Complete Report

  • Published on
    13-Jul-2015

  • View
    949

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

<p>METODOLOGI PENELITIAN KUALITATIF PROF. Dr. dra. Sudarti Kresno, SKM, MA SEMESTER 3/ 2008</p> <p>Laporan Penelitian Study Pemanfaatan Posyandu Di Kel. Cipinang Muara kec. Jatinegara Kodya Jakarta Timur, Tahun 2007</p> <p>ANGGOTA: ASMILIA MAKMUR 0706188593 INDA TORISIA HATANG 0706256354</p> <p>PROGRAM MAGISTER - PKIP FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS INDONESIA 2008</p> <p>DAFTAR GAMBAR Gambar 1: Alur Penyelenggaraan Posyandu Gambar 2: Jalur dan Jenjang Pendidikan Nasional Dalam UU No. 20 Tahun 2003 Gambar 3: Kerangka Teori Gambar 4: Kerangka Konsep Gambar 5: Gambaran Informan Penelitian Gambar 6: Peta kelurahan di Kodya Jakarta Timur</p> <p>iv</p> <p>DAFTAR ISI Daftar Isi .i Daftar Tabel ..iii Daftar Gambar ..iv BAB I Pendahuluan .1 1.1 Latar Belakang..1 1.2 Rumusan Masalah Penelitian7 1.3 Tujuan penelitian..7 1.4 Manfaat Penelitian....8 1.5 Paradigma Penelitian....9 1.6 Ruang Lingkup Penelitian.9 BAB II Tinjauan Pustaka ..................................................................................... 10 2.1 Konsep Dasar balita.....................................................................................................10 2.2 Posyandu......................................................................................................................13 2.2.1 Konsep Dasar Posyandu...............................................................................13 2.2.2 Acuan Pembentukan Posyandu.....................................................................17 2.2.3 Gebyar Posyandu 27 Propinsi DKI Jakarta.....18 2.2.4 Pengintegrasian Posyandu PAUD..20 2.3 Determinan Perilaku Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan............................................22 2.4 Penelitian tentang pemanfaatan pelayanan posyandu.................................................24 BAB III Kerangka Konsep dan Definisi Istilah ...................................................2 7 3.1 Kerangka Konsep........................................................................................................27 3.2 Definidsi Istilah...........................................................................................................29 BAB IV Metode Penelitian ..................................................................................... 30 4.1. Disain Penelitian.........................................................................................................30 4.2 Informan.......................................................................................................................30 4.3 Tempat dan Waktu.......................................................................................................34 i</p> <p>4.4 Pengumpulan Data.......................................................................................................34 4.5 Cara Pengolahan dan Analisis Data.............................................................................34 BAB V Hasil penelitian ...................................................................................... 35 5.1 Gambaran Lokasi Penelitian.....................................................................................35 5.2 Karakteristik Sosio Demografi Informan..................................................................37 5.3 Gambaran Pelaksanaan Posyandu Terintegrasi PAUD di Cipinang Muara..............39 5.4 Pengetahuan Informan Tentang Posyandu.42 5.5 Persepsi Informan..44 5.6 Kebutuhan Informan Terhadap Posyandu44 5.7 Fasilitas Alat Permainan Edukatif (APE) di PAUD....45 5.8 Sumber Daya Keluarga/ Penghasilan ..........................................................................45 5.9 Faktor Penghambat dan Pendorong ke Posyandu........................................................45 5.10 Faktor Penghambat PAUD..........................................................47 dan Pendorong ke</p> <p>BAB VI</p> <p>Pembahasan .............................................................................................. 