Bubblegum love

  • Published on
    24-Jun-2015

  • View
    39.049

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

  • 1. Bubblegum Love (One Shoot)Judul FF : BUBBLEGUM LOVE (ONE SHOOT)Nama Author: Similikiti_balabalaCast : Kyuhyun, Seohyun, ChangminGenre: Romance, TeenageType : One ShootAnyeong haseyoo Kali ini author bawa ff yang agak manis-manis gitu deh (haha gulakalee?? O_o #PLAAKK! ). Sebenernya pelarian dari kebuntuan FF chapter yg lain ..HUHUHUHU T__T (mengalami masa suram)Semoga suka ya dgn cerita seokyu-nya Ini sebagai hadiah buat wires yang ultah(siapapun itu .. hahaha #ngasal banget #PLAKK!). Pokoknya hadiah utk semua wires danreaders di blog ini deh .. #gajebo kata reader -___-Ya udah, happy reading chinguu!!Authors povAaaaaakkkk!!!! Aku benci semua namjaa!!! Aaaaaakkkk!! Semua namjamenyebalkaaann!! teriak Seohyun sekeras mungkin sambil menendang-nendang kakinya padatembok balkon di lantai lima gedung sekolah. Kemudian ia mengatur deru napasnya yang takberaturan. Ditatapnya angkasa cerah yang berada di langit siang hari ini. Namun, ia berpikirlangit cerah itu tak secerah hatinya yang baru saja tersakiti.

2. PABO-ya! Kau mengganggu konsentrasiku! omel seseorang sambil muncul di hadapanSeohyun. Sosok itu muncul dari balik tembok yang tidak disadari Seohyun sebelumnya jika adaorang lain selain dirinya. Seorang namja lengkap dengan seragam sekolah beserta sebuah kameradslr yang tergenggam erat di tangan kanan. Namja itu terlihat asyik mengunyah permen karet dimulutnya. Penampilannya sangat cuek dan santai.KLIK!!Tak lama, namja itu refleks menekan tombol potret ketika kameranya mengarah ke wajahSeohyun. Diperhatikannya sebuah wajah yang berhasil tertangkap oleh kameranya tersebut.Hmmm wajahmu terlalu buruk! Seperti monster Coba ulangi lagi! ujar namja itu santaidan kembali memencet tombol potret. Ia seolah asyik dengan kegiatannya sendiri tanpamempedulikan apa yang baru saja dilakukan oleh Seohyun sebelumnya.KLIK!!Sebuah gambar berhasil dicurinya kembali. Namja itu menunjukkan raut muka yang masihbelum puas.Aahhh, kau tidak berbakat jadi model! Wajahmu terlalu menakutkan ucapnya asal. Hal itumembuat Seohyun semakin bertambah kesal. Apalagi kemunculannya yang tiba-tiba secara tidaksopan membuat perasaan Seohyun semakin mendidih.Ya! Kau pikir kau ini siapa?! Seenaknya mengambil foto orang tanpa permisi! Hapus foto itu!!bentak Seohyun sambil berusaha merebut kamera yang tergenggam erat di tangan namja itu.Namun, usaha Seohyun gagal. Namja itu dengan lincah mengangkat tinggi kameranya sehinggaSeohyun tak bisa meraih dengan mudah.Berikan foto itu!!! Kau tidak punya hak untuk menyimpannya!! teriak Seohyun tak menyerah.Tangannya masih berusaha menggapai-gapai tangan namja itu.Dengar, setiap foto yang berhasil tertangkap oleh kameraku, maka dia akan jadi milikku! balasnamja itu singkat sambil berlalu dari hadapan Seohyun.Apa kau bilang?!!! Kau juga! Namja menyebalkaaaann!! Kenapa semua namjamenyebalkaaaann??!! Pergi kalian semuaaa!! teriak Seohyun sekuat