ASKEP HIV/AIDS

  • View
    24

  • Download
    7

Embed Size (px)

DESCRIPTION

KONSEP DASAR ASKEP HIV AIDS

Transcript

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangAcquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) merupakan salah satu pademi terbesar pada masyarakat modern dan menjadi perdebatan nasional maupun internasional. Jumlah kasus yang dilaporkan masih di bawah perkiraan kejadian yang sebenarnya. Hal ini disebabkan laporan tersebut tidak mencakup remaja terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang asimptomatik dan remaja dengan gejala tidak memenuhi kriteria Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). Selain itu laporan juga tidak mencakup remaja tidak terinfeksi tetapi terlibat prilaku penggunaan obat dan seksual yang beresiko tinggi untuk tejadinya infeksi. (Soetjiningsih, 2004)Penyebaran HIV/AIDS Provinsi Kalimantan Barat tergolong tinggi dan cepat persebarannya yang disebabkan karena industri seks komersial yang makin berkembang dan seiring dengan tingginya tingkat penyalagunaan NARKOBA (jarum suntik), berhasil mendongkrak posisi Kalbar dari nomor urutan ke 7 menjadi urutan ke 5 besar tingkat persebaran HIV/AIDS skala Nasional, selain itu, adanya mobilitas/migrasi penduduk dari luar negeri ke Kalimantan Barat yang sangat tinggi, dengan terbukanya jalur penerbangan ke berbagai daerah lain di Indonesia dengan frekuensi yang relatif tinggi, diduga sebagai salah satu sebab mudahnya penularan HIV/AIDS di Kalimantan Barat. Menurut Indonesian Forum Of Parliamantarians On Population And Development (IFFD) pada tahun 2011, 148 orang dengan jumlah penderita HIV/ AIDS, dengan 91 orang AIDS dan 57 orang masih dalam program observasi Berdasarkan data IFFD menyatakan, jumlah penduduk presentase terbesar beresiko menderita HIV/AIDS adalah Kota Singkawang dikarenakan kurangnya pengetahuan dan kerja sama dalam memerangi penyakit ini, oleh karena itu AIDS menjadi salah satu masalah besar di Kalimantan Barat yang harus dilihat sebagai masalah sosial (bukan hanya kesehatan), Sejalan dengan itu penanganannya harus dilakukan secara lintas sector, lintas pelaku dan terkoordinasi, baik secara preventif maupun kuratif.

B. Tujuan PenulisanTujuan dari pembuatan makalah ini antara lain : 1. Mahasiswa mahasiswi dapat mengetahui anatomi dan fisiologi sistem imuniologi.2. Mahasiswa mahasiswi dapat mengetahui konsep virus HIV.3. Mahasiswa mahasiswi dapat mengetahui konsep dasar penyakit AIDS4. Mahasiswa mahasiswi dapat mengetahui asuhan keperawatan dengan klien HIV/AIDS

C. Metode Penulisan Metode penelitian dalam paper ini menggunakan metode study kepustakaan yang merupakan kegiatan penelusuran dan penelaahan literatur-literatur. Metode ini diperuntukkan untuk melakukan penelitian yang dianggap sebagai bentuk survey dari data yang sudah ada dengan melacak informasi dari buku-buku, koran, iklan, majalah dan internet.

D. Sistematika PenulisanMakalah ini terdiri dari tiga BAB yang disusun dengan sistematika penulisan sebagai berikut :BAB I: Pendahuluan yang terdiri dari Latar Belakang, Tujuan Penulisan, Metode Penulisan dan Sistematika Penulisan.BAB II : Landasan Teori Yang Terdiri Dari anatomi dan fisologi sistem imunologi , konsep virus HIV, konsep penyakit AIDS, asuhan keperawatan dengan klien HIV/AIDS.BAB III: Penyajian data dan Pemecahan masalahBAB IV: Kesimpulan dan Penutup.