48 6.1 Keterbatasan Penelitian...............................................................................................48 6.2 Gambaran Pemanfaatan Pelayanan Posyandu............................................................49 6.3 Karakteristik Umur, Pendidikan dan Pekerjaan...........................................................50 6.4 Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Pemanfaatan Posyandu...................................51 6.5 Faktor Pendorong/ Penghambat Pemanfaatan Posyandu ............................................55 BAB VII Kesimpulan dan Saran ............................................................................ 56</p> <p>7.1 Kesimpulan..................................................................................................................56 7.2 Saran...........................................................................................................................56 Daftar Pustaka ............................................................................................................ ..... Lampiran lampiran .................................................................................................. .... ii</p> <p>DAFT AR PUSTAKA 1. Yuli Mulyadi, Pariaman, 2008 2. Notoatmodjo, S.Prof.Dr., Jakarta, 2007 3. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Tahun 2006 4. Notoatmodjo, Jakarta, 2006 6. Departemen Kesehatan, 7. Unicef, 8. Sukiman, 9. Sambas, G, Pedoman Umum Pengelolaan Posyandu , Jakarta, 2006 , Buletin Modul kegiatan Taman Posyandu , Jakarta, 2005 Acuan Penyelenggaraan BKB-Posyandu Terintegrasi PADU Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi , Rineka Cipta, Jakarta, 2005 Pedoman Teknis Penyelenggaraan Pos PAUD , 5. Departemen Pendidikan Nasional, Buku Kesehatan Ibu dan Anak , Jakarta, Promosi Kesehatan &amp; Ilmu Perilaku , Rineka Cipta, Pemanfaatan Posyandu Lansia di Wilayah kerja PKM Naras , Kota</p> <p>PADU Jurnal Ilmiah Anak Dini Usia, Vol 4 No.1 April, 2005 Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kunjungan Ibu-ibu Anak ke Pedoman Umum Revitalisasi Posyandu di Kelurahan Bojongherang , Kabupaten Cianjur, Tahun 2002 10. Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah, Posyandu, 2001 11. Thaha. M.Ridwan, Hubungan Pengetahuan, Sikap Dengan Praktek Penggunaan Posyandu Oleh Balita di Kotamadya Ujung Pandang , Tahun 1990 12. Pradianto, T, Faktor-faktor Yang mempengaruhi Ketidakhadiran Ibu Balita Dalam Penggunaan Posyandu , Kecamatan Bogor Barat, Tahun 1989 13. Hutagalung, S, Tahun 1992 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Ibu Dalam , Propinsi Sulawesi Tengah, Menimbangkan Anaknya di Posyandu di Kotip Palu</p> <p>DAFTAR TABEL Tabel 1: Data SKDN Provinsi DKI Jakarta Tahun 2007 Tabel 2: Data Status Gizi balita Ditimbang di Provinsi DKI Jakarta tahun 2007 Tabel 3: Data Balita Kurang Gizi dan Gizi Buruk di Wilayah Kerja Puskesmas Jatinegara Tahun 2005 2007 Tabel 4: Persentase D/S Posyandu di Wilayah kerja Puskesmas Jatinegara Tahun 2005 2007 Tabel 5: Persentase D/S Posyandu di Wilayah kerja Puskesmas Jatinegara Menurut Kelurahan Tahun 2006 2007 Tabel 6: Jumlah kader dan Posyandu Wilayah kerja Puskesmas Jatinegara Menurut Kelurahan Tahun 2006 2007 Tabel 7: Persentase D/S Posyandu di 12 RW Kelurahan Cipinang Muara Tahun 2007 Tabel 8: Sumber informasi, Metode Pengambilan Data dan Jumlah Informan Penelitian Tabel 9: Karakteristik Informan dan Informan