banjir OPT kekeringan banjir kek OPT kekeringan banjir kekeringan ... 1

  • Published on
    03-Apr-2018

  • View
    219

  • Download
    7

Embed Size (px)

Transcript

  • 1

    NOTA DINAS NOMOR:

    Yth. : Direktur Jenderal Tanaman Pangan Dari : Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Hal : Laporan Perkembangan Serangan OPT, Banjir dan Kekeringan Tanggal : Februari 2017 Bersama ini kami laporkan kepada Bapak Direktur Jenderal perkembangan serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), luas areal terkena banjir dan kekeringan pada tanaman padi berdasarkan laporan dari Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi seluruh Indonesia tanggal 1 Februari 2017, sebagai berikut:

    1. Pada Musim Hujan (MH) 2016/2017 (Oktober-Januari), luas areal pertanaman padi yang mengalami puso karena serangan OPT, banjir dan kekeringan seluas 36.151 ha (0,53% dari luas tanam 6.763.387 ha) seperti pada Tabel Lampiran 1 halaman 4. Luas puso tertinggi pada periode tersebut karena banjir seluas 34.977 ha (0,52% dari luas tanam 6.763.387 ha) terjadi di Provinsi Jawa Timur, Sumatera Selatan dan Jawa Tengah seperti pada Tabel Lampiran 3 halaman 8. Luas puso tertinggi terjadi pada Bulan November seperti pada Grafik 4 halaman 17. Luas puso karena OPT seluas 745 ha (0,01% dari luas tanam 6.763.387 ha) terutama terjadi di Provinsi Sulawesi Selatan, Jawa Tengah dan Sumatera Barat seperti pada Tabel Lampiran 2 halaman 5. Luas puso tertinggi terjadi pada Bulan November seperti pada Grafik 2 halaman 15. Luas puso karena kekeringan seluas 428 ha (0,01% dari luas tanam 6.763.387 ha) terjadi di Provinsi Provinsi Sulawesi Selatan, Riau dan Kalimantan Tengah seperti pada Tabel Lampiran 4 halaman 11. Luas puso tertinggi terjadi pada Bulan Oktober seperti pada Grafik 6 halaman 19.

    2. Pada Musim Kemarau (MK) 2016 (April-September), luas areal pertanaman padi yang mengalami puso karena serangan OPT, banjir dan kekeringan seluas 21.633 ha (0,32% dari luas tanam 6.747.806 ha) seperti pada Tabel Lampiran 1 halaman 4. Luas puso tertinggi pada periode tersebut karena banjir seluas 12.138 ha (0,18% dari luas tanam 6.747.806 ha) terutama terjadi di Provinsi Sulawesi Selatan, Jawa Tengah dan Jambi seperti pada Tabel Lampiran 3 (lanjutan) halaman 9. Luas puso tertinggi terjadi pada Bulan Juni seperti pada Grafik 4 halaman 17. Luas puso karena kekeringan seluas 6.271 ha (0,09% dari luas tanam 6.747.806 ha) terjadi di Provinsi Jawa Tengah, Nusa Tenggara

  • 2

    Barat dan Sumatera Barat seperti pada Tabel Lampiran 4 (lanjutan) halaman 12. Luas puso tertinggi terjadi pada Bulan April seperti pada Grafik 6 halaman 19. Luas puso karena OPT seluas 3.223 ha (0,05% dari luas tanam 6.747.806 ha) terjadi di Provinsi Sumatera Selatan, Sulawesi Tengah dan Sumatera Barat seperti pada Tabel Lampiran 2 (lanjutan) halaman 6. Luas puso tertinggi terjadi pada Bulan Juli seperti pada Grafik 2 halaman 15.

