BATERAI SPM

  • Published on
    12-Aug-2015

  • View
    231

  • Download
    8

Embed Size (px)

Transcript

<p>Baterai SPM</p> <p>mulyo_utomo//smk_ibr_panji_sit</p> <p>1</p> <p>Baterai SPM</p> <p>DAFTAR ISIA. Pengertian Baterai 1 B. Fungsi Baterai Pada Kendaraan Bermotor ................................ 2 1. Untuk Menghidupkan Mesin Dengan Elektrik Starter ............ 2 2. Untuk Memberikan Sinyal ..................................................... 3 3. Untuk Melindungi Alat Kelistrikan Lainnya ............................. 3 C. Diagram Kelistrikan Sepeda Motor .............................................. 3 D. Konstruksi Baterai ....................................................................... 4 1. Plat Positif dan Plat Negatif .................................................... 4 2. Separator dan Lapisan Serat Gelas........................................ 4 3. Elektrolit.................................................................................. 5 4. Bak dan Tutup Aki .................................................................. 5 5. Penghubung Antara Sel dan Terminal ................................... 5 6. Sumbat ................................................................................... 6 E. Cara Kerja Aki ............................................................................. 9 1. Perubahan Kimia Selama Pengisian Dan Pemakaian ............ 9 2. Perubahan Kimia Pada Saat Pelepasan Muatan Listrik ......... 9 3. Perubahan Kimia Pada Saat Pengisian Muatan Listrik ........... 9 4. Penurunan Bj Accu Zuur Selama Pelepasan Muatan Listrik . 9 5. Kehilangan Muatan Listrik pada Sebuah Aki ........................ 11 F. Mengukur Berat Jenis Elektrolit ..................................................12 G. Kapasitas Baterai ........................................................................ 13 H. Pengisian Muatan Listrik ............................................................. 14 I. Prosedur Penanganan Aki Baru ............................................ 15 1. Prosedur Persiapan Pemakian Aki Baru ................................. 15 2. Prosedur Pemasangan Aki .....................................................15 3. Prosedur Penyetruman Aki Baru .............................................16 J. Perawatan Aki ............................................................................. 16 1. Menambah Cairan Pada Aki Lama .........................................16 2. Menjaga Kebersihan Aki .........................................................17 3. Menambah Muatan Listrik Atu Penyetruman Ulang .................18 K. Pemasangan Dan Pelepasan Aki Pada Sepeda Motor ................19 L. Sambungan Batera .. 