BAB Terakhir

  • Published on
    12-Nov-2015

  • View
    12

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

TESTING SKAL

Transcript

<p>BAB IPENDAHULUAN</p> <p>1.1 Maksud Mengetahui definisi geologi struktur dan metode geologi lapangan Menentukan dan mendeskripsikan litologi, geomorfologi, struktur geologi pada stasiun pengamatan Memahami morfogonesa proses pembentukan dari suatu daerah pengamatan Mengetahui cara membuat sayatan pada peta daerah pegamatan. Mengetahui jenis-jenis perlengkapan dasar geologi serta cara penggunaanya di lapangan1.2 Tujuann Mampu mengetahui definisi dari geologi struktur dan metode geologi lapangan dengan Mampu menentukan litologi, geomorfologi, struktur geologi pada stasiun pengamatan Mampu memahami morfogenesa proses pembentukan dari suatu daerah pengamatan Mampu mengetahui cara membuat profil sayatan pada peta daerah stasiun pengamatan Mampu mengetahui jenis-jenis perlengkapan dasar geologi serta cara penggunaannya di lapangan 1.3 Waktu dan Tempat PelaksanaanHari/Tanggal: Minggu, 30 November 2014Waktu: Pukul 06.30-16.30 WIBTempat: Sungai Banyumeneng, Kelurahan Girikusumo, Kecamatan Mranggen1.4 Kesampaian Daerah Pertama melakukan persiapan keberangkatan di Gedung Pertamina Sukowati Universitas Diponegoro pada pukul 06.00 WIB. Keberangkatan ke tempat yang dituju yakni dengan mengendarai sepeda motor menuju Sungai Banyumeneng, Girikusumo, Kecamatan Mranggen pada pukul 06.30WIB. Perjalanan ditempuh dengan alokasi waktu sekitar 40 menit. Sepanjang perjalanan menuju Sungai Banyumeneng,Girikusumo, Kecamatan Mranggen melewati daerah persawahan dengan kelerengan yang landai serta banyak teramati bentuk roman muka bumi seperti sungai maupun perbukitan. Tiba di Sungai Banyumeneng, Girikusumo, Kecamatan Mranggen pada pukul 07.10 WIB</p> <p>BAB IIDASAR TEORI</p> <p>2.1 Definisi Geologi StrukturGeologi struktur adalah bagian dari ilmu geologi yang mempelajari tentang bentuk (arsitektur) batuan sebagai hasil dari proses deformasi.Adapun deformasi batuan adalah perubahan bentuk dan ukuran pada batuan sebagai akibat dari gaya yang bekerja di dalam bumi.Secara umum pengertian geologi struktur adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk arsitektur batuan sebagai bagian dari kerak bumi serta menjelaskan prosespembentukannya.Untuk mempelajari geologi struktur,ada beberapa tahapan yang dapat dilakukan.Pertama-tama adalah mengenal jenis-jenis struktur batuan yang ada.Hal ini pada umumnya dilakukan pada pengamatan di lapangan.Jenis-jenis struktur tersebut kemudian diamati bentuknya,dideskripsi sifat simestrinya,diukur kedudukannya,dan sebagainya,serta bila perlu,digambarkan dalam pet,ini disebut sebagai analisis deskriptif.Tahap berikutnya adalah mengamati sifat perubahan (strain) yang terjadi pada batuan dengan dasar pengetahuan tentang proses deformasi yang terjadi pada batuan.Pengamatan ini meliputi sifat perubahan tempat atau gerak (displacement),perubahan bentuk (distorsion) dan perubahan ukuran (dilation).Tahapan ini disebut sebagai analisis kinematik.Dalam hal ini perlu dipertimbangkan tentang sifat fisik batuannya terhadap perubahan-perubahan yang terjadi akibat deformasi.Sebagai kelanjutan dari analisis kinematik,langkah berikutnya adalah mempelajari penyebab dari perubahan yang terjadi pada batuan.Perubahan seperti pergerakan dan perubahan bentuk adalah respon dari batuan terhadapa gaya (force) dan tegasan (stress).</p> <p>2.2 Struktur BatuanStruktur batuan adalah gambaran tentang kenampakan atau keadaan batuan,termasuk di dalamnya bentuk dan kedudukannya.Didasarkan pada proses pembentukannya,struktur batuan dapat dibedakan menjadi: Struktur primer,yaitu struktur yang terjadi pada saat proses pembentukan batuan tersebut,misalnya,pada batuan sedimen : bidang perlapisan bersilang,gelembur gelombang,perlapisan bersusun,dan sebagainya.Pada batuan beku : struktur aliran,kekar akibat pendinginan dan sebagainya. Struktur sekunder,yaitu struktur yang terjadi kemudian,setelah batuan terbentuk,yaitu akibat proses deformasi atau tektonik.Jenis struktur yang termasuk di dalam struktur sekunder diantaranya adalah : lipatan,rekahan(kekar),patahan(sesar),dan sebagainya.