BIAYA DAN MANFAAT PENGADAAN PROGRAM ASTRA research- Staf Produksi, Automotive Industry, Jakarta ABSTRACT…

  • Published on
    01-May-2019

  • View
    212

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

<p>112 INASEA, Vol. 10 No.2, Oktober 2009: 112-124 </p> <p>BIAYA DAN MANFAAT PENGADAAN PROGRAM ASTRA DAIHATSU PRODUCTION PLANNING SYSTEM (ADPPS) </p> <p>DI PT ADM </p> <p>Gunawarman Hartono1; Agus Riyadi2 </p> <p>1 Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Bina Nusantara, Jln. K.H. Syahdan No. 9, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat 11480, Guna@binus.edu </p> <p>2 Staf Produksi, Automotive Industry, Jakarta </p> <p>ABSTRACT PT ADM has implemented technology in carrying out its business activity. One of it is </p> <p>located in the Production Control department in cooperation with the Corporate Information Technology department, namely Astra Daihatsu Production Planning System. Although the ADDPS application has benefited for company, the benefit gained from this application could not be economically measured. This study aims to analyze the feasibility of the implementation of the ADDPS application at company and analyze the amount of benefit obtained from the implementation of the application. Research methods used are literature review, observation, questionnaire, and analytical methods. Data was analysed using Economic Techniques (Simple ROI, NPV) and Information Economics Scorecard, it can be concluded that the implementation of the ADPPS system at company is feasible. This conclusion obtained from the implementation of ADPPS application may be used as a basic reference for other investment projects, for its cost and benefit. Keywords: ADPPS, ROI, NPV, information economic, cost and benefit </p> <p>ABSTRAK </p> <p>PT ADM sudah menerapkan perkembangan teknologi dalam menjalankan kegiatan bisnisnya. Salah satunya terdapat pada departemen Production Control yang bekerja sama dengan departemen Corporate Information Technology, yaitu aplikasi Astra Daihatsu Production Planning System (ADPPS). Meskipun aplikasi ADPPS telah memberikan keuntungan bagi perusahaan, namun belum ada pengukuran secara ekonomi yang dapat menggambarkan seberapa besar manfaat yang diperoleh bagi perusahaan dengan adanya aplikasi ADPPS ini. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis kelayakan dari implementasi suatu program (ADPPS) di perusahaan dan juga ingin menganalisis seberapa besar manfaat yang diperoleh dari pengimplementasian program tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan, pengumpulan data dengan observasi, wawancara, kuesioner serta metode analisis. Hasil yang dicapai setelah dilakukan analisis data dengan menggunakan teknik ekonomi (simple ROI,NPV) serta Information Economics Scorecard, penulis mendapatkan bahwa investasi sistem ADPPS layak dijalankan di Perusahaan. Kesimpulan yang didapat dengan implementasi sistem ADPPS dapat digunakan sebagai referensi penentuan investasi proyek lainnya, dilihat dari segi biaya dan manfaat. Kata kunci: ADPPS, ROI, NPV, informasi ekonomi, biaya dan manfaat </p> <p>Biaya dan Manfaat Pengadaan... (Gunawarman Hartono; Agus Riyadi) 113 </p> <p>PENDAHULUAN </p> <p>Dalam menghadapi persaingan dunia usaha, terutama sektor Industri otomotif, PT ADM (Astra Daihatsu Motor) sebagai ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merk) terus berupaya untuk meningkatkan performanya, terutama pada sistem produksinya. Perusahaan memandang hal tersebut penting karena di saat ini permintaan akan otomotif semakin tinggi dan persaingan antara produsen otomotif yang semakin tinggi pula. </p> <p> Untuk itu, suatu teknologi informasi sangat diharapkan menjadi suatu competitive </p> <p>advantage dalam bersaing. Oleh sebab itu, perlu dilakukan suatu penilaian dan