BAB IILANDASAN TEORI

A. Anatomi dan fisiologi sistem imunologiMenurut Scanlon, Valeri C. (2006), Sistem Imun adalah sistem pertahanan manusia sebagai perlindungan terhadap infeksi dari makromolekul asing atau serangan organisme, termasuk virus, bakteri, protozoa dan parasit. Sistem kekebalan juga berperan dalam perlawanan terhadap protein tubuh dan molekul lain seperti yang terjadi pada autoimunitas, dan melawan sel yang teraberasi menjadi tumor.Jika sistem kekebalan melemah, kemampuannya melindungi tubuh juga berkurang, sehingga menyebabkan patogen, termasuk virus yang menyebabkan demam dan flu, dapat berkembang dalam tubuh. Imunitas sapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk membunuh patogen atau bahan asing lain dan untuk mencegah berlanjutnya kasus penyakit akibat infeksi. Di bawah ini gambar 2.1 merupakan anatomi dan fisiologi pada sistem imunitas tubuh manusia

Gambar 2.1 Anatomi Sistem Imunitas (http://semuana.blogspot.com/feeds/posts/default, diperoleh tanggal 10 maret 2015)Sistem imun terbagi atas dua bagian yaitu sistem imun non spesifik dan sistem imun spesifik, yaitu :1. Sistem Imun non SpesifikSistem imun non spesifik merupakan pertahanan tubuh terdepan dalam menghadapi serangan berbagai mikroorganisme, karena dapat memberikan respons langsung terhadap antigen. (Scanlon, Valeri C. 2006,) Komponen komponen sistem imun non spesifik dapat dibagi sebagai berikut :a. Pertahanan Fisik dan MekanisPertahanan fisik / mekanis terdiri dari kulit, selaput lendir, silia saluran pernapasan, batuk dan bersin, akan mencegah masuknya berbagai kuman patogen kedalam tubuh.

b. Pertahanan bio kimia (bahan larutan)PH asam dari keringat dan sekresi sebaseus, berbagai asam lemak dan enzim mempunyai efek antimikrobial, akan mengurangi kemungkinan infeksi melalui kulit. Bahan yang disekresi mukosa saluran napas dan telinga berperanan pula dalam pertahanan biokimia.c. Pertahanan Humoral ( bahan larutan )Adapun yang berperan dipertahanan humoral, yaitu :1). KomplemenMeningkatkan fagositosis dan mempermudah destruksi bakteri.2). InterferonSuatu glikoprotein yang dihasilkan oleh berbagai sel tubuh yang mengandung nukleus dan dilepas sebagai respons terhadap infeksi virus 3). C-Reactive Protein (CRP)CRP dibentuk oleh badan pada saat infeksi. CRP merupakan protein yang kadarnya cepat meningkat ( 100 x atau lebih) setelah infeksi atau inflamasi akutd. Pertahanan selulerFagosit, makrofag dan sel NK berperan dalam sistem imun non spesifik seluler.2. Sistem Imun SpesifikSistem imun spesifik mempunyai kemampuan untuk mengenal benda yang dianggap asing bagi dirinya. Bila sel imun spesifik berpapasan kembali dengan benda asing yang sama, maka benda asing terakhir ini akan dikenal lebih cepat, kemudian dihancurkan olehnya. (Scanlon, Valeri C. 2006) a. Sistem Imun Spesifik HumoralYang berperan dalam sistem imun spesifik humoral adalah limfosit B atau sel B, berasal dari multipoten. Bila sel B dirangsang oleh benda asing, maka sel tersebut akan berfoliperasi dan berkembang menjadi sel plasma yang dapat membentuk antibodi.b. Sistem Imun Spesifik SelulerYang berperan dalam sistem imun spesifik seluler adalah limfosit T atau sel T. Pada orang dewasa sel T dibentuk oleh sum-sum tulang, tetapi proliferasi dan diferensiasinya terjadi pada kelenjar timus atau pengaruh faktor asal timus.Fungsi utama sistem imun spesifik selular ialah untuk pertahanan terhadap bakteri yang hidup intraseluler, virus, jamur, parasit dan keganasan.c. Organ LimfoidOrgan limfoid adalah organ yang diperlukan untuk pematangan, diferensiasi dan proliferasi limfosit. Organ limfoid sekunder diperlukan untuk proliferasi dan diferensiasi limfosit yang sudah disensitisasi (antigen committed lymphocyte).

