Benda Asing Pada Mata

  • Published on
    31-Jul-2015

  • View
    1.256

  • Download
    2

Transcript

BENDA ASING PADA MATADisusun guna memenuhi tugas mata kuliah keperawatan medikal bedah (tutorial)

Disusun oleh : Rini Nur Palita Rofi Meita Puspaningrum RR.Aryantini Yudasari Saadilah Tunjung Nugroho Samsul Arifin Septian Gathot Nugroho Shodiq Hadi Nugroho Susi Fitrianti Tri Atin Vincensius Diaz Krisna Yunita Kusuma Wardhani P 27220011 146 P 27220011 147 P 27220011 148 P 27220011 149 P 27220011 150 P 27220011 151 P 27220011 152 P 27220011 153 P 27220011 154 P 27220011 155 P 27220011 157

DIII Berlanjut DIV Keperawatan Politeknik Kesehatan Surakarta 2012

A, Pengertian Benda asing adalah suatu benda yang ada dalam tubuh yang seharusnya tidak ada. Benda asing yang masuk ke mata itu biasanya berukuran kecil. Benda kecil (serpihan logam atau kayu) sering melekat di daerah kelopak mata, di konjungtiva mata atau di kornea. Biasanya benda kecil itu akan tersapu sendiri oleh kejapan mata dan genangan air mata. Air mata akan keluar sendiri bila mata terangsang oleh benda asing. Benda asing yang masuk ke mata dengan kecepatan tinggi akan masuk ke bola mata dan biasanya tidak dapat keluar sendiri. Benda asing yang tertanam di konjungtiva kelopak mata, harus segera dikeluarkan karena biasanya mengucek-ngucek kelopak mata yang kemasukan benda asing itu, sehingga benda asing itu dapat menggores permukaan kornea mata dan menyebabkan peradangan kornea mata. Selain itu, benda asing biasanya kotor dan mengandung kuman, sehingga dapat menyebabkan infeksi mata Trauma Mata Trauma benda tajam yang mengenai bola mata dapat menimbulkan : Ruptura konjungtiva Bila lebih kecil dari pada 1 cm, maka tidak perlu dilakukan penjahitan, dan apabila lebih dari 1cm, perlu penjahitan karena untuk mencegah granuloma. Sebelum menjahit konjungtiva yang sobek harus dipastikan sklera tidak terluka. Biasanya sklera ikut terluka bila dijumpai hal-hal sebagai berikut : 1. Tajam penglihatan yang sangat menurun 2. Pendarahan intraokular 3. Pendarahan konjungtiva masif Bila ragu harus dilakukan eksplorasi dengan melebarkan luka konjungtiva. Ruptura kornea Diagnosis ruptura kornea biasanya mudah ditegakkan, yaitu dengan melihat luka di daerah kornea. Kadang-kadang ruptura kornea beserta keluarannya struktur inokular, seperti iris dan lensa. Ruptura kornea adalah keadaan yang gawat sehingga harus segera ditolong.. Bahaya yang mungkin dialami adalah : 1. Infeksi : termasuk kemungkinan infeksi tetanus 2. Kemungkinan adanya benda asing intaokular

3. Kerusakan struktur anatomi dan faal normal akan terganggu. Adanya benda asing intraokular dapat menimbulkan oftalmia simpatika, yaitu peradangan pada mata yang tidak mengalami trauma yang mengakibatkan kebutaan. Infeksi merupakan faktor yang penting sebagai penyebab kebutaan luka tebus mata. Bila kita yakin bahwa mata yang mengalami trauma tidak mungkin ditolong, jangan ragu untuk mengangkat mata tersebut karena untuk melindungi mata yang masih sehat. Sebaiknya pasien dirujuk kerumah sakit yang memiliki peralatan bedah yang memadaai. Pada dasarnya tindakan untuk setiap luka akibat trauma tajam adalah sama. Perbedaan disebabkan sifat khas setiap organ. Dalam bidang penyakit mata diperlukan berbagai alat. Yang halus dan khusus. Benda Asing di Kelopak Mata Benda asing di kelopak mata bagian luar biasanya mudah ketahuan dengan meraba kelopak mata dari luar secara hati-hati. Mengeluarkan benda asing itu biasanya mudah, yaitu dikorek melalui lubang masuknya tanpa perlu membesarkan lubang itu, namun kadangkadang lubang itu dibesarkan. Lubang yang besar itu perlu dijahit dan apabila menembus agak dalam (sampai fasia tarso-orbitotornya perlu dijahit dengan kat gut nomor 0000(4-0), sedangkan kulit kelopaknya dijahit dengan zyde 000000(6-0). Sebelum memulai penjahitan, luka dibersihkan terlebih dahulu dengan antiseptik, lalu diberi anestesi infiltrasi dengan prokain 0,5%. Selain itu periksa pula apakah ada benda asing lain yang masuk ke bola mata Benda Asing di Konjungtiva Mata Benda asing yang masuk ke konjungtiva mata, biasanya bersarang dilekuk antara selaput lendir kelopak mata dan bola mata, sehingga bila mata berkedip-kedip, benda asing itu akan menggores permukaan kornea. Benda asing yang bersarang di konjungtiva kelopak mata atas dkeluarkan dengan jalan membalikkan kelopak mata atas, lalu benda asing itu dikeluarkan. Cara membalikkan kelopak mata atas adalah sebagai berikut: pasien disuruh melihat ke ujung kaki, lalu ibu jari, dan jari telunjuk pemeriksa menjepit bulu mata sedangkan jari telunjuk tangan lain menekan di punggung kelopak mata. Balikkan kelopak mata itu dengan mengangkatnya. Selama benda asing belum diangkat, mata pasien harus terus diarahkan ke ujung kaki. Benda asing yang kecil dapat diangkat dengan lidi kapas steril. Pada benda yang sangat lekat pada konjungtiva mata, mata harus ditetesi setetes anestesi lokal (kokain 5%, atau halokin 1%, dsb). Pemberian tetesan anestesi itu harus setiap 3-5 menit. Tutuplah kelopak mata dan tunggu sampai anestesi bekerja. Balikkan kelopak mata itu. Benda asing yang kecil dapat diangkat dengan ujung jarum atau ujung pisau katarak. Benda yang besar