22 M .Lembar Kerja 26 N. Kegiatan Mandiri ...33 Daftar Pustaka .....36 mulyo_utomo//smk_ibr_panji_sit</p> <p>2</p> <p>Baterai SPM</p> <p>BATERAIA. Pengertian Baterai Baterai ialah alat elektro kimia yang dibuat untuk mensuplai listrik ke sistim starter mesin, sistim pengapian, lampu-lampu dan komponen kelistrikan lainnya. Alat ini menyimpan listrik dalam bentuk energi kimia, yang dikeluarkannya bila diperlukan dan mensuplainya ke masing-masing sistim kelistrikan atau alat yang memerlukannya. Karena di dalam proses baterai kehilangan energi kimia, maka alternator mensuplainya kembali ke dalam baterai (yang disebut pengisian). Baterai menyimpan listrik dalam bentuk energi kimia. Siklus pengisian dan pengeluaran ini terjadi berulang kali secara terus-menerus. Meskipun setiap sepeda motor dilengkapi dengan slah kaki (engkol kaki) untuk menghidupkan mesin, tetap saja accu (baca : aki) sangatlah penting sebagai sumber tenaga mengaktifkan komponen kelistrikan lainnya (baca: Klakson, lampu tanda belok serta lampu rem. Jika baterai dilepas atau pada saat kondisinya tidak normal (kurang air atau rusaknya salah satu sel pada accu), maka pasokan arus listrik yang dihasilkan oleh alternator (baca: spoel) sebagain besar dipakai oleh sistem penerangan (lampu depan) sehingga kondisinya tidak stabil. Demikian juga komponen listrik yang mestinya dipasok oleh baterai akan tidak stabil. Secara berkala cairan elektrolit dan kebersihan terminal accu harus sering mendapatkan perawatan dengan cara dibersihkan. Disarankan bagi pemotor yang sibuk sehingga kurang waktu untuk melakukan perawatan accu motor mereka, gunakanlah baterai MF (Maintenance Free) atau lebih sering dikenal dengan accu kering yang tidak menggunakan cairan elektrolit. Secara umum jenis baterai ada dua: Baterai konvensioanal ( Baterai basah) dan baterai kering (MF = Maintenance Free ).</p> <p>mulyo_utomo//smk_ibr_panji_sit</p> <p>3</p> <p>Baterai SPM</p> <p>Gb. 1. Baterai basah</p> <p>Gb. 2. Baterai kering B. Fungsi Baterai pada Kendaraan Bermotor 1. Untuk Menghidupkan Mesin dengan elektrik starter (Sistem start) Bila elektrik starter digunakan, maka Aki akan memberikan arus listrik yang besar dan tegangan yang tinggi ke motor starter. Motor stater akan memberikan torsi dan putaran yang diperlukan untuk menghidupkan mesin mulyo_utomo//smk_ibr_panji_sit 4</p> <p>Baterai SPM 2. Untuk Memberikan Sinyal (sistem sinyal)</p> <p>Sinyal merupakan suatu prasarana utama bagi keamanan berkendaraan. Yang termasuk dalam sistem sinyal ini adalah : Lampu Rem, Lampu tanda belok (Sign) dan Klakson. Aki akan mengaktifkan sekaligus melindungi sistem sinyal ini dengan memberikan arus listrik stabil.3. Untuk melindungi Alat kelistrikan lainnya.</p> <p>Listrik yang telah dibangkitkan oleh magnet diatur oleh regulator dalam tegangan yang stabil, kemudian mengalir ke Aki. Aki juga berfungsi untuk melindungi alat alat kelistrikan lain dengan menyerap daya listrik yang berlebihan dari generator. Tidak adanya aki atau lemahnya aki akan mengakibatkan rusaknya alat alat kelistrikan yang lain. C. Diagram Kelistrikan Sepeda Motor</p> <p>AKISistem Pengisian</p> <p>SISTEM LAMPU</p> <p>SISTEM START</p> <p>SISTEM SINYAL</p> <p>GENERATOR</p> <p>/ MAGNET</p> <p>SISTEM PENGAPIAN</p> <p>MESIN</p> <p>Gb.3. Diagram kelistrikan sepeda motor Dari diagram di atas dapat diperhatikan bahwa Aki berfungsi sebagai sumber arus listrik yang akan disalurkan kekomponen kelistrikan lainnya (sistem starter dan sistem sinyal). Untuk mengisi kembali muatan listrik pada aki yang habis maka pada sepeda motor dilengkapi dengan sistem pengisian (Generator).