BAB V TEORI PROBABILITAS - srirejeki171 ?· TEORI PROBABILITAS ... tentukanlah probabilitas munculnya…

Embed Size (px)

Text of BAB V TEORI PROBABILITAS - srirejeki171 ?· TEORI PROBABILITAS ... tentukanlah probabilitas...

BAB V

TEORI PROBABILITAS

Probabilitas disebut juga dengan peluang atau kemungkinan. Probabilitas

merupakan suatu nilai yang digunakan untuk mengukur tingkat terjadinya suatu kejadian

yang acak. Oleh karena itu, probabilitas dapat dikatakan sebagai suatu ukuran tentang

kemungkinan suatu peristiwa (event) akan terjadi di masa mendatang. Probabilitas

dinyatakan antara 0 sampai 1 atau dalam persentase. Manfaat dari mempelajari

probabilitas adalah dapat membantu pengambilan keputusan yang tepat, karena

kehidupan di dunia tidak ada kepastian, dan informasi yang tidak sempurna.

Nilai Probabilitas antara 0 s/d 1. Jika nilainya semakin mendekati 0, maka

kemungkinan terjadinya kejadian akan semakin kecil. Jika nilainya semakin mendekati 1,

maka kemungkinan terjadinya kejadian akan semakin besar.

A. Pengertian Probabilitas

1. Probabilitas

Suatu ukuran tentang kemungkinan suatu peristiwa (event) akan terjadi di masa

mendatang. Probabilitas dinyatakan antara 0 sampai 1 atau dalam persentase.

2. Percobaan

Pengamatan terhadap beberapa aktivitas atau proses yang memungkinkan

timbulnya paling sedikit dua peristiwa tanpa memperhatikan peristiwa mana yang

akan terjadi.

3. Hasil (outcome)

Suatu hasil dari sebuah percobaan.

4. Ruang sampel

Himpunan dari semua hasil yang mungkin dalam suatu percobaan. Dinotasikan

dengan S.

5. Peristiwa (event)

Himpunan dari satu atau lebih hasil yang terjadi pada sebuah percobaan yang

merupakan himpunan bagian dari S.

Contoh:

Pada eksperimen/percobaan di atas, secara matematis ruang sampel dapat

dituliskan.

S = {Persis Solo menang, Persis Solo kalah, Seri}

Dan kemungkinan dari kejadian-kejadian/peristiwa dapat dituliskan.

A= {Persis Solo menang}

B= {Persis Solo kalah}

C= {Seri}

D= {Persis Solo menang, Persis Solo kalah}

E= {Persis Solo menang, Seri}

F= {Persis Solo kalah, Seri}

G= {Persis Solo menang, Persis Solo kalah, Seri}

H = { }

Sehingga dapat disimpulkan bahwa banyaknya himpunan peristiwa yang mungkin

terjadi dari suatu percobaan adalah 2n dengan n sebagai banyaknnya anggota ruang

sampel.

B. Pendekatan Probabilitas

1. Pendekatan Klasik

Setiap peristiwa mempunyai kesempatan yang sama untuk terjadi. Kejadian A

dapat terjadi sebanyak x cara dari seluruh n cara.

Contoh

Peristiwa A merupakan peristiwa munculnya mata dadu genap dari pelemparan

sebuah dadu, berapakah peluang terjadinya peristiwa A?

2. Pendekatan Relatif

Probabilitas suatu kejadian tidak dianggap sama, tergantung dari berapa banyak

suatu kejadian terjadi.

Rumus :

P(E) =

Contoh:

Penelitian yang dilakukan terhadap 40 mahasiswa Pendidikan T. Informatika

terhadap nilai mata kuliah Struktur Data. Berapakah besarnya peluang

mahasiswa mendapatkan nilai 50 dan berapakah besarnya peluang mahasiswa

mendapatkan nilai 70 berdasarkan tabel berikut?

08,050

4)50( 2

nxP

f

3,0

50

15)70( 4

nxP

f

Berapakah besarnya peluang mahasiswa mendapatkan nilai paling sedikit 70

berdasarkan tabel berikut?

3. Pendekatan Subyektif

Probabilitas suatu kejadian didasarkan pada penilaian pribadi yang dinyatakan

dalam suatu derajat kepercayaan. Didasarkan atas penilaian seseorang dalam

menyatakan tingkat kepercayaan Biasanya dalam bentuk opini atau pendapat.

Contoh:

Berdasarkan analisis pengamat sepakbola, peluang Manchester United untuk

menjadi juara Liga Inggris di musim ini sangatlah kecil.

C. Hukum Probabilitas

1. Aturan Penjumlahan Jika peristiwa terjadi dalam 1 observasi/eksperimen

Peristiwa mutually exclusive (saling lepas)

Apabila dua atau lebih peristiwa tidak dapat terjadi bersama-sama /

peristiwa yang satu dapat meniadakan peristiwa yang lain. Peristiwa

tersebut tidak dapat terjadi pada saat yang bersamaan, peristiwa saling

asing.

Peristiwa A atau Peristiwa B dapat dituliskan dengan

( ) = ( ) = () + ()

Contoh:

o Sebuah dadu dilemparkan ke atas, peristiwa-peristiwanya adalah :

A = peristiwa mata dadu 2 muncul

B = mata dadu lebih dari 4 muncul.

Tentukan probabilitas kejadian P (A U B).

P (A) = 1

6 dan P (B) =

2

6

P ( A B ) = 1

6 +

2

6 =

3

6= 0,5

o Berapakah peluang tertariknya kartu A dan Q dalam satu kali

tarikan pada setumpuk kartu bridge?

