Brachial Plexus Injury Word

  • Published on
    11-Feb-2016

  • View
    7

  • Download
    4

Embed Size (px)

DESCRIPTION

hjfvbf

Transcript

<p>UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAKARTA</p> <p>LAPORAN KASUS Brachial Plexus Injury</p> <p>Disusun Oleh :Febri Qurrota Aini 1320221136</p> <p>Pembimbing :dr. Deddy Firmansyah, SpOT</p> <p>KEPANITERAAN KLINIK DEPARTEMEN BEDAHRUMAH SAKIT Tk. II Dr. A. K. GANI PALEMBANGFakultas Kedokteran UPN VETERAN JAKARTA</p> <p>LEMBAR PENGESAHAN KOORDINATOR KEPANITERAAN KLINIK DEPARTEMEN BEDAH </p> <p>Laporan KasusBrachial Plexus Injury</p> <p>Diajukan untuk Memenuhi Syarat Mengikuti Ujian Kepaniteraan Klinik di Departemen BedahRumah Sakit Tk. II Dr. A. K. Gani Palembang</p> <p>Disusun Oleh:</p> <p>Febri Qurrota Aini1320221136</p> <p>Telah disetujui oleh :Nama PembimbingTanda Tangan PembimbingTanggal Pengesahan</p> <p>dr. Deddy Firmansyah, Sp.OT</p> <p>KATA PENGANTARPuji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan laporan kasus dengan judul Brachial Plexus Injury. Laporan ini merupakan salah satu syarat dalam mengikuti ujian kepaniteraan klinik Pendidikan Profesi Dokter di Bagian Bedah Rumah Sakit Tk. II Dr. A. K. Gani Palembang.Dalam menyelesaikan tugas ini penulis mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dr. Deddy Firmansyah, SpOT selaku dokter pembimbing dan teman-teman Co-Ass yang telah membantu dalam proses pembuatan.Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini banyak terdapat kekurangan dan juga masih jauh dari kesempurnaan, sehingga penulis mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi teman-teman dan semua pihak yang berkepentingan bagi pengembangan ilmu kedokteran. Amin.</p> <p>Palembang, September 2015</p> <p>Penulis</p> <p>BAB ISTATUS PASIEN</p> <p>I. IDENTIFIKASIA. Identitas PasienNama:Tn. STanggal Lahir:19 September 1988Umur:27 tahunJenis Kelamin:Laki-lakiAgama :IslamStatus perkawinan:MenikahPendidikan :SMAPekerjaan:SwastaAlamat : PalembangTanggal masuk RS: 4 September 2015No RM: 290026</p> <p>II. ANAMNESIS</p> <p>Keluhan Utama :Pasien datang ke poli Bedah Ortopedi dengan keluhan tangan kanan kurang dapat digerakkan secara maksimal. </p> <p>Riwayat penyakit sekarangPasien datang ke poli ortopedi dengan keluhan tangan kanannya tidak dapat digerakkan secara maksimal, tangan pasien tidak bisa digerakkan ke depan dan ke belakang, serta tidak dapat digerakkan pronasi dan supinasi, namun pasien dapat memfleksikan tangannya ketika pasien dalam posisi tidur. Ketika pasien dalam posisi duduk tangan kanan tidak dapat di fleksikan. Jari-jari tangan kanan pasien masih dapat di gerakkan dan masih dapat di fleksikan, namun pasien merasa lengan atasnya bagian medial dan lateral mati rasa. 9 bulan yang lalu pasien mengalami kecelakaan sepeda motor. Setelah kecelakaan pasien mengatakan bahwa tangan kanannya tidak bisa digerakkan dan pasien mengatakan bahwa kanan dan jari tangan kanannya mati rasa setelah kecelakaan tersebut. Lalu hasil roentgen menyatakan bahwa terdapat fraktur di daerah clavivula kanan pasien. Setelah pasien kecelakaan pasien menjalani operasi untuk memperbaiki tulang clavicula kanannya. setelah 1 bulan setelah operasi tulang clavicula kanan pasien mengatakan jari ke 4 dan 5 yang baru bisa digerakkan lalu diikuti dengan jari ke 1,2, dan 3. Namun tangan kanan pasien tetap tidak dapat digerakkan secara maksimal, hanya jari-jari pasien saja yang bisa digerakkan, pasien juga mengatakan tangannya mati rasa. Lalu selama beberapa bulan pasca operasi pasien tidak control ke poli, sehingga kondisi tangan pasien semakin memburuk dan semakin tidak dapat digerakkan, bahu pasien pun terlihat tidak simetris antara bahu kanan dan kiri, pasien juga tidak dapat memfleksikan tangan kanannya sehingga 3 bulan yang lalu pasien menjalani operasi lagi yaitu operasi rekonstruksi of muscle and tendon serta skin flap. Setelah menjalani operasi yang kedua pasien merasa lebih membaik tangan kanannya dan mulai dapat digerakkan namun tidak maksimal, pasien mulai dapat memfleksikan lengan kanannya walaupun hanya dalam posisi tidur, bahu kanan dan kiri pasien pun juga terlihat tidak simetris serta pasien merasakan mati rasa di lengan atas. Dikarenakan kondisi ini maka diputuskan dilakukan operasi ketiga dengan tujuan agar bahu kanan pasien dapat simetris dengan bahu yang kiri dengan cara memindahkan insersi otot trapeziuz ke otot deltoid. Riwayat penyakit dahuluHipertensi, diabetes melitus disangkalIII. PEMERIKSAAN FISIK</p> <p>STATUS GENERALISKeadaan Umum :Tampak sakit sedangKesadaran:Compos mentisTanda VitalTekanan Darah:120/70 mmHgNadi :86 x/menit, reguler, cukup, simetris kanan kiriSuhu:36,7 CPernapasan:20 x/menit, teratur Kepala dan LeherKepala:Normosefali, rambut warna hitam, distribusi merata, tidak mudah dicabut, Mata:Konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-Hidung: Bentuk normal, septum deviasi (-), nafas cuping hidung -/-, sekret -/-, Mulut: Bibir merah muda, kering (-), sianosis (-)Lidah:Tidak dinilaiTonsil:Tidak dinilaiTenggorokan:Tidak dinilaiLeher: KGB tidak teraba membesarThoraxParuInspeksi:Bentuk dada normal, simetris, gerak pernapasan simetris Palpasi:Gerak napas simetris, vocal fremitus simetrisPerkusi:Sonor di semua lapang paruAuskultasi: Suara napas vesikuler, ronchi -/-, wheezing -/- </p> <p>JantungInspeksi:Ictus cordis tidak tampakPalpasi: Ictus cordis teraba, thrill (-)Perkusi: RedupAuskultasi:SISII reguler, murmur (-), gallop (-)</p> <p>AbdomenInspeksi:DatarPalpasi:Teraba supel, nyeri tekan di seluruh kuadran abdomen (-)Auskultasi:Bising usus (+) normal</p> <p>Ekstremitas:Akral hangat, edema (-) pada ekstremitas, sianosis (-), CRT </p>