BIDAN KOMUNITAS

  • Published on
    22-Jul-2015

  • View
    908

  • Download
    1

Embed Size (px)

Transcript

<p>ASPEK PERLINDUNGAN HUKUM BAGI BIDAN DI KOMUNITAS A. STANDAR PELAYANAN KEBIDANAN Keberadaan bidan di Indonesia sangat di perlukan dalam upaya meningkatkan kesehjahtraan ibu dan janinya, salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah adalah mendekatkan pelayanan kebidanan kepada setiap ibu yang membutuhkanya. Pada tahun 1996 Depkes telah menerbitan Permenkes No.572/PER/Menkes/VI/96 yang memberikan wewenang dan perlindungan bagi bidan dalam melaksanakan tindakan penyelamatan jiwa ibu dan bayi baru lahir. Pelayanan kebidanan adalah seluruh tugas yang menjadi tanggung jawab praktik kebidanan dalam sistem pelayan kesehatan Yang bertujuan meningkatkan kesehatan ibu dan anak dalam rangka mewujudkan kesehatan keluarga dan masyarakat.</p> <p>Kualitas pelayanan kebidanan diupayakan agar dapat memenuhi standar tertentu agar aman dan efektif. Dengan adanya standar pelayanan masyarakat akan memeliki rasa kepercayaan yang lebih baik terhadap pelaksana pelayanan. Adapun ruang lingkup standar pelayanan kebidanan meliputi 24 standar: A. Standar pelayanan umum 1. Persiapan untuk kehidupan keluarga sehat 2. Pencatatan dan pelaporan</p> <p>B.</p> <p>Standar pelayanan antenatal 3. Identifikasi ibu hamil 4. Pemeriksaan dan pemantauan antenatal 5. Palpasi abdominal 6. Pengelolaan anemia pada kehamilan 7. Pengelolaan dini hipertensi pada kehamilan 8. Persiapan persalinan</p> <p>C. Standar pelayanan penolong persalinan 9. Asuahan persalinan kala I 10. Persalinan kala II yang aman 11. Penatalaksanaan aktif persalinan kala III 12. Penanganan kala II dengan gawat janin melalui episiotomi</p> <p>D.</p> <p>Standar pelayan nifas 13. Perawatan bayi baru lahir 14. Penanganan pada dua jam pertama setelah persalinan 15. Pelayanan bagi ibu dan bayi pada masa nifas</p> <p>E.</p> <p>Standar penangnanan kegawatdaruratan pada kehamilan obstetric - noenatal 16. Penanganan perdarahan dalam kehamilan pada trimester III 17. Penanganan kegawat daruratan 18. Penanganan kegawatdaruratan pada partus lama/macet 19. Persalinan dengan penggunaaann vakum 20. Penangan kegawatdaruratan retensio plasenta 21. Penanganan perdarahan postpartum primer 22. Penanganan perdarahan postpartum sekunder 23. Penanganan sepsis puerperralis 24. Penangan asfiksia neonatorum</p> <p>B. KODE ETIK BIDAN a. Pengertian Kode etik adalah norma norma yang harus yang harus di indahkan oleh setiap profesi di dalam melaksanakan tugas profesinya di dalam hidup bermasyarakat. norma tersebut berisi petunjuk bagi anggota profesinya tentang bagaimana mereka harus menjalankan profesinya dan larangan, yaitu ketentuan tentang apa yang boleh dan tidak boleh di perbuat atau dilaksanakan oleh anggota profesi, tidak saja dalam menjalankan tugas profesinya, melainkan juga menyangkut tingkah laku pada umumnya dalam pergaulan sehari-hari di dalam masyarakat. b. Tujuan 1. Menjunjung tinggi martabat dan citra profesi 2. Untuk memelihara dan menjaga kesejahtraan anggota 3. Untuk meningakatkan pengabdian para anggota profesi 4. Untuk meningkatkan mutu profesi c. Fungsi 1. Memberi panduan dalam membuat keputusan tentang masalah etik 2. Menghubungkan nilai/norma yang dapat diterapkan dipertimbangkan dalam member layanan 3. Merupakan cara untuk mengevaluasi diri 4. Menjadi landasan untuk menberi umpan balik bagi rekan sejawat 5. Menginformasikan kepada calon perawat atau bidan tentang nilai dan standar profesi. 6. Menginfoemasikan kepada profesi lain dan masyarakat tentang nilai moral. d. Dimensi dan prinsip kode etik Kode etik meliputi anggota profesi dan lien/ pasien anggota profesi dan sistem kesehatan, anggota profesi dan profesi kesehatan, serta sesame anggota.