Bab 12. Dakwah Nabi Periode Madinah

  • Published on
    16-Oct-2015

  • View
    40

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

<ul><li><p>5/26/2018 Bab 12. Dakwah Nabi Periode Madinah</p><p> 1/16</p><p> 1</p><p>DAKWAH NABI MUHAMMAD S.A.W. PERIODE MADINAH</p><p>Standar Kompetensi :4. Memahami keteladanan Rasulullah SAW dalam membina umat periode</p><p>Madinah</p><p>Kompetensi Dasar :4.1. Menceritakan sejarah dakwah Rasulullah periode Madinah4.2. Mendeskripsikan strategi dakwah Rasulullah SAW periode Madinah.</p><p>TARTILAN</p><p>Bacalah ayat-ayat berikut dengan tartil dan renungkanlah maknanya sertaperhatikan adab dan sopan santun membaca Al Quran.</p><p> Q.S. At Taubat 117</p><p> Q. S. An Nahl 41</p><p> Q.S. Ali Imran : 121</p><p> Q.S. Al Hujurat : 910</p><p>:</p></li><li><p>5/26/2018 Bab 12. Dakwah Nabi Periode Madinah</p><p> 2/16</p><p> 2</p><p>Masjid nabawi di Madinah</p><p>A. SEJARAH DAKWAH RASULULLAH SAW PERIODE MADINAH</p><p>1. Arti Hijrah dan Tujuan Rasulullah SAW dan Umat Islam BerhijrahSetidaknya ada dua macam arti hijrah yang harus diketahui umat Islam.</p><p>Pertama, hijrah berarti meninggalkan semua perbuatan yang dilarang dan dimurkai</p><p>Allah SWT untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang baik, yang disuruh Allah</p><p>SWT dan diridai-Nya. Contohnya, semula siswa itu malas mengerjakan salat 5 waktu</p><p>dan malas belajar. Kemudian dia membuang jauh sifat malasnya itu, sehingga ia</p><p>menjadi siswa yang berdisiplin dalam salat lima waktu dan rajin dalam menuntut</p><p>ilmu. Arti hijrah dalam pengertian pertama ini wajib dilaksanakan oleh setiap umat</p><p>Islam. Rasuluilah SAW bersabda :</p><p>Artinya : Orang berhijrah itu ialah orang yang meninggalkan segala apa yang</p><p>dilarang Allah SWT(H. R. Bukhari)</p><p>Arti kedua dari hijrah ialah berpindah dari suatu negeri kafir (non-Islam), karena</p><p>di negeri itu umat Islam selalu mendapat tekanan, ancaman dan kekerasan,</p><p>sehingga tidak memiliki kebebasan dalam berdakwah dan beribadah. Kemudian</p><p>umat Islam di negeri kafir itu, berpindah ke negeri Islam agar memperoleh keamanan</p><p>dan kebebasan dalam berdakwah dan beribadah.</p><p>Arti kedua dari hijrah ini pernah dipraktikkan oleh Rasulullah SAW dan umat</p><p>Islam, yakni berhijrah dari Mekah ke Yatsrib pada tanggal 12 Rabiul Awal tahunpertama hijrah, bertepatan dengan tanggal 28 Juni 622 M.</p><p>Tujuan hijrahnya Rasulullah SAW dan umat Islam dari Mekah (negeri kafir) ke</p><p>Yatsrib (negeri Islam) adalah :</p><p>- Menyelamatkan diri dan umat Islam dari tekanan, ancaman, dan kekerasan kaum</p><p>kafir Quraisy. Bahkan pada waktu Rasulullah SAW meninggalkan rumahnya di</p><p>Mekah untuk berhijrah ke Yatsrib (Madinah), rumah beliau sudah dikepung oleh</p><p>kaum kafir Quraisy dengan maksud untuk membunuhnya.</p><p>- Agar memperoleh keamanan dan kebebasan dalam berdakwah serta beribadah,</p><p>sehingga dapat meningkatkan usaha-usahanva dalam berjihad di jalan Allah</p><p>SWT, untuk menegakkan dan meninggikan agama-Nya (Islam) (lihat dan pelajariQ.S. An-Nahl, 16: 41-42)</p>http://mustryd.multiply.com/photos/photo/5/101http://mustryd.multiply.com/photos/photo/5/11</li><li><p>5/26/2018 Bab 12. Dakwah Nabi Periode Madinah</p><p> 3/16</p><p> 3</p><p>2. Dakwah Rasulullah SAW Periode Madinah</p><p>Dakwah Rasulullah SAW periode Madinah berlangsung selama sepuluh tahun,</p><p>yakni dari semenjak tanggal 12 Rabiul Awal tahun pertama hijrah sampai dengan</p><p>wafatnva Rasulullah SAW tanggal 13 Rabiul Awal tahun ke-11 hijrah.