perencanaan investasi teknologi informasi oleh perusahaan sehingga tidak menjadi suatu hal yang merugikan ataupun sia-sia. Informasi produksi yang akurat antara rencana penjualan bagian marketing dengan bagian produksi dirasakan menjadi suatu hal yang sangat berpengaruh terhadap kemampuan suatu perusahaan manufaktur dalam menjamin pertumbuhan proses bisnis perusahaan tersebut. Dengan optimalisasi proses demand/supply barang yang terintegrasi dan real time sehingga dapat menyelaraskan strategi bisnis antara perusahaan dengan customer. </p> <p> Perusahaan sudah menerapkan perkembangan teknologi dalam menjalankan kegiatan </p> <p>bisnisnya. Salah satunya terdapat pada departemen Production Control yang bekerja sama dengan departemen Coorporate Information Technology, yaitu aplikasi Astra Daihatsu Production Planning System (ADPPS ). Meskipun aplikasi ADPPS telah memberikan keuntungan bagi perusahaan, namun belum ada pengukuran secara ekonomi yang dapat menggambarkan seberapa besar manfaat yang diperoleh bagi perusahaan dengan adanya aplikasi ADPPS ini. Pengukuran ekonomi ini dilihat berdasarkan biaya dan manfaat yang didapat dari investasi aplikasi ADPPS. Oleh karena itu, penulis mengajukan penelitian mengenai analisis biaya dan manfaat pengadaan program Astra Daihatsu Production Planning System (ADPPS) di PT Astra Daihatsu Motor. </p> <p> Di dalam penelitian ini, penulis meneliti beberapa pertanyaan yang terdapat dalam </p> <p>penerapan investasi teknologi informasi, antara lain (1) Seberapa besar manfaat yang diperoleh oleh perusahaan dengan diimplementasikannya aplikasi ADPPS, (2) Apakah manfaat yang diperoleh perusahaan dengan diimplementasikannya ADPPS sudah sebanding dengan biaya investasi yang telah dikeluarkan oleh perusahaan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan aplikasi ADDPS. </p> <p>METODE PENELITIAN </p> <p>Dalam menganalisis biaya dan manfaat dari implementasi aplikasi ADPPS di perusahaan, diperlukan pembatasan ruang lingkup sehingga penelitian lebih terarah. Adapun pembatasan masalah tersebut adalah penelitian hanya dilakukan pada aplikasi ADPPS saja, dengan data mulai tahun 2009. Penelitian dilakukan dengan metode information economics dan tidak bertujuan untuk merancang dan mengajukan konsep aplikasi ADPPS yang baru, hanya sampai analisis seberapa besar manfaat yang diterima dan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan. </p> <p> Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis seberapa besar manfaat yang diperoleh </p> <p>perusahaan dengan diimplementasikannya aplikasi ADPPS di perusahaan. Selain itu, juga untuk menganalisis keberhasilan dan kelayakan investasi aplikasi ADPPS di perusahaan. Sedangkan manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai dampak ekonomis dari aplikasi ADPPS untuk perusahaan, juga untuk memberikan referensi bagi perusahaan untuk mengevaluasi dan mengambil tindakan terkait pengembangan aplikasi ADPPS, </p> <p>114 INASEA, Vol. 10 No.2, Oktober 2009: 112-124 </p> <p>berdasarkan informasi tentang biaya dan manfaat yang diperoleh dari aplikasi ADPPS, apakah aplikasi ADPPS akan terus dikembangkan atau tidak. </p> <p>HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Lingkungan Industri PT Astra Daihatsu Motor </p> <p>Pertama, analisis Value Chain. Analisis ini berfungsi untuk mengidentifikasi kegiatan-kegiatan bisnis yang ada di perusahaan. Analisis ini terdiri atas 2 kegiatan, yaitu kegiatan utama dan kegiatan pendukung. Kegiatan utama perusahaan antara lain adalah inbound logistics, operation, outbound logistics, marketing and sales, dan service. Sedangkan kegiatan pendukung perusahaan antara lain adalah firm infrastructure, human resources management, technology development, dan procurement. </p> <p> Kedua, analisis 5 Daya Porter. Analisis