Bagaimana Konselor Sekolah Bersikap

  • View
    19

  • Download
    12

Embed Size (px)

Transcript

BAGAIMANA KONSELOR SEKOLAH BERSIKAP

BAGAIMANA KONSELOR SEKOLAH BERSIKAP ??Penulis

Ending Artiati Subesti , SP.dB. Bimbingan Dan Konseling Pola 17 PlusBimbingan dan konseling mengalami perkembangan dari pola layanan 17 menjadi layanan 17 plus yang lebih luas. Butir-butir dalam pola 17 plus seperti dijelaskan oleh Sukiman (2011:95) adalah sebagai berikut : 1. Keterpaduan mantap wawasan bimbingan dan konseling meliputi : a. Definisi bimbingan dan konseling

b. Paradigma bimbingan dan konseling

c. Visi misi bimbingan dan konseling

d. Tujuan bimbingan dan konselinge. Fungsi bimbingan dan konseling

f. Asas-asas bimbingan dan konseling

g. Prinsip-prinsip bimbingan dan konseling

2. Bidan layanan bimbingan dan konseling meliputi :

a. Bidang pengembangan pribadi b. Bidang pengembangan social

c. Bidang pengembangan kegiatan belajar

d. Bidang pengembangan karir

e. Bidang pengembangan kehidupan berkeluarga

f. Bidang pengembangan kehidupan keberagaman 3. Jenis layanan bimbingan dan konseling meliputi :

a. Layanan orientasi

b. Layanan informasi

c. Layanan penempatan dan penyaluran

d. Layanan Penguasaan konten

e. Layanan Konseling perorangan

f. Layanan Bimbingan dan kelompok

g. Layanan Konseling kelompok

h. Layanan Konsultasi

i. Layanan Mediasi

4. Kegiatan pendukung bimbingan dan konseling meliputi : a. Aplikasi intrumentasi

b. Himpunan data

c. Konferensi kasus

d. Kunjungan rumah

e. Alih tangan kasus 5. Format pelayanan bimbingan dan konseling meliputi :

a. Format individual

b. Format kelompok

c. Format klasikal

d. Format lapangan

e. Format politik

6. Penilaian hasil dan proses layanan bimbingan dan konseling meliputi :

a. Laiseg ( penilaian segera )

b. Laijapen ( penilaian jangka pendek )

c. Lajipan ( penilaian jangka panjang )

C. Pengetian Bimbingan Ada banyak rumusan pengertian tentang bimbingan, salah satunya menurut Sukiman (2011:41) bimbingan adalah proses bimbingan yang dilakukan pembimbing sebagai orang yang membantu dalam pemecahan masalah dengan mengacu pada peran aktif seorang yang dibimbing (konseli) untuk dapat menentukan langkah apa yang harus diambil dalam masalah yang sedang dihadapinya.

Crow dan crow dalam Priyanto dan Erman Ati (1999:94) menjelaskan bahwa bimbingan adalah bantuan yang diberikan oleh seorang laki-laki atau perempuan yang memiliki kepribadian memadai dan terlatih dengan baik kepada individu individu setiap usia untuk membantunya mengatur kegiatan hidu[nya sendiri, mengembangkan pandangan hidupnya sendiri, membaut keputusan sendiri dan menanggung beban7ya sendiri.

Disamping itu bimo Walgito dalam Sukuman (2011:45) memaparkan bahwa definisi bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang akan diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam menghindari atau mengetasi kesulitan-kesulitan hidupnya agar individu dapat mencapai kesejahteraan dalam kehidupannya.

Sedangkan menurut Priyanto dan Erman Ati (1999:99) pengertian bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan olah seorang ahli kepada seorang atau beberapa individu baik, anak-anak, remaja maupun dewasa agar orang yang dibimbing dapat mengembnagkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri. Dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma- norma berlaku. Dari paparan beberapa pendapat tersebut dapat ditarik kata kunci bahwa bimbingan dalah proses pemberian bantuan dalm pemecahan masalah kepoada seseorang dengan cara memberi ruang keaktifan seseorang tersebut agar dapat mengembangkan kemampuannya dan mandiri.

D. Pengertian Konseling Priyanto dan Erman Ati (1999:105) menjelaskan bahwa konseling dan proses pemberian bantuan yang dilakukan memlalui wawancar konseling oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi individu tersebut. Lebih lanjut sukiman menjelaskan bahwa konseling merupakan salah satu teknik

Bimbingan yang dilakukan secara professional oleh konselor melalui bantuan dalam bentuk wawancara face to face relationship sebagai suatu usaha untuk membantu memecahkan masalah konseling. Menurut Stefflre dan Grant dalam Sukiman (2011:53-62) terdapat empat hal yang ditekankan dalam definisi konseling.

