Cairan infus

  • Published on
    14-Aug-2015

  • View
    34

  • Download
    1

Embed Size (px)

Transcript

  1. 1. cairan intravena (intravenous fluids infusion) adalah pemberian sejumlah cairan ke dalam tubuh, melalui sebuah jarum, ke dalam pembuluh vena (pembuluh balik) untuk menggantikan kehilangan cairan atau zat-zat makanan dari tubuh.
  2. 2. Cairan hipotonik: Osmolaritasnya lebih rendah dibandingkan serum (konsentrasi ion Na+ lebih rendah dibandingkan serum), sehingga larut dalam serum, dan menurunkan osmolaritas serum.
  3. 3. Cairan Isotonik: Osmolaritas (tingkat kepekatan) cairannya mendekati serum (bagian cair dari komponen darah), sehingga terus berada di dalam pembuluh darah.
  4. 4. Cairan hipertonik: Osmolaritasnya lebih tinggi dibandingkan serum, sehingga menarik cairan dan elektrolit dari jaringan dan sel ke dalam pembuluh darah. Mampu menstabilkan tekanan darah, meningkatkan produksi urin, dan mengurangi edema (bengkak). Penggunaannya kontradiktif dengan cairan hipotonik
  5. 5. Pengelompokan cairan Kristaloid : Bersifat isotonik, maka efektif dalam mengisi sejumlah volume cairan (volume expanders) ke dalam pembuluh darah dalam waktu yang singkat, dan berguna pada pasien yang memerlukan cairan segera.
  6. 6. Cairan Tonusitas Na(mmol/l) Cl(mmol/l) K (mmol/) Ca (mmol/l) Glukosa (mg/dl) Laktat (mmol/l) Asetat (mmol/l) NaCl 0,9 % 308 (isotonus) 154 154 Saline 154 (hipotonus) 77 77 Nacl 3% 539 Dextrose 5 % 253 (hipotonus) 5000 D5NS 561 (hipertonus 154 154 5000 D5 NS 330 (isotonus) 38,5 38,5 5000 2/3 D & 1/3 S Hipertonus 51 51 3333 Ringer Laktat 273 (isotonus) 130 109 4 3 28 D5 RL 273 (isotonus) 130 109 4 3 50 28 Ringer Asetat 273,4 (isotonus) 130 109 4 3 28
  7. 7. Koloid Merupakan larutan yang terdiri dari molekul-molekul besar yang sulit menembus membran kapiler, digunakan untuk mengganti cairan intravaskuler.
  8. 8. Albumin Komposisi : Albumin yang tersedia untuk keperluan klinis adalah protein 69- kDa yang dimurnikan dari plasma manusia (cotoh: albumin 5%). Albumin merupakan koloid alami dan lebih menguntungkan karena : volume yang dibutuhkan lebih kecil, efek koagulopati lebih rendah, resiko akumulasi di dalam jaringan pada penggunaan jangka lama yang lebih kecil dibandingkan starches dan resiko terjadinya anafilaksis lebih kecil. Indikasi : Pengganti volume plasma atau protein pada keadaan syok hipovolemia, hipoalbuminemia, atau hipoproteinemia, operasi, trauma, cardiopulmonary bypass, hiperbilirubinemia, gagal ginjal akut, pancretitis, mediasinitis, selulitis luas dan luka bakar. Hipoalbuminemia yang merupakan manifestasi dari keadaan malnutrisi, kebakaran, operasi besar, infeksi (sepsis syok), berbagai macam kondisi inflamasi, dan ekskresi renal berlebih. Kontraindikasi : gagal jantung, anemia berat. Produk : Plasbumin 20, Plasbumin 25.
  9. 9. HES (Hydroxyetyl Starches) Komposisi : Starches tersusun atas 2 tipe polimer glukosa, yaitu amilosa dan amilopektin. Indikasi : Penggunaan HES pada resusitasi post trauma dapat menurunkan permeabilitas pembuluh darah, sehingga dapat menurunkan resiko kebocoran kapiler. Kontraindikasi : Cardiopulmonary bypass, dapat meningkatkan resiko perdarahan setelah operasi, hal ini terjadi karena HES berefek antikoagulan pada dosis moderat (>20 ml/kg). Adverse reaction : HES dapat terakumulasi pada jaringan retikulo endotelial jika digunakan dalam jangka waktu yang lama, sehingga dapat menimbulkan pruritus. Contoh : HAES steril, Expafusin.