</p> <p>Prinsip kode etik antara lain menghargai otonomi, melakukan tindakan yang benar, mencagah tindakan yang dapat merugikan, memperlakukan manusia secara adil, menjelaskan dengan benar, menepati janji yang telah di sepakati dan menjaga kerahasiaan.</p> <p>e. Penetapan kode etik Kode etik hanya dapat ditetapkan oleh organisasi untuk para anggotanya. f. Dasar pembentukan kode etik bidan</p> <p>Disusun pada tahun 1986 di sahkan dalam kongres nasional IBI X tahun 1988. Petunjuk pelaksanaan kode etik bidan di sahkan dalam rapat kerja nasional (Ramenkes) IBI tahun 1991. Kode etik bidan sebagai pedoman dalam perprilaku, di susun berdasarkan pada penekanan kesehatan klien. Kode etik bidan Indonesia berisi : 1. Kewajiban bidan terhadap klien dan masyarakat a. Setiap bidan senantiasa menjunjung tinggi, menghayati dan melindungi dan menghamalkan sumpah jabatannya dalam melaksanakan tugas dan pengabdianya. 1) Bahwa bidan harus melakukan tugasnya berdasarkan tugas dan fungsi bidan yang telah ditetapkan sesuai dengan penuh kesungguhan dan tanggung jawab. 2) Bahwa bidan dalam melakukan tugasnya, harus member layanan yang optimal kepada siapa saja, dengan tidak membedakan, pangkat dan kedudukan golongan, bangsa dan agama. 3) Bahwa tidak akan menceritakan kepada orang lain dan merahasiakan segala yang berhubungan dengan tugasnya. 4) Bidan hanya boleh membuka rahasia pasien / klien apa bila diminta untuk keperluan kesaksian pengadilan. b. Setiap bidan dalam menjalakna tugas profesinya, menjunjung tinggi harkat dan mertabat kemanusiaaan yang utuh dan memelihara citra bidan 1) Bahwa bidan pada hakikatnya manusia ktermasuk klien membutuhakan penghargaan dan pengakuan hakiki baik dari golongan masyarakat intelektual, menegah maupun kelompok masyarakat kurang mampu. Oleh karena itu, bidan harus menunjukan sikap yang manusiawi (sabar, lemah lembut dan iklas) dalam member pelayanan. 2) Dilandasi siakap menghargai martabat setiap insane, maka buidab harus memberi pelayanan professional yang memadai kepada setiap klienya.</p> <p>3) Professional, artinya member pelayanan sesuai dengan bidang ilmu yang di miliki dan manusiwi secara penuh, tanpa mementingkan kepentingan diri sendiri tetapi mendahulukan kepentingan klien seerta menghargai klien sebagai mana bidan menghargai dirinya sendiri. 4) Bidann member pelayanan, harus menjaga citra bidan, arti bidan sebagai profesi memiliki nilai nilai pengabdian yang sangat esensial, yaitu bahwa jasa yang diberikan kepada kleinya adalah sautu kebajikan social, karena masyarakat akan merasa dirugikan atas ketidak hadiran bidan. Pengabdian dan pelayanan bidan adalah dorongan hati nurani yang tidak mendahulukan bala jasa. c. Setiap bidan dalam menjalakan tugasnya, senantiasa berpedoman pada peran, tugas dan tanggung jawab sesuai dengan kebutuhan klien, keluarga dan masyarakat. 1) Bidan dal;am melaksanakan pelayananya, harus sesuai dengan tuga dan kewajibanya yang telah digariskan dalam peraturan mentri kesehatan no 900/Permenkes/IX/2010. a) Memberi penerangan dan penyuluhan baik di RS, Puskesmas, RB, Posyandu, BPS dan masyarakat b) Melaksanakan bimbingan kepada tanaga kesehatan yang blebih rendahtermasuk pembinaan dukun dukun bersalin</p> <p>c)</p> <p>Melayani kasus ibu mulai dari pengawasan kehamilan, pertolongan persalinan normal, termasuk persalinan letak sungsang multipara, melakukan episiotomy, penjahitan luka perineum tingkat I dan tingkat II.</p> <p>d) Perawatan nifas dan ibu menyusui termasuk pemberian uterotonika e) Member pelayanan kontrasepsi tertentu sesuai dengan kebijaksanaan pemerintah/program pemerintah yang sedang dilaksanakan. 2) Melayani bayi dan anak pra sekolah termasuk pengawasan pertumbuhan dan perkembangan bayi dan anak, pemberian vaksinasi sesuai dengan usia, melaksanakan perawatan bayi dan member petunjuk kepada ibu tentang makanan bayi termasuk cara menyusui yang baik dan benar serta makanan tambahan sesuai dengan usia anak. 3) Member obat obatan terentu dalam kebidanan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi klien. 