Bicara Matematika

  • Published on
    16-Oct-2015

  • View
    13

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

vv2

Transcript

<p>Bicara Matematika Skip to content Home Karya Buku Lumbung Siapa Saya? Tautan</p> <p> Harga Sebuah NamaMenonton sambil BelajarMatematika January 7, 2010 7:08 am Jump to CommentsTidak Kontekstual TapiRealistikOleh Al JupriSebuah kereta api yang panjangnya 1 kilometer melintasi terowongan yang panjangnya 1 kilometer. Jika kecepatan rata-rata kereta api itu adalah 1 kilometer per jam, berapa waktu yang diperlukan oleh kereta api itu untuk melewati terowongan?Demikianlah satu teka-teki yang saya obrolkan dengan adik-adik saya beberapa waktu lalu. Ya, obrolan saat kami berkumpul bersama sambil menonton satu acara TV yang, menurut pendapat sebagian orang, paling digemari kebanyakan masyarakat negeri ini. Tak lain dan tak bukan, acara yang dimaksud, adalah sinetron! :mrgreen: Karena hanya sekedar ingin berkumpul bersama, saya pun terpaksa menontonnya.Tapi sayang, karena pada dasarnya kurang menyukai sinetron, saya pun malas melihatnya dengan serius. Alhasil, karena bosan, saya pun mengambil buku yang memuat teka-teki tadi.Nih, ada teka-teki! kata saya, sambil menyodorkan teka-teki tersebut kepada dua adik saya. Mereka berdua langsung membacanya. Saat mereka membaca teka-teki tersebut, saya berharap mereka tertarik, mau menyelesaikannya dan mengabaikan sinetron yang sedang ditonton.Lantas, apa yang terjadi? Apa komentar mereka?Idiiiy, teka-tekinya enggak masuk akal! kata adik pertama saya. Saya pun heran dibuatnya! Dalam pikiran, saya bertanya pada diri sendiri, Tidak masuk akalnya di mana? Itukan teka-teki! Kenapa dia berkata seperti itu? Sementara itu adik kedua hanya diam saja, seperti biasa. Diamnya dia bukan berarti tidak mau berpikir, malahan dia tampak serius memikirkannya.Enggak masuk akal bagaimana? tanya saya, sekaligus mengekspresikan apa yang ada dalam pikiran.Ya, masa ada kereta panjangnya 1 kilometer. Itukan enggak ada! jelas adik saya.Ooo itu! Ya, udah, sekarang coba cari jawabnya! kata saya, sedikit memaksanya untuk mencari jawab teka-teki tersebut. Di samping itu, saya pun berpikir, pendapat adik saya tersebut sebetulnya keliru. Ya, kekeliruan yang umum terjadi dilakukan oleh kebanykan orang. Karena itu, saya berkewajiban meluruskannya. Selanjutnya, sambil menonton sinetron, kedua adik saya tadi berpikir mencari jawab teka-teki tersebut.***Menurut hemat saya, adik saya berpendapat bahwa teka-teki tersebut tidak masuk akal karena dia belum pernah mengetahui adanya kereta yang panjangnya 1 km. Dalam konteks dunia pendidikan, permasalahan teka-teki tersebut dinamakan teka-teki yang tidak kontekstual, khususnya bagi adik saya. Ya, tidak kontekstual karena di lingkungan sehari-hari, adik saya tidak pernah melihat adanya kereta yang panjangnya 1 km. Jadi, tidak ada dalam konteks kehidupan sehari-hari yang dialaminya.Dengan perkataan lain, menurut saya, teka-teki matematika tadi sifatnya tetaplah masuk akal (realistik) tetapi tidak kontekstual! Masuk akal alias realistik karena dapat dibayangkan dan dipikirkan, tapi tidak kontekstual karena tidak ada di lingkungan sehari-hari orang tertentu.Lantas, mungkin Anda akan bertanya, apa sih permasalahan yang realistik itu? Jawabnya, permasalahan realistik (khususnya dalam matematika) adalah permasalahan yang masuk akal. Ini berarti, permasalahan realistik tidak harus permasalahan yang konkret ada di dunia nyata, tidak mesti sesuatu yang ada di sekitar kita, tetapi cukuplah permasalahan yang dapat dibayangkan dan dipikirkan dalam pikiran kita. Itulah yang disebut permasalahan realistik, khususnya dalam