Coal Collecting Project - Sop

  • Published on
    19-Jul-2015

  • View
    159

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE

2011

COAL COLLECTING PROJECTRISK ASSESSMENT :A. Menyusutnya Quantities (Tonnase). B. Menyusutnya Qualities (Kcal/kg).

RISK PROJECT ANALYSIS

:

A. Meyusutnya Quantities (Tonnase) dapat disebabkan oleh hal-hal tersebut dibawah : 1. Pemuatan keatas Truck langsir melampaui batas muatan sehingga muatan banyak yang tertumpah dijalan saat melangsir. 2. Kesalahan pada alat timbang (Truck Bridge Scale). 3. Human error pada saat menimbang (Incidence of deliberate or accidental). 4. Kebocoran pada alat angkut batubara sehingga banyak batubara yang berceceran di jalan pada saat melangsir. 5. Kesalahan pada alat muat batubara ke atas tongkang di port loading facilities yang mana antara lain sebagai berikut : Belt Conveyor mengalami tracking diluar pengawasan sehingga batubara diatasnya berceceran keluar samping kanan dan kiri Conveyor. Skirt rubber mengalami keausan sehingga batubara yang berada diatasnya keluar dari sisi skirt rubber tersebut dan berceceran disamping kanan dan kiri conveyor. Transfer Chute blocked sehingga mengalami overload dan sebagian batubara yang masuk kedalamnya keluar kembali tumpah keluar chute dan berserakan dibawah tail pulley dari pada conveyor tersebut. Terdapat kebocoran pada transfer chute sehingga sebagian batubara keluar dari chute tersebut. Scrapper yang ada pada head pulley dari pada conveyor loading mengalami keausan sehingga sebagian batubara berbalik kebelakang mengikuti return belt terutama di saat process batubara basah. Pengisian ke Feed Hopper yang kurang benar oleh alat berat sehingga sebagian batubara tertumpah keluar dari sisi-sisi hopper.

STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE

2011

Kesalahan pada saat pemuatan batubara ke atas tongkang sehingga sebagian batubara tertumpah dari sisi-sisi tongkang.

6. Hujan deras yang berlebihan sehingga menambah berat muatan truck langsir pada saat melangsir batubara ke port. 7. Dumping illegally di pertengahan jalan yang dilakukan oleh beberapa oknum didalam Coal Collecting Project. 8. Stock swapped illegally di tempat penumpukan terakhir sebelum diloading.

B. Menyusutnya Qualities (kcal/kg) dapat disebabkan oleh hal-hal berikut dibawah : 1. Batubara tertumpuk terlalu lama di tempat penumpukan (Stockpile) di Feed Stockpile ataupun di Port Stockpile yang mana dapat mengakibatkan terjadinya pemanasan diawal dan akibatnya kalori batubara mengalami penyusutan. Resiko ini muncul ketika jumlah panas yang dihasilkan oleh reaksi oksidasi melebihi jumlah panas yang dibuang (didisipasikan) ke lingkungan, melalui konduksi, konveksi atau radiasi. 2. Batubara terkontaminasi oleh material-material pengotor yang datang dari luar seperti debu yang terbawa oleh angin, tanah liat yang melengket di ban / track alat berat dan truck langsir, lumpur yang dibawa oleh air, dan material kotor lainnya. 3. Kesalahan disaat produksi (Incidence of deliberate or accidental) yang mana terjadi kesalahan pencampuran antara material bermutu tinggi dengan material bermutu rendah sehingga merusak target mutu batubara yang diharapkan. 4. Kesalahan disaat memuat batubara keatas truck langsir yang mana material floor (landasan) ikut ter-scrap dan ikut termuat kedalam truck dan terbawa ke port. 5. Illegally blending of coal type yang dilakukan oleh oknum-oknum hauling crew atau barge loading crew. 6. The illegally exchange of coal type yang terjadi ditengah jalan yang dilakukan oleh oknum-oknum Coal Hauling Project. 7. The illegally exchange of coal type yang terjadi di Port Loading Facility yang dilakukan oleh oknum-oknum barge loading crews.

STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE

2011

8. Kesalahan disaat memuat batubara kedalam feed hopper yang mana material floor (landasan) ikut ter-scrap dan ikut terbawa masuk kedalam tongkang.

