxiety levelBody imageBowel continenceCopingDecision-makingetc....... lihat NOC hal. 707-708

  • Respons Spesifik pd PHIVRESPON BIOLOGIS (Imunitas)virus HIV yang telah berhasil masuk dalam tubuh pasien menginfeksi sel terutama monosit, makrofag, sel2 mikroglia diotak, sel2 habfour plasenta, sel2 dendrit pd kel. limfe, sel2 epitel pd usus, & sel langerhans dikulit. ex : - infeksi pd sel mikroglia ensefalopati- infeksi pd sel epitel usus diare yg kronis

  • Masalah Keperawatan :Ketidakefektifan manajemen regimen terapeutikKetidakseimbangan nutrisiRisiko infeksiIntoleransi aktivitasKelelahan

  • NOCRegimen terapeutik- medication respons- knowledge medication- knowledge treatment prosedure - kowledge treatment regimen

    Risiko infeksi- immunisation behaviour- infection severity- knowledge infection management- risk control : infectious proces- risk detection- nutritional status

  • NICKetidakefektifan manajemen regimen terapeutik- care giver support- case management- counseling- risk identification- health system guidanceRisiko infeksi - infection control- infection protection

  • RESPONS ADAPTIF PSIKOSOSIAL-SPIRITUALRespons adaptif psikologis (penerimaan diri)stress, frustasi, kecemasan, kemarahan, penyangkalan, rasa malu, berduka, dan ketidakpastian dengan adaptasi terhadap penyakit.Respons psikologis thdp penyakit 1. Pengingkaran (denial)2. Kemarahan (anger)3. Sikap tawar menawar (bargaining)4. Depresi 5. Penerimaan dan partisipasi (acceptance)

  • Masalah keperawatan :Koping keluargaKoping tidak efektifBerduka fungsional/diantisipasiKeputusasaan

  • NOC

    coupingfamily coupingfamily normalizationfamily support during treatspiritual healthstress levelsosial supportd