pendidikan matematika, berdasarkan teori RME (Realistic Mathematics Education) yang pertama kali dikembangkan di negeri Belanda sejak 1970-an.Mudah-mudahan, dengan uraian sederhana ini, para pembaca, khususnya yang bergerak di pendidikan matematika, dapat mengerti perbedaan antara permasalahan yang realistik dan permasalahan yang kontekstual dalam matematika. Hal ini perlu saya ketengahkan, karena saya sering mendapati banyak yang keliru tentang kedua istilah tersebut bahkan menganggap keduanya sama saja. Yang keliru tak hanya masyarakat awam saja, tetapi mahasiswa calon guru matematika, guru matematika, calon doktor matematika, dan bahkan doktor yang bergerak dalam pendidikan matematika pun keliru mengenai keduanya.======================================================Ya sudah, segitu saja ya jumpa kita kali ini. Sampai jumpa di artikel mendatang.Catatan penting banget: Artikel ini ditulis untuk seseorang yang kupanggil Cinta. Seseorang yang katanya selalu rindu dengan tulisan-tulisan saya. Catatan yang wajib dibaca:Saya melarang siapapun Anda yang berminat menerbitkan ulang baik sebagian atau seluruhnya dari karya-karya (tulisan-tulisan) saya di blog ini tanpa seijin dari saya. Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih!About these ads Related"Rahasia" Teka-teki MatematikaIn "Iseng"Mengeksplorasi Teka-teki AngkaIn "Bahasa"Rhoma Irama, Judi, Togel, dan MatematikaIn "Agama"32 CommentsFiled under Bahasa, Cerita Menarik, Cerpen, Curhat, Indonesia, Iseng, Kenangan, Matematika, Matematika SD, Matematika SMA, Matematika SMP, Matematika Universitas, Menulis, News, Pembelajaran, Pendidikan, Pendidikan Matematika, Renungan, Sains, Sastra, Tokoh32 responses to Tidak Kontekstual TapiRealistik 1. mezzalena January 7, 2010 at 7:41 am Saya juga baru paham tentang bedanya realistik dan konstektual sekarang, Mas.Tadinya saya pikir permasalahan yang realistik itu permasalahan yang sesuai dengan kenyataan (realitas). :-)Reply Al Jupri January 8, 2010 at 9:32 am Iya, gpp *****. :)Reply 2. Yari NK January 8, 2010 at 3:28 am Kalau diprotes nggak masuk akal ganti aja teka-tekinya jadi begini:sepuluh kereta api yang masing-masing panjangnya 100 meter. :mrgreen:Tapi soal di atas yang paling nggak masuk akal masak sih kereta api kecepatannya cuma 1 kilometer per jam, itu sih jalan kaki juga lebih cepet wakakakakak.. :lol:Reply Al Jupri January 8, 2010 at 9:32 am Wakakakakaka. :mrgreen:Reply 3. yeni January 10, 2010 at 1:10 pm 1 jam bener g mz Jupri..Reply 4. botolkecap January 12, 2010 at 6:34 am lambat bgt keretanya cmn 1KM/Jam :Dngomong2 denger2 berita nih katany Indo mo membangun Kereta Super cepat jalur Jakarta-Cirebon-Bandunghttp://www.detiknew s.com/read/ 2010/01/06/ 165041/1272887/ 10/kereta- supercepat- jakarta-cirebon- bandung-hadir- tidak-lama- lagiReply 5. Guru Go!Blog January 13, 2010 at 2:35 am Lalu jawaban teka-tekinya seharusnya bijimana pak? Kok sekedar ngobrol thok?Reply 6. Wandi thok January 13, 2010 at 2:39 am Apakah jawabannya 1 jam pak? :roll: :lol:Reply 7. Mariska Ayu January 13, 2010 at 2:44 am Mariska suka bingung pak kalau sudah berhadapan dengan matematika, apalagi guruku galak banget.Reply supriman January 15, 2010 at 2:53 am disenyumin ajah gurunya..dibawa santaaaayyyy :DReply 8. hasan eL kyubi January 15, 2010 at 2:26 pm klo beneran 1 jam kayak lagu st 12 ajah haha,,,Reply 9. administrator January 16, 2010 at 7:07 am 2 jam dongsetelah 1 jam pertama seluruh bagian kereta berada di dalam terowongan. 