Bio La a a a a a A

  • Published on
    12-Jul-2015

  • View
    186

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

<p>BAB I PENDAHULUAN</p> <p>A. Latar Belakang Ekosistem air tawar digolongkan menjadi air tenang dan air</p> <p>mengalir.Termasuk ekosistem air tenang adalah danau dan rawa, termasuk ekosistem airmengalir adalah sungai. Ekosistem memiliki ciri-ciri antara lain variasi suhu tidak menyolok,penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca. Macamtumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang, sedangkan lainnyatumbuhan biji. Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar.Organisme yang hidup di air tawar pada umumnya telah beradaptasi. Hewandan tumbuhan rendah yang hidup di habitat air, tekanan osmosisnya samadengan tekanan osmosis lingkungan atau isotonis. Ekosistem air tawar dihuni oleh nekton. Nekton merupakan hewan yangbergerak aktif dengan menggunakan otot yang kuat. Hewan tingkat tinggiyang hidup di ekosistem air tawar, misalnya ikan, dalam mengatasi perbedaantekanan osmosis melakukan osmoregulasi untuk memelihara keseimbanganair dalam tubuhnya melalui sistem ekskresi, insang dan pencernaan.1 Organisme lain yang hidup pada ekosistem air tawar adalah plankton,neuston, perifiton dan bentos. Plankton terdiri atas fitoplankton danzooplankton; biasanya melayang-layang (bergerak pasif) mengikuti gerakaliran air. Neuston merupakan organisme yang mengapung atau berenang dipermukaan air atau bertempat pada permukaan air, misalnya serangga air.Perifiton merupakan tumbuhan atau hewan yang melekat/bergantung padatumbuhan atau benda lain, misalnya keong. Dan bentos adalah hewan dantumbuhan yang hidup pada endapan. Bentos dapatsessil (melekat) ataubergerak bebas, misalnya cacing dan remis.2</p> <p>M Sachlan. Planktonologi. Direktorat Jenderal Perikanan, (Departemen Pertanian: Jakarta, 1972), h:50).2</p> <p>1</p> <p>Ibid., h 51.</p> <p>B. Rumusan Masalah Adapun masalah yang dikaji pada penelitian ini yaitu apakah di daerah sekitar pantai pulau Barrang Lompo masih terdapat banyak biota laut ?</p> <p>C. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menafsirkan jumlah serta keragaman biota laut yang terdapat di daerah sekitar pantai di pulau Barranglompo.</p> <p>D. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat : 1. Sebagai bahan informasi bagi masyarakat dalam menjaga kelestarian ekosistem pantai di pulau Barranglompo sehingga keragaman biota laut yang terdapat di dalamnya dapat terpelihara. 2. Sebagai acuan dan bahan pembanding penelitian yang lalu dan yang akan datang.</p> <p>BAB II TINJAUAN PUSTAKA</p> <p>Indonesia merupakan negara maritim kepulauan terbesar di dunia. Kekayaan dan keragaman biota dan ekosistem laut menjadikan laut Nusantara sebagai gudang keaneka-ragaman hayati bahari (mega marine biodiversity). Sistem oseanografimeteorologi perairan Pasifik Barat sangat mempengaruhi kondisi oseanografi dan iklim Indonesia. Sementara itu dinamika upwelling dengan transport nutrien dan biomassa serta iklim tropika yang hangat menjadikan laut nusantara sebagai gudang keanekaragaman hayati dunia. Kondisi ini menjadikan Indonesia mempunyai keunggulan kompetitif dan komparatif dalam keanekaragaman, kekayaan, keunikan dan keindahan biota serta ekosistem baharinya. Hal tersebut menjadi lebih menonjol terutama dengan adanya program riset global yang disebut Census of Marine Life atau disingkat dengan CoML.3 Hanya 3% air muka bumi ini adalah air tawar. Sebagian besar (kira-kira 99%)dari padatnya dapat membeku dalam glasier dan es atau terbenam dalam akuifer.Sisanya terdapat dalam danau, kolam, sungai, dan aliran, dan disitu menyediakanbermacam habitat untuk komunitas hayati. Danau dan kolam. Penelitian menunjukan bahwa danau yang dalam terdiriatas tiga zona utama, masing-masing