Close Fraktur

  • Published on
    13-Dec-2015

  • View
    25

  • Download
    6

Embed Size (px)

DESCRIPTION

close fraktur

Transcript

<p> BAB I</p> <p>PENDAHULUAN</p> <p>1.1 Latar BelakangLaporan ini dibuat berdasarkan kasus yang diambil dari seseorang pasien anak yang datang ke instalasi gawat darurat Rumah Sakit Islam Malang dengan keluhan nyeri dan luka setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pasien seorang anak laki-laki berusia 13 tahun. KLL dialami pasien saat mengemudi sepeda motor sendirian dengan tujuan ingin menjemput adik pasien yang berada di karangploso. Pasien mengalami luka gores pada muka, tangan dan kaki. Saat kejadian pasien dibantu warga sekitar dan dibawa dengan ambulan. Hasil x-ray menunjukkan adanya diskontinuitas tulang radius ulna dextra dan pasien direncanakan operasi pada hari tersebut.</p> <p>Kecelakaan lalu lintas dan kecelakaan kerja merupakan suatu keadaan yang tidak di inginkan yang terjadi pada semua usia dan secara mendadak. Angka kejadian kecelakaan lalu lintas di kota Semarang sepanjang tahun 2011 mencapai 217 kasus, dengan korban meninggal 28 orang, luka berat 40 orang, dan luka ringan sejumlah 480 orang.Fraktur adalah patah tulang, biasanya disebabkan oleh trauma atau tenaga fisik.1 Berbagai penyebab fraktur diantaranya cidera atau benturan, faktor patologik,dan yang lainnya karena faktor beban. Selain itu fraktur akan bertambah dengan adanya komplikasi yang berlanjut diantaranya syok, sindrom emboli lemak, sindrom kompartement, kerusakan arteri, infeksi, dan avaskuler nekrosis. Komplikasi lain dalam waktu yang lama akan terjadi mal union, delayed union, non union atau bahkan perdarahan.1 Berbagai tindakan bisa dilakukan di antaranya rekognisi, reduksi, retensi, dan rehabilitasi. Meskipun demikian masalah pasien fraktur tidak bisa berhenti sampai itu saja dan akan berlanjut sampai tindakan setelah atau post operasi.1.2 Rumusan Masalah1. Bagaimanakah penegakan diagnosis kasus An. A?</p> <p>2. Apa terapi yang diberikan pada An. A dan bagaimana kerja obat tersebut?</p> <p>1.3 TujuanLaporan kasus ini disusun untuk membantu penulis mengetahui dan memahami tentang:</p> <p>1. Penegakan diagnosis fraktur et causa trauma2. Terapi fraktur1.4 ManfaatLaporan kasus ini bermanfaat sebagai resume dari beberapa referensi tentang anatomi dan fisiologi tulang serta close fraktur mulai dari definisi, etiologi, patofisiologi, manifestasi klinis dan penatalaksanaannya.