</p> <p>2.3 Deformasi BatuanDeformasi merupakan perubahan volume atau bentuk suatu material atau batuan.A. Penyebab DeformasiStress adalah gaya yang bekerja pada satuan luas.Macam-macam stress:1. Stress yang dari segala arah sama (Uniform Stress) : Confining stress2. Stress yang besarnya berbeda dari segala arah (Differential stress ): Tensional stress yang menyebabkan tarikan pada batuan Compressional stress yang menekan batuan Shear stress yang menyebabkan pergeseran dan puntiran.Strain adalah perubahan ukuran,bentuk atau volume dari material,terjadi akibat batuan mengalami deformasi.</p> <p>Gambar 2.1 Jenis-jenis stress</p> <p>B.Tahapan DeformasiBila batuan mengalami penambahan stress akan terdeformasi melalui 3 tahap berurutan :1. Elastic deformation adalah deformasi sementara tidak permanen atau kembali ke bentuk awal (revesible).Begitu stress hilang,batuan kembali ke bentuk dan volume semula.Seperti karet yang ditarik akan melar tapi jika dilepas akan kembali ke panjang semula.Elastisitas ini ada batasnya yang disebut elastic limit,yang apabila dilampaui batuan yang pernah mengalami deformasi elastic ini,karena tidak meninggalkan jejak atau bekas,karena kembali ke keadaan semula,baik bentuk maupun volumenya.2. Ductile deformation merupakan deformasi dimana elastic limit dilampaui dan perubahan bentuk dan volume batuan tidak kembali.3. Fracture terjadi apabila batas atau limit elastic dan ducktile deformasi dilampaui.Deformasi rekahan ( fracture deformation) dan lentur (ductile deformation) adalah sama,menghasilkan regangan (strain) yang tidak kembali ke kondisi semula.</p> <p>2.4 Jenis Struktur GeologiDalam geologi dikenal 3 jenis struktur yang dijumpai pada batuan sebagai produk dari gaya-gaya yang bekerja pada batuan,yaitu (1) Kekar (fractures) dan Rekahan (cracks) (2) Perlipatan (folding) dan (3) Patahan/Sesar (fault)Ketiga jenis struktur tersebut dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis unsure struktur,yaitu:A.Kekar dan RekahanBanyak teori yang dikemukan untuk menjelaskan terjadinya kekandasan pada batuan bila mengalami suatu gaya tekanan, terutama dalam hal pembentukan rekahan-rekahan gerus (shear fracture) dan hubungannya dengan besarnya sudut yang mereka bentuk di alam.Rekahanadalah hasil proses geologi yang tidak menunjukkan perpindahan yang dapat diamati (Ramsay &amp; Huber,87).Rekahanadalah pecahan pada batuan yang tidak atau sedikit sekali mengalami pergerakan (Twiss &amp; Moores,92).Retakan pada batuan yang sedikit atau tidak sama sekali mengalami pergeseran (Davis,1996). Retakan yang terjadi gaya tekanan disebut shear fractures dan yang terjadi karena gaya tarikan disebut tension fractures (Hatcher,1990 &amp; Dennis,1972).Billings (1972), membagi kekar tarikan kedalam extension joints dan release joints.Kekar adalah struktur retakan/rekahan terbentuk pada batuan akibat suatu gaya yang bekerja pada batuan tersebut dan belum mengalami pergeseran.Fungsi kekar adalahsebagai jalannya larutan (air/larutan magma dll),sebagai ruang untuk pengendapan cebakan,sebagai jalan migrasi minyak bumi,sebagai reservoir minyak bumi untuk memudahkan penambangan batu.Secara umum dicirikan oleh: a) Pemotongan bidang perlapisan batuan; b) Biasanya terisi mineral lain (mineralisasi) seperti kalsit, kuarsa dsb;c) kenampakan breksiasi.Struktur kekar dapat dikelompokkan berdasarkan sifat dan karakter retakan/rekahan serta arah gaya yang bekerja pada batuan