biomet UAS

  • Published on
    16-Dec-2015

  • View
    16

  • Download
    11

Embed Size (px)

DESCRIPTION

TUGAS BIOMET UAS

Transcript

<p>Penyebab penyakit dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu biotik atau parasit dan abiotik atau non parasit.Biotik yaitu penyebab penyakit yang sifatnya menular atau infeksius, msalnya jamur, bakteri, nematoda, mycoplasma dan tanaman tinggi parasitik.Abiotik yaitu penyebab penyakit yang sifatnya tidak menular atau non infeksius.Penyakit-penyakit karena penyebab abiotik sering disebut penyakit fisiologis/fisiogenis, sedangkan patogennya disebut fisiopath. Fisiopath tersebut antara lain kondisi cuaca yang tidak menguntungkan, kondisi tanah yang kurang baik, dan kerusakan karena mekanik dan zat-zat kimia (Semangun, 1994).Utamanya yang menyerang tanaman adalah pathogen.Pada waktu sekarang telah dikenal banyak macam patogen tumbuhan dan tidak sedikit diantaranya yang mempunyai arti ekonomi penting.Patogen adalah organism penyebab penyakit tanaman. Patogen (pathos = menderita + gen = asal-usul) merupakan agen yang menyebabkan penderitaan (sakit).Setiap macam tanaman dapat diserang oleh banyak macam patogen tumbuhan, begitu pula satu macam patogen ada kemungkinan dapat menyerang sampai berpuluh-puluh tanaman.Sering pula terjadi, bahwa patogen tumbuhan tertentu dapat menyerang satu macam organ tanaman atau ada pula yang menyerang berbagai macam organ tanaman. Kenyataan ini akan menyulitkan dalam mempelajari penyakit pada tanaman. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, maka diadakan klasifikasi penyakit tumbuhan sehingga memudahkan kita untuk mempelajari penyakit tumbuhan menurut kepentingannya masing-masing.sampai sekarang kita telah mengenal berbagai kretaria yang digunakan untuk maksud tersebut.Yunasfi, 2002.Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Penyakit Danpenyakit Yang Disebabkan Oleh Jamur. Universitas Sumatera Utara.Ada tiga faktor yang mendukung timbulnya penyakit yaitu tanaman inang, penyebab penyakit, dan faktor lingkungan.Tanaman inang adalah tanaman yang diserang oleh patogen.Patogen ada dua yaitu fisiopath yang bukan organisme dan parasit yang meruapakan organisme seperti jamur, bakteri, dan virus (Motoredjo, 1989).Fisiopath merupakan faktor lingkungan yang tidak tepat bagi tanaman, misalnya suhu yang terlalu rendah atau terlalu tinggi, adanya gas beracun yang berasal dari pencemaran ataupun hasil samping metabolisme tanaman itu sendiri dan kurangnya unsur hara pada tanah (Pyenson, 1979).Konsep timbulnya penyakit diawali dengan menunjuk pathogen sebagai penyebab penyakit utama, yang selanjutnya diketahui pada berbagai macam buku teks mengenai konsep timbulnya penyakit umumnya dianut tiga segitiga penyakit.Komponen tersebut adalah inang, pathogen dan lingkungan dan berkembang menjadi segi empat penyakit.Beberepa factor komponen dalam penyakit ini selanjutnya dapat diuraikan kembali sehingga konsep timbulnya suatu penyakit menjadi lebih berkembang.Tanaman yang merupakan tumbuhan yang diusahakan dan diambil manfaatnya, dapat ditinjau dari dua sudut (pandangan) :1.Sudut BIOLOGIyang berarti organisme yang melakukan kegiatan fisiologis seperti tumbuh, berpihak dan lain-lain.2.Sudut EKONOMIyang berarti penghasil bahan yang berguna bagi manusia seperti buah, biji, bunga, daun, batang dan lain-lain.Sedang penyakit sendiri sebenarnya berarti proses di mana bagian-bagian tertentu dari tanaman tidak dapat menjalankan fungsinya dengan sebaik-baiknya.Patogen atau penyebab penyakit dapat berupa organisme, yang tergolong dalam dunia tumbuhan, dan bukan organisme yang biasa disebut fisiophat. Sedangkan organisme dapat dibedakan menjadi : parasit dan saprofitSumber inokulum atau sumber penular adalah tempat dari mana inokulum atau penular itu berasal dan sesuai dengan