</p><p>Materi dakwah yang disampaikan Rasulullah SAW pada periode Madinah,selain ajaran Islam yang terkandung dalam 89 surah Makkiyah dan Hadis periode</p><p>Mekah, juga ajaran Islam yang rerkandung dalam 25 surah Madaniyah dan hadis</p><p>periode Madinah. Adapun ajaran Islam periode Mekah sudah dikemukakan dalam</p><p>Bab 6 semester pertama buku ini. Sedangkan ajaran Islam yang rerkandung pada 25</p><p>surah Madaniyah dan hadis periode Madinah, umumnya ajaran Islam tentang</p><p>masalah sosial kemasyarakatan.</p><p>Mengenai objek dakwah Rasulullah SAW pada periode Madinah adalah orang-</p><p>orang yang sudah masuk Islam dan kalangan Muhajirin dan Ansar. Juga orang-orang</p><p>yang belum masuk Islam seperti kaum Yahudi penduduk Madinah, para penduduk di</p><p>luar kota Madinah yang termasuk bangsa Arab, dan yang tidak termasuk bangsaArab.</p><p>Rasulullah SAW diutus oleh Allah SWT bukan hanya untuk bangsa Arab tetapi</p><p>untuk seluruh umat manusia di dunia, Allah SWT berfirman :</p><p>Artinya: Dan tidaklah kami mengutus kamu melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi</p><p>alam semesta.(QS. Al-Anbiy, 21: 107)</p><p>Dakwah Rasulullab SAW yang ditujukan kepada orang-orang yang sudah</p><p>masuk Islam (umat Islam) bertujuan agar mereka mengetahui seluruh ajaran Islambaik yang diturunkan di Mekah ataupun yang diturunkan di Madinah, kemudian</p><p>mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka betul-betul menjadi</p><p>umat yang bertakwa. Selain itu Rasulullah SAW dibantu oleh para sahabatnya</p><p>melakukan usaha-usaha nyata agar terwujud persaudaraan sesama umat Islam dan</p><p>terbentuk masyarakar madani di Madinah. Usaha-usaha nyata Rasulullah SAW</p><p>seperti tersebur akan dibahas pada sub pokok bahasan tentang strategi Rasulullah</p><p>dalam membentuk masyarakat madani di Madinah.</p><p>Mengenai dakwah yang ditujukan kepada orang-orang yang belum masuk</p><p>Islam bertujuan agar mereka bersedia menerima Islam sebagai agamanya,</p><p>mempelajari ajaran-ajarannya dan mengamalkannya, sehingga mereka menjadiumat Islam yang senantiasa beriman dan beramal saleh, yang berbahagia di dunia</p><p>serta sejahtera di akhirat.</p><p>Tujuan dakwah Rasulullah SAW yang luhur dan cara penyampaiannya yang</p><p>terpuji, menyebabkan umat manusia yang belum masuk Islam banyak yang masuk</p><p>Islam dengan kemauan dan kesadaran sendiri. Namun tidak sedikit pula orang-orang</p><p>kafir yang tidak bersedia masuk Islam, bahkan mereka berusaha menghalang-</p><p>halangi orang lain masuk Islam dan juga berusaha melenyapkan agama Islam dan</p><p>umatnya dari muka bumi. Mereka itu seperti kaum kafir Quraisy penduduk Mekah,</p><p>kaum Yahudi Madinah, dan sekutu-sekutu mereka.</p><p>Setelah ada izin dari Allah SWT untuk berperang, sebagaimana firman-Nyadalam Surah Al-Hajj, 22 : 39 dan Al-Baqarah, 2 : 90, maka kemudian Rasulullah</p></li><li><p>5/26/2018 Bab 12. Dakwah Nabi Periode Madinah</p><p> 4/16</p><p> 4</p><p>SAW dan para sahabatnya menyusun kekuatan untuk menghadapi peperangan</p><p>dengan orang kafir yang tidak dapat dihindarkan lagi.