</p> <p>mulyo_utomo//smk_ibr_panji_sit</p> <p>5</p> <p>Baterai SPM</p> <p>D. Konstruksi Aki 1. Plat Positip dan Plat Neqatip Plat positif dan plat negatip merupakan komponen utama suatu aki. Kwalitas plat sanga' rnenentu ken kwalitas suatu aki, plat-plat tersebut terdiri dari rangka yang terbuat dari paduan timbal antimon, yang di isi dengan suatu bahan aktif. Behan aktif pada plat positip adalah timbal peroksida yang berwarna coklat, sedang pada plat negatip adalah spons - timbal yang berwarna abu abu.</p> <p>Gb. 4. Plat positif da negatif</p> <p>2. Separator dan Lapisan Serat Gelas Antara plat positip dan plat negatip disisipkan lembaran separator yang terbuat dari serat cellulose yang diperkuat dengan resin. Lembaran lapisan serat gelas dipakai untuk melindungi bahan aktif dari plat positip, karena timbal peroksida mempunyai daya kohesi yang lebih rendah dan mudah rontok jika dibandingkan dengan bahan aktif dari plat negatip.Jadi fungsi lapisan serat gelas disini adalah untuk memperpanjang umur plat positip agar dapat mengimbangi plat negatip, selain itu lapisan serat gelas juga berfungsi melindungi separator.</p> <p>mulyo_utomo//smk_ibr_panji_sit</p> <p>6</p> <p>Baterai SPM</p> <p>Pada beberapa jenis aki tertentu yang merupakan Aki dengan performance tinggi, memakai separator spesial yang terbuat dari resin sintesis dan berpori banyak untuk penghantar ion.</p> <p>Gb. 5. Separator</p> <p>3. Elektrolit Cairan elektrolit yang dipakai untuk mengisi Aki adalah larutan encer asam sulfat yang tidak berwarna dan tidak berbau.Elektrolit ini cukup kuat untuk merusak pakaian. Untuk cairan pengisi Aki dipakai elektrolit dengan berat jenis 1.260 pada 200C. 4. Bak dan Tutup Aki Bak Aki merupakan wadah untuk plat plat clan cairan elektrolit. Dibuat dari bahan plastik (AS, ABS, Polipropylene).Bak untuk Aki 6 Volt terbagi atas 3 sel, dan untuk 12 volt terbagi atas 6 sel. Tutup Aki dibuat dari bahan yang sama seperti bak. 5. Penghubunq antara Sel dan Terminal. Aki 12 volt mempunyai 6 sel, sedang Aki 6 volt mempunyai 3 sel. Sel merupakan unit dasar suatu dengan tegangan sebesar 2 volt. Penghubung sel (conector) menghubungkan sel sel secara seri. Penghubung sel ini terbuat dari paduan timbal antimon. Ada dua cara penghubung sel sel tersebut Yang pertama melalui atas dinding penyekat dan yang kedua melalui (menembus) dinding penyekat Terminal terdapat pada kedua sel ujung (pinggir), satu bertanda Positif(+) dan satu Negatif(-) Melalui kedua terminal ini listrik dialirkan.mulyo_utomo//smk_ibr_panji_sit</p> <p>7</p> <p>Baterai SPM</p> <p>Penghubung antar sel</p> <p>Gb.6. Konstruksi sel dan baterai dilihat dari atas</p> <p>Sebuah Sel dilihat dari atasPelat Positif (+) Pelat Negatif (-)</p> <p>Air Accu dengan SpGr 1.270</p> <p>Pemisah/Pembatas/ separator</p> <p>Gb. 7. Konstruksi plat baterai 6. Sumbat Sumbat dipasang pada lubang untuk mengisi elektrolit pada tutup Aki. Biasanya terbuat dari plastik, Sumbat pada Aki motor tidak mempunyai lubang udara. Gas yang terbentuk dalam Aki disalurkan melalui slang plastik/ karet. Uap asam akan tertahan pada ruang kecil pada tutup Aki, kemudian asamnya dikembalikan kedalam sel.