urutan penularannya dibedakan menjadi sumber penular primer, sumber penular sekunder, sumber penular tertier dan seterusnya.Selama perkembangan penyakit dapat kita kenal beberapa peristiwa yaitu :1.Inokulasi adalah jatuhnya inokulum pada tanaman inangnya.2.Penetrasi dalah masuknya patogen ke dalam jaringan tanaman inangnya.1.Infeksiadalah interaksi antara patogen dengan tanaman inangnya.2.Invasi adalah perkembangan patogen di dalam jaringan tanaman inang. Akibatnya adanya infeksi dan invasi akan timbul gejala, yang kadang-kadang merupakan rangkaian yang disebutsyndrom. Pada gejala itu sering kita jumpai adanya tanda, misalnya tubuh buah atau konidi. Sehubungan dengan peristiwa-peristiwa di atas terjadilah :3.Periode (masa) inkubasi yaitu waktu antara permulaan infeksi dengan timbulnya gejala yang pertama. Namun demikian di dalam praktek sering dihitung mulai dari inokulasi sampai terbentuknya sporulasi pada gejala pertama tersebut hingga waktunya menjadi jauh lebih panjang.4.Periode (masa) infeksi adalah waktu antara permulaan infeksi sampai reaksi tanaman yang terakhir, untuk inipun biasanya dihitung mulai saat inokulasi.Siklus atau daur penyakit adalah rangkaian kejadian selama perkembangan penyakit. Di samping itu ada yang disebut siklus hidup patogen yaitu perkembangan patogen dari suatu stadium kembali ke stadium yang sama. Siklus ini biasanya dapat dibedakan menajdi :1. Stadium Patogenesis adalah stadium patogen di mana berhubungan dengan jaringan hidup tanaman inangnya.1.Stadium Saprogenesis adalah stadium patogen di mana tidak berhubungan dengan jaringan hidup tanaman inangnya .Berdasarkan kondisi sel yang dipakai sebagai sumber makanannya maka parasit atau patogen dapat dibedakan menjadi :1. Patofit apabila parasit itu mengisap makanan dari sel inang yang masih hidup.2. Pertofitapabila parasit itu mengisap makanan dari sel inang yang dibunuhnya lebih dahulu.Faktor yang mempengaruhi dapat tidaknya tanaman diserang oleh patogen, dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :1. Predisposisi apabila faktor yang menyebabkan kenaikan kerentanan atau penurunan ketahanan itu berupa faktor luar seperti suhu, kelembaban dan lain-lain.2. Disposisi apabila faktor yang menyebabkan kenaikkan kerentanan itu berasal dari dalam artinya bersifat genetis atau bawaan.Berdasarkan ekspresinya penyakit dapat dibedakan menjadi :1. Endemi (Enfitosis) yaitu penyakit yang selalu timbul dan menyebabkan kerugian yang cukup berarti.2. Epidemi (Epifitosis) yaitu penyakit yang timbulnya secara berkala dan menimbulkan kerugian yang cukup berarti.3. Sporadis yaitu penyakit yang timbulnya tidak menentu dan tidak menimbulkan kerugian yang berarti.Tanggapan tanaman inang terhadap patogen dapat merupakan sifat dari tanaman inang tersebut dan dapat dibedakan menjadi :1. Tahanapabila dalam keadaan biasa tanaman tersebut tidak dapat diserang oleh patogen.2. Rentan apabila dalam keadaan biasa tanaman tersebut dapat diserang oleh patogen, jadi merupakan lawan dari tahan.3. Toleranapabila dalam keadaan biasa dapat menyesuaikan diri dengan patogen yang berada dalam jaringan tubuhnya sehingga tidak mempengaruhi kemampuan produksinya.Bentuk yang ekstrem dari ketahanan tersebut disebutKekebalansedang bentuk ekstrem dari toleran disebutInapparency, artinya dalam keadaan yang bagaimanapun juga tetap memiliki sifat tersebut.Pyenson, L.1979. Fundamentals of Entomology and Plant Pathology. The Avi. Publishing Company, Inc. Westport, Connecticut. 98 107Sinaga, M.S. 2003.Dasar-dasar Ilmu Penyakit Tumbuhan. Jakarta, Penebar Swadaya.Patogen dalam arti luas adalah tiap agen yang menyebabkan penyakit. Namun, istilah ini biasanya hanya digunakan untuk menunjukkan penyebab penyakit yang tergolong organisme yang hidup saja terutama, cendawan, bakteri, nematoda, virus, dan tumbuhan parasitik yang menyerang tumbuhan (Sinaga, 2003).