1 jam setelahnya, seluruh bagian kereta sudah keluar terowonganOOT: Ini Taufiq Akbari Utomo, bukan administrator blog ini.Reply 10. Wisnu Aribowo January 17, 2010 at 11:57 pm 2 Jam, Oom :DBtw saya juga di bidang Pendidikan Matematika, tahun pertama Sekarang jadi mengerti tentang itu ;)Kalau vektor di R-4 dan sterusnya itu realistik bukan?Reply 11. agusset January 29, 2010 at 3:28 am OOT. Kenapa (sepengalaman saya) kebanyakan guru matematika di sekolah (terutama SMP dan SMA) itu galak? Pernah ada data statistiknya gak ya?Reply supriman January 29, 2010 at 7:12 am Ah itu kasuistik aj kalik pakGuru MAtematika SD, SMP, dan SMU sy gak galak kok Malah baek bgt mau ngasi les GRATISS di rumahny sambil disuguhi minuman :DReply 12. jk February 7, 2010 at 2:12 pm aqu mo komen pa yach????. semoga adik na bisa mberi jawaban yang masuk akal deh. nggak kayak soal dari kakak na he he heReply 13. agnes sekar February 10, 2010 at 10:14 am Selamat sore, pernahkah anda membayangkan hal-hal yang tidak benar atau melihat banyak hal dalam pikiran anda, yang sebetulnya anda tau bahwa itu tdk benar ? Itulah argumentasi ( pengembangan pikiran unt mereka-reka jawaban yang dikehendaki) Untuk itu jangan lagi bingung, krn kebingungan disebabkan oleh usaha-usaha manusia untuk mencaricari jawaban yang sebetulnya sudah ia miliki jika ia mengupayakan. Bingung bukan ???Reply 14. eka viola March 5, 2010 at 8:30 am :roll: :lol:Reply 15. zulhid perdana putra March 8, 2010 at 2:30 am lam kenal..Reply 16. agus May 22, 2010 at 3:31 pm Bukannya kebalik Bang? Yang realistik itu yang sesuai dengan kenyataan kehidupan sehari-hari sedangkan yang kontekstual adalah yang sesuai dengan akal/pikiran .. coba baca RMI lagi Jadi bingung aku heheheReply mathematicse May 22, 2010 at 11:25 pm Yang saya pahami, dan saya pelajari di The Freudenthal Institute, pengertian realistik itu bisa bermakna dua: (i) yang konkret (yang ada di sekitar kita dan dapat dipahami; (ii) yang dapat dipahami akal pikiran (meski tidak ada di kenyataan).Reply tikno September 1, 2010 at 5:36 am Apakah pendapat dari The Freudenthal Institute adalah suatu pemahaman yang tidak dapat dibantah lagi?Tampaknya komentar dari Haryono juga menarik. aan November 25, 2012 at 1:17 am salam kenal..yang saya peroleh dari dosen2 saya, dalam matematika, antara concrete (konkrit) dan real (nyata) itu berbeda.misal kereta api :mungkin itu konkrit dan nyata bagi anak2 di jakarta (jawa), tetapi tidak konkrit untuk anak di maluku (yang belum pernah melihat kereta) walau itu nyata.sedangkan doraemon, mungkin ini tidak konkrit, tetapi nyata (real) buat anak-anak pencintanya.demikian pula dengan dongeng2, ini tidak konkrit, tapi nyata bagi anak2, sehingga dalam pendidikan realistik, media dongeng pun bisa dimasukkan..17. siti nurlaela mustaqim May 24, 2010 at 1:59 am trus gmn buat anak2 biar lebih paham bedanya realistik n kontekstual y.??????Reply 18. Haryono July 31, 2010 at 8:18 am Teka-teki mengenai kareta api itu banyak juga di sampaikan oleh guru matematika kita di sekolah (guru selain di pulau jawa)satu yang perlu kita pahami bersama bahwa realistik itu tidak selalu kontekstual tetapi kontekstual itu selalu realistik.http://rangg4disa88.blogspot.com/Reply tikno September 1, 2010 at 5:32 am Sepertinya kata-kata Anda masuk akal.Reply Haryono May 6, 2011 at 8:40 am Realistik itu tidak selalu kontekstual tetapi kontekstual itu selalu realistik maksudnya adalah: Seperti teka-teki yang dikemukan di atas yaitu masalah kareta api, akan menjadi masalah realistik sekaligus masalah kontekstual bagi siswa-siswi yang ada di pulau jawa yang sudah mengenal dan melihat langsung kareta api, tetapi akan menjadi masalah realistik tetapi tidak kontekstual bagi siswa-siswi yang ada di luar pulau jawa yang tidak melihat langsung kareta api.contoh lain pula, Jika kita sebagai