Menurut Smeltzer, suzanne C, (2001), Terdapat dua tipe utama limfosit dalam sistem imunitas yaitu limfosit T dan limfosit B, atau yang lebih sederhana atau dikenal, sel T dan sel B. Pada embrio, sel T diproduksi dalam sumsum tulang dan timus. Sel T harus berjalan melalui timus, dan sel itu akan dimatang kan oleh hormon timus. Sel T kemudian bermigrasi menuju lien dan nodi limfoidei. Serta noduli limfoidei, tempat sel ditemukan setelah bayi lahir. Sel T dibuat di sumsum tulang dan matang di kelenjar thymus. Nilai normal Limfosit antara 1500 4000 sel/mm3. Bagian bagian dari Limfosit T yaitu:1. Sel T helper/ T pembantu (CD4) adalah sebuah penanda yang berada di permukaan sel-sel darah putih manusia, terutama sel-sel limfosit. CD4 pada orang dengan sistem kekebalan yang menurun menjadi sangat penting, karena berkurangnya nilai CD4 dalam tubuh manusia menunjukkan berkurangnya sel-sel darah putih atau limfosit yang seharusnya berperan dalam memerangi infeksi yang masuk ke tubuh manusia. Nilai normal CD4 800 1200 sel/ml3 darah. Fungsi:a. Membantu/ mengontrol sistem imun spesifikb. Menstimulasi sel B untuk membelah dan mereproduksi antibodyc. Mengaktivasi dua jenis sel T lainnyad. Meaktivasi makrofag untuk bersiap memfagositosis2. Sel T Killer/T pembunuh/T sitotoksik merupakan reseptor khusus terhadap antigen yang mengaktifasi, bermigrasi ketempat invasi antigen, melepas limfokin, mengundang dan mengaktifkan makrofag, mencegah reproduksi mikroorganis menyerbu, mengikat dan membunuh antigen. Nilai normal nya 78 602/mm3. Fungsinya menyerang sel tubuh yang terinfeksi dan sel pathogen yang relatif besar secara langsung3. Sel T suppressor/T penekan nilai normalnya antara 325 997 mm3. Fungsinya menurunkan/menghentikan respon imun.Sel B di produksi di dalam susmsum tulang, sel B kemudian bermigrasi, langsung menuju nodi limfoidei dan noduli limfoidei. Limfosit sel B terbagi atas beberapa bagian yaitu:1. Sel B plasma memproduksi antibodi spesifik sesuai antigen yang mengaktifasi mula mula dan melepaskannya kedalam darah dan limfe hidup selama 4 5 hari 2. Sel B memori memiliki kemampuan mengingat antigen yang mengaktifasi mula mula sehingga dapat memberikan reaksi yang lebih cepat dan membentuk antibodi dalam jumlah yang lebih besar. Sel B memori cepat bereaksi jika ada infeksi

Saat beraktivitas selama respon imun, beberapa sel B akan menjadi sel plasma yang dinamakan antigen dan antibodi.1. AntigenAntigen atau imunogen adalah setiap bahan yang dapat menimbulkan respon imun spesifik pada manusia dan hewan. Perbedaan antara imunogen dan antigen. Imunogen adalah setiap bahan yang dapat menimbulkan respon imun. Sedangkan antigen adalah setiap bahan yang dapat mengikat komponen yang dihasilkan respons imun dengan spesifik misalnya antibodi dan limfosit T. 2. Antibodi Antibodi adalah bahan larut digolongkan dalam protein yang disebut globulin, dan sekarang dikenal dengan imunoglobulin, imunoglobulin (Ig) dibentuk oleh sel plasma yang berasal dari proiferasi sel B akibat adanya