Bacteremia in Hemodialysis and Peritoneal Dialysis Patients

  • Published on
    25-Jul-2015

  • View
    61

  • Download
    3

Embed Size (px)

Transcript

BAKTEREMIA PADA PASIEN HEMODIALYSIS DAN PERITONEAL DIALYSIS

ABSTRAK Tujuan untuk menganalisis insiden rata-rata dan faktor resiko kejadian bakteremia pada pasien Hemodialysis (HD) dan Peritoneal Dialisis (PD). Metode catatan dari 898 pasien dialysis berturut-turut dari januari 2003 hingga desember 2008 diperiksa secara retrospektif. Semua kejadian bakteremia dicatat. Universitas Kedokteran China (Taichung , Taiwan). Hasil Keseluruhan rata-rata insiden bakteremia adalah 7.63 per 100 pasien HD per tahun dan 3.56 per 100 pasien PD per tahun dan itu lebih tinggi pada pasien HD setiap tahun dari tahun 2003 ke tahun 2008. S. aureus (27.53 %) adalah patogen yang paling umum pada pasien HD, sedangkan Staphylococcus coagulase-negative (21,3 persen) adalah patogen yang paling umum pada pasien PD. Infeksi pada akses vaskuler adalah etiologi yang paling umum pada pasien HD, sedangkan peritonitis adalah etiologi yang paling umum pada pasien PD. Usia yang lebih tua , jadwal hemodialysis yang lebih dekat, menggunakan HD daripada PD, perokok, pengguna kateter vena pada dialisis, diabetes mellitus , angka komorbid yang lebih tinggi , dan serum albumin yang rendah adalah faktor resiko bakteremia penting. Diabetes mellitus dan serum albumin yang lebih rendah merupakan faktor resiko bacteremia yang dihubungkan dengan kematian yang signifikan. Kesimpulan Penempatan akses permanen (fistula, graft, atau PD kateter) sebelum inisiasi dialisis, smoking cessation, dan status gizi yang lebih baik (yaitu serum albumin yang lebih tinggi) mengurangi risiko bacteremia pada pasien dialisis. Serum albumin yang lebih tinggi juga dikaitkan dengan pengurangan resiko bacteremia yang berkaitan dengan kematian. Kata kunci: bacteremia, dialisis, tahap akhir penyakit ginjal, tingkat insiden, kematian

PENDAHULUANInfeksi adalah penyebab kematian yang paling umum kedua dan merupakan penyebab utama morbiditas pada pasien dialisis di Amerika Serikat.1 Selain itu, angka kematian tahunan akibat sepsis adalah sekitar 100 sampai 300-kali lipat lebih tinggi di dialisis pasien dibandingkan pada populasi umum Amerika Serikat.2 Sebuah studi sebelumnya dari pusat dialisis tunggal di Taiwan melaporkan bahwa infeksi adalah penyebab kematian utama, dan menyumbang 49,6% dari kematian.3 Pasien dialisis tampaknya cenderung untuk mendapat infeksi akibat adanya perubahan dalam pertahanan tubuh pasien, usia lanjut , dan adanya kondisi comorbid seperti diabetes mellitus (DM), kekurangan gizi, prosedur dialisis yang invasif, gangguan kulit dan barrier mukosa, dan kerentanan terhadap penularan nosokomial.4,5 Peritonitis, infeksi akses pembuluh darah, bakteremia, pneumonia, dan selulitis merupakan jenis infeksi yang paling umum pada pasien dialysis.1 Sebuah tinjauan dari US Renal Data System (USRDS) menunjukkan bahwa data pendaftaran rata-rata tahun pertama masuk rumah sakit untuk bakteremia lebih tinggi pada pasien hemodialisis (HD) dibandingkan pasien peritoneal dialisis (PD).1,6 Namun, sebuah penelitian terbaru tentang pusat dialisis tunggal di AS menunjukkan bahwa secara keseluruhan insiden tingkat infeksi pada pasien dialisis adalah sama untuk pasien menjalani HD dan PD, tetapi bahwa pasien HD memiliki risiko mendapat bakteremia lebih tinggi dan pasien PD memiliki risiko lebih tinggi mendapat peritonitis.7 Pendataan terbaru dari Australia dan Selandia Baru menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan dalam kejadian tingkat mortalitas sepsis pada pasien HD dan PD, tetapi bahwa pasien PD mempunyai rasio bahaya kematian yang meningkat akibat infeksi setelah enam bulan pengobatan.8 Kejadian bakteremia pada pasien dialisis dikaitkan dengan prognosis yang buruk9,10 dan 75% kematian terkait infeksi.2 Menurut USRDS, penelitian Gelombang 2, bakteremia secara signifikan berhubungan dengan peningkatan kematian berikutnya [Rasio Hazard (HR) 2,33], miokard infark (HR 1,64), gagal jantung (HR 1,64), penyakit pembuluh darah perifer (HR 1,64), dan stroke (HR 2.04).9 Namun, ada beberapa penelitian bakteremia yang dilakukan pada pasien dialisis ras Asia.