PROCEDURE TO BE FOLLOWEDA. Menyusutnya Quantities (Tonnase) : 1. Pengisian truck langsir jangan terlalu melebihi kapasitas muatan. 2. Muatan truck harus dipadatkan agar tidak tercecer di perjalanan. 3. Perhatikan pintu belakang dump / bak truck telah tertutup rapat. 4. Jika memungkinkan truck harus dilakukan timbang kosong sebelum truck di muat. Timbang kosong adalah sesuatu hal terpenting yang harus dilakukan sebelum truck di isi batubara bahkan hal ini bisa dikategorikan dalam hal yang lebih penting di bandingkan timbang disaat muatan, sebab disaat truck kosong tidak dapat diketahui apa isi didalam bak truck tersebut lain halnya dengan truck bermuatan yang mana muatannya dapat di baca dengan perkiraan fisik muatannya. 5. Timbangan harus tetap bersih jangan sampai terdapat beban diatasnya. 6. Pastikan timbangan harus selalu dalam posisi zero (0.000). 7. Jangan sesekali meninggalkan ruang monitor timbangan, jika mendapat halangan yang mengharuskan keluar dari ruangan pastikan harus ada pengganti yang benar-benar dapat dipercaya, jika tidak ada pengganti usahakan keluar ruangan disaat tidak ada lagi truck yang menimbang. 8. Perhatikan selalu monitor timbangan dan pastikan sesuai dengan Surat Kirim yang tulis oleh Operator Timbangan. 9. Disaat menimbang perhatikan juga kondisi fisik muatan truck apakah sudah sesuai dengan angka yang tertera di layar monitor timbangan atau tidak. Dengan asumsi rumus perkalian adalah : 6.50 x 2.00 x 1.60 m = 20.80 m3

STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE20.80 m3 x 0.4 = 8.32 m3 20.80 m3 + 8.32 m3 = 29.12 m3 (rata-rata per unit per rata bak)

2011

10.Pastikan bahwa semua truck langsir membuang / mendamping seluruh cargo yang ada diatasnya pada saat ditempat akhir pembuangan. 11.Lakukan rutinitas pemeriksaan pada loading plant yang ada di port loading facility untuk memastikan bahwa tidak ada batubara yang tertumpah disisi conveyor. 12.Perhatikan cara alat berat disaat melakukan pengisian batubara kedalam Feed Hopper dan pastikan bahwa telah dilakukan pengisian dengan benar dan tidak ada batubara yang tercecer disisi-sisi hopper. 13.Perhatikan bahwa batubara yang masuk keatas tongkang tidak tertumpah keluar dari dinding pembatas muatan. 14.Jika melakukan stock cargo di port loading facility atau dimanapun jangan sesekali stock tersebut ditinggalkan tak bertuan sebab adalah sangat riskan akan terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan. 15.Hentikan langsir batubara jika terjadi hujan yang sangat lebat dalam jangka waktu yang lama karena air akan menambah berat beban muatan yang ada didalam truck tersebut.

B. Menyusutnya Qualities (Kcal/kg). 1. Perlu adanya analisa kualitas batubara sebelum batubara dilangsir untuk memastikan feed quality sesuai dengan yang diminta. Minimal perlu ada salah satu orang di crew hauling project yang benarbenar mengerti atau terbiasa dengan qualitas batubara minimal orang mempunyai pengalaman kerja di coal laboratories agar dapat dijadikan project protection jika suatu saat nanti terjadi perselisihan jual beli. 2. Perlu adanya pengawasan yang ketat disaat batubara dimuat keatas truck langsir untuk menghindari terjadinya termuatnya bedding coal keatas truck dan untuk menghindari adanya illegal blending. 3. Perlu adanya pengawasan yang ketat diarea-area yang mana dicurigai akan terjadinya illegally exchange of cargo. 4. Perlu adanya pengawasan yang ketat di port loading facility yang mana sangat riskan terjadinya illegally blend of coal type atau illegally exchange type of coal.

STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE

2011

5. Jika melakukan stock cargo diperlukan seorang pengawas selama cargo belum dimuat ke atas tongkang untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 6. Jangan menumpuk batubara terlalu lama sebab hampir semua jenis batubara yang kontak langsung dengan atmosfir akan rusak yang diakibatkan oleh iklim yang mana faktanya adalah pembakaran spontan (pembakaran yang terjadi dengan sendirinya). Pembakaran spontan terjadi karena adanya reaksi kimia atau yang disebut juga dengan reaksi eksotermis yang mana panas yang terjadi adalah akibat dari reaksi oksidasi antara permukaan batubara dengan udara melalui konduksi, konveksi atau radiasi. 7. Perhatikan tongkang yang sandar dan pastikan bahwa tongkang benarbenar kosong dan tidak ada materials lain yang dapat merusak kualitas batubara. 8. Perhatikan disaat alat berat melakukan pengisian feed hopper yang ada pada loading plant di port pastikan bahwa materials landasan stockpile tidak ikut ter-scrap dan ikut masuk kedalam feed hopper. 9. Laporkan segera ke atasan anda jika anda mengalami situasi diluar kemampuan dan wewenang anda untuk mendapatkan solusi selanjutnya. 10.Kejujuran anda sangat diharapkan dalam menjalankan proyek ini.