BAB II IMF

  • Published on
    23-Jun-2015

  • View
    205

  • Download
    2

Embed Size (px)

Transcript

MDGs

BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar BelakangPada sebuah kesepakatan internasional oleh 189 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di bulan September 2000 telah melahirkan sebuah paradigma pembangunan global. Kesepakatan yang lahir dari Konferensi Tingkat Tinggi (KT T) Milenium PBB bulan September 2000 silam, Majelis Umum PBB kemudian melegalkannya ke dalam Resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa Nomor 55/2 tanggal 18 September 2000 Tentang Deklarasi Milenium Perserikatan Bangsa-Bangsa atau yang disebut Millenium

Development Goals (MDGs). Dari 8 program yang dicanangkan, ada bahasan mengenai peningkatan kesehatan yang secara prioritas menyoroti masalah kesehatan ibu dan anak. Lalu bagaimana program-program kesehatan secara keseluruhan oleh PBB menjadi program penting untuk dilaksa nakan sebagai sebuah tujuan pembangunan oleh tiap-tiap negara anggota PBB. Ini yang kemudian mendorong kelompok kami untuk melakukan pembahasan tersebut. Serta bagaimana kesehatan lalu menjadi tujuan pembangunan yang penting bagi sebuah negara berkembang.

1.2 Rumusan Masalah1. Apakah MDGs (Millenium Development Goals) itu? 2. Bagaimana program kesehatan dalam MDGs? 3. Bagaimana permasalahan kesehatan di negara Indonesia ?

1

MDGs4. Bagaimana peningkatan kesehatan sebagai salah satu program MDGs di negara Indonesia?

1.3 Tujuan 1. Menjelaskan arti dari MDGs (Millenium Development Goals). 2. Mengetahui bagaimana indikator-indikator dari program peningkatankesehatan oleh MDGs.

3. MengetahuiIndonesia.

permasalahan-permasalahan

kesehatan

yang

ada

di

4. Menjelaskan peran pemerintah Indonesia dalam upaya menanggulangimasalah kesehatan serta peningkatannya.

1.4 ManfaatDengan mengetahui apa itu MDGs serta program-program yang ingin dicapainya, kita bisa mengetahui apa saja yang menjadi indikator -indikator terhadap pembangunan di suatu negara. Dengan juga melihat masalah-masalah kesehatan serta peran pemerintah tentunya kita sebagai masyarakat dan khususnya sebagai mahasiswa bisa melihat hal-hal apa saja yang terjadi terhadap kondisi kesehatan masyarakat kita tentunya di negara Indonesia ini. Kita sebagai mahasiswa dituntut untuk bisa mengaplikasikan dan menerapkan apa yang sudah ditetapkan oleh pemerintah dalam hal penanggulangan masalah kesehatan dan peningkatannya. Sehingga kita bisa membantu menyukseskan program kesehatan pemerintah pada khususnya dan program MDGs pada umumnya untuk mencapai tujuan pembangunan millenium guna memajukan dan mensejahterakan kehidupan bangsa dan bernegara.

2

MDGs

BAB II ISI2.1 Millenium Development Goals (MDGs)2.1.1 Sejarah Lahirnya Millenium Development Goals (MDGs)Millenium diterjemahkan Development Tujuan Goals (MDGs) dalam Milenium bahasa Indonesia Tujuan

sebagai

Pembangunan

(TPM).