Porters Five Force berfungsi untuk </p> <p>mengidentifikasi peluang dari eksternal organisasi. Analisis ini menggunakan 5 kekuatan yang mempengaruhi posisi perusahaan dalam persaingan perusahaan otomotif (Gambar 1). </p> <p>Gambar 1 Porters Five Force Analysis </p> <p>Ketiga, ancaman pendatang baru (threat of new entrants). Produsen baru tersebut menawarkan produknya dengan keunggulan-keunggulan seperti harga yang lebih murah, namun dengan kualitas yang terjamin. Contohnya adalah mobil MPX dari Foton. Mobil MPX dinilai mampu menarik pangsa pasar baru dengan harga yang murah, namun market share yang dimiliki tidak terlalu besar. Disimpulkan bahwa ancaman dari pendatang baru yang bergerak di bidang manufaktur kendaraan roda empat terhadap perusahaan dapat dikatakan tidak terlalu tinggi. </p> <p>Keempat, pesaing (rivalry among competitors). Pesaing perusahaan adalah perusahaan manufaktur kendaraan roda empat yang memproduksi mobil dengan target low/middle segment (di </p> <p>New Entrants</p> <p>- QQ</p> <p>Suppliers</p> <p>- PT Inti Ganda Perdana- PT Goodyear Indonesia- PT GS Battery- PT Pakoakuina- PT Menara Terus Makmur- dll</p> <p>Industrial Competition</p> <p>- PT Kramayudha Tiga Berlian- PT Indomobil Niaga International</p> <p>Buyers</p> <p>Substitute Products</p> <p>- kendaraan roda dua</p> <p>New Entrant: Foton </p> <p>Subtitute Product: Sepeda motor </p> <p>Supplier: PT Fujiseat PT Sugity PT Mashsing PT Bridgestone PT Inkoasku dan lain lain </p> <p>Biaya dan Manfaat Pengadaan... (Gunawarman Hartono; Agus Riyadi) 115 </p> <p>bawah 200 juta rupiah). Contohnya adalah PT Kramayudha Tiga Berlian (produsen mobil merek Mitsubishi) dan PT Indomobil Niaga International (produsen mobil merek Suzuki). Tekanan dari para pesaing ini dapat berupa tekanan dari segi harga, kualitas, layanan purna jual. Untuk menghadapi hal tersebut, perusahaan perlu merancang dan melaksanakan strategi bisnis yang lebih baik, guna unggul di dalam persaingan. Tekanan persaingan perusahaan lain yang bergerak di bidang manufaktur kendaraan roda empat terhadap perusahaan dapat dikatakan tinggi. </p> <p> Kelima, kekuatan pemasok (bargaining power of suppliers). Beberapa pemasok </p> <p>perusahaan memiliki kekuatan karena hal-hal seperti (1) Part atau komponen yang di-supply adalah part general, yaitu part yang selain di-supply ke perusahaan, juga dijual bebas di pasaran. Hal ini menyebabkan makin tingginya kemampuan pemasok untuk menetapkan harga jual; (2) Pemasok tersebut tidak memiliki pesaing yang memproduksi part atau komponen yang sama. Hal-hal tersebut dapat membuat daya tawar-menawar pemasok dapat dianggap tinggi. </p> <p> Keenam, kekuatan pembeli (bargaining power of buyers). Pembeli sebagai konsumen </p> <p>memiliki harapan terhadap produk yang diproduksi oleh perusahaan; ditinjau dari harga, kualitas, dan layanan purna jual. Jika perusahaan tidak dapat memenuhi apa yang diharapkan oleh konsumen, maka dapat membuat konsumen beralih untuk membeli mobil dengan brand lain. Pembeli memiliki pilihan untuk menggunakan banyak merek lain dan ini membuat daya tawar-menawar pembeli bagi perusahaan menjadi tinggi dan hal ini memberi tekanan yang besar bagi perusahaan. </p> <p> Ketujuh, ancaman produk pengganti (threat of substitute products or services). Semakin </p> <p>banyaknya pilihan jenis kendaraan saat ini membuat konsumen memiliki keleluasaan dalam memilih jenis kendaraan yang akan mereka gunakan. Selain kendaraan umum, konsumen juga dapat menggunakan kendaraan roda dua atau motor, yang kini makin banyak jenisnya dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan kendaraan roda empat, dan dapat menghindari kemacetan. Dengan keunggulan tersebut, maka dapat dikatakan bahwa ancaman dari produk pengganti terhadap produk perusahaan dapat dikatakan