dapat diangkat dengan khalasion (khlalasion adalah benjolan kecil dan keras dalam kelopak mata). Sebelum kelopak mata ditutup, periksalah kembali sekali lagi apakah tidak ada lagi benda lain. Bila diduga benda yang diangkat itu kotor dan kemungkinan menimbulkan peradangan, berilah antibiotika tetes atau salep mata selam 2-3 hari dan obat mata itu diteteskan setiap 3-4 jam.

Benda Asing di Kornea Mata Benda asing di kornea harus segera dikeluarkan agar tidak terjadi kerusakan lebih parah, karena barang asing itu dapat menimbulkan kekeruhan pada kornea. Untuk mencari dan menentukan benda asing itu, kadang-kadang perlu dipakai lensa pembesar, senter, dan lampu kepala. Setelah ditentukan letak benda asing di kornea, diteteskan anestesi 1-2 menit sebanyak 4-5 kali. Setelah penetesan anestesi, mata harus ditutup terlebih dahulu agar obat anestesi bekerja. Untuk memudahkan pengeluaran benda asing itu, pasien disuruh memandang pada satu titi-langit. Pada anak-anak agak sukar menyuruh mata itu diam dan sering pula memberontak, sehingga kadang-kadang perlu dilakukan pembiusan umum. Benda asing kecil berupa serpihan logam, kaca, atau kayu yang masuk ke mata dengan kecepatan rendah biasanya mudah di congkel dengan ujung pisau atau jarum Benda Asing di Sklera Mata Benda asing pada sklera mata biasanya tidak begitu berbahaya seperti di koernea. Sebab sklera itu tidak dilalui cahaya dan berwarna putih susu, sehingga bila terjadi goresan, tidak mengakibatkan apa-apa. Cara mengeluarkan benda asing itu di sklera mata sama dengan mengeluarkan di tempat lain dalam mata

B. Manifestasi C. Etiologi D. Patofisiologi E. Pathway F. Pemeriksaan Penunjang G. Terapi

Terapi Non Medis Terapi Medis Farmakologi Periode Praoperasi, Pada pra operasi pasien dapat menerima beberapa tipe obat-obatan mata untuk mempersiapkan mata untuk pembedahan: -Midriatik dan tetes mata siklopedgik -Tetes mata antibiotik sebagai profilaksis terhadap infeksi -Ifus intravena dari agen untuk menurunkan tekanan intraokular (manitol atou penghambat karbonik anhidrase) Periode Pasca Operasi

Terapi Medis Operatif (Pembedahan) Pembedahan mata dapat dilakukan untuk berbagai kondisi mata. Tipe-tipe prosedur pembedahan untuk kebanyakan kondidsi mata adalah: a.Untuk kesalahan refraksi-koratoplasti radial, trasnplantasi kornea b.Untuk diabetik retinopati-foto koagulasi, Virektomki c.Untuk glaukoma-iredektomi perifer, laser trabekuloplasti, trabekulektomi, siklokriyo terapi d.Untuk katarak-ekstraksi katarak (baik intrakapsular atau ekstrakapsular), fakoemulsifikasi dan aspirasi implantasi lensa intra okular e.Untuk pelepasan retina-scleral buckling Kebanyakan pembedahan mata dilakukan pada pasien dengan anestesi lokal. Anestesi umum dapat digunakan pada pasien meminta dan untuk pasien yang secara ekstrem cemas, tuli, atau secara mental retardasi. Anestesi lokal secara umum memrlukan infeksi fasial dan retrobular dengan lidokain dan bupivakain HCl untuk memblok syaraf-syaraf. Praanastesi seperti diazepam (valium) sering diberikan untuk menurunkan ansietas bila menerima injeksi pada wajah dan sekitar mata. Persiapan Preoperasi 1. Pemeriksaan fisik berdasararkan pengkajian mata umum (Apendiks H) untuk membuat nilai-nilai dasar. 2. Kaji tanda-tanda vital

3. Kaji pemahaman tetang kejadian-kejadian praoperasi dan pascaoperasi untuk pembedahan mata. 4. Kaji kemampuan untuk pemberian senderi obat-obatan mata.Bila pasien tidak dapat memberikan sediri obat mata, tanyakan tentang keberadaan seseorang untuk memberikan batuan dalam penetasan obat mata di rumah. 5. Kaji terhadap adanya masalah-masalah kesehatan yang menyertai, obat-obatan yang digunakan bersama, masalah-masalah dengan kostipasi, dan batuk atau bersin. 6. Tanyakan tetang ketersediaan pengemudi untuk memberikan tersportasi ke rumah pascaoperasi. 7. Kaji alergi obat, khususnya obat-obatan sulfa.Agen sulfa secara umum diresepkan sebagai profilaksis terhadap infeksi 8. Lihat perawatan praoperasi dan pascaoperasi Status Asa I II III IV Tindakan Keperawatan Pasca Operasi