</p> <p>mulyo_utomo//smk_ibr_panji_sit</p> <p>8</p> <p>Baterai SPM</p> <p>KOMPONEN-KOMPONEN BATERAI</p> <p>TUTUP KARET TOP COVER TERMINAL POSITIF</p> <p>TERMINAL NEGATIF</p> <p>PLAT POSITIF SEPARATO PLAT NEGATIF</p> <p>KOMPONEN AKI</p> <p>BAK AKI</p> <p>mulyo_utomo//smk_ibr_panji_sit</p> <p>9</p> <p>Baterai SPM</p> <p>7. KETERANGAN TIPE DAN KODE AKI SEPEDA MOTOR 1 2 3 4 5 6 7Jenis terminal/kabel A - D Posisi lubang udara A B C D</p> <p>1-4 Posisi terminal+ _ + + + -</p> <p>1</p> <p>2</p> <p>3</p> <p>4</p> <p>A . B. Aki dengan kapasitas sama dimensi berbeda Kapasitas baterai dalam 10 jam</p> <p>N Huruf pertama dari NIPPON</p> <p>6 , 12 Tegangan Aki</p> <p>mulyo_utomo//smk_ibr_panji_sit</p> <p>10</p> <p>Baterai SPM</p> <p>Contoh type aki sepeda motor TYPE 1 6 6 12 2 N N N 3 4 4 4 - 5 6 Teg Kap - 7 (Volt) (Ah) 6 6 12 12Dimensi (mm)</p> <p>P 71 57</p> <p>L 71</p> <p>T 96</p> <p>Pos Pos Ter Lub 2 4 4 3 A B B B</p> <p>B - 2 A</p> <p>A - 4 D -</p> <p>61 131</p> <p>5.5 B - 4 D 5 Z 3 B -</p> <p>135 60 130 121 61 131</p> <p>12 GM</p> <p>E. Cara Kerja Aki 1. Perubahan Kimia Selama Pengisian dan Pemakaian PEMAKAIANRangkaian Luar Arus</p> <p>PENGISIANGenerator/ charger</p> <p>Plat (-)</p> <p>Plat (+)</p> <p>Plat (-) separator separator</p> <p>Gb. 8. Reaksi Kimia pada Baterai</p> <p>mulyo_utomo//smk_ibr_panji_sit</p> <p>11</p> <p>Baterai SPM</p> <p>KONDISI BERMUATAN PENUH Plat(+) PbO2 Timbal Peroksida Elektrolit + 2H2SO4 + Asam Sulfat Plat(-) Pb Timbal Pengisian Berpori</p> <p>KONDISI TERPAKAI HABIS Plat(+) PbSO4 Timbal Sulfat Elektrolit + 2H2O + Air Plat(-) PbSO4 Timbal Sulfat</p> <p>Pemakaian</p> <p>2. Perubahan Kimia Pada Saat Pelepasan Muatan Listrik Aki memberikan aliran listrik jika dihubungkan dengan rangkaian luar misalnya, lampu, radio dan lain lain. Aliran listrik ini terjadi karena reaksi kimia dari asam sulfat dengan kedua material aktif dari plat positif (+) dan plat negatif (-). Pada saat pelepasan muatan listrik terus menerus, elektrolit akan bertambah encer dan reaksi kimia akan terus berlangsung sampai seluruh bahan aktif pada permukaan plat positif (+) dan negatif (-) berubah menjadi timbal sulfat. Jika Aki tidak dapat lagi memberi aliran listrik pada voltage tertentu, maka aki tersebut dalam keadaan lemah arus (soak). 3. Perubahan Kimia Pada Saat Pengisian Muatan Listrik Pada proses pengisian muatan listrik, kembali terjadi proses reaksi kimia yang berlawanan dengan reaksi kimia pada saat pelepasan muatan.Timbal peroksida terbentuk pada plat positif dan timbal berpori terbentukpada plat negatif,sedangkan berat jenis elektrolit akan naik, karena air digunakan untuk membentuk asam sulfat. Aki kembali dalam kondisi bermuatan penuh.