Baterai Notebook

  • Published on
    19-Jul-2015

  • View
    140

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

<p>Baterai Notebook, Dipasang atau Dilepas?</p> <p>Bila sedang memakai adaptor listrik, mana yang lebih baik, baterai notebook dilepas ataukah dipasang? Sering kali, bahkan berkali-kali pertanyaan ini dipertanyakan kepada saya. Sebelum saya memberikan tips, alangkah baiknya Anda mengetahui tentang baterai. --&gt; Sekilas Informasi Baterai LaptopApa jenis baterai laptop kita?</p> <p>Pertama, perlu diketahui bahwa baterai yang bisa di-charge (rechargeable battery) itu ada beberapa tipe. Yang sering digunakan untuk barang elektronik umum biasanya adalah Nickel based (NiCd) dan Lithium based (Lithium-ion). Untuk laptop, saat ini hampir bisa dipastikan semuanya menggunakan jenis Lithium-ion. Selain karena mampu menyimpan daya lebih besar, baterai Lithium-ion juga lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan baterai NiCd yang sangat beracun. Mengetahui perbedaan jenis baterai ini sangat penting karena karakteristik keduanya sangat berbeda. Pada baterai NiCd, elektrolit-elektrolit yang ada didalamnya akan berkumpul di bawah (di dasar) karena pengaruh gravitasi, ketika disimpan terlalu lama (disimpan di gudang). Itulah kenapa pada saat</p> <p>membeli baterai NiCd baru, sangat disarankan untuk men-charge minimal selama 8 jam (optimalnya 16 24 jam) sebelum digunakan pertama kali.</p> <p>Hide Baterai lithium ion</p> <p>Berikut ini adalah karakteristik dari baterai tersebut: Jika package battere Li-Ion dibuka, sebetulnya didalamnya mengandung beberapa buah battere kecil yang disebut sebagai CELL. Semakin banyak CELL-nya (artinya semakin banyak battere-nya), akan membuat daya tahan-nya lebih lama. Saat ini jumlah CELL pada Baterai Notebook berkisar antara 4, 6 dan 8 Cell.1.</p> <p>Jumlah CELL juga akan mempengaruhi berat battere-nya, dan berimbas pada berat notebook secara keseluruhan. Inilah yang menjelaskan kenapa notebook ringan juga menggunakan Baterai dengan jumlah cell sedikit. Misalnya : Notebook ORIS menggunakan Baterai 4cell.2.</p> <p>Baterai Li-Ion TIDAK mengenal Memory Effect, yaitu suatu kondisi dimana jika battere tidak di-charge sampai full (100%) maka kemampuannya akan berkurang. Jadi tidak ada istilah bahwa jumlah pemakaian charge akan mempengaruhi kondisi Baterai tsb.3.</p> <p>Jika di-charge 100% dan disimpan pada suhu rata-rata 25? maka kemampuan / umur Baterai Li-Ion akan berkurang 20% setiap tahunnya. Ini dalam pemakaian normal.4.</p> <p>Pada saat notebook tidak digunakan, maka charge Baterai sebaiknya rata-rata 40% saja (jangan sampai di-charge penuh). Karena jika keadaan full charge, kondisi itu akan membuat battere lebih banyak kehilangan daya tahannya. Ini juga menjelaskan kenapa jika kita membeli notebook / HP baru, battere selalu TIDAK DALAM KEADAAN PENUH.5.</p> <p>Battere Li-Ion juga akan berkurang kemampuannya apabila suhu menjadi semakin panas. Ini yang menjelaskan kenapa pada notebook Celeron M, daya tahan Baterai semakin berkurang. Celeron M itu tidak memiliki fitur SpeedStep Technology seperti pada Pentium M / Core Duo, sehingga clock speed tidak bisa diturunkan dan membuat notebook semakin panas.6.</p> <p>Teknologi kimia Li-Ion sebetulnya aman apabila digunakan secara wajar dan sesuai petunjuk. Tapi baterai ini juga dapat MELEDAK / TERBAKAR pada kondisi tertentu, seperti pada kondisi panas yang ekstrim dan berlebihan. Sebaiknya jangan meletakkan notebook pada mobil yang terparkir terbuka pada siang hari yg terik !7.</p> <p>Berbeda dengan tipe Baterai lainnya seperti Ni-Cd, Li-Ion dapat di-charged berulang kali tanpa kehilangan kualitasnya. Pada saat8.