4) Mengadakan konsultasi dengan profesi kesehatan lainya dalam kasus kasus yang tidak diatasi sendiri. a) Kehamilan resiko tinggi, termasuk versi luar dan digital pada kasus digital b) Pertolongan persalinan sungsang primigravida dan pertolongan vakum pada kepala dasar panggul.</p> <p>c) Pertolongan masa nifas dengan pemberian antibiotic pada infeksi baik secara oral maupun suntikan. d) Member pertolongan kegawatdaruratan melalui pemberian infus guna mencegah syok dan mengatasi perdarahan pasca persalinan termasuk pengeluaran uri dan manual e) Mengatasi kedaruratan eklampsia dan mengatasi infeksi bayi baru lahir. 5) Bidan melaksanakan peranya di tengah kehidupan masyarakat a) b) Berperan sebagai penggerak peran serta masyarakat dengan mengali dan membengkitkan peran aktif masyarakat Berperan sebagai motivator yang dapat memotivasi masyarakat untuk berubah dan berkembang kearah perakal, per asa dan perilaku yang lebih baik. c) d) Berperan sebagai pendidik, yang ma,pu mengubah masyarakat dari tidak tahu menjadi tahu. Berperan sebagai innovator atau pemburu yang membawa hal hal baru yang dapat mengubah keadaan kearah lebih baik, oleh karena itu, bidan harus selalu siap menerima pembaharuaan. d. Setiap bidan dalm menjankan tugasnya, mendahulukan kepentingan kilen, menghormati nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. 1) Kepentingan klien berada diatas kepentingan sendiri maupun kelompok, artinya bidan harus mampu menilai situasi saat ia menghadapi klienya . utamakan pelayanan yang dibutuhka klien dan mereka tidak boleh di ttinggalkan begitu saja. 2) Bidan harus mengfhormati hak klien antara lain : a) Klien berhak memperoleh kesehatan yang memadai b) Klien berkah memperoleh perawatan dan pengobatan c) Klien berhak untuk dirujuk pada institusi / bidang ilmu yang lain sesuai dengan permasalahanya d) Klien mempunyai hak untuk menghadapi kematian dengan tenang 3) Bidan menghormati nilai nilai yang ada di masyarakat artinya : a) Bidan harus mampu menganalisis nilai nilai yang ada di mayarakat tempat ia tugas b) Bidan mampu menghargai nilai nilai masyarakat setampat c) Bidan mapu beradaptasi dengan nilai nilai budaya masyarakat tempat ia berada.</p> <p>e.</p> <p>Setiap bidan dalam menjalakan tugasnya senatiasa mendahulukan kepentingan klien, keluarga dan mayarakat dengan identitas yang sama sesuia dengan kebutuhan berdasarkan kemampuan yang di milikinya. 1) Ketika bidan sudah siap berangakat ke suatu pertemuan, mendadak dating klien untuk berkonsultasi / partus, tentu saja kepentingan klien yang diutamakan sekalipun pertemuan tersebut sangat penting, dengan catatan usahakan agar mengutus oarng lain kepertemuan tersebut untuk meberi kabar. 2) Ketika bidan sudah siap kekantor/ puskesmas/ kerja, mendadak ada seorang angota keluarga datang meminta bantuan untuk menolong seorang bayi yang kejang, tentu saja, kiat mengutamakan permintaan untuk meliha anak kejang tersebut terlebih dahulu. 3) Bidan sudah merencanakan cutikkeluar kota, namun sebelum berangkat pamong meminta untuk member ceramah mengenai ASI kepada masyarakat, tentu haln ini di dahulukan</p> <p>f.</p> <p>Setiap bidan senantiasa menciptakan suasana yang serasi dalam hubungan pelaksanaan tugasnya, dengan mendorong partisipasi masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan secara optimal. 1) Bidan harus mengadakan kunjungan rumah atau masyarakat untuk meberi penyuluhan serta motivasi agar masyarakat atau membentuk posyandu kepada ibu yang mempunyai balita/ibu hamil, untuk memeriksakan diri di posyandu. 2) Bidan dimana saja berada, baik dikantor, puskesmas, BPS, maupun berada ditengah tengah masyarakat lingkungan tempat tinggal, harus selalu member motivasi untuk senantiasa hidup sehat.