Dasar-dasark31 - Ooo Juga

  • Published on
    18-Dec-2015

  • View
    223

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

k3 ooo juga

Transcript

<ul><li><p>UTAMAKAN K3</p></li><li><p>DASAR-DASAR K3OLEH :IR. H.MUHAMMAD SUGIYONOWELCOME TO</p></li><li><p>NAMA : IR. H.M. SUGIYONOTTL : PACITAN, 13 JUNI 1955 ALAMAT: RT.022/RW.006,DS.WAYUT,JIWAN, MADIUN, TLP.08123445588,0351457464 RIWAYAT PEKERJAAN : Tahun 1981-1995 : Depnaker Madiun Tahun 1996-2000 : Depnaker Malan g Tahun 2000 : Depnaker Madiun Tahun 2000 : Depnaker Ponorogo Tahun 2001-2005 : Dinsosnaker Ngawi Tahun 2006-2011 : DPU Pengairan Ngawi (Pensiun)</p><p>RIWAYAT PENDIDIKAN/DIKLAT :Pendidikan terakhir : S1 (Teknik Mesin) tahun 1986 Diklat Inspektur K3 Umum (6 bln), Jakarta tahun 1982Fire Safety training (4 hr),Semarang tahun1987 (ILO)K3 Kimia &amp; Pengendalian bahaya Potensial (10 hr),Surabaya tahun 1989(ILO)In service training K3 Kimia &amp; Pengendalian bahaya potensial, tahun 1990.Penyuluh P2K3 (4 hr) Surabaya tahun 1990Inspektur Spesialis K3 Pesawat uap dan Bejana tekan (2 bln) Jakarta ,1993Fasilitator P2K3 (3 hr) Surabaya, tahun 1994Bimtek Penerapan SMK3 (4 hr) ,Surabaya tahun 1989Diklat PPNS (2 bln) SPN Mojokerto tahun 1998.Seminar K3 baik Regional maupun NasionalSebagai instruktur Diklat Sertifikasi keahlian bidang K3</p><p> t</p></li><li><p> FOTO KELUARGA:IR. H.M. SUGIYONOSUKARYANTI ,S.Pd (Isteri)AGUS MUNARSO,SE (Menantu)RETNO.W, SKM,M.KES (Anak)FATHIA .Z Y ( Cucu pertama )NAJWA. A.H ( Cucu kedua )</p></li><li><p> APA YANG ANDA PIKIRKAN SAAT PERTAMA KALI ANDA AKAN MEMASUKI MALL/SUPER MARKET,HOTEL LANTAI 10 DAN GEDUNG BIOSKOP ?</p></li><li><p>JENJANG KEBUTUHAN MANUSIA ( ABRAHAM MASLOW )</p><p> V Self actualization needs ( Eksistensi )</p><p> IV Self esteem needs ( Penghargaan / harga diri )</p><p> III Social needs ( Kemasyarakatan )</p><p> II Protection needs ( Perlindungan )</p><p> I Physiological needs ( Kebutuhan fisik )</p></li><li><p>PROTECTION/SAFETY/SECURITY NEEDS MERUPAKAN KEBUTUHAN TERBESAR MANUSIA</p><p> A ACTUALIZATION NEEDS E ESTEEM NEEDS S SOCIAL NEEDS P PROTECTION NEEDS PH PHISIOLOGICAL NEEDS</p></li><li><p> I. LATAR BELAKANGINDUSTRIALISASI SEMAKIN MAJU DITANDAI ANTARA LAIN DENGAN MEKANISASI, ELEKTRIFIKASI DAN MODERNISASI DENGAN PENGGUNAAN MESIN-MESIN,PESAWAT-PESAWAT,INSTALASI-INSTALASI MODERN SERTA BAHAN BERBAHAYA.HAL TERSEBUT DIATAS DISAMPING MEMBERI KEMUDAHAN PROSES PRODUKSI DAPAT PULA MENAMBAH JUMLAH DAN RAGAM SUMBER BAHAYA DI TEMPAT KERJA.DALAM HAL LAIN AKAN TERJADI PULA LINGKUNGAN KERJA YANG KURANG MEMENUHI SYARAT, PROSES DAN SIFAT PEKERJAAN YANG BERBAHAYA, SERTA MENINGKATKAN INTENSITAS OPERASIONAL TENAGA KERJA.DAMPAKNYA MENDORONG MENINGKATNYA MAUPUN TINGKAT KESERIUSAN KECELAKAAN KERJA, PENYAKIT AKIBAT KERJA DAN PENCEMARAN LINGKUNGAN. </p></li><li><p>TUJUAN K3SETIAP TENAGA KERJA DAN ORANG LAIN YANG BERADA DI TEMPAT KERJA MENDAPAT PERLINDUNGAN ATAS KESELAMATANNYA;</p><p>SETIAP SUMBER PRODUKSI DAPAT DIPAKAI DAN DIPERGUNAKAN SECARA AMAN DAN EFISIEN;</p><p>PROSES PRODUKSI BERJALAN LANCAR</p></li><li><p>MENGAPA KITA BELAJARK3</p></li><li><p> TUJUAN INSTRUKSIONALA. UMUM :Mampu menjelaskan tentang pengertian K3,arti pentingnya K3,dan tujuan K3.Mampu menjelaskan teknik pencegahan dan penanggulangan K3 secara umum serta analisa tentang kecelakaan di tempat kerjaMampu menerapkan K3 di tempat kerja.B. KHUSUS :Untuk mendapatkan pengertian dan persepsi serta tindakan yang sama tentang K3.Untuk mempersiapkan dan menghasilkan tenaga-tenaga pelaksana yang mampu melaksanakan K3 