BAB III, IV Dan Lampiran-lampiran

  • Published on
    17-Jul-2015

  • View
    126

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

BAB III PEMBAHASAN 3.1 Profil SMK Pasundan I Bandung Aliansi SMK - SBI (Sekolah Bertaraf Internasional) INVES

1. Nama sekolah 2. Jenis Sekolah 3. Status Sekolah 4. Jenis Program 5. Didirikan / Dibuka

6. Nomor Rekening Sekolah 7. Surat Izin Pendirian Sekolah 8. Nomor Data Sekolah

9. Nomor Statistik Sekolah 10. Status/Jenjang Akreditasi

11. Alamat Sekolah Kelurahan Kecamatan Nomor Telepon Fax Email Kota

SMK Pasundan 1 Bandung Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen Swasta SMK Non Teknologi Bisnis dan Manajemen Tahun 1968 SK Pendirian Sekolah dari Kanwil No. 16/AS/1974 tanggal 13 Mei 1974 2700010015146 BANK Jabar Dari Kanwil Depdikbud Propinsi Jawa Barat Nomor : 16/AS/1974 Tgl. : 13 Mei 1974 430221003 Piagam tertangal 5 Mei 1998 No. Piagam : 52/DSS/SMK/V/1998 34.2.02.60.14.013 Program Keahlian Akuntansi : Nilai : 96,08 Peringkat A (Amat Baik) Program Keahlian Adm. Perkantoran : Nilai : 96,78 Peringkat : A (Amat Baik) Program Keahlian Penjualan : Nilai : 95,38 Peringkat : A (Amat Baik) Nomor : 02.00/017/ BAS/2007 Tgl. : 15 Januari 2007 Jalan Balonggede No. 44 Bandung 40251 Balonggede Regol 4217533 4241147 info@smkpasundan1-bdg.sch.id Bandung

1

Propinsi 12. Penyelenggaraan Sekolah 13. Tempat Pelaksanaan Praktek Pimpinan Kepala Sekolah Wakil Kepala Sekolah Wakil Kepala Sekolah Urusan a. Kesiswaan b. Sarana dan Prasarana c. Humas/Dudis d. Kurikulum Staf a. Urusan Kesiswaan b. Urusan Sarana dan Prasarana c. Urusan Humas/Dudis d. Urusan Kurikulum e. Koordinator Piket f. Ketua Unit Produksi

Jawa Barat Pagi mulai pukul 07.00 WIB s/d pukul 12.15 wib, Siang mulai pukul 12.15 sampai dengan 17.50 wib. Gabungan, Jumlah : 85 Perusahaan/Instansi Drs. H. SUPARDI, M.Si. Dra. Hj. TATI MUTIARA

Drs. S.A. TIRHAM, MM., M.Si Drs. H. KUSMO SUWONDO Drs. AGUS SYARIF Drs. KADARUSMAN

SUHARNO, S.Pd DEDI HERYADI, S.Pd Dra. MIA SUSMIA Drs. ROSKANDI MARYONO, S.Pd Drs. AHMAD SUPANTAR ISTAFIANI A. S.Ag NANANG SUHERDI, S.Pd Drs. ENDANG RUKMAN

Program Keahlian a. Ketua program keahlian Akuntansi b. Ketua program keahlian Adm. Perkantoran c. Ketua program keahlian Pemasaran Tata Usaha a. Kasubag. Tata usaha b. Bendaharawan

