Bang Jainal

  • Published on
    19-Jul-2015

  • View
    191

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

<p>PROGRAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PERDESAAN PROVINSI SUMATERA UTARA</p> <p>LAPORAN BULANAN BULAN :</p> <p>NAMA POSISI DESA / KECAMATAN</p> <p>: JAINAL SAMOSIR, SE : FASILITATOR MASYARAKAT : DESA 1: URAT DUA KEC. PALIPI DESA2 : PARDOMUAN NAULI KEC. PALIPI</p> <p>KABUPATEN</p> <p>: SAMOSIR</p> <p>TAHUN ANGGARAN 2011</p> <p>DAFTAR ISIKATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memudahkan terselenggaranya program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan Tahun 2011. Dalam menjalankan tugas sebagai Fasilitator Masyarakat pada PPIP tahun ini, kami berusaha sebaik agar program ini berjalan lancar. Fasilitator merupakan konsultan pendamping yang melakukan pendampingan pelaksanaan program secara langsung di desa-desa sasaran. PPIP diselenggarakan secara berjenjang dan bertahap mulai dari persiapan, perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian serta pemanfaatan dan pemeliharaannya. Dalam pelaksanaan tahapan tersebut harus mengikuti kaidah-kaidah uang atau pada pedoman umum dan pedoman pelaksanaan. Pedoman ini juga dilengkapi dengan berbagai petunjuk teknis sebagai acuan dalam perencanaan dan pelaksanaan fisik dilapangan. Kami berharap program pembangunan infrastruktur Perdesaan Tahun 2011 dapat dilaksanakan, disosialisasikan dan diterapkan dengan baik. Sehingga dengan adanya kerja sama dengan semua pihak yang terlibat program ini dapat mencapai tujuan, sasaran dan hasil seperti yang di harapkan. DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Dalam upaya mendukung penanggulangan kemiskinan di daerah perdesaan, Kementerian Pekerjaan umum melalui Demokrat Jenderal Cipta Karya telah melaksanakan berbagai program. Diantaranya adalah program Konpensasi pengurangan subsidi-bahan bakar minyak di Infrastruktur perdesaan (PKPS-BBMIT) pada Tahun 2005, Rural Infrastruktur Support (RISP) pada Tahun 2006, Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) yang dimulai pada Tahun 2007-2011. PPIP berupaya menciptakan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, baik secara individu maupun kelompok melalui partisipasi dalam memecahkan berbagai permasalahan yang terkait kemiskinan dan ketertinggalan desanya sebagai upaya meningkatkan kualitas kehidupan, kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. PPIP merupakan program berbasis pemberdayaan dibawah paying PNPM Mandiri, yang bantuannya meliputi fasilitas dan memobilisasi masyarakat dalam melakukan identifikasi permasalahan kemiskinan, menyusun perencanaan dan melaksanakan pembangunan infrastruktur desanya. Dengan upaya peningkatan tersebut, diharapkan dapat mendorong keterlibatan masyarakat secara optimal dalam suasana tahapan kegiatan, mulai dari pengorganisasi masyarakat, penyusunan secara program, menentukan kegiatan pembangunan infrastruktur perdesaan, serta pengelolaannya. Disamping itu peningkatan peran StakeHolder dan pemerintah daerah dapat bertumbuh kembangkan sehingga dapat melaksanakan pembinaan yang akan mendorong kemandirian masyarakat dan sinergi berbagai pihak dalam penanggulangan kemiskinan di perdesaan.