tenaga. Sang namja segeraberbalik arah. Ia kembali iseng mengambil gambar Seohyun.KLIK!!KLIK!!KLIK!! 3. Aigooo kau semakin menyeramkan! ledek namja itu sambil tersenyum puas dan segeraberlari sebelum Seohyun berhasil menangkapnya.Hah, hari yang sangat menyebalkan!! gerutu Seohyun begitu namja itu kabur daripandangannya. Seohyun mengacak-acak rambut panjangnya yang semula terurai rapi. Pikirandan perasaannya benar-benar kacau.Seohyun tak tahu kenapa hari ini sangat menyebalkan bagi dirinya. Setelah tadi pagi ia melihatChangmin, namjachingunya, yang ternyata diam-diam sudah berpacaran dengan gadis lain disekolah yang sama dengan dirinya. Bahkan Changmin dengan mudah berbicara bahwahubungannya dengan Seohyun tidak bisa dilanjutkan hanya karena yeoja itu menolak berciumandengannya. Alasan macam apa itu?! Gerutu Seohyun dalam hati. Ia terus berpikir apakah semuanamja seperti itu. Mengharapkan sebuah ciuman dan jika tidak mau maka hubungan harus putus.Benar-benar tak masuk akal. Pikir Seohyun dalam. ***Uh! Uh! Uh! Menyebalkan! Kenapa mereka berdua bermesraan di hadapanku?! ujarSeohyun kesal sambil menendang-nendang batang pohon di hadapannya.Ya! Kau lagi! Kenapa kau selalu mengganggu konsentrasiku saat memotret?! teriak seorangnamja dari atas pohon. Seohyun berkedip, ia mencari-cari sumber suara yang mengagetkandirinya. Tak lama, ia mendapati seorang namja tengah duduk santai di atas pohon sambilmengarahkan lensa kamera ke arah wajahnya.KLIK!!Satu potret wajah Seohyun kembali diambil oleh namja itu. Seohyun tak mengira jikapertemuannya dengan namja tersebut akan kembali terulang. Dan semua itu terjadi secara tidaksengaja, bahkan di tempat yang tidak pernah diduga oleh Seohyun.Hmm kau tidak punya kerjaan ya, selain berbicara dengan tembok di lantai lima atau denganpohon?? tanya Kyuhyun begitu dirinya lompat dan berhasil turun dari atas pohon.Enak saja!! Kau pikir aku mau melakukan hal ini! Kau tahu, aku benar-benar kesal! Apalagisetelah melihatmu, aku semakin bertambah kesal! bentak Seohyun dengan wajah seram.Haaah, yang seharusnya kesal adalah aku! Dua kali kau merusak konsentrasiku saat mengambilgambar! Padahal aku hampir mendapatkan objek itu! Gara-gara kau, semua jadi kacau! balassang namja tak mau kalah.Siapa suruh kau mengambil foto di tempat aku mengungkapkan kekesalan?! Siapa yang tahukalau kau juga ada di sini?!KLIK!! 4. Ya! Jawab pertanyaanku! Kenapa kau malah memotret?!Aigooo aku mendapatkannya! Lihat! Aku baru saja berhasil memotret seekor semut kecil didadamu ujar namja itu tanpa mempedulikan omongan Seohyun. Ia tersenyum puas melihatgambar di kameranya tersebut.Apa kau bilang??! Kau baru saja mengambil gambar dimana?!Eh?? Di dadamu PLAAAKKK!!Aissshh kenapa kau menamparku?! Aauuuww perih sekaliii!Dasar namja kurang ajar! Kau berani memotret dadaku?!Siapa bilang aku memotret dadamu?!! Aku kan bilang kalau aku memotret semut kecil didadamu Itu sama saja, pabo!!! Jebal, berikan padaku! Dan hapus fotonya!!Ani! Sudah kubilang, setiap foto yang berhasil tertangkap