Bibelqurandansainsmodern Kz

  • Published on
    16-Apr-2015

  • View
    22

  • Download
    5

Embed Size (px)

Transcript

Tiraikasih Website http://cerita-silat.co.cc/

BIBEL QUR-AN dan Sains ModernDr. Maurice Bucaille Judul Asli: La Bible Le Coran Et La Science Alih bahasa: Prof. Dr. H.M. Rasyidi Penerbit Bulan Bintang, 1979 Kramat Kwitang I/8 Jakarta

DAFTAR ISIKATA PENGANTAR PENTERJEMAH KATA PENGANTAR PERJANJIAN LAMA I. TINJAUAN UMUM Siapakah pengarang Perjanjian Lama? Asalnya Bibel (Perjanjian Lama) II. KITAB-KITAB (FASAL-FASAL) PERJANJIAN LAMA Taurah atau Pentateuque Perincian Pembagian Teks Yahwist dan Teks Sakerdotal dalam Bagian 1-11 dari Kitab Kejadian Bagian-Bagian yang Mengenai Sejarah Fasal-fasal Kenabian Fasal Syair-syair dan hikmah III. PERJANJIAN LAMA DAN MENGEMUKAKAN FAKTA Penciptaan Alam Riwayat Pertama Fasal 1, ayat 1 dan 2, Kiriman Jasman SAINS, SEKEDAR

Tiraikasih Website http://cerita-silat.co.cc/ Ayat 3 sampai 5 Ayat 6 sampai 8 Ayat 9 sampai 13 Ayat 14 sampai 19 Ayat 20 sampai 23 Ayat 24 sampai 31 Riwayat Kedua Fasal 2, 4b-7 Tahun penciptaan alam dan tahun munculnya manusia di atas bumi A. Dari Adam sampai Ibrahim Silsilah Nabi Adam B. Dari Nabi Ibrahim Sampai Nabi Isa Banjir Nabi Nuh IV. SIKAP PENGARANG PENGARANG KRISTEN TERHADAP KESALAHAN ILMIAH DARI TEKS BIBEL Penelitian Mereka Yang Kritis V. KESIMPULAN

Kiriman Jasman

Tiraikasih Website http://cerita-silat.co.cc/

INJILI. PENGANTAR II. MENGINGAT KEMBALI SEJARAH Agama Yahudi Kristen (Judeo-Christianisme) dan Paulus III. INJIL EMPAT, SUMBER-SUMBER DAN SEJARAHNYA Injil karangan Matius Injil Markus Injil Lukas Injil Yahya Sumber-sumber Injil Sejarah teks IV. INJIL-INJIL DAN SAINS MODERN Silsilah Keturunan Yesus Silsilah keturunan Yesus Kitab Asal-usul Yesus Kristus, Anak Daud, Anak Ibrahim Silsilah Yesus Sebelum David Silsilah Yesus Sesudah David Perbedaan-Perbedaan Menurut Manuskrip dan dalam Hubungannya dengan Perjanjian Lama a). Injil Matius b). Injil Lukas Penyelidikan kritik mengenai teks 1. Periode dari Adam sampai Ibrahim 2. Periode dari Abraham sampai David 3. Periode sesudah David 4. Tafsiran Para Ahli Tafsir Modern V. KONTRADIKSI-KONTRADIKSI DAN KEKELIRUAN KEKELIRUAN RIWAYAT Riwayat-riwayat penyaliban Dalam Injil Yahya, Lembaga Ekaristi tak disebut-sebut Yesus yang dibangkitkan dari Kubur menampakkan Diri Kiriman Jasman

Tiraikasih Website http://cerita-silat.co.cc/ Yesus Naik ke Langit Percakapan Yesus yang terakhir. Paraklet yang tersebut dalam Injil Yahya VI. KESIMPULAN