    3. Pada Tahun 2017 (Januari), luas areal padi yang mengalami puso karena serangan OPT, banjir dan kekeringan seluas 2.300 ha (0,16% dari luas tanam 1.469.440 ha) seperti pada Tabel Lampiran 1 halaman 4. Luas puso tertinggi pada periode tersebut karena banjir seluas 2.209 ha (0,15% dari luas tanam 1.469.440 ha) terutama terjadi di Provinsi Aceh, Jambi dan Jawa Tengah seperti pada Tabel Lampiran 3 (lanjutan) halaman 10. Luas puso terjadi pada Bulan Januari seperti pada Grafik 4 halaman 17. Luas puso karena kekeringan seluas 57 ha (0,002% dari luas tanam 1.469.440 ha) terutama terjadi di Provinsi Riau dan Sulawesi Selatan seperti pada Tabel Lampiran 4 (lanjutan) halaman 13. Luas puso terjadi pada Bulan Januari seperti pada Grafik 6 halaman 19. Luas puso karena OPT seluas 34 ha (0,002% dari luas tanam 1.469.440 ha) terjadi di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah dan Kalimantan Selatan seperti pada Tabel Lampiran 2 (lanjutan) halaman 7. Luas puso terjadi pada Bulan Januari seperti pada Grafik 2 halaman 15.

    4. Upaya yang telah dilakukan dalam mengendalikan serangan OPT dan menangani banjir serta kekeringan adalah sebagai berikut:

    a. Melakukan pengendalian OPT pada tanaman padi dengan pestisida dan non pestisida. Pengendalian pada MH 2016/2017 (Oktober-Januari) seluas 204.086 ha, MK 2016 (April-September) seluas 417.263 ha dan Tahun 2017 (Januari) seluas 5.242 ha. Luas pertanaman padi terserang OPT yang dapat diselamatkan (sembuh) pada MH 2016/2017 (Oktober-Januari) seluas 59.000 ha atau 39,35% dari luas serangan 149.953 ha, MK 2016 (April-September) seluas 122.291 ha atau 68,35% dari luas serangan 178.916 ha, Tahun 2017 (Januari) seluas 15.008 ha atau 57,64% dari luas serangan 26.037 ha.

    b. Melakukan upaya penanganan banjir melalui pompanisasi, sehingga luas surut pertanaman padi MH 2016/2017 seluas 39.248 ha atau 34,44% dari luas kerusakan seluas 113.945 ha, MK 2016 seluas 19.874 ha atau 32,30% dari luas kerusakan 61.539 ha dan Tahun 2017 seluas 7.510 ha atau 50,70% dari luas kerusakan 14.814 ha.

    c. Melakukan upaya penanganan kekeringan melalui pompanisasi, sehingga luas pulih pertanaman padi pada MH 2016/2017 seluas 1.849 ha atau 5,91% dari luas kerusakan seluas 31.287 ha, MK 2016 seluas 10.515 ha atau 40,18% dari luas kerusakan 26.172 ha dan Tahun 2017 seluas 5 ha atau 0,04% dari luas kerusakan 14.207 ha.

  • 3

    d. Meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait serta melakukan monitoring dan evaluasi secara rutin terhadap perkembangan luas serangan OPT, banjir dan kekeringan.

    Atas perhatian Bapak Direktur Jenderal, kami ucapkan terima kasih.

    Direktur Perlindungan Tanaman Pangan,

    Dwi Iswari NIP 195912121987032002

    Tembusan : 1. Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 2. Direktur lingkup Direktorat Jenderal Tanaman Pangan

  • 4

    TABEL LAMPIRAN 1. RASIO LUAS SERANGAN OPT DAN DPI TERHADAP LUAS TANAM PADA TANAMAN PADI MUSIM HUJAN (MH 2016/2017, MH 2015/2016 DAN RERATA 5 MH), MUSIM KEMARAU (MK 2016, MK 2015 DAN RERATA 5 MK), DAN TAHUN (TAHUN 2017, TAHUN 2016 DAN RERATA 5 TAHUN) DI INDONESIA