oleh kameraku, maka dia akan jadimilikku! Jadi kau tidak berhak menghapusnya!Dasar tidak sopan!! Berikan padakuuuuu!!Seohyun terus menggapai tangan sang namja yang lincah memindahkan kamera dari tangankanan ke tangan kirinya. Bahkan namja itu tampak mengangkat tinggi-tinggi kameranyatersebut. Tidak memberikan kesempatan sedikitpun pada Seohyun untuk menyentuh kameramiliknya itu.Berikaaaannn!! jerit Seohyun kesal. Tangannya menarik kuat kerah baju sang namja. Haltersebut membuat sang namja kehilangan keseimbangan dan ikut tertarik oleh tangan Seohyunyang begitu kuat mencengkeram kerah bajunya.BRRUUKKK!!!Seohyun terjatuh. Tubuhnya terasa sangat sakit. Ia membulatkan mata ketika menyadari tubuhsang namja berada di atas tubuhnya. Namja itu menatap mata Seohyun tak berkedip. Mulutnyapun membulat sempurna. Ia bahkan dapat merasakan hembus napas Seohyun yang menerpa dikulit wajahnya.Aaaaakkkkk!!! teriak Seohyun kencang sambil menutup mata. Mendengar teriakan Seohyunyang sangat keras, namja itu segera mengubah posisi. Ia segera berdiri dan pura-puramembersihkan seragam sekolahnya yang sedikit kotor. Ia juga memastikan kameranya masihdalam keadaan baik-baik saja setelah sebelumnya juga ikut terjatuh. 5. Aauuuwww!!! rintih Seohyun begitu dirinya akan bangkit berdiri. Ia merasa pinggangnyabegitu sakit. Entah tulangnya sudah patah atau belum, yang jelas Seohyun tak mampu berdiri.Ah, gwenchanayo?? tanya sang namja khawatir. Ia berjongkok di hadapan Seohyun.Ini semua gara-gara kau!!! Auuwww, sakiiittt! bentak Seohyun sambil menahan rasa nyeripada pinggangnya.Mwo?! Kau yang menarik kerah bajuku, kenapa aku yang disalahkan?!! Dasar yeoja aneh!Tapi kau telah bersikap tidak sopan padaku! Dasar namja kurang ajar!Mwo?! Kau saja yang berpikiran negatif! Aku kan hanya memotret seekor semut! Lagipulasiapa yang berminat memotret dada rata seperti itu! ujar sang namja sambil mencuri-curipandang ke arah dada Seohyun.Ya! Kau melihat apa?! tanya Seohyun sedikit malu ketika menyadari mata sang namjamenatap ke arah dadanya. Dengan cepat Seohyun segera menutup rapat dadanya.Aku tidak lihat apa-apa Bohong! Aku melihat kau melirik tadi!Ani!! Sudahlah, aku lelah bertengkar denganmu terus! ujar sang namja sambil berdiri danmeninggalkan Seohyun.Auuwwww!! rintih Seohyun kembali. Ia masih belum berhasil untuk bangkit berdiri.Mendengar rintihan Seohyun, sang namja kembali berbalik. Ia merasa tidak tega mendengarrintihan itu. Namun hatinya masih ragu karena ia takut yeoja itu akan memarahinya lagi.Kau biasa pulang sekolah dengan siapa? Mungkin dia bisa membantumu berdiri. Atau kau perlubantuanku?? tanya sang namja sedikit ragu.Sudah, pergilah! Aku tidak butuh bantuanmu! balas Seohyun ketus. Kali ini sang namjamerasa jengkel. Ia tidak mengira jika Seohyun akan membentak, bahkan menolak bantuannyadengan kasar.Ya sudah! Aku juga tidak sudi membantumu!Huhuhu Sakiiittt!!Lagi-lagi Seohyun merintih kesakitan. Sang namja benar-benar tak tahan mendengar rintihan itu.Ia menghentikan langkah dan tanpa pikir panjang kembali menghampiri Seohyun. Bahkan namjaitu dengan cuek merengkuh tubuh Seohyun dengan kedua tangannya. 