</p> <p>mulyo_utomo//smk_ibr_panji_sit</p> <p>12</p> <p>Baterai SPM</p> <p>4. Penurunan berat jenis accu zuur selama pelepasan muatan listrik Berat jenis accu zuur akan turun sebanding dengan derajat pelepasan muatan, jadi jumlah energi listrik yang ada dapat ditentukan dengan mengukur berat jenis accu zuurnya, misalnya aki mempunyai berat jenis accu zuur 1.260 pada 200C, bermuatan listrik penuh, setelah melepaskan muatan listrik berat jenisnya 1.200 pada 200C , maka Aki masih mempunyai energi listrik sebesar 70%</p> <p>Pemakaian Aki (BJ 1.260 pada suhu 200C)Berat jenis pada suhu 20 C1.24 1.20 1.16 1.12 1.08 1.04 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100Harus disetrum Bagus</p> <p>1.28</p> <p>0</p> <p>Prosentase pengeluaran/pemakaian5. Kehilangan Muatan Listrik Pada Sebuah Aki Sebuah Aki yang telah di isi elektrolit, jika didiamkan lama akan kehilangan muatan listrik dengan sendirinya, meskipun tidak dipakai. Karena setelah Aki di isi elektrolit akan mengalami suatu reaksi kimia dan penyebabnya adalah : 1. Material aktif plat negatif bereaksi langsung dengan dengan asam sulfat membentuk timbal sulfat. 2. Adanya reaksi lokal yang disebabkan oleh adanya pengotoran logam pada plat dan elektrolit. 3. Adanya pengotoran seperti, asam hydro chlorida, asam nitrat dan asam organik yang terdapat pada kedua plat positif dan negatif. mulyo_utomo//smk_ibr_panji_sit 13</p> <p>Baterai SPM</p> <p>Laju kehilangan muatan listrik ini akan makin cepat dengan ada-nya kenaikan suhu elektrolit yang lebih tinggi. Jadi penyimpanan Aki pada suhu rendah lebih efektif clan memperkecil kecepatan "Self Discharge", faktor lain adalah dengan mengusahakan pemakaian elektrolit pengisian dan air penambah, yang mengandung pengotoran (impurities) sekecil mungkin. F. Mengukur Berat Jenis Elektrolit Cara paling sederhana untuk mengukur berat jenis elektrolit adalah dengan hidrometer.Hidrometer terdiri dari tabung gelas, bola karet, pipa dan pelampung, hidrometer harus dipegang tegak, sambil menghisap elektrolit dengan bola karet, usahakan agar pelampung tidak menyentuh dinding tabung. Skala dibaca dengan mele-takan sejajar dengan permukaan cairan. Standar pembacaan dapat dilihat pada gambar. Minikus alas memberi pembacaan yang betul, sedangkan minikus bawah memberikan pembacaan yang kurang tepat. Hidrometer dipegang tegak Membaca tinggi elektrolit pada hidrometer Posisi pelampung pada hidrometer</p> <p>Salahmulyo_utomo//smk_ibr_panji_sit</p> <p>Benar</p> <p>14</p> <p>Baterai SPM</p> <p>G. Kapasitas Aki Kapasitas Aki adalah jumlah listrik yang dapat dihasilkan dengan arus tetap sampai dicapai voltase akhir. Besarnya ditentukan dengan mengalikan besar arus pelepasan dengan waktu Pelepasan dan dinyatakan dalam amper jam ( Ampere Hour = AH ). Untuk menyatakan kapasitas Aki, perlu ditentukan laju arus pelepasan, karena kapasitas Aki tergantung dari kuatnya arus pelepasan (laju arus pelepasan untuk Aki motor adalah 10 Jam ). Suhu elektrolit juga mempengaruhi kapasitas Aki. Standart suhu untuk menentukan kapasitas aki adalah 250C. Misalnya Aki mempunyai Kapasitas 5 AH untuk laju arus 10 jam. Ini berarti aki tersebut sanggup melepaskan muatan listrik sebesar laju arus 10 jam, yaitu 0,5 Ampere dan suhu elektrolit 250C selama 10 jam.</p> <p>100 90 80 70 60 50 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10</p> <p>mulyo_utomo//smk_ibr_panji_sit</p> <p>15</p> <p>Baterai SPM</p> <p>H. Pengisian Muatan listrik 1. Untuk pengisian muatan listrik d...</p>