Tujuan

dari penelitian ini adalah untuk membandingkan rata-rata tingkat kejadian

bakteremia pada pasien HD dan PD, untuk mengidentifikasi mikroorganisme yang berperan, untuk menilai komplikasi akibat dari bakteremia, dan untuk mengidentifikasi faktor risiko bakteremia dan bakteremia yang menyebabkan kematian pada pusat dialisis tunggal di Taiwan Tengah. Bahan dan Metode Populasi penelitian Pencatatan pasien yang mengalami HD atau PD dari Januari 2003 hingga Desember 2008 di Cina Medical University Hospital, pusat medis tersier dengan 2000 tempat tidur di Taiwan Tengah, ditinjau secara retrospektif. Modalitas dialisis didefinisikan sebagai pasien PD atau HD baru yang rawat jalan. Akses yang digunakan dicatat pada pasien dialisis rawat jalan awal. Kriteria eksklusi adalah pasien yang berusia kurang dari 18 tahun, pasien yang memiliki kelangsungan hidup yang kurang dari 90 hari setelah inisiasi dialisis, dan perubahan modalitas dialisis sebelum Januari 2003. Pasien yang dikeluarkan karena kematian, transfer ke modalitas dialisis lain, penghentian dialisis, transplantasi, dan transfer ke pusat dialisis lain. Profilaksis antibiotik tidak digunakan. Terapi antibiotik empiric seperti Vankomisin dan/atau cephalosporin diberikan untuk pengobatan infeksi merupakan kebijaksanaan oleh dokter yang meneliti. Terapi antibiotik disesuaikan setelah hasil kultur tersedia. Penelitian ini disetujui oleh Institutional Review Board of China Medical University Hospital. Definisi Bakteremia Kultur darah diambil ketika pasien mengalami demam, menggigil, leukositosis, atau hipotensi merupakan kebijaksanaan dokter peneliti. Walaupun hanya sebuah kultur darah tunggal hasilnya positif untuk kontaminan kulit seperti Staphylococcus koagulase-negatif, atau batang gram positif aerobik, dan tidak ada bukti klinis infeksi, maka kultur dianggap sebagai kontaminasi dan tidak dicatat. Semua kondisi lainnya dengan setidaknya satu kultur darah positif dengan bukti klinis infeksi dianggap sebagai episode bakteremia. Semua pasien yang terdaftar dirawat dengan bakteremia setelah dialisis rawat jalan. Tingkat kejadian bakteremia dihitung dengan membagi jumlah total pasien bakteremia yang

terdaftar dengan total jangka waktu dialisis yang beresiko secara kohort, dan dianggap sebagai jumlah episode bakteremia per 100 pasien-tahun. Waktu yang beresiko dipertimbangkan untuk memulai inisiasi dialisis rawat jalan. Bakteremia terkait kematian didefinisikan sebagai pasien yg terdaftar dengan bakteremia diikuti dengan angka kematiannya di rumah sakit. Fokus infeksi diidentifikasi oleh investigasi klinis, bakteriologis, dan radiologi, dan ditunjang dengan kultur darah dan kultur dari jaringan tubuh tertentu. bakteremia yag didapat di rumah sakit (nosokomial) didefinisikan sebagai bakteremia yang terjadi pada dua hari atau lebih setelah pendaftaran. Pengumpulan Data Data demografi, kondisi komorbiditas, akses dialisis awal, dan data laboratorium diambil dari catatan medis. Data ini dikumpulkan pada awal dialisis untuk

pasien acak, pada tanggal 1 Januari 2003 untuk pasien umum, dan selama semua episode bakteremia. Data laboratorium termasuk hemoglobin, serum feritin, serum albumin, Kt/V, dan Profil protein nitrogen normal(nPNA). Pendataan episode bakteremia dan hasil penelitian juga ditinjau. Skor komorbiditas dihitung sesuai dengan metode Davies et al.11 Analisis Statistik Semua nilai dinyatakan sebagai rata-rata standar deviasi. Variabel dibandingkan dengan menggunakan uji Chi-square atau uji perhitungan Fisher untuk variabel kategori. Independen t-test digunakan untuk membandingkan variabel kontinu. Regresi linear sederhana digunakan untuk mengevaluasi tren. Analisis regresi poisson digunakan untuk menilai dampak dari faktor risiko pada kejadian bakteremia. Karena DM adalah bagian dari komorbiditas skor, maka DM dan komorbiditas skor dianalisis secara terpisah. Selain itu, akses/jalur awal berkorelasi dengan modalitas dialisis, maka ini juga dianalisis secara terpisah. Sebuah persamaan perkirakan umum (generalized estimating equation) digunakan untuk mengevaluasi faktor risiko kematian di rumah sakit. semua analisa dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak statistik SAS (versi 9.1 untuk Windows; SAS Institute, Inc, Cary, NC, USA). Sebuah nilai p/ p-value yang kurang dari 0,05 dianggap signifikan.

HASIL Karakteristik demografi dan klinis Kami secara retrospektif meninjau catatan dari 898 dialisis pasien berturut-turut (366 pasien HD dan 532 pasien PD). Berdasarkan analisis data demografis menunjukkan bahwa pasien HD ternyata memiliki lebih tua (58,98 13,75 tahun vs 53,97 15,24 tahun, p

Recommended

View more >