</p> <p>Notebook tidak digunakan dalam waktu lama, sebaiknya charge Baterai jangan melebihi 40% agar pengurangan umur Baterai tidak terlalu cepat. Life cycle baterai Lithium (Li-On) adalah sekitar 400-600 cycle charge dan recharge dimana setelah cycle tersebut maka akan terjadi penurunan kualitas Baterai. Karena lithium saat di charge dari kondisi 1% ke 100% itu dianggapnya sama saja dengan charge dari 99% ke 100%, yakni 1x life cycle. Saat life cyclenya semakin banyak, kapasitas baterai akan semakin berkurang jadi perhatikan metoda cycle recharge anda.9.</p> <p>Kelebihan Dan Kekurangan Li-Ion BateraiApa aja sih</p> <p>Kelebihan: Ringan. Elektroda baterai terbuat dari Lithium dan karbon. Lithium adalah elemen yang bisa menyimpan energi dalam ikatan atomnya.</p> <p>Bertenaga. Dalam 1 kg baterai Li-Ion dapat menyimpan 150 watt-jam. Sedangkan 1kg batterai NiMH (nickel-metal hydride) hanya mampu menyimpan 100 watt-jam</p> <p>Kuat. Baterai Li-Ion setiap bulannya akan kehilangan 5% isinya, sedangkan batterai NiMH akan kehilangan 20% </p> <p>Awet. Baterai ini mampu melakukan ratusan kali siklus isi dan Tidak perlu menunggu baterai benar-benar habis untuk mengisi</p> <p>kuras.</p> <p>ulang Kekurangan: Baterai Li-Ion ini umumnya bisa bertahan 2 s/d 3 tahun sejak keluar dari pabriknya, baik digunakan ataupun tidak digunakan. </p> <p>Baterai ini tidak tahan suhu tinggi, sehingga dia akan cepat haus apabila sering digunakan pada suhu tinggi. Baterai ini akan tamat usianya apabila anda menggunakannya hingga kosong sama sekali. Harga lebih mahal, karena memiliki beberapa komponen onboard didalamnya. Ada kemungkinan, meskipun sangat kecil, baterai ini meledak &amp; terbakar. Dari berbagai berita, hal ini hanya terjadi pada 2 dari 3 dalam 1 juta baterai. Namun saat ini baterai jenis ini sudah dilengkapi sensor suhu sehingga rangkaian kecil didalamnya akan memutuskan aliran listrik apabila suhu meningkat panas pada saat pengisian atau pemakaian dan berusaha mendinginkannya.</p> <p>kalo masih kurang puas, baca di WIKIPEDIA aja.</p> <p>--&gt; Should I remove the battery when A/C is plugged in?Jawaban</p> <p>The answer is: YES and NO, it depends on the situation. Having a battery fully charged and the laptop plugged in is not harmful, because as soon as the charge level reaches 100% the battery stops receiving charging energy and this energy is bypassed directly to the power supply system of the laptop. So: In a normal usage, if the laptop doesn't get too hot (CPU and Hard Disk around 40C to 50C) the battery should remain in the laptop socket;</p> <p>In an intensive usage which leads to a large amount of heat produced (i.e. Games, temperatures above 60C) the battery should be removed from the socket in order to prevent unwanted heating.</p> <p>Tapi gw yakin yang make laptop bwt gaming berat pasti make coolingpad, dan klo cuman ngegame 1-2 jam sih gak usah dilepas. NOTE: game berat itu bukan game sejenis angry bird</p> <p>Untuk laptop model lama, jangan ngikutin tips ini. Batere klo udah penuh, dicabut (kyk ngecas hape)</p> <p>--&gt; Umur bateraiTahan berapa lama?</p> <p>Jika di-charge 100% dan disimpan pada suhu rata-rata 25? maka kemampuan / umur Baterai Li-Ion akan berkurang 20% setiap tahunnya. Ini dalam pemakaian normal.</p> <p>Intinya jgn tralu PARANOID (dengan kata lain pelit) lah sama battery, karena pasti bakal rusak juga.</p> <p>--&gt; Kemana saja aliran listrik dari baterai mengalir?Energi yang digunakan</p> <p>Microsoft, melalui Blog Windows 7 Engineering-nya telah menyusun diagram yang sangat bermanfaat untuk anda guna mengetahui kemana saja aliran listrik di notebook anda mengalir. Pada diagram tersebut terlihat jelas bahwa layar LCD merupakan perangkat yang paling banyak memakan energi dari notebook. Dari diagram itu juga anda dapat membantu kita untuk memaksimalkan penghematan baterai dari notebook/netbook yang anda pakai.