</p> <p>BAB IISTATUS PENDERITA</p> <p>2.1 Identitas Penderita Nama</p> <p>: An. AUmur</p> <p>: 13 tahun</p> <p>Jenis kelamin</p> <p>: Laki-lakiPekerjaan</p> <p>: SiswaPendidikan</p> <p>: SDNama ayah</p> <p>: Tn. EPekerjaan Ayah</p> <p>: SwastaAgama</p> <p>: Islam</p> <p>Alamat</p> <p>: Mt. Haryono Lowokwaru Malang </p> <p>Status perkawinan</p> <p>: Belum menikahSuku</p> <p>: JawaBangsa </p> <p>: Indonesia</p> <p>Tanggal pemeriksaan</p> <p>: 24 Oktober 2014 </p> <p>No. RM</p> <p>: 17.75.722.2 Anamnesis </p> <p>Keluhan utama</p> <p>: luka dan nyeriKeluhan penyerta</p> <p>: perdarahanRiwayat penyakit sekarang: pasien An. A datang ke Instalasi gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Islam Malang pukul 13.20 WIB dengan diantar ibu pasien. Pasien mengalami kecelakaan lalu lintas ketika mengendarai sepeda motor. Pasien mengalami luka pada daerah muka, kedua ta ngan dan kedua kaki. Pasien mengeluh nyeri yang sangat pada pergelangan tangan kanan dan pembengkakan pada kedua tangan dan kaki. Pasien tidak mengeluh pusing, mual maupun muntah.Riwayat penyakit dahulu</p> <p> Riwayat penyakit serupa: disangkal Riwayat MRS</p> <p>: + karena panas tinggiRiwayat penyakit keluarga</p> <p> Riwayat penyakit serupa: disangkal Riwayat hipertensi: disangkal Riwayat jantung</p> <p>: disangkal Riwayat kencing anis: disangkal Riwayat penyakit metabolik: disangkal Riwayat typhoid</p> <p>: disangkal Riwayat batuk lama: disangkalRiwayat pengobatan</p> <p>: disangkalRiwayat kebiasaan</p> <p> Riwayat merokok</p> <p>: disangkal Riwayat minum kopi: disangkal Riwayat olahraga</p> <p>: futsal Riwayat BAK</p> <p>: 6X sehari, warna jenih Riwayat BAB</p> <p>: tidak teratur, kadang 2 hari sekali Riwayat tidur</p> <p>: 8 jam sehariRiwayat gizi</p> <p>: suka sayur, tempe, tahu dan telur.Riwayat sosial ekonomi</p> <p>Penghasilan keluarga bersumber dari orang tua pasien yang bekerja sebagai penjual makanan dengan prakiraan penghasilan perbulan Rp2.000.000. Pasien berhubungan baik dengan tetangga dan teman di sekolah. Pasien mengikuti ekstrakurikuler sepak bola dan juga mengaji.2.3 Anamnesis Sistem1. Kulit</p> <p>Kulit warna cokelat, kulit kering ( - ), gatal ( - ), bentol merah (-), luka (+)2. Kepala</p> <p>Sakit kepala ( - ), pusing ( - ), rambut putih ( - ), rambut mudah rontok ( - ), luka pada kepala ( - ), benjolan pada kepala ( - ).3. MataPandangan mata berkunang-kunang ( - ), penglihatan kabur ( - ), matacowong (-)4. Hidung</p> <p>Tersumbat ( - ), mimisan ( - )</p> <p>5. Telinga</p> <p>Pendengaran berkurang ( - ), berdengung ( - ), keluar cairan ( - )</p> <p>6. Mulut</p> <p>Sariawan ( - ), mulut kering ( - )</p> <p>7. Tenggorokan</p> <p>Sakit menelan ( - ), serak ( - )</p> <p>8. Pernafasan</p> <p>Sesak nafas ( - ), batuk ( - )</p> <p>9. Kardiovaskuler</p> <p>Berdebar debar ( - ), nyeri dada ( - )</p> <p>10. Gastrointestinal</p> <p>Mual ( - ), muntah ( - ), nyeri perut ( - ), diare ( - ), konstipasi ( - )11. Perkemihan</p> <p>Nyeri (-)</p> <p>12. Neurologis</p> <p>Kejang ( - ), lumpuh ( - ), kesemutan pada kedua kaki dan tangan ( - )13. Psikiatri</p> <p>Emosi stabil, mudah marah ( - )</p> <p>14. Muskuloskeletal</p> <p>Kaku sendi ( - ), nyeri tangan dan kaki ( - ), nyeri otot ( - ), lemas (+)15. Ekstremitas</p> <p> Atas kanan : bengkak ( + ), sakit ( + ), luka ( + )</p> <p> Atas kiri : bengkak ( + ), sakit ( + ), luka ( + )</p> <p> Bawah kanan: bengkak ( + ), sakit ( + ), luka ( + )</p> <p> Bawah kiri: bengkak ( + ), sakit ( + ), luka ( + )2.4 Pemeriksaan Fisik1. Keadaan umum</p> <p>Tampak kesakitan, kesadaran composmentis, GCS 456.</p> <p>2. Vital sign </p> <p>BB : 49 Kg TB</p> <p>: 150 cmTD</p> <p>: 120/80 mmHg</p> <p>Nadi: 78 kali/menit, regular</p> <p>RR</p> <p>: 18 kali/menit</p> <p>T</p> <p>: 36.5 C</p> <p>3. Kulit</p> <p>Warna coklat, sianosis ( - ), temperatur hangat, turgor menurun ( - ), lesi: makula ( - ), papula ( - ), pustula ( - ), tumor ( - ), eritema (-), vulnus ekskoriasi (+)4. Kepala Rambut : kuatitas tipis, tekstur tipis, mudah dicabut ( - ) tumor ( - ), lesi ( - ), depresi cranium ( - ) 5. Mata </p> <p>Konjungtiva merah muda, sklera putih, pupil isokor ( + / + ), reflek cahaya ( + / +), katarak ( - / - ), arkus senilis ( - / - ), eksoftalmus ( - / - ), mata cekung (-)6. Hidung</p> <p>Nafas cuping hidung ( - ), sekret ( - / - ), epistaksis ( - / - ), deformitas hidung ( - )7. Mulut </p> <p>Sianosis ( - ), kering (-)8. Telinga </p> <p>9. Tenggorokan </p> <p>Tonsil membesar (-), faring hiperemis (-)10. Leher </p> <p>Trakea ditengah (+), pembesaran KGB (-), pembesaran kelajar tiroid (-), lesi (-) JVP tidak meningkat, trauma servikal (-), jejas leher (-)11. Thoraks</p> <p>Simetris ( + ), bentuk normochest, retraksi intercostal ( - ), retraksi supraklavicular ( - ), gerakan difragma simetris, Jantung : dalam batas normalParu : wheezing (-), ronkhi (-), 12. Abdomen </p> <p>Dinding perut distended (-), venektasi (-), A: peristaltik (+) normal, P: timpani seluruh lapang perut (+), P: supel, nyeri lepas (-), nyeri tekan (-), hepar dan lien tak teraba, trouble space (-) 13. Genitourinaria</p> <p>14. Sistem collumna vertebralis</p> <p>I: deformitas (-), skoliosis (-), kiphosis (-), lordosis (-), P: nyeri tekan (-), P: nyeri ketok collumna vertebralis (-/-). </p> <p>15. Ekstremitas </p> <p>palmar eritema (-/-), capilari refil time ( )</p> <p>akral dinginedem</p> <p>--++</p> <p>--++</p> <p>16. Psikiatri Penampilan: Sesuai umur, perawatan diri cukupKesadaran</p> <p>: Tidak berubah (kualitatif), composmentis (kuantitatif)</p> <p>Afek</p> <p>: Appropriate</p> <p>Psikomotor: Normoaktif</p> <p>Proses pikir : Bentuk : Realistik</p> <p> Isi : Waham ( - ) , halusinasi ( - ) , ilusi ( - )</p> <p> Arus : Koheren</p> <p>Insight : Baik17. Wrist dextraLook: bengkak (+), vulnus ekskoriasi (+)</p> <p>Feel: hiperemi, krepitasi (+)</p> <p>Movement: gerakan pasif (+)Tabel 1: Follow upHari</p> <p>tanggalSOAP</p> <p>Jumat, 24/10/1413.20 WIBPasien mengeluh sakit setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pasien mengeluh tangan kanannya nyeri dan luka pada wajah, kedua tangan dan kedua kaki. Pasien merasa kakinya tambah besar. Tidak ada perasaan mual maupun pusing.KU: tampak kesakitan, composmentis, BB: 49 Kg, TB: 150 cm, TD: 120/80 mmHg, Nadi: 78 kali/menit kuat, regular, RR: 18 kali/menitT: 36.5C,Multiple vulnus ekskoriasi (+) pada wajah, tangan dan kaki. Edema tungkai (+), krepitasi wrist dextra (+) dan gerakannya pasif.</p> <p>DDx: Close fracture wrist dextra antebrachiic Multiple vulnus ekskoriasi</p> <p>Tx:- Infus RL 20 tpm</p> <p>- Inj Ketorolac 30 mg- pasang spalk- puasa</p> <p>PDx:1. Lab DL</p> <p>2. CTBC</p> <p>3. X-ray wrist dextra APlateral</p> <p>4. Konsul dr.SpBO</p> <p>Jumat, 24/10/14</p> <p>15.25 WIBNyeri (+) pada lengan kanan. Hb 14.6 g/dl HCT 45.1 % WBC10.86 ribu/ul Trombosit 267 ribu/ul</p> <p> RBC5.82 ribu/ul PDW14.8 fl</p> <p> RDW-CV 12.3 %</p> <p> MPV8.83 %</p> <p> PCT 0.2% MCV77.4 fl</p> <p> MCH 25.0 pg</p> <p> MCHC 32.3 %</p> <p> Basofil 0.1 %</p> <p> Eosinofil 4.6 % Limfosit 21.3 % Monosit 8.2%</p> <p> LED 7 Waktu perdarahan 2</p> <p> Waktu pembekuan 10</p> <p> Gol. DarahB Rhesus faktor + (Positif) X-ray close fracture radius dextraDx:</p> <p> Close fracture radius dextraPTx: 1) Rencana tindakan bedah ORIF jam 19.00 WIB2) konsul dr.SpAn</p> <p>Jumat, 24/10/14</p> <p>18.00 WIBNyeri (+) lengan kanan TD 130/90 mmHg N 92 X/mnt</p> <p> RR 16 X/mnt</p> <p> T 36.2CDx:</p> <p>Close fracture radius dextraTx: persiapan operasi Inj ondansentron 4 mg</p> <p> Inj ranitidine 50 mg</p> <p>Jumat, 24/10/14</p> <p>23.20 WIBNyeri (+) TD 110/60 mmHg</p> <p> N 88 X/mnt</p> <p> RR 20 X/mnt</p> <p> T 36.5CDx:</p> <p>Close fracture radius dextraTx: post op</p> <p> Inj ondansentron 4 mg</p> <p> Inj ranitidine 50 mg Inj Ketorolac 30 mg</p> <p>Sabtu,25/10/14</p> <p>05.30 WIB</p> <p>Nyeri (+) TD 110/70 mmHg</p> <p> N 72 X/mnt</p> <p> RR 20 X/mnt</p> <p> T 35.7CDx:</p> <p>Close fracture radius dextraTx: Inj Ketorolac 30 mg</p> <p>Sabtu,</p> <p>25/10/14</p> <p>06.10 WIB</p> <p>Nyeri (+) TD 110/70 mmHg</p> <p> N 72 X/mnt</p> <p> RR 20 X/mnt</p> <p> T 35.7C</p> <p> Produksi urin 50 cc/jam warna jenihDx:</p> <p>Close fracture radius dextraTx:</p> <p> Inj Ranitidin 50 mg</p> <p> Inj Ondansentron 4 mg</p> <p> Iv RL:D5 1:1 100cc/24 jam Iv morfin 2 mg</p> <p>Sabtu,</p> <p>25/10/14</p> <p>12.30 WIB</p> <p>Nyeri (+), mual (+), muntah (+) TD 110/80 mmHg</p> <p> N 70 X/mnt</p> <p> RR 20 X/mnt</p> <p> T 