ADE SUWINDA, S.Pd DADAN SUWARDAN, S.Pd FIKRI RAHADIAN, S.Pd

NANA ARFAN SUTISNA

Visi, Misi dan Tujuan

2

Visi Terwujudnya sumber daya manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki kualitas unggul dalam ilmu pengetahuan, sikap dan keterampilan, serta menjadi sekolah menengah kejuruan bidang studi keahlian bisnis dan manajemen model INVES tahun 2013. Misi 1. Mendidik sumber daya manusia yang unggul dalam kelompok keahlian bisnis dan manajemen yang ditekuninya dengan dilandasi budaya sunda dan keimanan serta ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 2. Memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia yang mampu dan mengaplikasikan (mempraktekkan) bidang keahlian yang ditekuninya. 3. Melayani masyarakat yang peka dan dinamis terhadap pendidikan dalam membangun kualitas pendidikan berskala internasional untuk menghadapi tantangan globalisasi. 4. Mengimplementasikan pengetahuan, sikap dan keterampilan dimasyarakat dalam rangka ikut serta membangun masyarakat yang dinamis. 5. Mengembangkan bidang keilmuan dan teknologi informasi yang dilandasi nilainilai kehidupan masyarakat yang Inovatif, Kreatif dan Produktif disertai Nyantri, Nyunda, Nyantika. Tujuan Sekolah Menengah Kejuruan merupakan bagian dari Pendidikan Menengah dalam Sistem Pendidikan Nasional bertujuan: 1. Mengutamakan persiapan siswa untuk memasuki dunia kerja serta mengembangkan sikap professional. 2. Menyiapkan tenaga kerja tingkat menengah untuk mengisi kebutuhan dunia kerja dan dunia usaha. 3. Menyiapkan tamatan agar menjadi warga negara yang produktif dan kreatif. 4. Menyiapkan siswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi.

3

5. Menyiapkan tamatan untuk membuka usaha sendiri atau berwiraswasta.

3.2 Biodata Guru Mata Pelajaran

1. Nama

: Nurwinda : Sumedang, 23 Februari

2. Tempat Tanggal Lahir

19833. Alamat Rumah : Jalan bbkn irigasi no 48, trs pasir koja 4. No.telepon / HP : 081802162409

5. Alamat email / FB :twilight_hening@yahoo.com/seruni dan ilalang6. Guru Mata Pelajaran : produktif pemasaran kelas x dan

xI

4

5

3.3 Subjek Evaluasi Dalam melaksanakan evaluasi mata pelajaran tentang prestasi belajar pencapaian maka subjek evaluasi adalah guru. Yang menjadi subjek evaluasi sebenarnya dalam mata pelajaran pemasaran dalam mata pelajaran lainnya telah dibentuk Team teaching, namun pada teknisnya, guru difokuskan pada satu kelas saja, sesuai dengan pembagian. Maka masing-masing guru bertaanggung jawab terhadap satu kelas tanpa ada campur tangan dari guru yang merupakan bagian dari team teaching dalam hal memberikan penilaian terhadap siswanya. Dalam melakukan ulangan harian maupun kuis, guru membuat soal sendiri dan mengawasi anak secara langsung, namun ketika pelaksanaan UAS, dilakukan serentak satu sekolah, maka guru-guru yang tergabung dalam team teaching bekerja sama dalam mempersiapkan persyaratan tes, seperti soal tes dan lain-lain. Pada saat test UAS dilakukan maka guru akan memberikan sepenuhnya pengawasan siswa-siswanya kepada pengawas ujian. Namun, yang akan melakukan proses penilaian dan penskoran dan lain-lain weweang akan diserahkan lagi kepada guru. Guru akan menerima laporan terkait pengawasan ujian, apabila ada siswa yang melakukan kecurangan ataupun memperlihatkan sikap yang kurang baik. Bpk. Ade suwinda, S.Pd selaku Ketua program keahlian Akuntansi, Bpk.Dadan Suwardan, S.Pd Ketua program keahlian Adm. Perkantoran, Dan Bpk. Fikri Rahadian, S.Pd selaku Ketua program keahlian PemasaranKetiga ketua program keahlian akan mengatur semua hal terkait dengan masalah tes nilai dan lain-lain, sesuai dengan program keahlian masing-masing. 3.4 Alat Evaluasi Guru biasanya melakukan pre test dan post test , hal ini dilakukan dalam rangka mengevaluasi hasil belajar. Pre test dilakukan sebelum mengawali pelajaran, biasanya dilakukan saat guru pertama kali masuk ke kelas. Pre test ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan para siswa baik secara individu maupun kelompok, agar ketika melakukan pengajaran ke atau

42

depannya guru telah mengetahui tingkat kemampuan siswa sehingga dapat menyesuaikan antara pelajaran yang diberikan dengan kemmapuan siswa. Dalam melakukan pre test guru melakukan tes dengan teknik non tes, diantaranya ; 1. Kuesioner (questionair) Kuesioner juga sering dikenal sebagai angket. Tentang macam kuesionar dapat ditinjau dari beberapa segi yaitu ditinjau dari segi siapa yang menjawab dan ditinjau dari segi cara menjawab.