</p> <p>Oleh karena itu, mengurangi kecerahan/brighness monitor berpengaruh nyata akan ketahanan batere kita</p> <p>--&gt; Kalibrasi batere?Kalibrasi</p> <p>Kalibrasi baterai laptop itu sebenarnya berguna untuk mengetahui kondisi real kemampuan baterai kita untuk menyalakan laptop yang kita miliki dalam jangka waktu tertentu. Maksudnya?? begini loh klo anda telah mengechas penuh baterai laptop anda..Nah, lihat indikator baterai pada bagian taskbar layar monitor anda. Disana terbaca 100% remaining (4 Hours remaining)..eh taunya baru sejam laptop udah K.ONah di sinilah gunanya kalibrasi. Memperlihatkan kemampuan sebenarnya baterai anda. Tapi jangan menganggap klo udah kalibrasi itu bisa normal kembali, karena itu tergantung WEAR LEVEL batere kita.Kalibrasi batere</p> <p>Charge baterai laptop anda sampai pada kapasitas maksimum/penuh (100%)1. 2.</p> <p>Biarkan baterai beristirahat dalam keadaan terisih penuh selama kurang lebih 2 jam agar supaya baterai menjadi dingin dari proses pengechasan. Anda dapat menggunakan laptop anda secara normal selama proses ini. Lepaskan colokan charger dari komputer dan atur laptop untuk hibernasi secara otomatis pada persentase minimum yang masih memungkinkan seperti langkah-langkah pada gambar dibawah ini:3.</p> <p>Gambar</p> <p>Hide 1</p> <p>Hide 2</p> <p>Hide 3</p> <p>Hide 4</p> <p>Hide 5</p> <p>biarkan laptop berhibernasi (hybernate) tanpa terchas sampai komputer akan terhibernasi sendiri. Anda dapat menggunakan laptop secara normal selama proses ini.4.</p> <p>saat komputer telah tersutdown oleh proses hibernasi, biarkan laptop anda tetap dalam keadaan mati selama 5 jam atau lebih.5. 6.</p> <p>chas laptop anda ( non stop) sampai indikasi baterai mencapai 100%. anda dapat mngoperasikan laptop anda selama proses pengechasan.</p> <p>Manfaat kalibrasi batere: 1. Pembacaan Battery akan sedikit nyata (bukan sempurna betul ya..) Kekurangan kalibrasi batere: 1. Cycle count berkurang 1 cycle. 2. disaat discharge (pengosongan) tegangan battery akan menurun, dengan rumus V=I.R kita tahu jika tegangan turun, otomatis I (current) yang akan naik. Jika laptop masih baru sih bolehlah dikalibrasi karena komponen2 nya masih bagus2.. Bagaimana dengan laptop tua yang komponen2 nya sudah lemah??? ini musibah.. 3. Disaat charging (pengisian) akan membutuhkan power yang sangat besar.. kembali lagi ke laptop tua, ini akan berakibat rusaknya DC/DC Converter di Mobo dan Controlling Battery di battery. Di atas adalah efek dari recondition / kalibrasi battery..Hide Contoh kalibrasi punya orang</p> <p>Hide Sebelum kalibrasi</p> <p>Hide Setelah kalibrasi</p> <p>--&gt; Tools yang membantu maintain batereHide Patch WindowsMicrosoft Fix IT untuk memperpanjang umur baterai laptop battery dan memperbaiki konsumsi baterai</p> <p>Laptop atau netbook yang dipakai selama berjam-jam kendalanya di baterai. Untuk membantu pengguna laptop atau Netbook dalam memperbaiki masalah konsumsi daya terkait dan memperpanjang masa pakai baterai, saat ini Microsoft telah merilis software yang secara otomatis mendeteksi pengaturan sistem yang dapat mempengaruhi penggunaan daya listrik, seperti pengaturan time-out dan sleep, pengaturan tampilan, dan screensaver, serta mengembalikannya ke pengaturan awal (default). Microsoft Fix it membantu memperpanjang baterai laptop atau netbook dengan memperbaiki 5 faktor di bawah ini: Periode waktu sebelum komputer masuk untuk sleep mode diatur terlalu panjang. </p> <p>Penggunaan screen saver bukan mengatur komputer memasuki sleep mode.</p> <p>Kecerahan diatur terlalu tinggi. Pengaturan power manajemen tidak diatur dengan benar. Adaptor nirkabel tidak dioptimalkan untuk penghematan daya.</p> <p>Hide download</p> <p>download</p> <p>Hide BatteryCare</p> <p>Program untuk memantau penggunaan batere, dan melihat spesifikasi batere laptop.Hide Download</p> <p>Download disini</p> <p>--&gt; Tips dalam penggunaan baterai notebookHide Tips-tips</p> <p>Untuk penggunaan pertama kali charge baterai secara normal.1.