</p> <p>Musim panas/kemarau yang lebih panas akan menguntungkan patogen termofilik.Akibat peningkatan temperatur, distribusi geografis serangga vektor penyakit tanaman menjadi meluas sehingga memperluas insidensi penyakit.Meningkatnya temperatur diketahui telah meningkatkan seranganPhytophthora cinnamomi, penyebab penyakit busuk akar dan pangkal batang pada tanaman berdaun lebar dan konifer.Kekeringan yang terjadi pada musim kemarau dapat meningkatkan serangan jamur penyebab penyakit yang sangat tergantung tekanan/stress yang dialami inangnya.Berkurangnya hari hujan diperkirakan dapat menurunkan serangan patogen yang menyerang daun.Peningkatan konsentrasi CO2di udara mengakibatkan meningkatnya fekunditas dan agresiveness patogen (Coakleyet al., 1999)Hasil penelitian menunjukkan setiap peningkatan suhu sebesar 1oC dapat mempercepat terjadinya penyakit hawar daun kentang (4-7 hari lebih cepat).Garrett, KAet al.2006.Climate Change Effects on Plant Disease: Genomes to Ecosystems.Annu. Rev. Phytopathol. 44:489509.</p> <p>.1 Konsep Timbulnya Penyakit (Konsep Segi Tiga Gangguan)Penyakit tanaman dapat terjadi jika sedikitnya terdapat kontak dan interaksi antara dua komponen. Komponen tersebut berupa tanaman dan patogen. Jika pada saat terjadinya kontak tersebut lingkungan mendukung, maka akan terjadi penyakit. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa suatu penyakit akan terjadi jika pada suatu waktu di satu tempat terdapat tanaman yang rentan, sementara patogen yang virulen dan lingkungan baik fisik kimia maupun biologi yang sesuai dengan untuk terjadinya penyakit. Apabila satu faktor saja tidak tersedia, maka penyakit tidak akan terjadi. Interaksi antara tanaman, patogen yang virulen dan lingkungan ini sering disebut sebagai konsep segitiga penyakit (Utami dan Anggraini, 2008:228).Pada konsep segi tiga penyakit tersebut, apabila salah satu faktor penyebab tidak ada, maka tidak akan terjadi suatu penyakit pada tanaman. Namun, apabila dalam kondisi pertumbuhan tanaman terdapat pathogen disekitar tanaman tersebut serta lingkungan mendukung pertumbuhan pathogen, maka kecenderungan untuk terjadinya infeksi penyakit pada tanaman cukup besar (Adinugroho, 2008:14).2.2Peran Manusia dalam Menimbulkan Penyakit Tanaman (Konsep Segi Empat Gangguan)Konsep timbulnya suatu penyakit semakin berkembang seiring dengan berkembangnya ilmu penyakit tumbuhan, pada awalnya para pakar yang dipelopori oleh DeBary (dalam Adinugroho, 2008:4) menujuk pathogen sebagai penyebab penyakit yangutama.Dalamperkembangannya, diketahui bahwa dalam berbagai buku teks mengenai penyakit tumbuhan umunya dianut konsep segitiga penyakit (disease triangle) seperti antara lain dikemukan oleh Blanchard dan Tattar (dalam Adinugroho, 2008:4). Ketiga komponen penyakit tersebut adalah inang, pathogen dan lingkungan.Kemudian berkembang sebuah konsep yang didasari pemikiran bahwa manusia ikut berperan dalam timbulnya suatu penyakit tumbuhan (Triharsono, 2010:51).Hal tersebut dikarenakan manusia dapat memberikan pengaruh terhadap pathogen dan tanaman inang itu sendiri serta kondisi lingkungan sebagai faktor-faktor yang dapat menimbulkan penyakit tanaman.Konsep ini dikenal dengan segi empat penyakit (dalam Adinugroho, 2008:4).Manusia sebagaipenanam, berusaha untuk mempengaruhi ketiga faktor yang dapat menimbulkan penyakit (lingkungan, inang, dan patogen) agar terjadi interaksi yang menguntungkan bagi manusia. Namun demikian, adanya campur tangan manusia menyebabkan interaksi dari kempat faktor tersebut yang akan memicu terjadinya penyimpangan proses fisiologi tanaman, sehingga terjadi penyakit (Utami dan Anggraini, 2008:228).Dalam konsep segi empat gangguan, gangguan akan terjadi jika tanaman rentan berinteraksi dengan patogen virulen dalam lingkungan yang menguntungkan perkembangan pengganggu, karena adanya tindakan manusia. Dengan demikian perlindungan tanaman pada konsep segi empat gangguan ini ditujukan untuk empat sasaran, yaitu tanaman, pengganggu, lingkungan dan manusia (Purnomo, 2006:6). Sehingga dibutuhkan manajemen lahan yang baik oleh manusia agar tidak melakukan tindakan yang mengakibatkan terjadinya interaksi ketiga faktor dalam konsep segi tiga gangguan.Adinugroho W.C. 2008. Konsep Timbulnya Penyakit Tanaman. Tidak Diterbitkan. Tugas Kuliah. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (IPB).Purnomo, B. 2006. Dasar-dasar Perlindungan Tanaman, (Tanpa Penerbit)Semangum , S . 1996 .Pengantar Ilmu Penyakit Tumbuhan. Universitas Gajammada . YogyakartaHarsono. Tri.2012.Biologi "Taksonomi Tumbuhan"daftar-isi-kata-pengantar-i-daftar-isi.html.Diakses pada tanggal 11 Oktober 2012</p> <p>Faktor yang Mempengaruhi Kehidupan Hama TanamanPopulasi hama di alam bersifatdinamis, selalu berubah berubah-ubah karena adanya berbagai faktor yang selalu berubah berubah-ubah pulaA. Faktor dalam (Internal)1.sifat genetis hama2.kemampuan berkembang biakSiklus hidupKeperidianNisbah kelamin3.kemampuan untuk bertahan hidupB.Faktor Luar (Eksternal)faktor lingkungan, yang terdiri dari1.Faktor fisika.GeografisMenggambarkan situasi alam suatu tempat sifatnya menghambat pemencaran hama dari satu daerah ke daerah lainb.Iklim/cuacaSuhuSerangga tergolong hewan yang berdarah dingin (poikilotermal), sehingga suhu badannya mudah mengikuti suhu lingkungan. Setiap spesies serangga memerlukan suhu lingkungan yang berbeda dengan penyesuaian suhu ada pada suatu kisaran yang berbeda pada setiap spesies (dipengaruhi oleh faktor dalam spesies tersebut)KelembabanBerpengaruh pada biologi hama. Erat hubungannya dengan kandungan air dalam tubuh serangga. Kelembaban udara juga sangat berpengaruh pada perkembangan patogen seranggac.CahayaBerpengaruh pada perilaku seranggaDiurnal: aktif pada siang hariNocturnal: aktif pada malam hariCrepuscular: aktif pada sore hariReaksi positif dan negatif serangga terhadap cahayad.AnginBerpengaruh pada pemencaran hamae.Curah hujanDapat berpengaruh langsung, secara mekanis dapat menghanyutkan serangga-serangga yang berukuran kecil. Secara tidak langsungmenyebabkan kelembaban udara tinggi, sehingga sesuai bagi perkembangan patogen penyebab penyakit serangga2.Faktor makananSerangga/hewan yang menjadi hama adalah serangga/hewan yang memakan tanaman atau fitofagPemakan satu jenis tumbuhan (monofag)Pemakan beberapa jenis tumbuhan (oligofag)Pemakan banyak jenis tumbuhan (polifag)Kuantitas : menanam secara monokultur menyebabkan kuantitas makanan berlimpah dan baik untuk perkembangan serangga/hewan fitofagKualitas : menentukan taraf perkembangan populasi hama (pertumbuhan, perkembangan, kesuburan, mortalitas)3.Faktor biotikPeranan musuh alamiah dan pesaing mempengaruhi tinggi rendahnya populasi hama-Predator(serangga atau hewan lain)-Parasitoid (serangga)-Patogen (virus, cendawan, bakteri, nematoda)-Pesaing (intraspesifik, interspesifik)</p> <p>Cuaca dapat mempengaruhi setiap organisme di alam ini tidak terkecuali organisme pengganggu tanaman. Proses kehidupan yang penting seperti pertumbuhan, perkembangan, daya tahan hidup dan juga perilakunya secara langsung ataupun tidak langsung dipengarahi oleh perubahan lingkungan.</p> <p>Penyebaran hewan dan tumbuhan di alam ini bukanlah terjadi secara kebetulan namun sebagai hasil interaksi dari pengaruh faktor-faktor lingkungan terhadapnya. Sebaran geografis suatu organisme antara lain dibatasi oleh faktor-faktor fisikyaitu suhu, kelembaban udara, cahaya dan tersedianya air.</p> <p>Perkembangan hama dan penyakit mempunyai hubungan yang erat dengan keadaan lingkungan habitatnya.Keadaan lingkungan selalu berubah-ubah, organisme penggangu yang hidu...</p>