2. Wawancara (interview) Adalah suatu metode atau cara yang digunakan untuk mendapatkan jawaban dari responden dengan jalan Tanya jawab sepihak. 3. Pengamatan (observation) Adalah suatu teknik yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara teliti serta pencatatan secara sistematis:

Post test berbeda dengan pre test, apabila pre test dilakukan di awal pertemuan sebaliknyanpost test dilakukan di akhir pertemuan. Beberapa teknik tes yang dilakukan oleh guru dalam melakukan post test yaitu dengan melakukan teknik tes, diantaranya ; 1. Tes formatif Tes ini diberikan pada akhir setiap program. Tes ini merupakan post-testatau tes akhir proses. Test formatif ini diberikan pada akhir pelajaran dalam bentuk kuis dadakan, Tanya jawab , tes ini dilakukan sesuai dengan kondisi, apabila siswa kurang kondusif di kelas maka tiba-tiba guru melakukan tanya jawab, dan apabila ada waktu yang lebih luang maka guru melakukan kuis dadakan. 2. Tes sumatif Tes ini dilaksanakan setelah berakhirnya pemberian sekelompok program atau sebuah program yang lebih besar. Dalam pengalaman disekolah tes formatif dapat disamakan dengan ulangan harian , sedangkan tes sumatif ini dapat disamakan

43

dengan ulangan umum yang biasanya dilaksanakan pada tiap akhir caturwulan atau akhir semester.

3.5 Masalah Tes Guru selalu berusaha agar tes yang dilakukan mengikuti aturan tentang suasana, cara, dan prosedur yang telah ditentukan namun banyak sekali kelemahan dan hambatan yang terjadi ketika melaksanakan tes. Dlam teknis pengetesan tidak ada kendala yang berarti, karena semua hal terkait fasilitas, soal dan pengawas telah dipersiapkan dengan sebaik-baiknya oleh semua pihak yang terkait, namun beberapa yang terkendala timbul dari siswa itu sendiri, terkadang siswa belum sipa melaksankan tes seperti UAS, sehingga perlu dilakukan beberapa kali remedial, terkadang remedial dilakukan dua hingga tiga kali, sehingga itu sangat menghambat proses evaluasi.

3.6 Tes Standar d an Tes Buatan Guru

Tes Standar a. Didasarkan atas bahan dan tujuan umum dari sekolah-sekolah di seluruh negara. Untuk menentukan tes standar, seluruh perwakilan masing-masing sekolah melakukan pertemuan SMK se-kota Bandung, disana akan dirumuskan mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan mata pelajaran, tes dan juga kurikulum yang akan menjadi standar bagi SMK dalam satu kota maupun kabupaten. Namun ada beberapa hal yang ditentukan sesuai dengan kebijakan sekolah, yang telah ditentukan sebelumnya sesuai dengan keadaan sekolah. Dalam tes standar merupakan hasil dari kebijakan nasional, kabupaten, maupun sekolah. Misalnya ; 1. Didasarkan atas bahan dan tujuan umum dari sekolah-sekolah di seluruh negara 2. Mencakup aspek yang luas dan pengetahuan atau keterampilan dengan hanya sedikit butir tes untuk setiap keterampilan atau topik 3. Disusun dengan kelengkapan staf profesor, pembahas, editor, butir tes 4. Menggunakan butir-butir tes yang sudah diujicobakan, dianalisis dan direvisi sebelum menjadi sebuah tes

44

Sekolah telah menentukan KKM (Kriteria ketuntasan Minimal), untuk maisngmasing mata pelajaran, sesuai kebijakan sekolah, karena di setiap sekolah memiliki KKm