    Nasional Ket: T = Terkena (termasuk puso); P = Puso Jakarta, 1 Februari 2017 - = tidak ada data; 0 = ada data < 0,5 ha Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan *) = Realisasi Tanam (31 Januari 2017), Sumber : data Upsus **) = Termasuk Luas Tanam dan Luas serangan OPT Kalimantan Utara

    T P T P T P T P T P T P T P T P T P

    I Musim Hujan (Oktober-Januari)

    MH 2016/2017 6.763.387 149.953 745 204.086 59.000 39,35 90.954 745 1,34 0,01 113.945 34.977 39.248 34,44 74.697 1,10 0,52 31.287 428 1.849 5,91 29.439 0,44 0,01 195.090 36.151 2,88 0,53

    MH 2015/2016 6.193.335 81.725 138 307.394 24.578 30,07 57.147 138 0,92 0,00 52.936 14.215 30.919 58,41 22.017 0,36 0,23 53.000 9.854 22.254 41,99 30.746 0,50 0,16 109.910 24.207 1,77 0,39

    Rerata 5 MH (2010/2011--2014/2015) 6.416.462 76.598 939 126.489 76.598 939 1,19 0,01 171.855 48.398 171.855 2,68 0,75 17.102 2.471 17.102 0,27 0,04 265.555 51.808 4,14 0,81

    MH 2016/2017 terhadap MH 2015/2016 (%) 83,49 441,32 115,25 146,06 (40,97) (95,65) 77,50 49,34

    MH 2016/2017 terhadap Rerata 5 MH (%) 95,77 (20,64) (33,70) (27,73) 82,94 (82,67) (26,54) (30,22)

    II Musim Kemarau (April-September)

    MK 2016 6.747.806 178.916 3.223 417.263 122.291 68,35 56.625 3.223 0,84 0,05 61.539 12.138 19.874 32,30 41.665 0,62 0,18 26.172 6.271 10.515 40,18 15.657 0,23 0,09 113.946 21.633 1,69 0,32

    MK 2015 6.082.170 194.369 6.540 503.431 105.068 54,06 89.301 6.540 1,47 0,11 35.139 3.888 18.318 52,13 16.821 0,28 0,06 569.917 209.391 69.545 12,20 500.372 8,23 3,44 606.494 219.820 9,97 3,61

    Rerata 5 MK (2010--2014) 5.532.139 290.373 9.897 483.402 290.373 9.897 5,25 0,18 72.191 20.246 72.191 1,30 0,37 123.339 24.124 123.339 2,23 0,44 485.903 54.268 8,78 0,98

    MK 2016 terhadap MK 2015 (%) (7,95) (50,72) 75,13 212,18 (95,41) (97,00) (81,21) (90,16)

    MK 2016 terhadap Rerata 5 MK (%) (38,38) (67,43) (14,75) (40,05) (78,78) (74,00) (76,55) (60,14)

    III Tahun (Januari)

    Tahun 2017 1.469.440 26.037 34 5.242 15.008 57,64 11.028 34 0,75 0,00 14.814 2.209 7.510 50,70 7.304 0,50 0,15 14.207 57 5 0,04 14.202 0,97 0,00 32.534 2.300 2,21 0,16

    Tahun 2016 2.147.368 40.579 33 307.394 17.807 43,88 22.772 33 1,06 0,00 30.140 7.847 19.582 64,97 10.558 0,49 0,37 31.500 1.422 12.412 39,40 19.088 0,89 0,07 52.419 9.301 2,44 0,43

    Rerata 5 Thn (2011-2015) 1.542.054 61.016 254 131.474 61.016 254 3,96 0,02 100.578 32.816 100.578 6,52 2,13 5.892 26 5.892 0,38 0,00 167.486 33.097 10,86 2,15

    Thn 2017 terhadap Thn 2016 (%) (35,84) 3,23 (50,85) (71,85) (54,90) (96,03) (37,93) (75,27)