Pembangunan Milenium merupakan paradigma pembangunan global yang disepakati secara internasional oleh 189 negara anggota Perserikatan BangsaBangsa (PBB) dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium. Majelis Umum PB kemudian melegalkannya ke dalam Resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa Nomor 55/2 tanggal 18 September 2000 Tentang Deklarasi Milenium Perserikatan Bangsa-Bangsa (A/RES/55/2. United Nations Millennium

Declaration). Lahirnya Deklarasi Milenium merupakan buah perjuangan panjangnegara-negara berkembang dan sebagian negara maju. Deklarasi ini

menghimpun komitmen para pemimpin dunia, yang belum pernah terjadi sebelumnya, untuk menangani isu perdamaian, keamanan, pembangunan, hak asasi, dan kebebasan fundamental dalam satu paket. Negara-negara anggota PB B kemudian mengadopsi MDGs. Setiap tujuan memiliki satu atau beberapa target berikut indikatornya. MDGs menempatkan pembangunan manusia sebagai fokus utama pembangunan serta memiliki tenggat waktu dan kemajuan yang terukur. MDGs didasarkan atas konsensus dan kemitraan global, sambil menekankan tanggung jawab negara berkembang untuk mel aksanakan

pekerjaan rumah mereka, sedangkan negara maju berkewajiban mendukung upaya tersebut.

3

MDGs 2.1.2 Program-Program MDGs

8 tujuan dan 18 target. Program-program MD s ini dilengkapi dengan 8 indikator untuk mengukur kemajuan teknis terhadap Millenium

Development Goals. Indikator ini sejak telah diadopsi oleh konsensus para ahli dari PBB, IMF, OECD dan Bank Dunia.

dapun program-program dalam MDGs adalah :

1. Menghapuskan Kem skinan dan Kelaparan

Target 1: Membagi 2 antara tahun 1990 dan 2015, proporsi dari orangorang yang berpenghasilan kurang dari $ 1 per hari. Indikator 1. Proporsi penduduk di bawah $ 1 (1993 PPP) per hari (World Bank). 2. Rasio kesenjangan kemiskinan. 3. Membagi kuintil termiskin dalam konsumsi nasional (Bank Dunia). Target 2: Membagi 2 antara tahun 1990 dan 2015, proporsi dari penduduk yang menderita akibat kelaparan. Indikator

. Prevalensi berat badan anak di bawah usia lima tahun (UNICEFWHO)

5. Proporsi penduduk di bawah tingkat minimum dari konsumsi energi makanan (F O)

4

Keran

a in ernasi nal yan telah disepakati dalam MD s terdiri dari

MDGs

2. Mewujudkan pendidikan dasar untuk semua orang

Target 3 : Memastikan bahwa pada 2015, anak-anak di mana-mana, lakilaki dan perempuan, akan dapat menyelesaikan program pendidikan dasar secara penuh. Indikator 6. Rasio partisipasi pendidikan dasar (UNESCO) 7. Proporsi murid mulai kelas 1 yang mencapai kelas 5 (UNESCO) 8. Tingkat melek huruf dari anak-anak usia 15-2 tahun (UNESCO)

3. Mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan

Target 4 : Menghilangkan ketimpangan dalam pendidikan dasar dan menengah, terutama untuk tahun 2005, dan di semua tingkat pendidikan tidak lebih dari 2015. Indikator 9. Rasio

nak perempuan untuk anak laki-laki pada pendidikan

primer, sekunder dan tersier (UNESCO) 10. Rasio melek huruf dari wanita untuk laki-laki, 15-2 (UNESCO) 11. Proporsi perempuan dalam upah pekerjaan pertanian (I O) di sektor non-

5

tahun

MDGs 12. Proporsi kursi yang dipegang oleh perempuan di parlemen nasional (IPU) . Menurunkan tingkat kematian anak

15. Proporsi anak-anak berumur 1 tahun yang telah di imunisasi untuk memerangi campak (UNICEF-WHO)

5. Meningkatkan kesehatan ibu

Target 6 : Mengurangi sampai tiga perempat, antara 1990 dan 2015, tingkat angka kematian ibu. Indikator 16. Rasio tingkat kematian ibu (UNICEF-WHO) 17. Proporsi persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan terampil (UNICEF-WHO)