  10. 10. Dextran Komposisi : dextran tersusun dari polimer glukosa hasil sintesis dari bakteri Leuconostoc mesenteroides, yang ditumbuhkan pada media sukrosa. Indikasi : Penambah volume plasma pada kondisi trauma, syok sepsis, iskemia miokard, iskemia cerebral, dan penyakit vaskuler perifer. Kontraidikasi : pasien dengan tanda-tanda kerusakan hemostatik (trombositopenia, hipofibrinogenemia), tanda-tanda gagal jantung, gangguan ginjal dengan oliguria atau anuria yang parah. Adverse Reaction : Dextran dapat menyebabkan syok anafilaksis, dextran juga sering dilaporkan dapat menyebabkan gagal ginjal akibat akumulasi molekul-molekul dextran pada tubulus renal. Pada dosis tinggi, dextran menimbulkan efek pendarahan yang signifikan. Contoh : hibiron, isotic tearin, tears naturale II, plasmafusin
  11. 11. Gelatin Komposisi : Gelatin diambil dari hidrolisis kolagen bovine. Indikasi : Penambah volume plasma dan mempunyai efek antikoagulan, Kontraindikasi : haemacel tersusun atas sejumlah besar kalsium, sehingga harus dihindari pada keadaan hiperkalsemia. Adverse reaction : dapat menyebabkan reaksi anafilaksis. Pada penelitian dengan 20.000 pasien, dilaporkan bahwa gelatin mempunyai resiko anafilaksis yang tinggi bila dibandingkan dengan starches. Contoh : haemacel, gelofusine
  12. 12. Cairan Khusus MANNITOL D-Manitol. C6H14O6 Indikai : Menurunkan tekanan intrakranial yang tinggi karena edema serebral, meningkatkan diuresis pada pencegahan dan/atau pengobatan oliguria yang disebabkan gagal ginjal, menurunkan tekanan intraokular, meningkatkan ekskresi uriner senyawa toksik, sebagai larutan irigasi genitouriner pada operasi prostat atau operasi transuretral. ASERING Indikasi: Dehidrasi (syok hipovolemik dan asidosis) pada kondisi: gastroenteritis akut, demam berdarah dengue (DHF), luka bakar, syok hemoragik, dehidrasi berat, trauma. Komposisi: Setiap liter asering mengandung : Na 130 mEq K 4 mEq Cl 109 mEq Ca 3 mEq Asetat (garam) 28 mEq Keunggulan: Asetat dimetabolisme di otot, dan masih dapat ditolelir pada pasien yang mengalami gangguan hati
  13. 13. KA-EN 3A & KA-EN 3B Indikasi: Larutan rumatan nasional untuk memenuhi kebutuhan harian air dan elektrolit dengan kandungan kalium cukup untuk mengganti ekskresi harian, pada keadaan asupan oral terbatas Rumatan untuk kasus pasca operasi (> 24-48 jam) Mensuplai kalium sebesar 10 mEq/L untuk KA-EN 3A Mensuplai kalium sebesar 20 mEq/L untuk KA-EN 3B Kompisisi : 1.KA-EN 3A Tiap liter isi mengandung sodium klorida 2,34 g potassium klorida 0,75 g, sodium laktat 2,24 g anhydrous dekstros 27 g. Elektrolit (mEq/L) a.Na+ 60 b.K+ 10 c.Cl- 50 D.laktat- 20 e.glukosa : 27 g/L. f. kcal/L : 108
  14. 14. KA-EN MG3 Indikasi : Larutan rumatan nasional untuk memenuhi kebutuhan harian air dan elektrolit dengan kandungan kalium cukup untuk mengganti ekskresi harian, pada keadaan asupan oral terbatas Rumatan untuk kasus pasca operasi (> 24-48 jam) Mensuplai kalium 20 mEq/L Rumatan untuk kasus dimana suplemen NPC dibutuhkan 400 kcal/L Komposisi : Tiap liter isi mengandung bahan : - sodium klorida 1,75g, - potassium klorida 1,5g, - sodium laktat 2,24g, - anhydrous dekstros 100g. - Elektrolit (mEq/L) : A. Na+ 50, B. K+ 20, C. Cl- 50, D. laktat- 20, E. glukosa 100 g/L; F. kcal/L: 400