</p><p>Peperangan-peperangan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para</p><p>pengikutnya itu tidaklah bertujuan untuk melakukan penjajahan atau meraih harta</p><p>rampasan perang, tetapi bertujuan untuk :- Membela diri kehormatan, dan harta.</p><p>- Menjamin kelancaran dakwah, dan memberi kesempatan kepada mereka yang</p><p>hendak menganutnya.</p><p>- Untuk memelihara umat Islam agar tidak dihancurkan oleh bala tentara Persia</p><p>dan Romawi.</p><p>Setelah Rasulullah SAW dan para pengikutnya mampu membangun suatu</p><p>negara yang merdeka dan berdaulat, yang berpusat di Madinah, mereka berusaha</p><p>menyiarkan dan memasyhurkan agama Islam, bukan saja terhadap para penduduk</p><p>Jazirah Arabia, tetapi juga ke luar Jazirah Arabia, maka bangsa Romawi dan Persia</p><p>menjadi cemas dan khawatir kekuasaan mereka akan tersaingi. Oleh karena itu,bangsa Romawi dan bangsa Persia bertekad untuk menumpas dan menghancurkan</p><p>umat Islam dan agamanya. Untuk menghadapi tekad bangsa Romawi dan Persia</p><p>tersebut, Rasulullah dan para pengikutnya tidak tinggal diam sehingga terjadi</p><p>peperangan antara umat Islam dan bangsa Romawi, yaitu pertama Perang Mutah</p><p>pada tahun 8 H, di dekat desa Mutah, bagian utara Jazirah Arabia dan kedua</p><p>Perang Tabuk pada tahun 9 H di kota Tabuk, bagian utara Jazirah Arabia.</p><p>Sedangkan bangsa Persia selalu mengadakan penyerangan kepada wilayah</p><p>kekuasaan umat Islam.</p><p>Peperangan lainnya yang dilakukan pada masa Rasulullah SAW seperti :</p><p>(1) Perang Badar Al-Kubra, terjadi pada tanggal 17 Ramadan tahun 2 H di sebuahtempat dekat Perigi Badar, yang letaknya antara Mekah dan Madinah.</p><p>Peperangan ini terjadi antara Rasulullah SAW dan para pengikutnya dengan</p><p>kaum kafir Quraisy yang telah mengusir kaum Muslimin penduduk Mekah untuk</p><p>pindah ke Madinah dengan meninggalkan rumah dan harta benda. Mereka masih</p><p>tetap bertekad untuk menghancurkan Islam dan kaum Muslimin di Madinah.</p><p>Dalam Perang Badar ini kaum Muslimin memperoleh kemenangan yang gilang-</p><p>gemilang.</p><p>(2) Perang Ubud, terjadi pada pertengahan Syaban tahun 3 H. Pada peperangan ini</p><p>kaum Muslimin mengalami kekalahan.</p><p>(3) PerangAhzab (Khandaq), terjadi pada bulan Syawal tahun 5 H. Ahzab artinya</p><p>golongan-golongan, yaitu gabungan kaum kafir Quraisy, kaum Yahudi, Bani</p><p>Salim, Bani Asad, Gathfan, Bani Murrah, dan Bani Asyja, sehingga berjumlah</p><p>10.000 lebih. Pasukan Azhab ini menyerbu Madinah untuk menumpas Islam dan</p><p>umat Islam. Atas inisiatif dari Salman Al-Farisi, untuk mempertahankan kota</p><p>Madinah dibuat parit yang dalam dan lebar. Berkat inisiatif itu, kekompakan umat</p><p>Islam dan pertolongan Allah SWT, dalam perang Ahzab ini umat Islam</p><p>memperoleh kemenangan.</p><p>Pada tahun keenam hijriah Rasulullah SAW dan para pengikutnya umat Islam</p><p>penduduk Madinah yang berjumlah 1000 orang berangkat menuju Mekah untuk</p><p>melakukan umrah. Agar kaum kafir Quraisy tidak menduga bahwa kedatangan kaum</p><p>Muslimin ke Mekah itu untuk memerangi mereka maka jauh sebelum mendekati kota</p><p>Mekah umat Islam sudah mengenakan pakaian ihram, tidak membawa alat-alat</p><p>perang, kecuali pedang dalam sarungnya, sekadar untuk menjaga diri di perjalanan.