di tempat kerja</p></li><li><p>III. DASAR HUKUMUndang-Undang Dasar RI 1945.Undang-Undang RI Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Undang-Undang RI Nomor 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja</p></li><li><p>IV. PENGERTIAN ISTILAH</p><p>HAZARD ( Potensi bahaya )</p><p> Suatu keadaan yang memungkinkan atau dapat menimbulkan kecelakaan/kerugian berupa cidera,penyakit,kerusakan atau kemampuan melaksanakan fungsi yang telah ditetapkan</p></li><li><p>MENGENAL POTENSI BAHAYA (Hazard)AWAS BAHAYAMETHODE IDENTIFIKASI BAHAYA</p><p>System monitory/check listSafety ReviewPreleminary Hazard Analysis (PHA)Fault Tree Analysis (FTA)Inspection</p></li><li><p>JENIS POTENSI BAHAYAELECTRICAL HAZARDSMECHANICAL HAZARDSPHYSICAL HAZARDSCHEMICAL HAZARDSPHYSIOLOGICAL HAZARDSBIOLOGICAL HAZARDSERGONOMIC</p></li><li><p>JENIS POTENSI BAHAYASemua potensi bahaya yang berhubungan dengan listrik(pembebanan lebih,bocoran isolasi/arus dll)PHYSICAL HAZARDS :Penerangan,suhu udara,kelembaban,kecepatan udara,tekanan,getaran mekanik,radiasi dll.</p><p>ELECTRICAL HAZARDS :</p></li><li><p>CHEMICAL HAZARDS :Bahan kimia yang berupa gas,uap,debu, kabut,awan, cairan,dan benda-benda padatMECHANICAL HAZARDS :Bahaya yang timbul dari konstruksi, mesin, alat,pesawat/instalasi PHYSIOLOGICAL HAZARDS :Bahaya yang timbul dari beban kerja,sikap dan cara kerja,cara mengangkat/mengangkut beban yang salah</p></li><li><p>PHYSIOLOGICAL HAZARDS:</p><p>Bahaya yang timbul dari beban kerja,sikap dan cara kerja (cara mengangkat/mengangkut beban yang salah,cara kerja yang mengakibatkan hamburan debu dan serbuk logam,percikan api,tumpahan bahan berbahaya dan beracun,serta memakai alat pelindung diri yang salah ).</p></li><li><p>BIOLOGICAL HAZARDS :</p><p>Bahaya dari jazad renik,serangan/hewan lain di tempat kerja, berbagai macam penyakit yang timbul seperti : infeksi,alergi,dan gigitan binatang yang menimbulkan berbagai macam penyakit</p></li><li><p>ERGONOMIC :Gangguan yang bersifat faal karena beban kerja yang terlalu berat, peralatan kerja yang tidak sesuai dan serasi dengan tenaga kerja, kecepatan ban berjalan yang tidak sesuai dengan operator yang melayani</p></li><li><p>DANGER( Tingkat bahaya ) Ialah merupakan ungkapan adanya potensi bahaya secara relatif. Kondisi yang berbahaya mungkin saja ada,akan tetapi dapat menjadi tidak begitu berbahaya manakala telah dilakukan upaya /tindakan pencegahan</p></li><li><p>RISK( Resiko )Ialah menyatakan kemungkinan terjadinya kecelakaan/kerugian pada periode waktu tertentu atau siklus operasi tertentu.</p></li><li><p>INSIDENT( Kejadian )Kejadian yang tidak diinginkan yang dapat dan telah mengadakan kontak dengan sumber energi melebihi nilai ambang batas badan atau struktur .</p></li><li><p>ACCIDENT( Kecelakaan ) Suatu kejadian yang tidak diduga semula dan tidak dikehendaki yang mengacaukan proses yang telah diatur suatu aktivitas dan dapat menimbulkan kerugian baik korban manusia dan atau harta benda.</p></li><li><p>SAFE( Aman / selamat ) Kondisi tiada ada kemungkinan malapetaka (bebas dari bahaya). </p></li><li><p>UNSAFE ACTION( Tindakan tak aman )Suatu pelanggaran terhadap prosedur keselamatan yang memberi peluang terhadap terjadinya kecelakaan</p></li><li><p>UNSAFE CONDITIONSUATU KONDISI FISIK ATAU KEADAAN BERBAHAYA YANG MUNGKIN DAPAT MENGAKIBATKAN TERJADINYA KECELAKAAN</p></li><li><p>DEFINISI K3</p><p>SECARA ETIMOLOGI : </p><p> Memberikan upaya perlindungan yang ditujukan agar tenaga kerja dan orang lain di tempat kerja selalu dalam keadaan selamat dan sehat dan agar setiap sumber produksi perlu dipakai dan digunakan secara aman dan efisien.