Bio Avail Abi Litas

  • Published on
    17-Sep-2015

  • View
    220

  • Download
    4

Embed Size (px)

DESCRIPTION

tes

Transcript

  • Bioavailabilitas(nuraini farida)Produk obat yg mgd bhn obat sama/setara|Efek terapi dapat berbeda|Krn terjadi perbedaan kadar obat dalam darah|Mengapa ?|Perbedaan sifat fisiko kimia BSO, cara pemberian, formulasi obat, proses fabrikasi

  • syarat produk obat spy aktif : zat berkhasiat mencapai target organ (biofase), kadarnya cukup, waktu cukup. syarat ini disbt ketersediaan biologis BIOAVAILABILITAS (FDA) = F

    jumlah relatif obat yang diserap serta kecepatan obat masuk dlm sirkulasi sistemik = ketersediaan biologis produk obat = = sangat menentukan efek terapeutik suatu produk obat = sangat menentukan respon penderita menentukan keberhasilan terapi

    BAGAIMANA MENGUKUR BIOAVAILABILITAS ? - Mengukur Cp VS waktu - kertas semi logaritma - mengukur C urine VS waktu idem - unt. Zat sulit diukur dpt diganti dg studi klinis (observasi klinis)

  • Profil dosis-bioavailabilitas- responData ini perlu untuk obatLife saving drugs : - Antibiotika (gol.penicillin,sefalosporine,sulfa dll ) - chemoterapeutics (cytostatics) - Anticoagulant (dicumarol, warfarin, cumarin) - antidiabetics - hormon - antikonvulsan - antihipertensi - obat jantung dllObat dg Index terapeutik sempitMengalami first pass effectSustained releaseObat baruObat sukar larut

  • Profil Injeksi intravena, intraarterial, intrakardial

    AUC = 100 % krn tanpa absorpsiAUC = Area Under The Curve dihitung : met. trapesium ditimbang

  • Pemberian ekstravaskular( AUC < 100 % )

    A = onset of actionB = duration of actionI = intensitas obat tinggi kadar puncak obat dlm darah Contoh : Jarak Tx Theophylline 10-20 ug/ml, sering dlm praktek 7 15 ug/ml sudah terapetik VARIASI INTERINDIVIDUAL

  • ekivalensi Berbagai produk obat yg sama ttp berbeda pabrik, Bioavailabilitasnya belum tentu sama dpt menghasilkan perbedaan terapi sbb ada perbedaan ekivalensi antar produk

    Ekivalensi obat secara kimiawi Bila 2 produk mgd zat berkhas. Yg identik, dosis, BSO, dan memenuhi syarat standar buku resmi (farmakope) secara in vitro

    Ekivalensi obat secara biologis bila 2 produk yg ekivalen secara kimia diberikan dg dosis sama, menghasilkan ketersediaan biologis yg sama dibuktikan dg kadar obat dlm darah ( kurva dosis-respon identik )

  • ekivalensiEkivalensi terapeutik Bila 2 produk obat ekivalen scr biologis diberikan dg dosis dan kondisi yg sama kpd px memberikan efek terapeutik yg sama

    Ekivalen secara klinis Dua obat ekivalen scr kimiawi diberikan dg dosis sama memberikan efek klinis yg sama dan dpt diobservasi src klinis

  • Tablet amoxicyline 500 mg

    Farmakope Indonesia : tablet amox. 500 mg mgd tak kurang dari 95 % - 105 % bahan obat berkhasiat 475 525 mg amox. Syarat waktu hancur / disintegrasi dan disolusi tertentu

  • Tabel ekivalensi kimiawi vs biologis ----------------------------------------------------- . Pabrik Klafarma Pabrik Diafarma ------------------------------------------------------------------------------------- Isi obat Amoxicylline Amoxicylline BSO Tablet Tablet Dosis 500 mg 500 mg A Syarat Fis-kim memenuhi syarat memenuhi syarat farmakope/b.resmi farmakope/b.resmi --------------------------------------------------------------------------------------- Syarat biologis kurva dosis-respon/ kurva dosis-respon/ B AUC/ Cp darah AUC/Cp darah --------------------------------------------------------------------------------------- A = ekivalensi kimiawi B = ekivalensi biologis = A + B C = ekv.terapeutik = ekv.klinis = observ. Klinis = A + C

  • Terapi dg dosis berbeda( salah dosis ? )

    I = Cmax > MSC Dosis, Bioav > kebutuhan px (px tak tahan) II = Cmax antara MEC MSC sesuai kebutuhan px III = Cmax < MEC Dosis, Bioav < keb. Px (obat tak mempan )

  • Faktor yg mempengaruhi bioavailabilitas1.Faktor obat - Sifat fisikokimia ( kelarutan, besar kecil partikel, garam/basa/asam/ester dll ) - Dosis, BSO, Perbedaan formulasi, interaksi

    2. Faktor penderita (patofisiologi penyakit px ) - Umur, BB, LPT - cara dan waktu minum obat - adanya makanan & kecep. Pengosongan lambung - patofisiologi penyakit p - adanya first pass effect - aktivitas enzim di GIT - interaksi obat