tersebut.Kekar yang umumnya dijumpai pada batuan adalah sebagai berikut:1. Shear Joint (Kekar Gerus) adalah retakan / rekahan yang membentuk pola saling berpotongan membentuk sudut lancip dengan arah gaya utama.Kekar jenis shear joint umumnya bersifat tertutup.2. Tension Joint adalah retakan/rekahan yang berpola sejajar dengan arah gaya utama.Umumnya bentuk rekahan bersifat terbuka.3. Extension Joint (Release Joint) adalah retakan/rekahan yang berpola tegak lurus dengan arah gaya utama dan bentuk rekahan umumnya terbuka.Terjadinya kekar dapat disebabkan karena; Tektonik(Kekar Gerus/Shear Joint dan Kekar Regangan/ Tension Joint/Gash Fracture,Extension &amp; Release Joint) Non-Tektonik(coling Joint, Shrinkage Joint &amp; akibat hilangnya beban ).B.Sesar atau PatahanPatahan terjadi ketika suatu batuan mengalami retakan terlebih dahulu yang kejadian ini berkaitan erat dengan tekanan dan kekuatan batuan yang mendapatkan gaya sehingga timbul adanya retakan (fracture).Tekanan yang diberikan mampu memberikan perubahan pada batuan dengan waktu yang sangat lama dan hingga memberikan gerakan sebesar seperseratus sentimeter dan bahkan sampai beberapa meter.Ketika ini terjadi,maka akan timbul sebuah gaya yang sangat besar yang berdampak getaran bagi sekitarnya saat suatu batuan mengalami patahan atau yang sering kita sebut dengan gempa. Arah pergerakan pada suatu patahan tergantung pada kekuatan batuan. Patahan diakibatkan oleh batuan yang ditekankan atau mendapatkan gaya yang pada umumnya dalam bentuk tekanan ( pada umumnya membentuk lipatan) yang kemudian batuan dapat pecah. atahan adalah istilah yang menandai adanya gaya tekan atau tekanan dan terjadi secara alami yang geometris. Patahan terjadi searah dengan retakan.Sesar atau patahan mempunyai bentuk dan ukuran bervariasi,ukurannya ada yang sepanjang ratusan Km,ada yang hanya beberapa cm saja.Patahan terdiri dari beberapa tipe yang diantaranya :a) Dip Slip Fault Normal FaultPatahan normal adalah patahan yang terjadi pada batuan yang salah satu bagiannya mengalami pergerakan ke bawah terhadap keadaan asalnya.Gerakan patahan ini adalah disebabkan oleh kekuatan tegang dan mengakibatkan perluasan (ada bidang fault plane).Nama lain adalah normal-slip fault,patahan gaya berat atau patahan tegang.</p> <p>Gambar 2.2 Normal fault Reserve faultPada reserve fault adalah kebalikan dari normal fault.Yaitu arah patahan bagian batuan adalah naik terhadap keadaan awal batuan.Gerakan patahan ini disebabkan oleh kekuatan compresional (tekanan) yang mengakibatkan pemendekan atau penyempitan.</p> <p>Gambar 2.3 Reserve faultb) Strike Slip Fault.Patahan Strike Slip ini merupakan patahan yang terjadi pada batuan yang arah patahannya secara horizontal.Bagian yang bergerak menjauhi bagian kanan bidang dinamanakan left-fault.Dan sebaliknya apabila bagian yang bergerak menjauhi bagian kiri bidang dinamakan right-fault.Patahan ini terjadi karena gaya yang mengenai sebuah batuan berasal dari samping atau gaya melintang.</p> <p>Gambar 2.4 Strike slip faultc) Oblique slip FaultOblique Slip Fault merupakan kejadian yang merupakan gabungan dari Dip-Slip fault dan strike-slip fault.Sehingga pergerakan batuan terjadi secara naik atau turun dan juga mengalami pergerakan secara horisontal ke kanan atau ke kiri. Sehingga pergerakan yang timbul secara vertikal dan horizontal.Patahan ini disebabkan oleh gaya tekan dari atas atau dari bawah dan juga gaya samping yang diberikan / dikenakan pada batuan.</p> <p>Gambar 2.5 Oblique slip fault</p> <p>C.LipatanLipatan adalah deformasi lapisan batuan yang terjadi akibat dari gaya tegasan sehingga batuan bergerak dari kedudukan semula membentuk lengkungan. Berdasarkan bentuk lengkungannya lipatan dapat dibagi dua, yaitu lipatan sinklin dan lipatan antiklin.Lipatan Sinklin adalah bentuk lipatan yang cekung ke arah atas, sedangkan lipatan antiklin adalah lipatan yang cembung ke arah atas.