6. Pegang kameraku!Eh? Kau mau apa?!Cerewet!Jebal, turunkan aku!Ani!Menyebalkan!Kau yang menyebalkan!***Kau tinggal sendiri di apartemen ini?? tanya sang namja begitu tiba di apartemenSeohyun. Ia segera mendudukkan Seohyun dengan hati-hati pada sebuah sofa di ruang TV.Aku tinggal bersama eonnie-ku. Tapi dia sedang pergi kuliah, jawab Seohyun sambil berusahamelenturkan pinggang. Sesekali ia menggigit bibir bawah karena merasakan nyeri yang cukupmenyiksa.Apa kau punya makanan?? tanya sang namja sambil melirik ke arah dapur.Mwo? Makanan? Untuk apa??Pabo! Tentu saja untuk dimakan!Ne, aku tahu. Tapi untuk siapa??Tentu saja untukku! Aku lapar sekaliii Ya! Kau pikir rumahku ini restoran??! Kalau kau lapar, beli saja makanan di luar!Mwo?? Dasar tak berterima kasih! Seharusnya kau membalas kebaikanku dengan memberimakan!Siapa yang minta bantuanmu?! Kau sendiri yang tiba-tiba menggendong dan mengantarku kesini Aku tidak meminta sama sekali!!Aiiissshhh menyebalkan!Kau juga sangat menyebalkan!! 7. Tanpa peduli pada ucapan Seohyun, namja itu segera beranjak ke dapur. Ia tidak peduli jikaSeohyun akan memarahinya. Ia sudah tidak tahan dengan rasa lapar yang berkuasa di perutnya.Ya!! Kau mau kemana?! tanya Seohyun begitu melihat sang namja pergi dari hadapannya.Sudah kubilang aku lapar! jawab sang namja ketus. Tangannya membuka sebuah laci rak yangterpasang di dapur apartemen Seohyun. Didapatinya berbagai macam kemasan mie instant.Kemudian ia mengambil satu bungkus dan menyeduhnya dengan air hangat.Dasar pencuri! Seenaknya saja mengambil mie instant orang ujar Seohyun kesal. Iamenatap sinis sang namja yang kini duduk di sampingnya sambil memegang satu cup mie instantyang baru saja diseduh dengan air hangat. Namja itu terlihat sangat cuek, bahkan ia sama sekalitak peduli dengan semua ucapan Seohyun.Tak lama namja itu mengambil sebuah remote dan menyetel saluran TV tanpa ijin dari Seohyun.Dilahapnya mie instant dengan begitu nikmat hingga membuat Seohyun pun ingin mencicipinyajuga.Kalau bukan karena kau telah membantuku, sudah kuusir kau dari tadi! celetuk Seohyunkembali. Namun, sang namja berpura-pura tak mendengar. Ia tetap fokus pada tayangan di layarTV dan mie instant di tangannya.Ahahaha Ahahahaha tawa sang namja dengan geli. Ia tampak asyik melihat adegankomedi di layar TV. Seohyun semakin mendengus sebal.YA! Kau pikir ini rumahmu?!! Seenaknya makan mie instant, lalu menyetel TV, lalu apalagiyang akan kau lakukan setelah ini, hah?! Sebenarnya maumu apa?!! Pulanglah namja jeleekkk!!omel Seohyun bertubi-tubi. Kesabarannya sudah benar-benar habis.Ahahahaha . Pabo! Pabo! seru namja itu cuek. Tawanya semakin mengeras melihatkekonyolan komedi di layar TV.Aaaaaaaaa!!! Pergi kau, namja aneeehhhh!! jerit Seohyun sambil memukul-mukul bantal kewajah sang namja.Ya! Apa yang kau lakukan?! Kau gila, ya?! protes sang namja sambil merebut bantal daritangan Seohyun.Kau yang gila! Kau