dengan ciri komunitas organisme. Tepiandanau dinamakan zona litoral. Di sini cahaya sampai di dasarnya. Produsen dizona litoral adalah tumbuhan yang berakar sampi ke dasar dan juga algae yangmenempel pada tumbuhan tadi dan pada setiap subtrat pada lainnya. Ada berbagaimacam konsumen, biasanya mencakup krustasea kecil, cacing pipih, larvaserangga, dan siput, demikian pula bentuk yang lebih besar seperti katak, ikan,dan kura-kura.4 Suhu merupakan faktor fisika yang penting dimana-mana di dunia. Kenaikan suhu mempercepat reaksi-reaksi kimiawi; menurut hukum vant Hoff kenaikan suhu 10C melipat duakan kecepatan reaksi, walaupun hukum ini tidak selalu berlaku.Sea Dragon. http://Biota Laut.com/ (Diakses 14 November 2011). Sumariatih. Keanekaragaman Jenis Plankton Di Perairan Danau. Jakarta : Penebar Swadaya,2006) h.125.4 3</p> <p>Misalnya saja proses metabolisme akan menaik sampai puncaknya dengan kenaikan suhu tetapi kemudian menurun lagi. Setiap perubahan suhu cenderung untuk mempengaruhi banyak proses kimiawi yang terjadi secara bersamaan pada jaringan tanaman dan binatang, karenanya juga mempengaruhi biota secara keseluruhan. Di perairan tropis perbedaan/variasi suhu air laut sepanjang tahun tidak besar; suhu permukaan laut Nusantara berkisar antara 27 dan 32C. Kisaran suhu ini adalah normal untuk kehidupan biota laut di perairan Indonesia. Suhu alami tertinggi di perairan tropis berada dekat ambang atas penyebab kematian biota laut. Oleh karena itu peningkatan suhu yang kecil saja dari alami dapat menimbulkan kematian atau paling tidak gangguan fisiologis biota laut. GESAMP (1984) menyatakan bahwa kisaran suhu di daerah tropis sedemikian rupa sehingga banyak organisme hidup dekat dengan batas suhu tertinggi.5 Arus laut adalah gerakan massa air laut yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Arus di permukaan laut terutama disebabkan oleh tiupan angin, sedang arus di kedalaman laut disebabkan oleh perbedaan densitas massa air laut. Selain itu, arus di permukan laut dapat juga disebabkan oleh gerakan pasang surut air laut atau gelombang. Arus laut dapat terjadi di samudera luas yang bergerak melintasi samudera (ocean currents), maupun terjadi di perairan pesisir (coastal currents). Penyebab utama arus permukaan laut di samudera adalah tiupan angin yang bertiup melintasi permukaan Bumi melintasi zona-zona lintang yang berbeda. Ketika angin melintasi permukaan samudera, maka massa air laut tertekan sesuai dengan arah angin. Pola umum arus permukaan samudera dimodifikasi oleh faktor-faktor fisik dan berbagai variabel seperti friksi, gravitasi, gerak rotasi Bumi, konfigurasi benua, topografi dasar laut, dan angin lokal. Interaksi berbagai variabel itu menghasilkan arus permukaan samudera yang rumit.6 Zona limnetik merupakan lapisan air terbuka dan di sini masih dapat terjadiproduksi primer. Makin ke dalam kita turun di zona di limnetik, jumlah cahayayang tersedia untuk fotosintesis makin berkurang sampai sampai pada5</p> <p>Kualitas Air Dalam Budidaya laut. http:// Berita Kelautan.com/ (Diakses 14 November Sumariatih, op.cit., h. 128.</p> <p>2011).6</p> <p>kedalamandengan laju fotosintesis produsen menjadi sama dengan laju respirasinya. Padatahapan ini, tidak terjadi produktifitas primer bersih. Zona limnetik lebih dangkaldalam air keruh daripada di air jernih, dan merupakan ciri yang jauh lebih pentingbagi danau daripada bagi kolam. Kehidupan dalam zona limnetik didominasi olehmikroorganisme terapung, disebut plankton, dan hewan yang berenang secaraaktif, disebut nekton. Produsen dalam ekosistem ini ialah algae</p> <p>plankton.Konsumen primer mencakup krustasea terapung mikroskopik (misalnya ; DaphniaCyclops) dan rotifera. Hewan-hewan ini adalah zooplankton. Nekton cenderungmerupakan konsumen sekunder (atau lebih