Target 5 : Mengurangi dari dua-pertiga, antara 1990 dan 2015, tingkat kematian balita. Indikator 13. Tingkat kematian balita (UNICEF-WHO) 1 . Tingkat kematian bayi (UNICEF-WHO)

6

MDGs

6. Melawan penyebaran HIV/AIDS, dan penyakit kronis lainnya (malaria dan tuberkulosa)

Target 7 : Penghentian penyebaran virus HIV/AIDS pada tahun 2015. Indikator 18. Prevalensi HIV di antara wanita hamil usia 15-2 tahun (UNAIDSWHO-UNICEF) 19. Angka Kondom yang digunakan sebagai prevalensi kontrasepsi (UN Population Division) a. Penggunaan kondom (UNICEF-WHO) pada seks berisiko tinggi terakhir

komprehensif tentang HIV / AIDS (UNICEF-WHO) c. Angka prevalensi kontrasepsi (UN Population Division) 20. Rasio kehadiran sekolah anak yatim untuk kehadiran pada sekolah non-anak yatim berusia 10-1 tahun UNAIDS-UNICEF-WHO) Target 8 : Penghentian penyebaran malaria dan penyakit utama lainnya pada tahun 2015. Indikator 21. Prevalensi tingkat kematian yang terkait dengan malaria (WHO) 22. Proporsi penduduk di daerah berisiko malaria menggunakan pencegahan malaria efektif dan tindakan pengobatan (UNICEFWHO) 23. Prevalensi tingkat kematian yang terkait dengan TBC (WHO) 2 . Proporsi kasus TBC yang terdeteksi Kesembuhan dengan DOTS

(WHO)

7

b.

Persentase penduduk usia 15-2

tahun dengan pengetahuan

MDGs

7. Menjamin keberlangsungan lingkungan

Target 9 : Mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam kebijakan negara dan program serta mengurangi hilangnya sumber daya Indikator 25. Proporsi luas lahan yang tertutup hutan (FAO) 26. Rasio area yang dilindungi untuk mempertahankan

keanekaragaman hayati ke permukaan daerah (UNEP-WCMC) 27. Energi (kg minyak setara) setiap $ 1 PDB (PPP) (IEA, Bank Dunia) 28. Emisi karbon dioksida per kapita (UNFCCC, UNSD) dan konsumsi ozon- CFC (ODP ton) (UNEP-Ozon Sekretariat) 29. Proporsi populasi yang menggunakan bahan bakar soli (WHO) d Target 10 : Pertengahan tahun 2015, proporsi penduduk tanpa akses berkelanjutan terhadap air minum yang aman dan sanitasi dasar Indikator 30. Proporsi penduduk dengan akses terhadap pemanfaatan sumber air, perkotaan dan pedesaan (UNICEF-WHO) 31. Proporsi penduduk dengan akses terhadap sanitasi yang baik, perkotaan dan pedesaan Target 11 : Pencapaian pada tahun 2020 untuk peningkatan yang signifikan dalam kehidupan setidaknya 100 juta penduduk di daerah kumuh 32. Proporsi rumah tangga yang memiliki akses untuk mengamankan kedudukan/jabatan (UN-HABITAT)

8

MDGs

8. Mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan

Target 12 : Mengembangkan lebih lanjut keterbukaan, peraturan dasar, prediksi, perdagangan dan sistem keuangan yang tidak diskriminatif (termasuk komitmen terhadap tata kelola yang baik, pengembangan, dan pengurangan kemiskinan baik secara nasional dan internasional) Target 13 : Amanat kebutuhan khusus dari Negara-negara berkembang (termasuk tarif dan bebas kuota akses untuk Negara Maju Terkecil lebih Ekspor ditingkatkan, program bantuan utang berutang berat bagi negara-negara miskin [HIPCs] dan pembatalan utang bilateral resmi, dan pemberian bantuan pembangunan resmi untuk negara-negara yang komitmen untuk pengentasan kemiskinan) Target 14 : Amanat kebutuhan khusus nega