Kunci</p> <p>iii</p> <p>BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Posyandu adalah salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi (Depkes RI, 2006). Meskipun posyandu bersumber daya masyarakat, pemerintah tetap ikut andil terutama dalam hal penyediaan bantuan teknis dan kebijakan. Kebijakan terkait posyandu terbaru adalah Surat Edaran Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah tertanggal 13 Juni 2001 tentang Pedoman Umum Revitalisasi Posyandu. Salah satu indikator keberhasilan revitalisasi posyandu adalah meningkatknya status gizi anak sehingga jumlah anak yang berat badannya tidak naik semakin menurun. Kasus kurang gizi dan gizi buruk terkadang sulit ditemukan di masyarakat, salah satu penyebabnya adalah karena si ibu tidak membawa anaknya ke pusat pelayanan kesehatan. Akibatnya bermunculan berbagai kasus kesehatan masyarakat bermula dari kekurangan gizi yang terlambat terdekteksi pada banyak balita seperti diare, anemia pada anak, dan lain-lain di beberapa provinsi di Indonesia. Kondisi ini juga ternyata melanda provinsi DKI Jakarta pada sekitar awal tahun 2005. Angka Kematian Ibu (AKI) Indonesia masih cukup tinggi. Menurut Survei Kesehatan Demografi Indonesia (SDKI) tahun 2002 2003 AKI untuk periode tahun 1998-2002, adalah sebesar 307 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan Angka kematian bayi (AKB) Indonesia terjadi turun naik. Tahun 1997 AKB mencapai 46 per 1000 kelahiran hidup, kemudian tahun 2002 menurun menjadi 35 per 1000 kelahiran hidup (SDKI, 2002). Dari Susenas 2004 hasil perhitungan AKB dengan Mortpak 4 adalah adalah 52 per 1000 kelahiran hidup. Selain itu di didapati juga data Susenas 2004 memperoleh perkiraan Angka Kematian Balita sebesar 74 per 1000 balita, dengan referensi waktu Mei 2002.</p> <p>-1-</p> <p>Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI melalui Surat Nomor: 443/1334/SJ tanggal 8 Juni 2005, tentang Progam-program Kesehatan Dasar dan Penyakit Menular antara lain meminta untuk segera melakukan revitalisasi dan optimalisasi Posyandu. Dalam surat tersebut, Mendagri meminta agar Pemerintah Provinsi segera mengembangkan langkahlangkah kegiatan antara lain meningkatkan kualitas kemampuan dan ketrampilan Kader, meningkatkan pemenuhan kelengkapan sarana dan prasarana, meningkatkan fungsi pendampingan dan kualitas pembinaan, serta meningkatkan peranserta masyarakat, kemitraan dengan swasta dan dunia usaha. Menindaklanjuti SE Mendagri di atas serta menyadari peran Posyandu yang demikian strategis dalam mendeteksi secara dini berbagai persoalan KB, Kesehatan Ibu dan Anak serta kesehatan masyarakat, maka Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi DKI Jakarta sebagai unsur utama Pembina Posyandu berdasarkan SK Gubernur No. 2251 Tentang Gebyar Posyandu telah melakukan serangkaian kegiatan revitalisasi Posyandu melalui penyelenggaraan Program Perkuatan Pos Pelayanan KB Kesehatan Terpadu Provinsi DKI Jakarta bekerjasama dengan berbagai mitra strategis baik instansi pemerintah dan swasta maupun masyarakat yang dikenal dengan Gebyar Posyandu 27 Provinsi DKI Jakarta (Tim Adhoc Gebyar Posyandu, 2005) Gebyar Posyandu 27 Provinsi DKI Jakarta adalah pelayanan di seluruh Posyandu yang ada di DKI Jakarta yang dilakukan secara serentak pada tanggal 27 Desember 2005. Tujuannya penyeragaman hari buka posyandu ini adalah berupa syok terapi untuk menyegarkan kembali baik seluruh unsur pembina maupun masyarakat tentang pentingnya keberadaan Posyandu serta pemanfaatannya sebagai sarana pelayanan kesehatan dasar masyarakat sekaligus membentuk image bahwa setiap tanggal 27 adalah hari posyandu. Berbagai pelayanan kesehatan tersedia di posyandu; pelayanan penimbangan Balita, pelayanan gizi, pemberian vitamin dan pelayanan KB. Dari laporan pelaksanaan Gebyar Posyandu 27 pada tanggal 27 Desember 2005 yang lalu, di DKI Jakarta tercatat cakupan balita yang memiliki KMS (K/S) adalah sebesar 76,92%. Cakupan Balita yang ditimbang (D/S) adalah 50,45%, sedangkan cakupan Balita yang naik berat badannya (N/D) adalah 53,21% .