</p></li><li><p>5/26/2018 Bab 12. Dakwah Nabi Periode Madinah</p><p> 5/16</p><p> 5</p><p>Rombongan kaum Muslimin tiba di suatu tempat yang bernama Al</p><p>Hudaibiyah, yang letaknya beberapa kilometer dari kota Mekah, dengan maksud</p><p>selain untuk beristirahat, juga untuk melihat situasi. Sebenarnya saat itu termasuk</p><p>bulan yang disucikan oleh bangsa Arab sebelum Islam. Mereka dilarang melakukan</p><p>peperangan di dalamnya. Namun dalam kenyataannya, kaum kafir Quraisy telahmenempatkan sejumlah bala tentara yang cukup besar di perbatasan kota Mekah,</p><p>siap untuk melakukan peperangan.</p><p>Membaca situasi yang demikian, kemudian Rasulullah SAW mengutus sahabat</p><p>Utsman bin Affan memasuki kota Mekah untuk menemui pimpinan kaum kafir</p><p>Quraisy dan menjelaskan kepadanya, bahwa kedatangan mereka ke Mekah bukan</p><p>untuk berperang, tetapi semata-mata untuk melakukan ibadah umrah. Namun kaum</p><p>kafir Quraisy bersikeras tidak mengizinkan kaum Muslimin memasuki kota Mekah,</p><p>dengan alasan akan menjatuhkan kewibawaan kaum kaflr Quraisy pada pandangan</p><p>bangsa Arab.</p><p>Sahabat Utsman ditahan oleh kaum kafir Quraisy, bahkan tersiar kabar bahwabeliau telah dibunuh. Menyikapi kabar tersebut kaum Muslimin telah bersepakat</p><p>mengadakan sumpah setia (baiat), untuk berperang melawan kafir Quraisy, sampai</p><p>meraih kemenangan. Sumpah setia itu disebut Baiatur Ridwan.</p><p>Untunglab di saat-saat genting seperti itu sahabat Utsman bin Affan muncul,</p><p>membawa berita akan diadakannya perundingan antara kaum kafir Quraisy dengan</p><p>kaum Muslimin. Maka terjadilah perundingan antara delegasi kaum kafir Quraisy</p><p>yang dipimpin oleh Suhail Ibnu Umar dan delegasi umat Islam yang dipimpin oleh</p><p>Nabi Muhammad SAW.</p><p>Perundingan tersebut melahirkan kesepakatan antara dua belah pihak, dan</p><p>melahirkan sebuah perjanjian, yang dikenal dalam sejarah sebagai perjanjianHudaibiyah (Sulhul Hudaibiyah). Isi perjanjian itu sebagai berikut :</p><p>(1) Selama sepuluh tahun diberlakukan gencatan senjata antara kaum Quraisy</p><p>penduduk Mekah dan umat Islam penduduk Madinah.</p><p>(2) Orang Islam dari kaum Quraisy yang datang kepada umat Islam, tanpa seizin</p><p>walinya hendaklah ditolak oleh umat Islam.</p><p>(3) Kaum Quraisy tidak akan menolak orang-orang Islam yang kembali dan</p><p>bergabung dengan mereka.</p><p>(4) Tiap kabilah yang ingin masuk dalam persekutuan dengan kaum Quraisy, atau</p><p>dengan kaum Muslimin dibolehkan dan tidak akan mendapat rintangan.</p><p>(5) Kaum Muslimin tidak jadi mengerjakan umrah saat itu, mereka harus kembali ke</p><p>Madinah, dan boleh mengerjakan umrah di tahun berikutnya, dengan persyaratan</p><p>:</p><p> Kaum Muslimin memasuki kota Mekah setelah penduduknya untuk</p><p>sementara keluar dari kota Mekah.</p><p> Kaum Muslimin memasuki kota Mekah, tidak boleh membawa senjata.</p><p> Kaum Muslimin tidak boleh berada di dalam kota Mekah lebih dari tiga hari-</p><p>tiga malam.</p><p>Kaum kafir Quraisy mengetahui, bahwa perjanjian Hudaibiyah itu sangat</p><p>menguntungkan kaum Muslimin. Umat Islam semakin kuat, karena hampir seluruh</p><p>semenanjung Arab, termasuk suku-suku bangsa Arab yang paling selatan telah</p><p>menggabungkan diri kepada Islam. Kaum kafir Quraisy merasa terpojok, dan mereka</p><p>secara sepihak berniat membatalkan perjanjian Hudaibiyah itu, dengan cara</p><p>menyerang Bani Khuzaah yang berada di bawah perlindungan Islam. Sejumlah</p></li><li><p>5/26/2018 Bab 12. Dakwah Nabi Periode Madinah</p><p> 6/16</p><p> 6</p><p>orang dari Bani Khuzaah mereka bunuh dan selebihnya mereka cerai-beraikan. Bani</p><p>Khuzaah segera mengadu kepada Rasulullah SAW dan mohon keadilan.