Kiriman Jasman

Tiraikasih Website http://cerita-silat.co.cc/

Kata Pengantar PenterjemahPada bulan Maret 1977 saya mendapat kesempatan untuk menghadiri konferensi internasional Islam-Kristen di kota Cordoba di Spanyol. Bepergian saya tersebut sangat berfaedah, karena memberi gambaran kepada saya tentang masa gemilang umat Islam di negeri Spanyol. Masjid Kurtubah yang sudah berusia 12 abad (didirikan 786) itu masih berdiri dengan megahnya, wulaupun sudah tidak dipakai untuk sembahyang dan di dalamnya didirikan sebuah Katedral. Setelah selesai konferensi, saya mengunjungi Kota Paris untuk mengenang masa muda saya, ketika pada tahun 1956 saya mempertahankan tesis saya di Sorbonne. Pada suatu hari, saya mengunjungi Masjid Paris yang megah, dan secara tidak sengaja, saya dapatkan tempat penjualan gamban-gambar Masjid, yang disukai oleh tourist-tourist asing. Di tempat itu saya ketemukan buku yang berjudul La Bible, le Coran et la Science (Bibel, Qur-an dan Sains modern). Segera saya membeli satu naskah, dan terus pulang ke Hotel. Buku itu saya baca sampai tamat. Buku tersebut telah menarik hati saya. Seorang tabib ahli bedah berkebangsaan Perancis, yaitu Dr. Maurice Bucaille telah mengadakan studi perbandingan mengenai Bibel (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) dan Qur-an serta Sains modern. Akhirnya ia mendapat kesimpulan bahwa dalam Bibel terdapat kesalahan ilmiah dan sejarah, karena Bibel telah ditulis oleh manusia dan mengalami perubahan-perubahan yang dibuat oleh manusia. Mengenai Al Qur-an ia berpendapat bahwa sangat mengherankan bahwa suatu wahyu yang diturunkan 14 abad yang lalu, memuat soal-soal ilmiah yang baru diketahui manusia pada abad XX atau abad XIX dan XVIII. Atas dasar itu, Dr. Maurice Bucaille berkesimpulan bahwa Al Qur-an adalah wahyu Ilahi yang murni dan Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir.

Kiriman Jasman

Tiraikasih Website http://cerita-silat.co.cc/ Setelah membaca buku tersebut, saya merasa bahwa saya harus menyampaikan isi buku tersebut kepada bangsa Indonesia, yang selalu menunjukkan perhatiannya kepada agama. Maka saya terjemahkan buku tersebut, dengan harapan mudahmudahan isinya dapat dimanfaatkan oleh mereka yang mencari kebenaran dan mencari pegangan hidup, khususnya para cendekiawan yang tidak sempat mempelajari Islam dari sumbersumber yang memuaskan. Saya panjatkan syukur kepada Allah s.w.t. yang telah memberi saya tenaga untuk melaksanakan terjemahan ini. Jakarta 1 September 1978. M. Rasjidi.

Kiriman Jasman

Tiraikasih Website http://cerita-silat.co.cc/ Masing-masing dari tiga agama Samawi mempunyai kumpulan kitab yang khusus. Dokumen-dokumen itu merupakan dasar kepercayaan tiap penganut agama itu, baik ia orang Yahudi, orang Kristen atau orang Islam. Dokumen-dokumen tersebut bagi mereka itu merupakan penjelmaan material daripada wahyu Ilahi, yang bersifat wahyu langsung seperti yang diterima oleh Nabi Ibrahim atau Nabi Musa, atau merupakan wahyu yang tidak langsung seperti dalam hal Nabi Isa dan Nabi Muhammad. Nabi Isa berkata atas nama Bapa dan Nabi Muhammad menyampaikan kepada seluruh manusia wahyu-wahyu Tuhan yang ia terima dengan perantaraan malaikat Jibril. Untuk membicarakan sejarah Agama, saya mengambil sikap untuk menempatkan Perjanjian Lama, Perjanjian Baru dan Qur-an dalam tempat yang sejajar sebagai wahyu tertulis. Sikap saya tersebut yang pada prinsipnya dapat disetujui oleh umat Islam, tidak diterima oleh pengikut agama di negeri-negeri Barat yang terpengaruh oleh agama Yakudi dan Kristen, karena rnereka itu tidak mengakui Qur-an sebagai suatu kitab yang diwahyukan. Sikap seperti tersebut nampak dalam masing-masing kelompok jika menghadapi kedua agama lainnya, dalam soal Kitab Suci. Kitab Sucinya agama Yahudi adalah Bibel Ibrani. Bibel bahasa Ibrani ini berbeda daripada Perjanjian Lama menurut agama Masehi dengan tambahan-tambahan fasal-fasal yang tak terdapat dalam bahasa Ibrani. Dari segi praktek, perbedaan ini tidak menyebabkan perubahan dalam aqidah. Akan tetapi orang-orang Yahudi tidak percaya kepada adanya sesuatu wahyu sesudah kitab suci mereka. Agama Masehi menerima Bibel Ibrani dengan menambahkan beberapa tambahan. Akan tetapi tidak dapat menerima segala sesuatu yang termuat di dalamnya untuk membuktikan kenabian Isa. Gereja Masehi telah melakukan potongan-potongan yang sangat penting dalam fasal-fasal yang mengenai kehidupan Isa serta ajaran-ajarannya. Gereja Masehi tidak memasukkan Kiriman Jasman