tinggi). Tercakup didalamnya seranggayang berenang dan ikan. Pada umumnya, nekton bergerak bebas di antara zonalitoral dan zona limnetik.7 Terumbu karang adalah karang yang terbentuk dari kalsium karbonat koloni kerang laut yang bernama polip yang bersimbiosis dengan organisme miskroskopis yang bernama zooxanthellae. Terumbu karang bisa dikatakan sebagai hutan tropis ekosistem laut. Ekosistem ini terdapat di laut dangkal yang hangat dan bersih dan merupakan ekosistem yang sangat penting dan memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Biasanya tumbuh di dekat pantai di daerah tropis dengan temperatur sekitar 21-30C. Beberapa tempat tumbuhnya terumbu karang adalah pantai timur Afrika, pantai selatan India, Laut Merah, lepas pantai timur laut dan baratl laut Australia hingga ke Polynesia. Terumbu karang juga terdapat di pantai Florida, Karibia dan Brasil. Terumbu karangterbesar adalah Great Barier Reef di lepas pantai timur laut Australis dengan panjang sekitar 2000 km.8 Terumbu karang merupakan sumber makanan dan obat-obatan dan melindungi pantai dari erosi akibat gelombang laut. Terumbu karang memberikan perlindungan bagi hewan-hewan dalam habitatnya termasuk sponge, ikan (kerapu, hiu karang, clown fish, belut laut, dll), ubur-ubur, bintang laut, udang-udangan, kurakura, ular laut, siput laut, cumi-cumi atau gurita, termasuk juga burung-burung laut yang sumber makanannya berada di sekitar ekosistem terumbu karang. Ada dua jenis7</p> <p>J. W. Kimball. Biologi Edisi Kelima. (Erlangga: Jakarta, 1999), h. 220. Wikipedia, http://www.Wikipedia.org.co.id/ (Diakses 14 November 2011).</p> <p>8</p> <p>terumbu karang yaitu terumbu karang keras (hard coral) dan terumbu karang lunak (soft coral). Terumbu karang keras (seperti brain coral dan elkhorn coral) merupakan karang batu kapur yang keras yang membentuk terumbu karang. Terumbu karang lunak (seperti sea fingers dan sea whips) tidak membentuk karang. Terdapat beberapa tipe terumbu karang yaitu terumbu karang yang tumbuh di sepanjang pantai di continental shelf yang biasa disebut sebagai fringing reef, terumbu karang yang tumbuh sejajar pantai tapi agak lebih jauh ke luar (biasanya dipisahkan oleh sebuah laguna) yang biasa disebut sebagai barrier reef dan terumbu karang yang menyerupai cincin di sekitar pulau vulkanik yang disebut coral atoll.9 Terumbu karang ditemukan di sekitar 100 negara dan merupakan rumah tinggal bagi 25% habitat laut. Terumbu karang merupakan ekosistem yang sangat rentan di dunia. Dalam beberapa dekade terakhir sekitar 35 juta hektar terumbu karang di 93 negara mengalami kerusakan. Ketika terumbu karang mengalami stres akibat temperatur air laut yang meningkat, sinar ultraviolet dan perubahan lingkungan lainnya, maka ia akan kehilangan sel alga simbiotiknya. Akibatnya warnanya akan berubah menjadi putih dan jika tingkat ke-stres-annya sangat tinggi dapat menyebabkan terumbu karang tersebut mati. Jika laju kerusakan terumbu karang tidak menurun, maka diperkirakan pada beberapa dekade ke depan sekitar 70% terumbu karang dunia akan mengalami kehancuran. Kenaikan temperatur air laut sebesar 1 hingga 2C dapat menyebabkan terumbu karang menjadi stres dan menghilangkan organisme miskroskopis yang bernama zooxanthellae yang</p> <p>merupakan pewarna jaringan dan penyedia nutrient-nutrien dasar. Jika zooxanthellae tidak kembali, maka terumbu karang tersebut akan mati.10 Pasang laut adalah naik atau turunnya posisi permukaan perairan atau samudera yang disebabkan oleh pengaruh gaya gravitasi bulan dan matahari. Ada tiga sumber gaya yang saling berinteraksi: laut, matahari, dan bulan. Pasang laut menyebabkan perubahan kedalaman perairan dan mengakibatkan arus pusaran yang dikenal sebagai arus pasang, sehingga perkiraan kejadian pasang sangat