guru akan membangun sesuatu konsep kepada siswa dengan mengambil masalah tentang salju, maka salju jelas itu adalah masalah realistik, tetapi apakah akan menjadi masalah kontekstual untuk siswa-siswi di pulau jawa??? Jawabanyakan tentu Tidak karena salju di Indonesia hanya ada di Irian Jaya.http://rangg4disa88.blogspot.com/19. Arif islami August 28, 2010 at 12:24 pm Salam knal ajaReply 20. blackheart October 4, 2010 at 3:36 pm pake donk seru nich buat nanyain siswa ^_^Reply 21. amingkem March 26, 2011 at 12:37 pm 2 jam lah gitu aja kok repotReply 22. Informasi Terkini May 25, 2011 at 3:03 am hahaha. keretax mogok nih, mas kecepatanya cm 1km/jamsesuai tekatekinya, menurut saya jawaban amingkem sesuai dengan apa saya dapat!! :)Reply sitah August 21, 2013 at 1:07 pm -425:(-25)+25=Reply Leave a Reply Top of Form</p> <p>Bottom of Form Blog Stats 1,138,103 hits Meta Register Log in Entries RSS Comments RSS WordPress.com Top of FormSearch for: Bottom of Form Pages Karya Buku Lumbung Siapa Saya? Tautan [Semoga] Juara Olimpiade Matematika SMA</p> <p> Trik Cerdas Paling Cadas Matematika SMA</p> <p> Ngobrol Mat: Cara Asyik Belajar Matematika</p> <p> Lulus Ujian TPA Matematika</p> <p> Rangkuman Matematika SMA</p> <p> Ringkasan Matematika SMP</p> <p> Ringkasan Matematika SD</p> <p> Recent Posts Cara memodifikasi soalmatematika [Semoga] Juara Olimpiade MatematikaSMA Difficulties in initial algebra learning inIndonesia Cara Cepat vs CaraBiasa Bilangan Bulat BerpangkatLima Krisis Bawang Merah dan BawangPutih Apa yang Ada dalam PikiranAnda? Paling Sering Dibaca Rahasia Rumus-rumus "Cepat" Matematika "Rahasia" Teka-teki Matematika Cara memodifikasi soal matematika Cara Mengajar Matematika, Bagaimana? Ngegombal dengan Matematika Dongeng Baru: Kancil "Cerdik" dan Kerbau Baik Mencari Akar Pangkat Tiga Sebuah Bilangan 2 + 2 = 2 x 2 = 4 Open-Ended Problems dalam Matematika Arti dari Persen Follow me on twitter? RT @WartaNU: Nahdlatul Ulama (NU), Indonesia's biggest Muslim organization, says it will not endorse a presidential candidate,... http://t. 3daysago RT @nu_online: "Pancasila bukan agama, tidak bertentangan dengan agama, dan tidak digunakan untuk menggantikan kedudukan agama." (Gus Dur) 3daysago Pak @mohmahfudmd dong ya? RT @Stakof 4daysago RT @nu_online: 5daysago Categories Agama Bahasa Book Book(s) Cerita Menarik Cerpen Curhat Daftar Blogger Fisika Harapan Humor Indonesia Iseng Kenangan Matematika Matematika SD Matematika SMA Matematika SMP Matematika Universitas Menulis News Pembelajaran Pendidikan Pendidikan Matematika Renungan Sains Sastra Tokoh KomentatorCupu elite on Cara memodifikasi soalma</p> <p>bintang on Rahasia Rumus-rumus Cep</p> <p>Bambang on Cara memodifikasi soalma</p> <p>Midjan Mpd on Mencari Akar Pangkat Tiga Sebu</p> <p>ibotkeli on Cara memodifikasi soalma</p> <p>Al Jupri on Cara memodifikasi soalma</p> <p>apiqcipete on Cara memodifikasi soalma</p> <p>novitagc1 on Cara Mengajar Matematika,</p> <p>Fajar J-rocks on Ketika Soeharto</p> <p>Anonymous on Asal-Usul Rumus Kecap</p> <p> Daftar Blogger Al Jupri Humor Smile Lucu Boleh senyum Funny stories Tidak Lucu News Mathematicians Ga Boleh Dibaca The Jakarta Post Detik Pikiran Rakyat BBC Republika Antara Tidur Penting Depdiknas Kompas CNN Euro Seratus Archives January 2010</p> <p>SMTWTFS</p> <p> DecFeb </p> <p>12</p> <p>3456789</p> <p>10111213141516</p> <p>17181920212223</p> <p>24252627282930</p> <p>31</p> <p> Bicara Matematika Mathematics for All Blog at WordPress.com. The Pilcrow Theme. Follow Follow Bicara MatematikaTop of FormGet every new post delivered to your Inbox.Join 117 other followersBottom of FormPowered by WordPress.com</p>