</p> <p>-2-</p> <p>Tabel 1: Data SKDN Provinsi DKI Jakarta Tahun 2007 KOTAMADYA S K D N JUMLAH</p> <p>Jakarta Pusat 60.103 51.356 31.986 17.331 Jakarta Utara 95.306 71.622 49.176 27.642 Jakarta Barat 114.918 82.921 50.674 23.074 Jakarta Selatan 126.368 94.747 70.839 37.689 Jakarta Timur 155.756 123.140 74.969 41.956 Kep. Seribu 1.324 2.160 1.727 950 JUMLAH 553.775 425.946 279.371 148.642 Dari 279.371 balita yang ditimbang, tercatat sebesar 21.300 (7,62%) balita dengan status kurang gizi dan 5.993 (2,14%) balita dengan status gizi buruk, dapat dilihat dalam tabel berikutnya. Tabel 2: Data Status Gizi Balita Ditimbang di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2007 JUMLAH BALITA KOTAMADYA D JUMLAH % JUMLAHGIZI GIZI BURUK KURANG % Jakarta Pusat 31.986 3.008 9,40 907 2,84 Jakarta Utara 49.176 4.044 8,22 1.127 2,29 Jakarta Barat 50.674 4.831 9,53 1.505 2,97 Jakarta Selatan 70.839 4.119 5,81 945 1,33 Jakarta Timur 74.969 5.070 6,76 1.461 1,95 Kep. Seribu 1.727 228 13,20 48 2,78 JUMLAH 279.371 21.300 7,62 5.993 2,14</p> <p>-3-</p> <p>Dari tabel 1 terdapat ju mlah Balita yang ditimbang adalah 155.756 orang di Jakarta Timur pada tahun 2007, dan didapati D/S 48,13%, dan 6,76% kurang gizi dan 1,95 gizi buruk. Jakarta Timur memiliki 11 kecamatan. Salah satunya adalah Kecamatan Jatinegara yang memiliki 8 Kelurahan. Alasan pemilihan kecamatan Jatinegara dipilih menjadi area penelitian adalah Jatinegara merupakan salah satu kecamatan yang kunjungan Balita ke posyandu jauh di bawah standar, yaitu 46,5%. Kec. Jatinegara memiliki 96 posyandu yang tersebar di 8 kelurahan. Berikut data kurang gizi, gizi buruk dan D/S posyandu di Jatinegara tahun 2005 2007.</p> <p>Tabel 3: Data Balita Kurang Gizi dan Gizi Buruk di Wilayah Kerja PKM Jatinegara Tahun 2005 2007 Persentase Tahun Kurang Gizi Gizi Buruk 2005 17,26 1,58 2006 1,8 0,6 2007 2,5 0,5 Salah satu indikasi pemanfaatan pelayanan kesehatan adalah keaktifan kedatangan masyarakat ke pusat pelayanan tersebut yang dalam hal ini spesifik kepada pemanfaatan pelayanan posyandu. Penelitian ini akan meneliti keaktifan anak datang ke posyandu atau keaktifan orangtua membawa anaknya ke posyandu yang mana dapat dilihat dari trend partisipasi masyarakat yang tergambar dari perbandingan antara jumlah anak yang ditimbang dibandingkan dengan seluruh anak yang berada di wilayah tersebut atau D/S. Berikut cakupan kunjungan posyandu di Jatinegara:</p> <p>-4-</p> <p>Tabel 4: Persentase D/S Posyandu Wilayah Kerja PKM Jatinegara Tahun 2006 2007 Tahun D/S 2006 61,2 2007 46,5 Di wilayah kerja Puskesmas Jatinegara, terdapat 1 kelurahan yang terjadi penurunan pada D/S pada tahun 2007 dan mengalami penurunan yang paling ekstrim yaitu sebesar 26% dibandingkan 1 tahun sebelumnya, yaitu Kelurahan Cipinang Muara. Kelurahan Cipinang Muara memiliki 12 posyandu dan semua posyandu di sana telah terintegrasi PAUD. Pelaksanakan hari buka posyandu H 3 tanggal 27. Posyandu teritegrasi PAUD merupakan program dari Depdiknas RI yang ingin menyasar anak-anak di posyandu agar mendapatkan pendidikan usia dini selain dari mendapatkan pelayanan/ perawatan kesehatan di posyandu. Pada sebagian posyandu teritegrasi PAUD di kabupaten lain, keberadaan PAUD telah berdampak positif terhadap kunjugan Balita ke posyandu terutama anak berusia 2-6 tahun ( Kartika Soekarno Foundation, 2008). Berikut cakupan kunjungan posyandu di wilayah kerja PKM Jatinegara:</p> <p>Tabel 5: Persentase D/S Posyandu Wilayah Kerja PKM Jatinegara Menurut Kelurahan Tahun 2006 dan 2...</p>