yang aneh! Kenapa kau masih di sini?! Pergi dari apartemenku!!Mwoo?! Kau pikir aku akan meninggalkanmu dengan keadaan seperti ini sendirian?! Kaubahkan tidak bisa berjalan sama sekali! Aku akan pulang kalau keluargamu sudah pulang!Mwo?? 8. Seohyun tak dapat berbuat apa-apa. Semua yang diungkapkan namja itu ada benarnya juga.Namun, ia terlalu gengsi untuk mengakui hal tersebut. Ia memilih tetap diam, menatap sinisnamja yang bersikap semaunya sendiri di apartemen miliknya. Dari mulai merampas habissemua makanan di kulkas hingga mengacak-ngacak rak DVD serta majalah dan komikkoleksinya. Kini sang namja berbaring santai di sofa dan terkekeh menikmati bacaan komik digenggaman tangannya. Sesekali mulutnya tampak mengunyah dan menggembungkan permenkaret hingga menutupi hidung mancungnya. Namja itu bersikap cuek, ia bahkan tidak pedulipada sepasang mata sinis yang mengawasinya sejak tadi.Beberapa jam berlalu, Seohyun mulai mengantuk. Apalagi tidak banyak yang bisa dikerjakanSeohyun kecuali menonton tayangan TV dan menunggu eonnienya pulang untuk segeramengusir namja aneh di apartemennya. Perlahan ia memejamkan mata dan tertidur pulas.Menyadari hal itu, sang namja menghentikan keasyikannya membaca komik.Hmm .. sudah tidur ya? ucapnya pelan sambil membaringkan tubuh Seohyun di sofa denganhati-hati. Ia juga meletakkan bantal sebagai alas kepala Seohyun. Tak lama, ia mengambilkamera di atas meja. Pikiran isengnya kembali terlintas. Diambilnya beberapa foto saat Seohyuntengah tertidur.KLIK!!KLIK!!KLIK!!Senyum kecil mengembang dari bibirnya ketika foto-foto itu berhasil ia dapatkan.Seharusnya kau berwajah seperti ini dari kemarin gumamnya nakal sambil menatap puasgambar yang ada di kameranya.Baiklah, aku pulang. Salam kenal, Cho Kyu Hyun imnida ujar sang namja lembut sambilmenepuk lembut kepala Seohyun. ***Pagi hari. Rasa nyeri pada pinggang Seohyun perlahan menghilang. Semalaman Tiffany,sang eonnie, memijat lembut pinggangnya. Hari ini Seohyun merasa sudah cukup baik untukpergi sekolah. Awalnya jika nyeri pada pinggangnya masih belum membaik, mungkin ia akanizin sekolah. Tapi kenyataannya ia sudah mampu berdiri dan berjalan, walaupun harus hati-hati.Kau mau pergi sekolah?? Kenapa tidak izin saja? tanya Tiffany sambil meletakkan dua piringsandwich di meja makan.Sepertinya sudah mulai membaik. Aku ingin pergi sekolah saja. Lagipula di apartemen tidakbanyak yang bisa aku lakukan. Lebih baik aku bertemu dengan teman-teman, jawab Seohyunsambil meneguk segelas susu di meja makan. 9. Baiklah, kalau perlu bantuan, kau telpon eonnie saja. Hari ini eonnie cuma ada satu matakuliah.Ne, eonnie Beberapa menit kemudian, Seohyun beranjak pergi ke sekolah. Untungnya jarak apartemen dangedung sekolahnya tidak terlalu jauh sehingga Seohyun tidak perlu menghabiskan banyak tenagauntuk pergi ke sana.Sepanjang perjalanan, ia terus memikirkan namja aneh yang menolongnya kemarin. Walaupun iasatu sekolah dengan namja itu, tapi ia tak pernah tahu sosok tersebut. Bahkan namanya sajaSeohyun tidak tahu...