</p> <p>1.2. MAKSUD DAN TUJUAN PPIP Program ini dimaksud untuk mengurangi kemiskinan dan memperkuat implementasi tata kelola pemerintahan yang baik (Good Goverment) di tingkat pemerintah daerah. Sedangkan tujuan PPIP adalah untuk mewujudkan peningkatan akses masyarakat miskin, hampir miskin, dan kaum perempuan, termasuk kaum minoritas terhadap pelayanan infrastruktur dasar perdesaan berbasis pemberdayaan masyarakat dalam tata kelola pemerintahan yang baik.</p> <p>1.3. PRINSIP DAN PENDEKATAN PPIP a. 1. Prinsip-prinsip Penyelenggaraan PPIP adalah : Acceptable, pemilihan kegiatan dilakukan berdasarkan musyawarah desa sehingga dapat diterima oleh masyarakat secara luas. Berlaku baik pada pemilihan lokasi dan penentuan spesifikasi teknis, penentuan mekanisme pengadaan dan pelaksanaan kegiatan, termasuk pada penempatan mekanisme pemanfaatan dan pemeliharaan infrastruktur perdesaan. 2. Transparan, penyelenggaraan kegiatan dilakukan bersama masyarakat secara terbuka dan diketahui oleh semua unsur masyarakat. Proses keterbukaan antara lain dilakukan melalui penyediaan media komunikasi dan informasi yang akurat dan mudah di akses oleh masyarakat. 3. Akuntable, penyelenggaraan kegiatan yang dilaksanakan masyarakat harus dapat dipertanggung jawabkan, dalam hal ketepatan sasaran, waktu, pembiayaan, dan mutu pekerjaan. 4. Berkelanjutan (Sustainable), penyelenggaraan kegiatan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat secara berkelanjutan, yang ditandai dengan adanya pemanfaatan, pemeliharaan dan pengelolaan infrastruktur dan sarana perdesaan secara mandiri oleh masyarakat. b. Pendekatan PPIP adalah program pembangunan melalui pendekatan sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Pemberdayaan Masyarakat Keberpihakan kepada yang miskin Otonomi dan Desentralisasi Partisipatif Keswadayaan Keterpaduan program pembangunan Penguatan kapasitas kelembagaan Kesetaraan dan keadilan gender.</p> <p>1.4. DESA DAMPINGAN Desa 1 : Urat Dua, Kecamatan Palipi Desa 2 : Pardomuan Nauli, Kecamatan Palipi</p> <p>BAB II PELAKSANAAN PENDAMPINGAN DESA : URAT DUA, KEC. PALIPI2.1 Profil Desa 2.1.1 Aspek Fisik Geografis Desa Urat Dua berada 1 km dari propinsi dan 2 km dari Kecamatan Pilipi. Desa Urat Dua beriklim tropis karena berada di wilayah khatulistiwa. Kondisi cuaca Desa Urat Dua dipengaruhi dua musim yaitu musim penghujan dan musim kemarau.</p> <p>2.1.1.1 Letak Geografis Posisi Desa Urat Dua berada pada 990130 Bujur Timur dan 023730 Lintang Utara.</p> <p>2.1.1.2 Luas Wilayah Desa Urat Dua memiliki 350 Ha.</p> <p>2.1.1.3 Topografi Desa Urat Dua berada di daerah pegunungan (jajaran pergunungan bukit barisan), memiliki struktur tanah yang berbukit yang lemah.