Austenitic Stainless Steel 2

  • Published on
    23-Dec-2015

  • View
    12

  • Download
    5

Embed Size (px)

DESCRIPTION

menjelaskan baja tahan karat austenitik

Transcript

AUSTENITIC STAINLESS STEEL1. Tinjauan UmumAustenitic Stainless Steel dipatenkan pertama kali oleh Benno Strauss dan Eduard Maurer, salah satu Krupp engineer sebagai ThyssenKrupp Nirosta (segmen bisnis dari ThyssenKrupp yang berkantor pusat di Krefeld, Jerman dan menghasilkan lembaran stainless steel) pada tanggal 17 oktober 1912.Austenitic stainless steel yang paling sering digunakan mengandung 18 % kromium, dan 8 % nikel. Memiliki ketahanan korosi yang sangat baik, weldabilty (mampu las), formability (mampu bentuk), keuletan, cleanabilty (mampu bersih) dan karakteristik kebersihan yang sangat baik. Bersamaan dengan sifat temperatur rendah yang sangat baik, dan bersifat non-magnetik (jika di-anil) dan dapat dikeraskan hanya dengan pengerjaan dingin (cold work only). Selain itu juga austenitic stainless steel memiliki tegangan luluh yang rendah dan kekuatan tegangan maksimum (UTS) yang relatif tinggi saat dibandingkan dengan baja karbon khusus.Pada sebuah proses, sebuah baja karbon bertransformasi pada proses pendinginan dari austenit untuk mencampur ferit dan sementit. Dengan baja ini, kandungan yang tinggi dari nikel dan krom dapat menekan transformasi tersebut untuk menjaga material agar pada pendinginan hanya austenit sepenuhnya yang bekerja (Nikel mempertahankan fasa austenit pada pendinginan dan krom memperlambat transformasi menjadi lebih lambat dengan begitu struktur austenit sepenuhnya dapat tercapai hanya dengan 8% nikel).Perlakuan panas dan siklus termal disebabkan oleh pengelasan, sedikit mempengaruhi sifat dari baja ini. Bagaimanapun kuat dan kerasnya yang dapat ditingkatkan dengan pengerjaan dingin, nantinya juga akan mengurangi keuletan. Larutan full anil (pemanasan sampai 10450C diikuti dengan proses quench atau pendinginan yang cepat) akan mengembalikan material ke kondisinya semula, menyingkirkan segregasi paduan, sensitisasi, pembetukan fasa sigma dan mengembalikan keuletan setelah pengerjaan dingin. Sayangnya, pendinginan yang cepat akan mengembalikan tegangan sisa (residual stress), yang dapat setinggi titik luluh. Distorsi dapat juga terjadi jika objek tidak tepat mendukung selama proses anil berlangsung.Austenitic steel tidak rentan terhadap hydrogen cracking, oleh karena itu pre-heating jarang digunakan, kecuali untuk mengurangi resiko penyusutan karena tegangan pada bagian yang tebal. Post weld heat treatment jarang digunakan meningat material ini memiliki ketahanan yang tinggi terhadap perpatahan getas. Kadang-kadang pembebasan tegangan (stress relief) dilakukan untuk mengurangi resiko dari stress corrosion cracking, namun hal ini kemungkinan menyebabkan sensitisasi terkecuali penyetabilan kelas digunakan (batas stress relief dapat dicapai dengan suhu rendah sekitar 4500C).Baja ini memiliki sel satuan FCC yang menyediakan lebih banyak bidang dislokasi, dikombinasikan dengan tingkat unsur interstisial yang rendah (unsur yang mengunci rantai dislokasi), memberikan material mempunyai keuletan yang baik. Ini juga menjelaskan mengapa material ini tidak memiliki titik luluh yang jelas, yang mana mengapa tegangan luluhnya selalu dinyatakan sebagai sebuah bukti tegangan. Baja ini memiliki ketangguhan yang sangat baik pada suhu yang sangat rendah (-2730C), dengan tidak adanya perubahan keuletan yang curam ke transisi getas.Material ini memilki sifat ketahanan korosi yang baik, tetapi korosi yang agak parah dapat terjadi di lingkungan tertentu. Misalnya, pemilihan konsumsi pengelasan yang tepat dan teknik pengelasan dapat menjadi sangat penting karena logam las bias terkorosi lebih dari material induk.Kekuatan solidifikasi dari baja austenitic stainless dapat terganggu dengan sedikit penambahan elemen pengotor seperti sulfur dan fosfor. Elemen-elemen tersebut dengan expansi dan koefisien material yang tinggi dapat menyebabkan masalah seperti solidification crack. Kebanyakan tipe paduan 304 dirancang agar pemadatan mula-mula menjadi delta ferrit, yang memilki kelarutan yang tinggi untuk sulfur, bertransformasi menjadi austenit pada pendinginan yang lebih jauh. Hal ini menciptakan material austenitic memilki bagian kecil dari residual delta ferrit. Pengisi pada logam sering mengandung penambahan lebih lanjut dari delta ferrit untuk memastikan bebasnya crack pada saat pengelasan.

2. Aplikasi Austenitic Stainless Steel adalah baja stainless steel yang paling banyak digunakan. Penggunaan umum dari baja ini adalah pada penutup floppy disk pada komputer (304), pegas pada keyboard komputer (301), bak cuci dapur/wastafel (304D), industri farmasi, industri petrokimia, alat-alat pemroses makanan, aplikasi arsitektur, dan pabrik kimia.

Floppy disk shutter Bak Cuci DapurPegas pada keyboard

Pharmaceuticals Food Processing equipment

Chemical Plants

Recommended

View more >