BIOPONIC Solusi Atasi Limbah Organik di Desa Madiredo ?· Bioaktivator merupakan larutan yang mengandung…

  • Published on
    23-Mar-2019

  • View
    212

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

BIOPONIC Solusi Atasi Limbah Organik di Desa Madiredo

Dikirim oleh dietodita pada 19 Mei 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 1426

BIOPONIC Atasi Limbah Organik di Desa Madiredo

Salah satu wilayah Kabupaten Malang yang berpotensi besar pada sektor pertanian dan peternakan ialah Desa Madiredo yang terletak di Kecamatan Pujon.

Meskipun mayoritas penduduknya bermatapencaharian sebagai petani dan peternak sapi perah. Akan tetapi sistem pengolahan limbah, baik limbah sayur maupun limbah feses masih kurang optimal.

Limbah sayur dan limbah feses yang dihasilkan oleh ternak di pasar Desa Madiredo dibuang sembarangan.

Jika hal tersebut tidak segera ditangani maka dapat mencemari lingkungan. Disisi lain kedua limbah tersebut merupakan bahan potensial untuk membuat pupuk organik.

Penyuluhan Bioponic di Desa Madiredo

Oleh karena itu penyuluhan kepada masyarakat terkait pengolahan limbah yang baik dan benar merupakan upaya mengatasi permasalahan tersebut. Dibawah bimbingan dosen Ir. Endang Setyowati, MS, mahasiswa Fakultas Peternakan (Fapet) UB yang terdiri dari Uzwajul Mutoharoh (2014), Muji Astutik (2013), Aprilia Retno Anggraini (2014), Mustofa Abdul Aziz (2014), dan Mustaqim (2015) mencanangkan program "BIOPONIC".

BIOPONIC merupakan empowerment environment programe berbasis bioaktivator pupuk kompos sebagai edukasi pengolahan limbah peternakan sapi perah.

Bioaktivator merupakan larutan yang mengandung berbagai macam mikroorganisme, berfungsi mempercepat

https://prasetya.ub.ac.id/berita/BIOPONIC-Solusi-Atasi-Limbah-Organik-di-Desa-Madiredo-19763-id.htmlhttps://prasetya.ub.ac.id/berita/BIOPONIC-Solusi-Atasi-Limbah-Organik-di-Desa-Madiredo-19763-id.html

pengomposan, menghilangkan bau dari sampah, menyuburkan tanah, dan stater untuk membuat pupuk cair.

Limbah sayuran yang melimpah dimanfaatkan untuk pembuatan bioaktivator, selanjutnya digunakan sebagai pengomposan limbah kotoran sapi.

Sosialisasi tersebut bertujuan untuk mengembangkan kemampuan masyarakat dalam mengolah limbah sayur dan limbah feses agar bernilai ekonomis dan mencegah terjadinya pencemaran lingkungan.

Tindakan kelompok mahasiswa ini mendapat respon positif dan dukungan dari kepala desa dan masyarakat setempat. (dta/humas UB)