  15. 15. KA-EN 4A Indikasi : Merupakan larutan infus rumatan untuk bayi dan anak Tanpa kandungan kalium, sehingga dapat diberikan pada pasien dengan berbagai kadar konsentrasi kalium serum normal Tepat digunakan untuk dehidrasi hipertonik Komposisi (per 1000 ml): Na 30 mEq/L K 0 mEq/L Cl 20 mEq/L Laktat 10 mEq/L Glukosa 40 gr/L KA-EN 4B Indikasi: Merupakan larutan infus rumatan untuk bayi dan anak usia kurang 3 tahun Mensuplai 8 mEq/L kalium pada pasien sehingga meminimalkan risiko hipokalemia Tepat digunakan untuk dehidrasi hipertonik Komposisi: Na 30 mEq/L K 8 mEq/L Cl 28 mEq/L Laktat 10 mEq/L Glukosa 37,5 gr/L
  16. 16. Otsu-NS Indikasi: Untuk resusitasi Kehilangan Na > Cl, misal diare Sindrom yang berkaitan dengan kehilangan natrium (asidosis diabetikum, insufisiensi adrenokortikal, luka bakar) Mengandung elektrolit mEq/L Na+ = 154 Cl- = 154 Otsu-RL Indikasi: Resusitasi Suplai ion bikarbonat Asidosis metabolik Mengandung elektrolit mEq/L Na+ = 130 Cl- = 108.7 K+ = 4 Ca++ = 2.7 Laktat = 28
  17. 17. MARTOS-10 Indikasi: Suplai air dan karbohidrat secara parenteral pada penderita diabetik Keadaan kritis lain yang membutuhkan nutrisi eksogen seperti tumor, infeksi berat, stres berat dan defisiensi protein Dosis: 0,3 gr/kg BB/jam Mengandung 400 kcal/L
  18. 18. AMINOVEL-600 Indikasi: Nutrisi tambahan pada gangguan saluran GI Penderita GI yang dipuasakan Kebutuhan metabolik yang meningkat (misal luka bakar, trauma dan pasca operasi) Stres metabolik sedang Dosis dewasa 500 ml selama 4-6 jam (20-30 tpm) Komposisi : Tiap liter Aminovel 600 berisi - amino acid (L-form) 50g, - D-sorbitol 100g, - ascorbic acid 400mg, - inositol 500mg, - nicotinamide 60mg, - pyridoxine HCl 40mg, - riboflavin sodium phosphate 2,5mg, - Elektrolit : - Elektrolit : a. Sodium 35 mEq, b. potassium 25 mEq, c. magnesium 5 mEq, d. acetate 35 mEq, e. maleate 22 mEq, f. chloride 38 mEq. - Setiap 50g asam amino berisi : a. L-isoleucine 3,2gram, b. L-leucine 2,4g, c. L-lysine (calculated as base) 2g, d. L-methionine 3g, e. L-phenylalanine 4g, f. L-threonine 2g, g. L-tryptophan 1g, h. L-valine 3,2g, i. L-arginine (calculated as base) 6,2g, j. L-histidine (calculated as base) 1g, k. L-alanine 6g, l. glycine 14g, m. L-proline 2g
  19. 19. PAN-AMIN G Indikasi: Suplai asam amino pada hiponatremia dan stres metabolik ringan Nutrisi dini pasca operasi Tifoid Komposisi Tiap liter infuse mengandung - L-arginine HCl 2,7g, - L-histidine HCl H2O 1,3g, - L-isoleucine 1,8g, - L-leucine 4,1g, - L-lysine HCl 6,2g, - L-methionine 2,4g, - L-phenyilalanine 2,9g, - L-threonine 1,8g, - L-tryptophane 0,6g, - L-valine 2g, - glycine 3,4g, - D-sorbitol 50g - air.
  20. 20. TUTOFUSIN OPS Per liter : - Natrium 100 mEq, - Kalium 18 mEq, - Kalsium 4 mEq, - Magnesium 6 mEg, - Klorida 90 mEq, - Asetat 38 mEq, - Sorbitol 50 gram. Indikasi : o Air & elektrolit yang dibutuhkan pada fase sebelum, selama, & sesudah operasi. O Memenuhi kebutuhan air dan elektrolit selama masa pra operasi, intra operasi dan pasca operasi O Memenuhi kebutuhan air dan elektrolit pada keadaan dehidrasi isotonik dan kehilangan cairan intraselular o Memenu