</p> <p>2.1.1.4 Penggunaan Lahan</p> <p>Jalan desa</p> <p>Panjang jalan aspal Panjang jalan non aspal Panjang jalan tanah Panjang jalan aspal Panjang jalan makadam Panjang jalan tanah Jalan jembatan beton Jalan jembatan besi Jalan jembatan kayu Panjang keseluruhan Irigasi permanen Irigasi tradisional Area yang di airi Hidran umum HIPPAM Kapasitas air Pengguna MCK umum Pengguna pipi hidran umum Pengguna air sumur Pengguna air sungai</p> <p>: : : : : : : : : : : : : : : : : : :</p> <p>Jalan antar desa / kecamatan</p> <p>Jembatan desa</p> <p>Salurah irigasi</p> <p>Air bersih</p> <p>Sarana dan prasarana lainnya</p> <p>Gedung sekolah Jarak dari desa Posyandu Perumahan</p> <p>: : : :</p> <p>2.1.2 Aspek Kependudukan 2.1.2.1 Jumlah dan Kepadatan Berdasarkan sensus penduduk Tahun 2011 adapun data kependudukan disajikan dibawah ini:</p> <p>Jumlah total Jumlah laki-laki Jumlah perempuan Jumlah pengangguran Jumlah keluarga sejahtera Pra KS dan KS1 Jumlah keluarga sejahtera (non Pra/KS1) Jumlah kepala keluarga</p> <p>: : : : : : :</p> <p>2.1.2.2 Komposisi Agama dan Suku</p> <p>2.1.2.3 Mata pencaharian Mata pencaharian pokok masyarakat Desa Urat Dua adalah petani, pertanian yang diterapkan di desa Urat Dua masih tradisionil, adapun penyebabnya adalah tradisi suku batak yang masih kental di pemikiran warga desa, adapun jenis pekerja di desa Urat Dua adalah sebagai berikut:</p> <p>Petani Buruh tani Buruh swasta Pegawai negeri Pengerajin Pedagang</p> <p>: : : : : :</p> <p>2.1.3 Aspek Perekonomian 2.1.3.1 Komoditas utama</p> <p>2.1.3.2 Potensi Desa Desa Urat Dua yang berada di kaki perbukitan (bukit barisan) dimana potensi pertanian dan perkebunan adalah prioritas utama yang dapat di andalkan desa di dukung tingkat kesuburan tanah yang memadai. Dan penduduknya yang mau bekerja merupakan nilai utama perkembangan desa ini. Adapun poin-poin yang dapat dilihat dibawah ini :</p> <p>a.</p> <p>Luas Desa Tanah Sawah Sawah irigasi teknis Sawah irigasi teknis Tegal / ladang Pemukiman</p> <p>: : : : : : : : :</p> <p>b.</p> <p>Akses Usaha Jumlah pengusaha di desa Jumlah pabrik</p> <p>c.</p> <p>Peta dan profil relawan dan sumber daya manusia 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Orang yang dipercaya, dianggap jujur oleh masyarakat : .............. Figur-figur yang ikhlas tanpa pamrih : ............... Memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat miskin : ......... Pemuda dan perempuan yang aktif serta memiliki komitmen : .............. figur-figur pimpinan formal dan pemimpin informal masyarakat : ............. Berpotensi keahlian : .......... Kemampuan ekonomi : ..........</p> <p>2.1.4 Aspek Prasaran dan Sarana 2.1.4.1 Jaringan Listrik dan Telekomunikasi</p> <p>2.1.4.2 Jaringan Jalan</p> <p>Jalan desa</p> <p>Panjang jalan aspal Panjang jalan non aspal Panjang jalan tanah Panjang jalan aspal Panjang jalan makadam Panjang jalan tanah Jumlah jembatan beton Jumlah jembatan besi Jumlah jembatan kayu</p> <p>: : : : : : : : :</p> <p>Jalan antar desa / kecamatan</p> <p>Jembatan desa</p> <p>2.1.4.3 Jariang Air Bersih Hidran umum HIPPAM Kapasitas air Pengguna MCK umum Pengguna pipa hidran umum Pengguna air sumur Pengguna air sungai : : : : : : :</p> <p>2.1.4.4 Jariang Lainnya</p> <p>2.2</p> <p>Rencana Kegiatan Penyusunan RKTL Desa Urat Dua Kecamatan Palipi</p> <p>No</p> <p>Uraian Pelaksanaan Tingkat Desa Rembuk persiapan Sosialisasi dan Pakta Integrasi Musyawarah Desa I Identifikasi permasalahan Musyawarah Desa II Penyusunan PJM dan RKM Verifikasi PJM dan RKM Penyusunan RAB dan DED Musyawarah desa III Kontrak Pencarian dana tahap I Pencarian dana tahap II Pencarian dana tahap III Pelaksanaan Fisik Musyawarah desa IV Serah terima kelola</p> <p>Juli</p> <p>Agustus</p> <p>Tahun 2011 September Oktober</p> <p>November</p> <p>Desember</p> <p>1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16.