</p> <p>Gak perlu harus cas ampe 6-8 jam dulu baru dipake. Setiap Menggunakan Laptop lebih baek jika power adaptor tetap terpasang (di Cas terus)2.</p> <p>Karena batere tipe-tipe BARU SEKARANG mempunyai CONTROLL BATTERY artinya jika Full, batere akan stop charging (stand by) jadi laptop otomatis langsung pakai power listrik, Dan Juga Tidak Membuat Batrei Soak/Kembung. Charge baterai secara rutin dalam interval pendek tanpa harus menunggu baterai sampai (hampir) habis.3.</p> <p>Baterai jenis Lithium-ion tidak mengenal fenomena memory effect seperti halnya baterai NiCd. Bahkan hasil penelitian menunjukkan bahwa baterai yang terbiasa di-charge ketika kapasitasnya masih 70% 75% umurnya 5 6 kali lebih lama dibanding baterai yang sering dicharge ketika kapasitasnya hampir habis.4.</p> <p>Jaga supaya temperatur tidak terlalu panas.</p> <p>Temperatur tinggi merupakan musuh nomor satu baterai karena keadaan panas akan mempercepat degradasi sel-sel yang ada di dalam baterai. Untuk itu sebisa mungkin taruh/simpan laptop di tempat yang sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung. Kebiasaan menaruh laptop di dalam mobil pada siang hari yang terik juga harus dihindari kalau tidak ingin umur baterai berkurang drastis.5.</p> <p>Atur sirkulasi udara supaya tetap lancar.</p> <p>Hindari menaruh laptop di kasur atau bantal karena hal ini akan mengganggu sirkulasi udara yang mengakibatkan laptop menjadi cepat panas. Cara paling praktis adalah dengan menggunakan coolpad. Coolpad merupakan peralatan sederhana yang murah meriah namun sangat berguna khususnya untuk menjaga temperatur laptop supaya tidak terlalu panas. Selain itu, setelah selesai menggunakan laptop, sebaiknya diamkan beberapa saat supaya laptop menjadi lebih dingin sebelum dimasukkan ke dalam tas laptop.</p> <p>Menurut gw, gak semua coolingpad cocok ma laptop kita. Tergantung posisi lubang ventilasi di bawah laptop. jadi klo kipas coolingpad gak tepat di bawah lubang ttp aja kurang efisien. Beli coolingpad ratusan ribu juga lum pasti cocok. Tapi daripada gak sama sekali...</p> <p>Apabila hendak menyimpan baterai cukup lama, simpanlah ditempat yang sejuk dengan kapasitas 40%.6.</p> <p>Ada sebuah penelitian yang membandingkan antara baterai yang disimpan dalam kapasitas 40% dengan baterai yang disimpan dengan kapasitas 100%. Hasilnya, baterai yang disimpan dengan kapasitas 100% mengalami capacity loss yang lebih besar daripada yang 40%7.</p> <p>Gunakan laptop secara hemat energi.</p> <p>Dengan menghemat penggunaan energi laptop maka umur baterai bisa bertahan lebih lama.8.</p> <p>Jangan coba-coba charger laen</p> <p>Jika suatu saat charger laptop kita rusak, jangan sekali-kali memakai charger yang tidak kompatibel dengan laptop kita. Minimal kita jangan</p> <p>memakai charger dari laptop yang berbeda merk, sekalipun keadaannya sangat darurat. Setiap charger dan baterai memiliki karakter arus dan voltase masing-masing. Memakai charger yang tidak kompatibel bisa membuat baterai laptop cepat rusak bahkan bisa panas dan meledak.9.</p> <p>Cas batere klo penuh, cabut klo udah kosong</p> <p>Hide 10 Tips Cara Pemakaian Baterai Laptop agar Awet dan Tahan Lama</p> <p>Umumnya baterai Laptop dibuat dari bahan Li-Ion yang mana Li-Ion ini memiliki umurnya berkisar antara 4-5 tahun. Semakin sering baterai di charge maka umur baterai akan semakin pendek. Lalu bagaimana cara mempertahankan performa baterai laptop agar tetap berfungsi dengan baik? atau Bagaimana menjaga keawetan baterai laptop? Pertanyaan ini seringkali diutarakan oleh pengguna laptop, sebagaimana kita ketahui baterai laptop adalah salah satu element laptop yang mahal. Tips sederhana yang bisa dilakukan semua pengguna berikut ini mungkin dapat Anda terapkan. 1. Letakan laptop pada alas yang keras Panas adalah salah satu musuh utama element baterai, jika Anda meletakan laptop pada alas yang soft seperti bantal misalnya maka panas yang keluar akan diserap. 2...</p>