</p></li><li><p>2. SECARA FILOS0FI Suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budayanya menuju masyarakat adil dan makmur .</p></li><li><p>3. SECARA KEILMUAN Ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja</p></li><li><p>PARADIGMA BARU K3 : Pada era global ini tuntutan produk yang berkualitas dan aman akan menjadi salah satu persyaratan dalam meningkatkan daya saing di pasar bebas.Adanya tuntutan produk berkualitas tidak lepas dari permasalahan K3 yang dikaitkan dengan hambatan teknis dalam era globalisasi perdagangan.Perlunya suatu tempat kerja untuk mencegah problem sosial yang timbul akibat kurangnya penerapan K3.</p></li><li><p>Tantangan K3 dalam era perdagangan bebas tertuang dalam PERJANJIAN GAT T 1994 : Negara Anggota tidak boleh membuat ketentuan teknis yang dapat menghambat masuknya barang-barang dari negara anggota kecuali bagi hal yang menyangkut kepada masalah K3</p></li><li><p>K3 DALAM UU.NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAANHak pekerja/buruh memperoleh perlindungan atas : 1. Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( K3 ) 2. Moral dan kesusilaan 3. Perlakuan sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai agamaUntuk melindungi keselamatan pekerja/buruh guna mewujudkan produktivitas yang optimal diselenggarakan UPAYA K3........ ( pasal 86 )Setiap perusahaan wajib menerapakan Sistim Manajemen K3 (SMK3) yang terintegrasi dengan SM Perusahaan. ............. ( pasal 87)</p></li><li><p>V. SEJARAH K3Sejak jaman purba,manusia dengan akal pikirannya berusaha mencegah terulangnya kecelakaanTatkala revolusi industri,sewaktu umat manusia dpt.memanfaatkan hukum alam dan dipelajari sehingga menjadi ilmu penegetahuan yang dpt diterapkan secara praktis.Penerepan IP tsb. dimulai abad 18 dengan munculnya industri tenun,penemuan ketel uap untuk keperluan industri yang mengandung resiko peledakan karena adanya tekanan.</p></li><li><p>Menyusul revolusi listrik,tenaga atom dan penemuan-penemuan baru di bidang iptek disamping bermanfaat, dapat merugikan dalam bentuk resiko kecelakaan apabila tidak disertai dengan pemikiran tentang upaya K3.Kurang lebih 1700 tahun sebelum Masehi Raja Hamurabi kerajaan Babylonia dalam Undang-Undang nya menyatakan :Bila seorang ahli bangunan membuat rumah untuk seseorang dan pembuatannya tidak dilaksanakan dengan baik sehingga rumah tersebut roboh dan menimpa pemilik rumah hingga mati, maka ahli bangunan tersbut dibunuh</p></li><li><p>Jaman Mosai 5 abad setelah Hamurabi :Ahli banguna pertanggung jawab atas keselamatan pelaksana dan pekerja dengan menetapkan pagar pengaman pada setia sisi luar atap rumah.Kurang lebih 80 tahun sesudah Masehi, Plinius seorang ahli dari Roma mensyaratkan agar pekerja tambang memakai topi baja.</p></li><li><p>Sejak revolusi industri di Inggris yang disusul negara-negara lainnya banyak terjadi kecelakaan yang membawa korban. Pengusaha pada waktu itu berpendapat : Bahwa kecelakaan itu bagian resiko pekerjaan yang harus ditanggung oleh pekerja sendiri Pada mulanya tidak ada langkah yang diambil untuk mengurangi kecelakaan dan penderitaan korban. Banyak orang berpendapat bahwa hal tersebut merupakan tindakan yang tidak manusiawi</p></li><li><p>Para pekerja mendesak pengusaha untuk memgambil langkah-langkah yang positif untuk menanggulangi masalah tersebut.Yang diusahakan pertama-tama adalah memberikan perawatan kepada para korban dimana motifnya berdasarkan