</p> <p>Gambar 2.6 Lipatan berdasarkan lengkungannya</p> <p>Berdasarkan kedudukan garis sumbu dan bentuknya,lipatan dapat dikelompokkan menjadi :1) Lipatan Paralel adalah lipatan dengan ketebalan lapisan yang tetap.2) Lipatan Similar adalah lipatan dengan jarak lapisan sejajar dengan sumbu utama.3) Lipatan harmonik atau disharmonik adalah lipatan berdasarkan menerus atau tidaknya sumbu utama.4) Lipatan Ptigmatik adalah lipatan terbalik terhadap sumbunya.5) Lipatan chevron adalah lipatan bersudut dengan bidang planar.6) Lipatan isoklin adalah lipatan dengan sayap sejajar.7) Lipatan Klin Bands adalah lipatan bersudut tajam yang dibatasi oleh permukaan planar.</p> <p>Gambar 2.7 Jenis-jenis lipatan</p> <p>Disamping lipatan tersebut diatas,dijumpai juga berbagai jenis lipatan,seperti Lipatan Seretan (Drag folds) adalah lipatan yang terbentuk sebagai akibat seretan suatu sesar.</p> <p>2.1 METODE GEOLOGI LAPANGAN2.1.1 PendahuluanBagi seorang geologist,lapangan berarti tempat dimana keadaan batuan atau tanah dapat diamati, dan metode geologi lapangan Merupakan cara-cara yang digunakan untuk mempelajari dan menaksir sruktur dan sifat batuan yang ada pada suatu singkapan. Pengamatan lapangan adalah suatu proses pekerjaan melihat secara seksama,teliti dan menyeluruh dari gejela geologi di lapangan. Kajian lapangan merupakan dasar yang utama untuk mendapatkan pengetahuan geologi, dan dapat dilakukan melalui cara sederhana, misalnya deangan mengunjungi suatu singkapan atau tempat-tempat pengalian. Agar pengamatan menjadi efektif, dalam proses pengamatan perlu diingat dan dicari jawaban dari beberapa pertayaan dasar yakni : dimana,ada apa, dalam keadaan bagaimana, tersusun oleh apa,seberapa,bagaimana dan kapan terjadinya, apa potensinya.</p> <p>2.1.2 Perlengkapan Dasar GeologiPerlengkapan dasar yang digunakan untuk mempelajari,memeriksa, dan mengumpulkan data geologi lapangan antara lain1. Kompas geologiKompas, merupakan hal yang sangat penting bagi geologist. Tanpa kompas, geologi akan mati. Kompas yang digunakan merupakan kompas Geologi. Jenis kompas yang digunakan ada dua, yaitu jenis brunton dan jenis silva atau suunto. Di Indonesia pada umumnya dan UNDIP pada khususnya, menggunakan jenis kompas brunton. Kompas geologi, tidak hanya untuk menunjukan arah seperti halnya kompas biasa, tetapi kompas geologi ini memiliki kegunaan lain yaitu untuk mengukur arah perlamparan suatu lapisan dan arah dalam lapisan yang dikenal dengan sebutan "strike and dip". Kompas geologi juga dapat digunakan untuk plotting area yang bertujuan untuk memperkirakan posisi kita dalam peta topografi.</p> <p> Gambar 2.1 Kompas Geologi</p> <p>1. Palu Geologi Palu geologi merupakan senjata utama geologi. Tanpa palu Geologi, seorang geologist tidak akan bisa mengambil sample yang berarti tidak bisa melakukan uji lab pada beberapa objek yang sangat diperlukan untuk pengujian lab. </p> <p>Gambar 2.2 Palu Geologi</p> <p>1. LupLup merupakan alat yang kecil tetapi sangat dibutuhkan oleh geologist. lup ini digunakan untuk mendeskripsi mineral-mineral yang terkandung dalam suatu batuan yang ukurannya sangat kecil dan tidak terlihat oleh mata kita.</p> <p> Gambar 2.3 Lup1. Buku Catatan LapanganBuku catatan lapangan para geologis, digunakan untuk menggambar sketsa lapangan dan juga untuk mengambil data lapangan yang diperlukan dari segala aspek yang dibutuhkan. </p> <p>Gambar2.4 Buku Catatan Lapangan1. PetaPeta merupakan hal yang penting, geologist tanpa peta, dapat tersesat. Peta yang digunakan biasanya adalah peta topografi. Dengan peta topografi, seorang geologist dapat menentukan lokasinya yang dibantu dengan elefasi yang ada di peta topografi. Peta topografi, tidak hanya memberikan ga...</p>