Pertama konseling sebagai proses; membutuhkan waktu lebih dari sekali untuk mencapai tujuan. Jadi konseling merupakan pertemuan lanjutan. Kedua konseling sebagai hubungan yang spesifik. Di dalam hubungan konseling perlu adanya keterbuakaan, pemahaman, penghargaan secara positif tanpa syarat dan empati. Ketiga konseling sebagai upaya membantu konseli. Keempat konseling sebagai proses mencapai tujuan hidup. Konseling dilakukan untuk mencapai pemahaman dna penerimaan dir, proses belajar untuk memahami diri lebih luas. Dengan demikian pengertian dan kionseling adalah sebuah teknik untuk memberikan bantuan kepada seseorang atau beberapa orang yang dilakukan secara langsung (bertatap muka ) dengan tujuan untuk mencapai penerimaan, pemahaman dan pengentasan diri atas masalah yang sedang dihadapi. E. Pengertian Bimbingan dan Konseling Dari pengertian bimbingan dan konseling yang telah dipaparkan muka dapat dirangkum bahwa bimbingan dan konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli untuk mencari penyelesaian masalah. Proses ini dilakukan secara langsung dan berkelanjutan sampai individu mencapai penerimaan, pemahaman dan pengentasan pada masalah yang dicapainya. Disekolah, bimibingan dan konseling secara tidak langsung menunjang tujuan pendididkan dengan menangani masalah dan memberikan layanan secaera khusus pada peserta didik agar dapat mengembangkan dirinya secara penuh. Nadya Damayanti (2012:9) menegaskan pula bahwa bimbingan dan konseling merupakan proses interaksi antar kolektor dengan konseling seara langsung dan tidak lansung dalam rangka membantu konseli agar dapat mengenmbangkan dirinya atau memecahkan masalah yang dialaminya. F. Tujuan bimbingan dan konseling Bimbingan dan konseling bertujuan membantu peserta didik agar memiliki kompetensi mengembangkan potensi dirinya seoptimal mungkin dan menguasai nilai-nilai yang terkandung dalam tugas-tugas perkembangannya. Pengembangan potensi meliputi tiga tahapan, yaitu : Pertama, pemahaman dan kesadaran, kedua sikpa dan penerimaan. Ketiga , keterampilan atau tindakan melaksanakan tugas-tugas perkembangan (Sukiman, 2011:67) Disamping itu Ahmad Juntika Nurihsan dan Akur Sudianto (2005:9) menambahkan bahwa tujuan bimbingan dan konseling membantu individu dalam mencapai kebahagiaan hidup pribadi sebagai makhluk Tuhan, kehidupan yang produktif dan efektif dalam masyarakat hidup bersama-sama dengan individu lain dan harmoni antara ciat-cita mereka dengan kemampuan yang dimiliki.

Sedangkan priyanto dan erman ati (1999:114) menjabarkan tujuan bimbingan dan konseling dalam dua kelompok yaitu, pertama, tujuan umum bimbingan dan konseling adalah untuk membantu individu mengembangkan diri secar opotimal sesuai dengan tahap perkembangan dan predisposisi yang dimilikinya ( seperti kemampuan dasar dan bakat-bakatnya), berbagai latar belakang yang ada (seperti, latar belakang, keluarrga, pendidikan, status social ekonomi), serta sesuai dengan tuntutan positif lingkungannya. Kedua, tujuan khusus bimbingan dan konseling merupakan penjabaran tujuan umum yng dikaitkan oleh individub yang bersangkutan, sesuai kompleksitas permasalahan itu,. Masalah-masalah individu bermacam-macam ragam jenis, intentitas dan sangkut pautnya, serta masing-masing bersifat unik. Oleh karena itu tujuan khusus bimbingan dan konseling untuk masing-masing individu bersifat unik pula. Jadi secara terperinci tujuan bimbingan konseling di sekolah membantu peeserta didik dalam :

1. Mengatasi kesulitan dalam mengidentifikasikan dan memecahkan masalah yang dilakukan dengan konseling seperti, kesulitan belajar, kesulitan mengatasi kebiasaaan tidak baik saat kegitan belajar maupun dalam berhubungan social. 2. Mengatasi kesulitan yang berhubungan dengan perencanaan pemulihan dan penyaluran minat dalam pendidikan dan pekerjaan. Misalnya membvantu konseli untuk memilih jurusan sekolah dan jenis sekolah dan lapangan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan bakat. 3. Mengatasi kesulitan yang berkaitan dengan emosi dan pemahaman diri. 4. Mengatasi kesulitan dalm memahami lingkungannya, yaitu : keluarga, sekolah, dan masyarakat

5. Mengembangkan seluruh potensi yang ada dengan optimal

6. Mengatasi kesulitan masalah dari lingkungan yang lebih luas.

7. Menyesuaikan diri terhadap keadaan dan tuntutan di dalam lingkungannya dengan mengikuti norma-norma yang berlaku.

8. Memahami kebutuhan-kebutuhan secara realistis

9. Menggunakan kemamuannya untuk kepentingan pribadi dan untuk kepentingan umu dalam kehidupan besama

10. Melaksanakan tugas-tugas perkembangan G. Fungsi Bimbiungan Dan Konseling Ada lima fungsi bimbingan dan konseling yang dijelaskan oleh Sukiman (2011:67-68) yaitu: 1. Fungsi Pemahaman Ada dua macam pemahaman yaitu, selain konseli perlu memahami tentang dirinya sendiri, pihak-pihak lain seperti orangtua,guru-guru, dan konselor yang poerlu terlebihdahulu memahami didi konseli yang akan dibantu. Pemahaman tersebut tidak hanya sekedar mengenal diri konseli melainkan mengnyangkut pemahaman tentang latar belakang pribadi konseli, kekuatan dan kelemahannya serta kondisi lingkungannya pemahaman kedua berkaitan dengan pemahaman masalah yang sedang dihadapi konseli. Pertama-tama konseli perlu memahami maslaah yang sedang dihadapinya. Berikutnya adalah pihak pihakyng terkait (orang tua, guru, dan konselor). Fungsi pemahaman i