perikemanusiaan</p></li><li><p>AWAL GERAKAN PENCEGAHAN KECELAKAAN Di Amerika Serikat diberlakukan UU Works Compensation Law Th.1908,dimana disebutkan tidak memandang apakah kecelakaan tersebut kesalahan si korban atau tidak, yang bersangkutan mendapat ganti rugi,jika terjadi didalam hubungan kerjaDi Inggris pada mulanya aturan perundangan hampir sama,namun harus dibuktikan bahwa kecelakaan terjadi bukan karena kesalahan korban. Akhirnya UU tsb. Dirubah tanpa memandang apakah korban salah atau tidak</p></li><li><p>INDUSTRIAL ACCIDENT PREVENTION H.W. HEINRICH ( 1931 )</p><p>Titik awal yang bersejarah bagi semua gerakan keselamatan kerja yang terorganisir secara terarah yang merupakan unsur dasar bagi program keselamatan kerja yang berlaku saat ini </p></li><li><p>PERKEMBANGAN PENANGANAN K3Nasib Unsafe Condition Unsafe Action Lack of control Lack of system(Act of god ) ManagementRev.Industri 1930(Heinrich teori Domino) 1970(Audit K3 UU 1/1970).1990(Work Compensation Law Eropa / USA). 1960 1980</p><p> ERAKETERANGANSEBELUM REVOLUSIINDUSTRISESUDAH REVOLUSIINDUSTRIZAMAN MODERNPERANAN AHLI K3Tidak adaInspektur K3Inspektur K3-Loss control Management-Safety Enginer-Ahli Erg-Analisa sistem-Analisa Resiko-Analisa bahayaPROGRAM DANTEKNIK K3Belum terorganisir-Machine Guarding-Safety Device-Standard K3-Diklat Kelompok (1920-1950)-Diklat Individu (1950-1960)-Peraturan Pengawasan-Loss Control &amp; Safety Mgt-Loss Prev.-System Safety-Human Fact-Penakaran Resiko-Safety engineering-FTA; HazopsKONSEP: SEBAB INSIDEN</p><p> ERA </p><p>KET.SEBELUM REVOLUSIINDUSTRISESUDAH REVOLUSIINDUSTRI ZAMAN MODERN</p></li><li><p>PERKEMBANGAN K3 DI INDONESIADimulai dengan dikeluarkannya Peraturan tentang Pemakaian Pesawat uap pada tahun 1852 yang dirubah dan diperbarui menjadi UU Uap dan Peraturan Uap pada tahun 1930.Pada tahun 1910 dikeluarkannya peraturan tentang Penjagaan Keselamatan Kerja di Pabrik dan Bengkel ( VEILIGHEIDS REGLEMENT, Stbl.No.406).Setelah bangsa kita merdeka dikeluarkan UU.No.1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja yang masih berlaku hingga saat ini</p></li><li><p>A. KECELAKAAN KERJA ( ACCIDENT)</p><p>Kecelakaan Kerja : Adalah kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja.Kecelakaan : Adalah suatu kejadian yang tidak diduga semula dan tidak dikehendaki yang mengacaukan proses yang telah diatur suatu aktivitas dan dapa menimbulkan kerugian baik korban manusia dan atau harta benda.</p></li><li><p> KATAGORI KECELAKAAN KERJA :INDUSTRIAL ACCIDENT / KECELAKAAN INDUSTRI : Kecelakaan yang terjadi di tempat kerja karena adanya sumber bahaya kerja.</p><p>COMUNITY ACCIDENT / KECELAKAAN DALAM PERJALANAN : Kecelakaan yang terjadi diluar tempat kerja dalam kaitannya hubungan kerja</p></li><li><p> UNSUR KECELAKAAN KERJA</p><p>1. Tidak diduga semula dan tidak diinginkan.2. Mengganggu proses.3. Mengakibatkan kerugian phisik dan material</p></li><li><p>ACCIDENT RATIO STUDY Menurut FRANK BIRD. JR :</p><p> 1</p><p> 3010 1 Kecelakaan dengan luka gawat/meninggal 10 Kecelakaan dengan luka ringan</p><p> 30 Kecelakaan dengan kerusakan benda/material</p><p> 600 Insiden tanpa luka atau kerusakan/kerugian </p></li><li><p>ACCIDENT RATIO STUDY Menurut H.W. HEINRICH :</p><p> 1 Kecelakaan dengan luka gawat/meninggal</p><p> 29 Kecelakaan dengan luka ringan</p><p> 300 Insiden tanpa lukaatau kerusakan/kerugian</p></li><li><p>B. SEBAB KECELAKAAN</p><p>SEBAB DASAR / ASAL MULA : 1). Partisipasi manajemen/pimpinan perusahaan dalam pelaksanaan K3. 2). Faktor manusia / pekerj...</p></li></ul>