35.0CDx:</p> <p>Close fracture radius dextraTx:</p> <p> Inj Ketorolac 30 mg Inj Ondansentron 4 mg</p> <p>Sabtu,</p> <p>25/10/14</p> <p>18.30 WIB</p> <p>Nyeri (+), mual (+) TD 120/80 mmHg</p> <p> N 80 X/mnt</p> <p> RR 20 X/mnt</p> <p> T 35.5CDx:</p> <p>Close fracture radius dextraTx:</p> <p> Inj Ranitidin 50 mg</p> <p> Inj Ketorolac 30 mg</p> <p> Inj Ondansentron 4 mg</p> <p>Minggu,</p> <p>26/10/14</p> <p>Nyeri (+) minimal, mual (+) TD 120/70 mmHg</p> <p> N 75 X/mnt</p> <p> RR 18 X/mnt</p> <p> T 36C</p> <p> Swelling (+)Dx:</p> <p>Close fracture radius dextraTx: Inj Ranitidin 2X50 mg</p> <p> Inj Ketorolac 3X30 mg</p> <p> Inj Ondansentron 3X4 mg</p> <p>Senin,</p> <p>27/10/14</p> <p>Nyeri (+) minimal, mual (-) TD 120/80 mmHg</p> <p> N 69 X/mnt</p> <p> RR 18 X/mnt</p> <p> T 35.7C</p> <p> Swelling (+)Dx:</p> <p>Close fracture radius dextraTx:</p> <p> Cefixime 2X100 mg Na Diklofenac 2X50 mg</p> <p>Keterangan: S = subjektif, O = objektif, A = assessment, P = planning2.5 Diagnosis Banding Close fracture wrist dextra antebrachiic</p> <p> Multiple vulnus ekskoriasi2.6 Pemeriksaan Penunjang</p> <p>1. Darah lengkap tanggal 24/10/2014, 15.25 WIBJumlah sel darahHb </p> <p>14.6 g/dl</p> <p>(Normal)</p> <p>HCT</p> <p>45.1 %</p> <p>(Normal)</p> <p>WBC </p> <p>10.86 ribu/ul</p> <p>(Meningkat)</p> <p>Trombosit</p> <p>267 ribu/ul</p> <p>(Normal)</p> <p>RBC</p> <p>5.82 ribu/ul</p> <p>(Meningkat)</p> <p>PDW</p> <p>14.8 fl</p> <p>(Meningkat)</p> <p>RDW-CV</p> <p>12.3 %</p> <p>(Normal)</p> <p>MPV</p> <p>8.83 %</p> <p>(Normal)</p> <p>PCT</p> <p>0.2%Index</p> <p>MCV</p> <p>77.4 fl</p> <p>(Menurun)</p> <p>MCH</p> <p>25.0 pg</p> <p>(Menurun)</p> <p>MCHC</p> <p>32.3 %</p> <p>(Normal)Differential</p> <p>Basofil</p> <p>0.1 %</p> <p>(Menurun)</p> <p>Eosinofil</p> <p>4.6 %</p> <p>(Normal)</p> <p>Limfosit</p> <p>21.3 %</p> <p>(Menurun)</p> <p>Monosit </p> <p>8.2%</p> <p>(Meningkat)</p> <p>LED</p> <p>7</p> <p>2. CT BCFaal hemostasis-spesimen darah</p> <p>Waktu perdarahan 2 menit</p> <p>(Normal)</p> <p>Waktu pembekuan 10 menit(Normal)</p> <p>Hematologi ABX pentra 60-spesimen darah</p> <p>Gol. Darah</p> <p>B</p> <p>Rhesus faktor + (Positif)3. X-ray wrist dextra</p> <p>Gambar 2.1 X-Ray wrist</p> <p>2.7 Diagnosis1. Diagnosis dari segi biologis : An. A menderita close fracture radius dextra2. Diagnosis dari segi psikologis: hubungan An. A terjalin baik antara anggota keluarga, pasien diantar oleh ibu pasien saat berobat ke rumah sakit. Di rumah, pasien tinggal dengan ayah, ibu dan adik.3. Diagnosis dari segi sosial</p> <p>a. Personal : nyeri dan luka karena kecelakaan lalu lintasb. Harapan: ingin cepat sembuh c. Kekhawatiran:takut keluhannya semakin parahd. Klinis: close fracture radius dextrae. Resiko internal : psikologi, usiaf. Resiko eksternal: traumag. Fungsional : derajat 3 (sakit berat tapi masih mampu melakukan aktivitas ringan)2.8 ResumePasien an. A datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Islam Malang pukul 13.20 WIB dengan diantar ibu pasien. Pasien mengalami kecelakaan lalu lintas ketika mengendarai sepeda motor. Pasien mengalami luka pada daerah muka, kedua tangan dan kedua kaki. Pasien mengeluh nyeri yang sangat pada pergelangan tangan kanan dan pembengkakan pada kedua tangan kaki. Pasien tidak mengeluh pusing, mual maupun muntah. Dari pemeriksaan fisik didapatkan An. A kesakitan, kesadaran composmentis, GCS 456, BB 49Kg , TB 150 cm, TD 120/80 mmHg, Nadi 78 kali/menit, regular, RR 18 kali/menit, T 36.5 C, edema ekstremitas inferior, multiple vulnus ekskoriasi, nyeri antebrachiin dextra dan krepitasi (+). Hasil pemeriksaan laboratorium Hb normal, HCT normal, WBC meningkat, Trombosit normal, RBC meningkat, CT BC normal, golongan darah B dan pada foto x-ray didapatkan close fracture radius dextra.2.9 PenatalaksanaanA. Non Medikamentosa </p> <p> Pasang Spalk Puasa (pre op) Posisi supine Operasi B. Medikamentosa</p> <p> Infus RL 20 tpm Inj ketorolac 3X30 mg</p> <p> Inj ranitidine 2X50 mg</p> <p> Inj ondancentron 3X4 mg Inj morfin 2 mg iv</p> <p> Cefixime 2X100 mg</p> <p> Na diklofenak 1X50 mg</p> <p>2.10 Karakteristik Demografi KeluargaNama kepala keluarga</p> <p>: Tn. ENama pasien </p> <p>: An. AAlamat : Mt Haryono Lowokwaru MalangBentuk keluarga</p> <p>: nuclear familyTabel 2. Daftar anggota keluarga An. A yang tinggal dalam 1 rumah</p> <p>NoNamaKedu-</p> <p>DukanL/PUmurPendidikanPekerjaanPasien klinikKet.</p> <p>1.Tn. EKKL 37 thnSMPPenjual makananTidak-</p> <p>2.Ny. NIstri Tn.EP 35 thnSMPPenjual makananTidak-</p> <p>3.An. AAnak 1L13 thnSMPSiswa YaClose fracture radius dextra</p> <p>4.An. DAnak 2L4 thnTKSiswaTidak-</p> <p>Sumber: data primer, 27 Oktober 2014Kesimpulan:</p> <p>Keluarga An. A adalah nuclear family (keluarga inti adalah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak) tahap 4 yang terdiri atas 4 orang yang tinggal dalam satu rumah. Terdapat anggota keluarga yang sakit yaitu An. A, umur 13 tahun, beralamat di Lowokwaru . Diagnosis klinis pasien adalah close fracture radius dextra. Pasien adalah anak pertama dari dua bersaudara pasangan Tn. E dan Ny. N. </p> <p>2.11 Identifikasi Fungsi Keluargaa. APGAR Score </p> <p>1. Adaptasi</p> <p>Kemampuan anggota keluarga tersebut beradaptasi dengan anggota keluarga yang lain, serta penerimaan, dukungan dan saran dari anggota keluarga yang lain.</p> <p>2. Partnership</p> <p>Menggambarkan komunikasi, saling membagi, saling mengisi antara anggota keluarga dalam segala masalah yang dialami ol...</p>