  • Akibat modifikasi bioavailabilitas dan nilainyaTerjadi perbedaan : Kecepatan absorpsi keperedaran sistemik onset of action, intensitas obat, duration of action Nilai F = 0 1 atau 1 100 %F absolut = ( AUC oral / AUC intravena ) X 100 %F relatif = ( AUC oral / AUC solutio ) X 100 %F urine = (jml.kumulatif obat dalam urine ) / dosis X 100 %

    NB : obat yg dikeluarkan bersama urine dlm bentuk aslinya

  • BioekivalensiBIOEKIVALENSI Dua produk obat disbt BIOEKIVALEN bila AUC SAMA + SERUPA ( IDENTIK )

    NILAI AUC SAMA tetapi TIDAK SERUPA makaTIDAK IDENTIK belum bioekivalen akibatnya terjadi perbedaan pada : - kecepatan absorpsi - duration of action - onset of action - intensitas obat | Perbedaan pada Bioavailabilitas | Respon toksik / tidak ada respon terapetik

  • Half life = waktu paruh = t 1.SHELF HALF LIFE INDUSTRI t DALAM TAHUN

    2.BIOLOGICAL HALF LIFE KLINIK T DALAM JAM | = BLOOD HALF LIFE = PLASMA HALF LIFE = ELIMINATION HALF LIFE

  • HALF LIFE BIOLOGIST BIOLOGIS WKT YG DIPERLUKAN SHG KADAR OBAT DLM DARAH TINGGAL SEPARUH ( 50 % )

    LOG Cp VS Time

  • Nasib obat dlm tubuh1. Dosis tunggal per oral

    2. Dosis ganda dg interval >> t obat ( 10 x t ) 99,9% tereliminasi

  • Dosis ganda dg interval 4-5 x T Ada saat dimana px bebas dari pengaruh obat

  • Dosis ganda dg interval < T Akan terjadi akumulasi kadar obat dlm darah

  • Dosis ganda dg interval = t 1/2Steady state ( keadaan tunak ) kadar obat dlm darah tercapai pada dosis ke empat. Dosis ke lima dicapai kadar yg tetap

  • Loading doseLoading dose = dosis beban untuk mempercepat efek terapiDiberikan saat awal terapi atau selama masa terapi berjalanDOSIS AWAL (LOADING DOSE ) = D * DIIKUTI MAINTENANCE DOSE ( D**). STEADY STATE TERCAPAI SEGERA PADA DOSIS D** PERTAMA DIBERIKANBESARNYA D* = 2 D** DoD+

  • PENGARUH MAKANAN THD ABSORPSI OBATAbsorpsi berkurang : Penicillin V Tetracycline levodopa Aspirin ampicillin Erythromycin Rifampicin INH

    Absorpsi diperlambat : amoxycillin Digoxin Aspirin Furosemide cefalexin paracetamol Sulfadiazine cefradine

    Absorpsi meningkat o.k. lemak : Griseofulvin Riboflavin Propranolol Metoprolol HCT Hidralazine lithium Hetacillin

  • Kinetika obat VS BSOBSO PARENTERAL IV = langsung sistemik, AUC 100 % plg efisien onset sangat cepat SC = larut dlm air onset sangat cepat IM = onset & duration bervariasi larutan air > minyak larutan air > suspensi dipengaruhi ukuran ( insulin ) partikel

  • BSO per oral BSO Cair = absorpsi Solutio > Susp ( tgt ukuran partkl) BSO Setengah Padat = penetrasi mel. Kulit BSO Padat = absorpsi lebih lambat dr BSO Cair

    * PULVIS tgt besar kecil partikel mudah/tidaknya dibasahi ada/tidaknya bahan adsorben

  • Tablet kompres : kecep.abs < pulvis Tgt. = cara pembuatan tablet ( bhn tambahan, kekerasan, disintegrasi dan disolusinya ) = tgt fkt pulvis

    * DRAGEE = COATED TABLET = TABL. SALUT KECEP. ABS < TABLET TGT BAHAN PENYALUT TGT faktor tablet dan pulvis* TABLET SUSTAINED RELEASE ABS. SEDIKIT DEMI SEDIKIT TAK SEMPURNA

  • CAPSUL = kecep abs. < pulvis tgt. Disintegrasi / disolusinya + fkt pulvis PILULAE = KECEP. ABS. < bso PADAT LAIN tgt. Fkt tabl + pulvis

    RECTAL SUPPOSITORIA total abs. obat tak pasti cairan rectum < cairan sal. Cerna abs turun luas permukaan abs. rectm < GIT

  • Bentuk lainTOPIKAL / LOKAL ABSORPSI MEL. KULIT / PENETRASICONTACTLENS UNTUK MENURUNKAN TEK. INTRAOKULER n pilocarpine dilepas secara lebih teratur drpd BSO tetes

    URUTAN KECEP. ABSORPSI :INJEKSI >Sol > SUSP > PULV > CAPS > TABL > DRAGE> PILULAE

  • MOTO THE RIGHT AMOUNT OF THE RIGHT MEDICINE IN THE RIGHT DISPENSING FORM AT THE RIGHT TIME TO THE RIGHT PATIENT

  • THE ENDTHANK YOU