</p> <p>2.3</p> <p>Pelaksanaan Pendampingan</p> <p>No. 1.</p> <p>Desa Urat Dua</p> <p>Persiapan Rembug Persiapan Sosialisasi 29 Juli 2011</p> <p>Mudes I</p> <p>Persiapan Identifikasi Masalah</p> <p>Mudes II</p> <p>Jadwal Kegiatan Rencana Dasilitator Hasil Yang Dicapai 20 Juli 2011 Melakukan perjalanan kedesa-desa untuk Mengetahui lokasi desa yang menjadi mengetahui lokasi desa tujuan yang menjadi tempat penugasan FM sasaran program PPIP 2011 24 Juli 2011 a. Pertemuan awal dengan pejabat desa Terjadinya perkenalan antara FM dengan pejabat desa. b. Memberikan brosur dan spanduk Terbesarnya informasi awal mengenai PPIP c. Menjadwalkan rembug desa Pemasangan spanduk dan poster PPIP di beberapa titik strategis di desa 26 Juli 2011 Koordinasi dengan kepala desa mengenai Tersebarnya undangan kepada waktu dan kepastian persiapan rembug masyarakat untuk menghadiri rembug desa. desa. 27 Juli 2011 Melaksanakan acara rembug dengan warga Menginformasikan maksud dan desa. tujuan dari PPIP. 28 Juli 2011 a. Koordinasi dengan kepala desa Mempersiapkan undangan untuk mengenai waktu dan kapasitas acara sosialisasi desa. persiapan rembug desa. b. Menjadwalkan sosialisasi desa</p> <p>a.</p> <p>Koordinasi Awal koordinasi dengan aparat desa berlangsung dengan baik, antusiasnya aparat desa dan kecamatan menerima program ini terlihat secara jelas, aparat desa mau mensosialisasikan program ini kewarga desa dan menempel poster di 3 tempat strategis desa. Dan aparat pemerintah desa mau menandatangani pakta integrasi. Yang menandakan aparat desa secara sungguh-sungguh akan mengawal program ini agar berjalan dengan baik. Banyak masukan yang diberikan aparat desa dan kecamatan untuk kepentingan desa dan warga masyarakat.</p> <p>b.</p> <p>Rembug Persiapan setelah diadakan sosialisasi fasilitator mengajak masyarakat untuk melaksanakan persiapan dalam melaksanakan musyawarah desa I yang akan dilaksanakan pada hari berikutnya. Fasilitator menjelaskan rangkaian kegiatan dari pada Musdes I ini dan merembukkannya pada masyarakat agar masyarakat dapat hadir pada hari yang telah ditentukan sesuai kesepakatan bersama.</p> <p>c.</p> <p>Sosialisasi sosialisasi dilakukan fasilitator di desa Urat Dua berjalan dengan baik ini ditandai dengan berprosesnya informasi dari warga ke warga lainnya. Dan undangan yang diberikan pada acara sosialisasi sebanyak 40 lembar realisasi kehadiran pada sosialisasi melebihi jumlah undangan, dan seluruh aparat desa beserta warga dusun turut menghadiri acara sosialisasi yang telah diadakan. Dan adanya donator yang membiayai sekedar minuman pada acara sosialisasi tersebut. Menjelaskan proses yang terjadi dalam forum sosialisasi Menjelaskan peran fasilitator dan sosialisasi yang dilaksanakan Menjelaskan peran masyarakat dalam sosialisasi terutama masyarakat miskin dan perempuan Menjelaskan tentang pakta integrasi Menjelaskan permasalahan yang dihadapi dan tindak lanjutnya.