</p><p>Mendapat pengaduan seperti itu kemudian Nabi Muhammad SAW dengan</p><p>sepuluh ribu bala tentaranya berangkat menuju kota Mekah untuk membebaskan</p><p>kota Mekah dari para penguasa kafir yang zalim, yang telah melakukan pembunuhansecara kejam terhadap umat Islam dan Bani Khuzaah. </p><p>Rasulullah SAW sebenarnya tidak menginginkan terjadinya peperangan, yang</p><p>sudah tentu akan menelan banyak korban jiwa. Untuk itu Rasulullah SAW dan bala</p><p>tentaranya berkemah di pinggiran kota Mekah dengan maksud agar kaum kafir</p><p>Quraisy melihat sendiri, kekuatan besar dan bala tentara kaum Muslimin.</p><p>Taktik Rasulullah SAW seperti itu ternyara berhasil, sehingga dua orang</p><p>pemimpin Quraisy yaitu Abbas (paman Nabi SAW) dan Abu Sufyan (seorang</p><p>bangsawan Quraisy yang lahir tahun 567 M dan wafar tahun 652 M) datang</p><p>menemui Rasulullah SAW dan menyatakan diri masuk Islam.</p><p>Dengan masuk Islamnya kedua orang pemimpin kaum kafir Quraisy itu,Rasulullah SAW dan bala tentaranya dapat memasuki kota Mckah dengan aman dan</p><p>membebaskan koba itu dari para penguasa kaum kafir Quraisy yang zalim.</p><p>Pembebasan kota Mekah ini terjadi pada tahun 8 H secara damai tanpa adanya</p><p>pertumpahan darah.</p><p>Bahkan setelah itu, kaum Quraisy berbondong-bondong menyatakan diri</p><p>masuk Islam, menerima ajakan Rasulullah dengan kerelaan hati. Kernudian</p><p>bersama-sama bala tentara Islam mereka membersihkan Kabah dan berhala-</p><p>berhala dan menghancurkan berhala-berhala itu.</p><p>Kaum Muslimin masih menghadapi kaum musyrikin, yang semula bersekutu</p><p>dengan kaum kafir Quraisy yang telah masuk Islam itu, yaitu ; Bani Saqif, BaniHawazin, Bani Nasr, dan Bani Jusyam. Kaum musyrikin tersebut bersatu di bawah</p><p>pimpinan Malik bin Auf (Bani Nasr) berangkat menuju Mekah untuk menyerbu kaum</p><p>Muslimin, yang telah menghancurkan berhala-berhala yang mereka sembah.</p><p>Mendengar berita bahwa kaum musyrikin itu akan menyerang umat Islam di</p><p>Mekah, maka Rasulullah SAW memimpin bala tentaranya sebanyak 12000 orang</p><p>menuju ke lembah Hunain tempat kaum musyrikin berkemah. Maka terjadilah</p><p>pertempuran sengit antara pasukan Islam dan pasukan musyrikin, yang berakhir</p><p>dengan kemenangan di pihak Islam. Perang Hunain ini terjadi dua minggu setelah</p><p>peristiwa pembebasan kota Mekah.</p><p>Sisa pasukan musyrikin melarikan diri ke Thaif. Rasulullab SAW dan bala</p><p>tentaranya mengejar mereka sampai ke Thaif, lalu mengadakan pengepungan</p><p>selama beberapa hari lamanya sehingga pemimpin mereka Malik bin Auf dengan</p><p>seluruh pasukan gabungannya, yaitu: Bani Saqif, Bani Hawazim, Bani Nasr, dan</p><p>Bani Jusyam menyatakan masuk Islam.</p><p>Pada tabun ke-9 dan 10 H berbagai kabilah bangsa Arab seperti Bani Tamim,</p><p>Bani Amr, Bani Saad Ibnu Bakr, dan Bani Abdul Haris datang ke Madinah</p><p>menghadap Rasulullah SAW untuk menyatakan dukungannya.</p><p>D...</p></li></ul>