Peristiwa non exclusive (tidak saling lepas)

Peristiwa dapat terjadi secara bersamaan. Dua peristiwa dikatakan non

exclusive, bila dua peristiwa tidak saling lepas atau kedua peristiwa atau

lebih tersebut dapat terjadi bersamaan.

Dirumuskan:

( ) = () + () ( )

Contoh.

o Tentukan probabilitas pengambilan kartu Ace atau kartu Diamond

dalam setumpuk kartu bridge.

Misal

A = kartu Ace

D = kartu Diamond

Maka P(AD) = P(A) + P(D) P(AD)

4

52 +

13

52 -

1

52 =

16

52

o Tentukan probabilitas munculnya mata dadu ganjil dan mata dadu

kurang dari 5 dari percobaan pelemparan sebuah mata dadu.

2. Aturan Perkalian Jika peristiwa terjadi tidak dalam 1 observasi/eksperimen

Peristiwa bersyarat (tidak bebas)

Terjadi jika peristiwa yang satu mempengaruhi/merupakan syarat

terjadinya peristiwa yang lain.

o Peristiwa A terjadi dengan syarat peristiwa B sudah terjadi.

(|) = ()

()

o Peristiwa B terjadi dengan syarat A sudah terjadi, dirumuskan:

(|) = ( )

()

Contoh.

Dua buah tas berisi sejumlah bola. Tas pertama berisi 4 bola putih dan

2 bola hitam. Tas kedua berisi 3 bola putih dan 5 bola hitam. Jika

sebuah bola diambil dari masing-masing tas tersebut, hitunglah

probabilitas:

a. Keduanya bola putih

b. Keduanya bola hitam

c. Satu bola putih dan satu bola hitam

Jawab.

Misal, A1 = peristiwa terambilnya bola putih dari tas pertama dan A2

= peristiwa terambilnya bola putih di tas kedua,

Maka P(A1A2) = P(A1) x P(A2/A1) = 4/6 X 3/8 = 1/4

Misal, A1 = peristiwa tidak terambilnya bola putih dari tas pertama

(berarti terambilnya bola hitam) dan, A2 = peristiwa tidak terambilnya

bola putih dari tas kedua (berarti terambilnya bola hitam) maka :

P(A1A2) = P(A1) x P(A2/A1) = 2/6 x 5/8 = 10/48 = 5/24

Probabilitas yang dimaksud adalah : P(A1B2) U P(B1A2)

Peristiwa tidak bersyarat (bebas)

Peristiwa terjadi atau tidak terjadi tidak mempengaruhi dan tidak

dipengaruhi peristiwa lainnya. Dua kejadian atau lebih yang tidak saling

mempengaruhi

P(A dan B) = P(AB) = P(A) * P(B)

Contoh: pelemparan sebuah dadu, jika A adalah lemparan ke 1 dan B

lemparan ke 2, tentukanlah probabilitas munculnya mata dadu 3 dan mata

dadu 5.

P(AB) = P(A) * P(B) = 1

6 x

1

6 =

1

36

3. Prinsip Dasar Menghitung

Andaikan suatu prosedur terdiri dari 2 tahap, tahap pertama dalam m cara dan

tahap kedua dalam n cara, maka keseluruhan prosedur tersebut dapat dilakukan

dalam m.n cara yang mungkin.

Jika suatu prosedur terdiri dari r tahap dan tahap pertama dalam n1 cara, tahap

kedua dalam n2 cara dan seterusnya tahap ke r dalam nr cara, maka keseluruhan

prosedur tersebut dapat dilakukan dalam n1.n2.nr cara yang mungkin.

4. Permutasi

Permutasi adalah penyusunan kembali suatu kumpulan objek dalam urutan yang

berbeda dari urutan yang semula.

Apabila seluruh peristiwa (n) diamati sebanyak r peristiwa dapat dirumuskan

dengan:

n = P(n,r) = !

()!

Contoh: berapa banyak permutasi untuk membuat elemen huruf yang setiap

elemennya terdiri dari 2 huruf, yang dibuat dari suatu set huruf (x,y,z).

32 = P(3,2) = 3!

(32)! =

3.2.1

1 = 6 (xy,yx,xz,zx,yz,zy) (xy yx)

5. Kombinasi

Kombinasi adalah menggabungkan beberapa objek dari suatu grup tanpa

memperhatikan urutan

Mirip dengan permutasi, tetapi untuk kombinasi susunan/urutan elemennya

tidak diperhatikan. Jadi (xy = yx)

n = C(n,r) = !

! . ()!

Contoh: berapa banyak kombinasi untuk membuat elemen huruf yang setiap

elemennya terdiri dari 2 huruf, yang dibuat dari suatu set huruf (x,y,z)

32 = C(3,2) = 3!

2! . (32)! =

3. 2.1

2.1 .1! = 3 (xy,yx,xz)

LATIHAN

1. Tentukan probabilitas dari setiap kejadian berikut:

a. Munculnya mata dadu ganjil pada pelemparan sebuah dadu.

b. Munculnya paling sedikit satu gambar pada pelemparan dua keping mata uang

logam.

c. Munculnya dua mata dadu yang berjumlah 7 pada pelemparan dua buah dadu

secara bersamaan.

2. Sebuah kotak memuat 9 tiket dengan nomor 1 sampai 9. Jika 3 tiket diambil satu-

satu, tentukan probabilitas bahwa ketiganya membentuk formasi:

a. Ganjil genap ganjil

b. Genap ganjil genap

3. Tiga laki-laki dan tiga perempuan duduk dalam seb