</p> <p>2.4 Permasalahan Permasalahan umum di desa Urat Dua adalah rendahnya tahapan pembangunan infrastruktur perdesaan yang dibangun pemerintah kabupaten kedesa seperti sekolah, saluran irigasi dan jalan. Desa Urat Dua mayoritas pendapatan masyarakatnya berasal dari sektor pertanian dan perkebunan. Yang menjadi kendala yang dihadapi masyarakat jembatan penghubung dengan desa yang sulit belum bisa dilalui kendaraan roda 4 untuk mengangkut hasil bumi. Adapun yang telah dibangun dengan swadaya masyarakat kondisinya tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan roda 4. Sehingga masyarakat menjadi kesulitan dalam pengelolaan hasil pertanian dan perkebunan.</p> <p>a. Nilai-nilai sosial : tidak ada masalah b. Masalah sosial : tidak ada masalah c. Kondisi gizi dan kesehatan : tidak ada masalah d. Hubungan dengan desa lain : tidak ada masalah</p> <p>BAB III PELAKSANAAN PENDAMPINGAN DESA PARDOMUAN NAULI3.1 Profil Desa 3.1.1 Aspek Fisik Geografis Desa Pardomuan Nauli berada 2 km dari jalan propinsi dan 16 km dari kecamatan Palipi. Desa Pardomuan Nauli berada pada daerah perkebunan dan persawahan. Data dibawah ini merupakan sarana aksesbilitas desa :</p> <p>Jalan ke ibukota kecamatan terdekat Lama tempuh ke ibu kota kecamatan terdekat Kendaraan umum ke ibu kota kecamatan terdekat Jalan ke ibu kota kabupaten terdekat Lama tempuh ke ibu kota kabupaten terdekat Kendaraan umum ke ibu kota kabupaten</p> <p>: : : : : :</p> <p>3.1.1.1 Letak Geografis Posisi Desa Pardomuan Nauli berada pada .............. Lintang utara dan ............. Bujur Timur</p> <p>3.1.1.2 Luas Wilayah Desa Pardomuan Nauli memiliki luas 560 ha</p> <p>3.1.1.3 Topografi Desa Pardomuan Nauli berada di Kecamatan Palipi, kondisi geografis desa berada di daerah pegunungan yang dikelilingi oleh perkebunan sawit.</p> <p>3.1.1.4 Penggunaan Lahan</p> <p>(m/unit) Jalan desa Panjang janal aspal Panjang jalan non aspal Panjang jalan tanah : : :</p> <p>Jalan antar desa / kecamatan</p> <p>Panjang jalan aspal Panjang jalan makadam Panjang jalan tanah</p> <p>: : :</p> <p>Jembatan desa</p> <p>Jumlah jembatan beton Jumlah jembatan besi Jumlah jembatan kayu</p> <p>: : :</p> <p>3.1.2 Aspek kependudukan</p> <p>3.1.2.1 Jumlah dan kepadatan Berdasarkan sensus penduduk Tahun 2011 adapun data kependudukan disajikan dibawah ini: Jumlah total Jumlah laki-laki Jumlah perempuan Jumlah kepala keluarga : : : :</p> <p>3.1.2.2 Komposisi Agama dan Suku</p> <p>3.1.2.3 Mata pencaharian Mata pencaharian pokok masyarakat desa Pardomuan Nauli adalah petani, pertanian yang diterapkan di Desa Pardomuan Nauli masih tradisionil, adapun penyebabnya adalah tradisi kesukuan yang masih kental dipemikiran warga desa, adapun jenis pekerja di desa Pardomuan Nauli adalah sebagai berikut : Petani Buruh swasta Pengerajin Pedagang Peternak : : : : :</p> <p>3.1.3 Aspek Perekonomian Pemilihan lahan pertanian Jumlah rumah tangga memiliki tanah pertanian Tidak memiliki Memiliki kurang 0.5 Ha Memiliki 0.5-1.0 Ha Memiliki leb...</p>