tinggi. </p> <p> Kedelapan, analisis SWOT. Berdasarkan analisis Value Chain dan 5 Daya Porter, maka </p> <p>dapat dilakukan analisis SWOT dari perusahaan, yaitu (1) Strength, yakni perusahaan memiliki 4 plant, yaitu Stamping Plant, Engine Plant, Casting Plant, dan Assembly Plant. Pemisahan plant ini dapat memudahkan dalam melakukan pengontrolan proses produksi; dan memiliki karyawan-karyawan yang inovatif, yang diseleksi dari proses penyaringan penerimaan pegawai yang cukup ketat dan berkualitas; (2) Weakness, yakni kurangnya sosialisasi terkait promosi jabatan karyawan, dan tekanan pekerjaan serta tanggung jawab antar karyawan yang tidak merata; (3) Opportunity, yakni adanya warranty claim 3 tahun atau 100.000 KM dapat meningkatkan kepercayaan dari customer, dan memiliki pelanggan setia yang menginginkan produk murah yang inovatif sehingga memacu untuk berinovasi secara berkelanjutan; (4) Threat, yakni adanya pendatang baru pemegang merek mobil yang memberikan penawaran yang cukup menarik dengan kelas produk hampir sama dengan mobil hasil produksi perusahaan, adanya persaingan harga dengan competitor, masih adanya supplier yang tidak memiliki pesaing sehingga bargaining power dari supplier tersebut cukup kuat, dan adanya produk alternatif sebagai pengganti, yaitu kendaraan roda dua. Gambaran Umum Sistem Informasi Astra Daihatsu Production Planning System (ADPPS) </p> <p> Sistem informasi Astra Daihatsu Production Planning System (ADPPS) adalah suatu </p> <p>aplikasi program yang digunakan untuk mengatur pattern/urutan rencana produksi, sekaligus rencana delivery yang merupakan acuan waktu janji pengiriman ke customer dan juga menghasikan perintah kerja yang diturunkan ke jalur produksi. Tujuannya adalah agar marketing dapat </p> <p>116 INASEA, Vol. 10 No.2, Oktober 2009: 112-124 </p> <p>mengetahui/memonitor rencana delivery yang dijanjikan produksi kepada pelanggan dan juga mengontrol aktifitas pekerjaan yang dikerjakan jalur produksi, sesuai dengan perintah kerja yang diberikan. ADPPS dikembangkan di departemen Production Planning Control, bekerja sama dengan departemen CIT. </p> <p> Pertama, proses bisnis. Sistem informasi Astra Daihatsu Production Planning System yang </p> <p>diimplementasikan oleh perusahaan berkaitan erat dengan proses bisnis oleh perusahaan dalam pemenuhan order dari customer (Gambar 2, 3). Kedua, Business Contigency and Disaster Recovery Plan (Gambar 4). </p> <p>Gambar 2 Flow Order </p> <p>Gambar 3 Business process ADPPS </p> <p>Gambar 4 Disaster Recovery Plan </p> <p>Ketiga, pembobotan nilai dan resiko korporasi PT Astra Daihatsu Motor. Pembobotan ini akan memberikan gambaran mengenai pandangan perusahaan terhadap manfaat dan resiko dari investasi teknologi informasi yang ada. Information economics merupakan salah satu cara untuk </p> <p>Biaya dan Manfaat Pengadaan... (Gunawarman Hartono; Agus Riyadi) 117 </p> <p>melakukan proses analisis biaya dan manfaat implementasi teknologi informasi. Dalam penggunaan Information Economics menggunakan analisis cost and benefit sehingga dilakukan pembobotan terhadap nilai-nilai perusahaan yang tangible (nyata) maupun intangible (tidak nyata). Pembobotan ini akan dilakukan pada 2 domain, yaitu domain bisnis dan domain teknologi karena pembobotan pada 2 domain tersebut digunakan untuk perusahaan yang telah berbasis teknologi informasi. Bobot maksimum untuk manfaat adalah +5, sedangkan bobot minimumnya adalah 0. Untuk resiko, bobot maksimumnya adalah 0, sedangkan bobot minimumnya adalah -5. </p> <p> Keempat, hasil skor faktor domain bisnis dan domain teknologi (Tabel 1). Berdasarkan </p> <p>matriks keterkaitan bisnis dengan teknologi informasi yang dikembangkan oleh Parker et al. (1988: 187-190), kesimpulan dari pembobotan koorporasi tersebut, perusahaan berada pada ku...</p>