diperlukan9</p> <p>10</p> <p>Ibid., Ibid.,</p> <p>dalam navigasi pantai. Wilayah pantai yang terbenam sewaktu pasang naik dan terpapar sewaktu pasang surut, disebut mintakat pasangs. Periode pasang laut adalah waktu antara puncak atau lembah gelombang ke puncak atau lembah gelombang berikutnya. Panjang periode pasang surut bervariasi antara 12 jam 25 menit hingga 24 jam 50 menit. Dalam sebulan, variasi harian dari rentang pasang laut berubah secara sistematis terhadap siklus bulan. Rentang pasang laut juga bergantung pada bentuk perairan dan konfigurasi lantai samudera.11 Pasang laut merupakan hasil dari gaya gravitasi dan efek sentrifugal. Efek sentrifugal adalah dorongan ke arah luar pusat rotasi (bumi). Gravitasi bervariasi secara langsung dengan massa tetapi berbanding terbalik terhadap jarak. Meskipun ukuran bulan lebih kecil dari matahari, namun gaya gravitasi bulan dua kali lebih besar daripada gaya tarik matahari dalam membangkitkan pasang surut laut karena jarak bulan lebih dekat daripada jarak matahari ke bumi. Gaya gravitasi menarik air laut ke arah bulan dan matahari dan menghasilkan dua tonjolan pasang surut gravitasional di laut. Lintang dari tonjolan pasang surut ditentukan oleh deklinasi, sudut antara sumbu rotasi bumi dan bidang orbital bulan dan matahari. Pasang laut purnama (spring tide) terjadi ketika bumi, bulan dan matahari berada dalam suatu garis lurus. Pada saat itu akan dihasilkan pasang naik yang sangat tinggi dan pasang surut yang sangat rendah. Pasang laut purnama ini terjadi pada saat bulan baru dan bulan purnama. Pasang laut perbani (neap tide) terjadi ketika bumi, bulan dan matahari membentuk sudut tegak lurus. Pada saat itu akan dihasilkan pasang naik yang rendah dan pasang surut yang tinggi. Pasang laut perbani ini terjadi pada saat bulan seperempat dan tigaperempat.12</p> <p>11 12</p> <p>J. W. Kimball. op. cit., h. 228. Heron Surbakti, http://Pasang Surut Air Laut.com/ (Diakses 14 November 2011).</p> <p>BAB III METODE PENELITIAN</p> <p>A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang membahas</p> <p>keragaman biota laut pada daerah sekitar pantai di pulau Barranglompo. B. Variabel Penelitian Variabel penelitian ini adalah variabel sampling yaitu mencari biota laut yang terdapat dalam plot bambu kemudian mengidentifikasinya. C. Prosedur Penelitian 1. Alat Alat-alat yang digunakan pada penelitian ini yaitu plot bambu, kamera digital, senter, pulpen dan kertas. 2. Prosedur Kerja Adapun prosedur kerja pada penelitian ini yaitu : Persiapan a. b. c. Menyiapkan 10 buah plot bamboo yang akan digunakan. Menguasai cara penggunaan alat. Mendengarkan instruksi dan arahan dari asisten / dosen pendamping.</p> <p> Pengambilan spesimen a. Berjalan ke lokasi pengambilan specimen dengan hati-hati secara berkelompok dengan didampingi oleh asisten pendamping yang telah ditetapkan. b. Meletakkan plot bambu di lokasi penelitian tersebut secara vertikal maupun horizontal dengan jarak masing-masing plot yaitu 1.5 meter. c. d. e. f. Menyelam dan mengambil specimen di dasar laut dengan hati-hati. Memasukkan specimen yang ditemukan dalam toples plastic. Mengambil gambar specimen dengan kamera digital. Memberi label tertentu dan mencatat ciri-cirinya pada specimen yang tidak diketahui namanya.</p> <p> Pengidentifikasian a. b. Mengumpulkan semua specimen yang ditemukan. Membuka buku/ atlas/ gambar dari beberapa jenis hewan zoology invertebrata, kemudian mencocokkan dengan specimen yang ditemukan untuk identifikasi nama dari specimen tersebut. c. Spesimen yang telah teridentifikasi nama spesiesnya, kemudian segera menyusun klasifikasinya. d. Untuk specimen yang banyak ditemukan dikembalikan kehabitat semula atau dasar laut oleh masimg-masing kelompok. Adapun rentan waktu penelitian tiap kelompok yaitu : a. b. c. d. e. f. Kelompok 1...</p>