    Thn 2017 terhadap 5 Thn (%) (57,33) (86,54) (85,27) (93,27) 141,13 114,02 (80,58) (93,05)

    % luas sembuh thp luas

    serangan

    No URAIANLuas serangan (ha)Luas Tanam

    (Ha)Luas

    Pengendalian Luas sembuhLuas serangan-Sembuh (ha)

    % OPT thdp Luas Tanam

    % Kekeringan thdp Luas

    tanam

    Total OPT, Banjir & Kekeringan

    % Total OPT, Banjir &

    Kekeringan Thd Luas Tanam

    Luas pulihTerkena -

    Pulih

    % luas pulih thp

    luas kerusakan

    Banjir (ha)Luas surut

    Terkena - Surut

    % Banjir thdp Luas

    tanam

    % luas surut thp luas

    kerusakan

    Kekeringan (ha)

  • 5

    TABEL LAMPIRAN 2. RASIO LUAS SERANGAN OPT TERHADAP LUAS TANAM PADA TANAMAN PADI MUSIM HUJAN (MH 2016/2017, MH 2015/2016 DAN RERATA 5 MH), MUSIM KEMARAU (MK 2016, MK 2015 DAN RERATA 5 MK), DAN TAHUN (TAHUN 2016, TAHUN 2015 DAN RERATA 5 TAHUN) DI INDONESIA

    TANGGAL : 1 Februari 2017

    Ket: T = Terkena (termasuk puso); P = Puso - = tidak ada data; 0 = ada data < 0,5 ha *) = Realisasi Tanam (31 Januari 2017), Sumber : data Upsus **) = Termasuk Luas Tanam dan Luas serangan OPT Kalimantan Utara

    T P T P T P T P T P T P

    1 Aceh 235.515 6.272 12 2.968 3.195 50,94 3.077 1,31 0,005 233.129 8.140 - 8.086 4.421 54,31 3.719 1,60 - 216.846 2.004 10 0,92 0,00 1.704

    2 Sumatera Utara 413.520 2.625 7 17.946 798 30,42 1.826 0,44 0,002 322.380 1.796 16 32.521 794 44,22 1.002 0,31 0,005 319.169 2.006 16 0,63 0,00 13.243

    3 Sumatera Barat 171.546 980 92 1.370 212 21,60 769 0,45 0,053 174.520 1.224 47 4.862 309 25,28 914 0,52 0,027 165.696 607 29 0,37 0,02 2.305

    4 R i a u 38.671 1.672 - 453 1.093 65,38 579 1,50 - 49.547 1.811 - 1.743 - - 1.811 3,66 - 62.764 663 0 1,06 0,00 1.230

    5 J a m b i 59.784 571 50 105 206 36,04 365 0,61 0,084 67.889 279 - 249 73 26,24 206 0,30 - 64.265 173 7 0,27 0,01 44

    6 Sumatera Selatan 362.877 14.126 3 9.328 5.797 41,04 8.329 2,30 0,001 461.737 13.839 36 12.299 638 4,61 13.201 2,86 0,008 414.507 1.392 - 0,34 - 2.996

    7 Bengkulu 54.312 397 - 206 13 3,27 384 0,71 - 53.140 633 - 1.610 67 10,59 566 1,06 - 59.437 372 17 0,63 0,03 516

    8 Lampung 396.153 4.105 1 4.099 2.134 51,98 1.971 0,50 0,000 386.033 1.328 - 1.330 227 17,09 1.101 0,29 - 343.740 1.353 2 0,39 0,00 1.922

    9 Kep. Bangka Belitung 5.671 452 4 - 173 38,24 279 4,92 0,071 7.959 236 - 506 - - 236 2,96 - 3.437 367 0 10,69 0,00 221

    10 Kep. Riau 59 - - - - - - - - 128 - - - - - - - - 136 - - - - -

    11 DKI Jakarta 148 38 - - 24 62,67 14 9,45 - 201 141 -...

Recommended

View more >