Tiraikasih Website http://cerita-silat.co.cc/ dalam Perjanjian Baru kecuali tulisan-tulisan yang sangat terbatas jumlahnya, yang terpenting ialah Injil yang empat. Agama Masehi tidak menganggap adanya wahyu yang turun sesudah Nabi Isa dan sahabatnya. Dengan begitu mereka tidak mengakui Al Qur-an. Enam abad setelah Nabi Isa, Al Qur-an sebagai wahyu terakhir, banyak menyebutkan Bibel Ibrani serta Injil. Al Qur-an sering 1 menyebut Torah dan Injil. Al Qur-an mewajibkan kepada semua orang muslim untuk percaya kepada kitab-kitab sebelumnya (surat 4 ayat 136). Al Qur-an menonjolkan kedudukan tinggi para Rasul dalam sejarah Wahyu, seperti Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa dan para Nabi Bani Israil, dan juga kepada Nabi Isa (Yesus) yang mempunyai kedudukan istimewa di ancara mereka. Kelahiran Yesus telah dilukiskan dalam Al Qur-an sebagai suatu kejadian ajaib (supernatural) seperti juga dilukiskan oleh Injil. Al Qur-an menyebutkan Maryam secara istimewa. Bukankah surat no. 19 dalam Qur-an bernama surat Maryam? Perlu saya nyatakan bahwa hal-hal yang mengenai Islam pada umumnya tak diketahui orang di negeri-negeri Barat. Hal ini tidak mengherankan jika kita mengingat bagaimana generasigenerasi diberi pelajaran agama dan bagaimana selama itu mereka itu dikungkung dalam ketidak tahuan mengenai Islam. Pemakaian kata-kata "religion Mahometane" (Mohamedanism) dan Mahometans (Mohamedans) sampai sekarang masih sering dipakai, untuk memelihara suatu anggapan yang salah yakni bakwa Islam adalah kepercayaan yang disiarkan oleh seorang manusia, dan dalam Islam itu tak ada tempat bagi Tuhan (sebagaimana yang difahamkan oleh kaum Masehi). Banyak kaum terpelajar zaman sekarang yang tertarik oleh aspek-aspek Islam yang mengenai filsafat, kemasyarakatan atau ketatanegaraan, tetapi mereka tidak menyelidiki lebih lanjut bagaimana dalam mengetahui aspek-aspek itu mereka sesungguhnya bersumber kepada wahyu Islam. Biasanya orang bertitik tolak dari anggapan bahwa Mohammad bersandar kepada wahyu-wahyu Kiriman Jasman

Tiraikasih Website http://cerita-silat.co.cc/ yang diterima nabi-nabi sebelum dia sendiri, dengan begitu mereka ingin mengelak dari mempersoalkan "wahyu." Orang-orang Islam selalu dianggap remeh oleh golongan tertentu dalam umat Kristen. Saya mempunyai pengalaman dalam hal ini, ketika ssya berusaha mengadakan dialog untuk penelitian perbandingan antara teks Bibel dan teks Qur-an mengenai sesuatu masalah; saya selalu disambut dengan penolakan untuk menyelidiki sesuatu yang mungkin diungkapkan oleh Al Qur-an tentang hal tersebut. Hal seperti ini seakan-akan berarti menganggap bahwa Qur-an itu ada hubungannya dengan Syaitan. Pada akhir-akkir ini telah terjadi perubahan besar dalam tingkat tertinggi daripada Dunia Kristen. Setelah konsili Vatican II (19631965), sekretariat Vatican (Departemen) untuk urusan-urusan dengan umat bukan Kristen, menyiarkan Dokumen "Orientasi untuk dialog antara umat Kristen dan umat Islam;" cetakan ketiga terbit pada tahun 1972. Dokumen tersebut menunjukkan pergantian sikap yang mendalam secara resmi, mula-mula