</p> <p>2. a.</p> <p>Kewajiban bidan yterhadap tugasnya Setiap bidan senantiasa memberikan pelayanan parirurna kepada klien, keluarga dan masyarakat sesuai dengan kemempuan profesi yang di milikinya berdasarkan kebutuhan klien, keluarga dan masyarakat. 1) Melaksanakan pelayanan yang bersifat pencegahan seperti asuahan antenatal (ANC), member imunisasi, KIE, sesuai dengan kebutuhan. 2) Member pelayanan yang bersifat pengobatan sesuai dengan wewenang bidan, contoh member suntikan ergometrin, syntocinon, insfus dll 3) Member pelayan yang bersifat promotif/peningkatan kesehatan, seprti member roboransia. 4) Member pelayanan yang bersifat rehabilitative contoh senam nifas, penghayatan gizi, bimbingan mental.</p> <p>b.</p> <p>Setiap bidan berhak memberikan pertolongan dan mempunyai kewenangan dan mengambil keputusan dalam tugasnya termasuk keputusan mengadakan konsultasi dan atau rujukan.</p> <p>1) Menolong partus dirumah sendiri, di puskesmas, di rimah sakit dan partus luar. 2) Mengadakan pelayanan konsultasi terhadap ibu, bayi dan KB sesujuk dengan wewenangnya. 3) Merujuk pasein yang tidak dapat di tolong ke RS yang di miliki fasilitas lebih lengkap. c. Setiap bidan harus menjamin kerahasiaan keterangann yang dapat dan atau dipercayakan kepadanya, kecuali bila di minta oleh pengadilan atau diperlukan sehubungan dengan kepentingan klien. 1) Ketika bertugas, bidan tidak di benarkan menceritakan segala sesuatu yang di ketahuinya kepada siapa pun termasuk keluarganya contoh bidan menemukan pasien dengan penyakit sifilis atau gonore. Kadang kadang pasien menceritakan keadan rumah tangganya kepada bidan dan bidan tidak boleh menceritakan kepad suami, keluarga atau orang lain. 3. Kewajiban terhadap sajawat dan tenaga kesehatan lainya a. Setiap bidan harus memiliki hubungan baik dengan teman sejawat untuk menciptaka suasana kerja yang serasi. 1) Daalam melaksanakan tugas kebidanan baik pemerintah/non pemerintah jika ada sejawat yang berhalangan (cuti), bidan dapat saling menggantikan, sehingga pelayanan tetap berjalan. 2) Sesame sejawat harus saling mendukung, misalnya dengan mengadakan arisan, piknik bersama, mengunjungi teman yang sakit, memenuhi undangan perkawanian keluarga, khitanan. b. Setiap bidan dalam melaksanakan tugasnya harus saling menghormati baik terhadap sejawatnya maupun tenaga kesehatan lainya. 1) Kilen A memeriksakan kehamilan pada bidan B, namun pada waktu mau bersalin,klien datang ke bidan C. sikap bidan C harus menjelaskan kepada klien bahwa riwayat kehamilan berada pada bidan B, sehingga sebaiknya persalinan di tolong bidan B, akan tetapi, jika klien tidak mengingikanya, bidan C harus menolong persalinanya, dengan member tahu bidan B dan sekaligus menayakan riwayat ANC nya. Kecuali jika pasein segera melahirkan dan ridak sempat berkomunikasi lagi dengan bidan B, bidan C harus menolonganya dan setelah itu member tahu bidan B. 2) Dalam menerapkan lokasi BPS, perlu diperhatika jarak dengan BPS yang sudah ada. 3) Jika mengalami kesulitan, bidan dapat salling membantu dengan mengonsultasikan kesulitan dengan sejawat</p> <p>4) Dalam kerjasama antar teman sejawat, konsultasi atau pertolongan mendadak hendaknya melibatkan imbalan yang sesuai dengan kesepakan bersama. 4. Kewajiban bidan terhadap profesinya a. Setiap bidan harus menjaga nama baik dan menjunjung tinggi citra profesinya dan menampilakan kepribadian yang tinggi dan memberikan pelayanan yang bermutu kepaa masyarakat 1) Jadi panutan dalam hidupnya 2) Berpenampilan yang baik 3) Tidak membeda bedakan pengkat, jabatan, golongan 4) Menjaga mutu pelayanan profesinya sesuai dengan standar yang telah ditemukan 5) Dalam menjalankan tugasnya, bidan tidak diperkenakan mencari keuntungan pribadi dengan menjadi agen promosi suatu produk....</p>